Cara Menanam Bunga Matahari

Table of Contents

Cara Menanam Bunga Matahari

Faktanya, bunga matahari adalahsalah satu jenis bunga yang lumayan mudah guna ditanam dan dikembangkan. Tidak ada kiat spesial dalam membudidayakan bunga matahari. Namun, pasti ada sejumlah hal yang mesti diserahkan perhatian eksklusif jika kamu ingin menempatkan bunga matahari ini. Berikut ini susunan mengenai teknik menanam bunga matahari yang baik anda pelajari bersama-sama:

Cara menempatkan bunga matahari yang kesatu pasti tidak bertolak belakang dengan menempatkan tanaman lainnya, yaitu teknik memilih embrio yang tepat. Benih bunga matahari diperoleh dari biji bunga matahari yang anda kenal sebagai kwaci. Pemilihan embrio menjadi penting, sebab akan menilai hasil bunga matahari yang akan kamu budidayakan nantinya. Beberapa jenis bunga matahari yang populer ialah velvet queen, evening sun, dan mammoth grey. Ketiga jenis bunga matahari ini memiliki kelebihannya masing-masing. Jika kamu ingin mempunyai bunga matahari yang tumbuh dalam sejumlah variasi warna laksana kuning dan oranye kamu haruslah memilih embrio evening sun. Akan namun jika kamu menyukai urusan yang berbeda, kamu dapat memilih embrio velvet queen sebab bunga matahari yang didapatkan berwarna merah darah. Lalu laksana namanya mammoth grey, bunga matahari ini mempunyai ukuran yang paling besar dan tinggi dapat menjangkau 2 meter. Jika kamu tertarik dengannya, tentu kamu harus memilih benihnya.

Cara kedua dalam menempatkan bunga matahari ialah dalam menyiapkan media tanam. Media tanam dari bunga matahari ialah tanah. Bunga matahari tidak mempunyai persyaratan eksklusif untuk situasi tanah. Akan tetapi, tetap dianjurkan untuk memilih tanah yang gembur supaya memudahkan proses penyerapan air. Karena kemungkinannya guna tumbuh paling tinggi, tumbuhan ini tidak sesuai ditanam di dalam ruangan. Penanaman embrio ke media tanam dapat dilaksanakan dengan menancapkan unsur yang lancip dari embrio (kwaci) ke media tanam. Akan tetapi tidak boleh seluruh bagian embrio ditanamkan, sisakan tidak banyak bagian atasnya guna tetap hadir di permukaan.

Cara ketiga ialah dengan meyakinkan suhu lokasi penyemaian yang mesti paling tidak 25o sesudah empat hari bakal ada tunas muncul. Hal ini mestilah didukung oleh pengairan dan sinar matahari yang cukup. Pengairan mesti dilaksanakan dua kali sehari dan sinar matahari mesti mengakibatkan suhu paling tidak seperti yang telah dilafalkan sebelumnya sekitar enam jam berturut-turut.

Cara keempat sesudah tunas-tunas bermunculan, lindungilah tunas dengan memakai botol-botol plastik. Upaya ini dilaksanakan untuk mengayomi bayi-bayi bunga matahari dari ancaman luar laksana dimakan ternak atau bobrok terkena hujan.

Cara kelima ialah pemberian pupuk. Pemberian pupuk secara maksimal dapat dilaksanakan setelah bunga matahari berusia lebih dari satu bulan, dengan tanda-tanda berlahiran daun-daunan. Gunakan pupuk yang sesuai dan dapat mendukung perkembangan bunga, laksana pupuk kandang, pupuk TSP, dan pupuk NPK. Akan namun pemberian pupuk mesti dilaksanakan sesuai umur dari tanaman. Misalkan di umur satu bulan, pupuk yang cocok ialah pupuk NPK. Sedangkan, sesudah mendekati dua bulan telah dapat diserahkan pupuk TSP. Dosis yang diserahkan pun mesti cocok dengan usianya.

Cara keenam ialah melakukan penyiangan dan pemilihan. Setelah umur 3 bulan, akan berlahiran kuntum akan bunga di dekat daun-daun bunga matahari. Perhatikanlah mana kuntum yang strategis dan mana yang tidak. Jika tidak cukup strategis lebih baik dipangkas guna mempercepat perkembangan kuntum yang lain. Semakin tidak banyak kuntum, maka semakin tidak sedikit nutrisi yang akan diperoleh oleh setiap kuntum dan tentunya tumbuhan akan semakin cepat berbunga. Sumber : www.faunadanflora.com/