Cara Tumpangsari Jagung Dengan Kedelai Dalam Sistem Tanam Legowo

Cara Tumpangsari Jagung Dengan Kedelai Dalam Sistem Tanam Legowo

Cara Tumpangsari Jagung Dengan Kedelai Dalam Sistem Tanam Legowo

Keterbatasan luas lahan dan tetap rendahnya produktivitas jagung di tingkat petani mengakibatkan usahatani jagung menjadi tidak optimal. Seiring kemajuan teknologi, type pertanaman tumpangsari (intercrop) banyak mendapat perhatian. Salah satu diantaranya adalah tumpangasri jagung bersama dengan tanaman kedelai terhadap proses tanam legowo.

Cara Tumpangsari Jagung Dengan Kedelai Dalam Sistem Tanam Legowo

Tumpangsari jagung-kedelai termasuk bertujuan untuk menanggulangi kompetisi pemakaian lahan untuk tanaman jagung dan kedelai secara monokultur. Mengingat bahwa harga jagung relatif baik dan keistimewaan koparatif tanaman jagung relatif lebih tinggi dibanding tanaman kedelai, maka dalam proses tumpangsari jagung-kedelai, produktivitas tanaman jagung sekurang-kurangnya sama bersama dengan tanpa tumpangsari.

Kombinasi tumpangsari jagung-kedelai sanggup diterapkan terhadap proses tanam legowo 2 : 1 dimana dua baris tanaman dirapatkan (jarak tanam antar baris), supaya pada setiap dua baris tanaman terdapat ruang untuk
pertanaman kedelai. Tingkat produktivitas jagung diperoleh terhadap pertanaman legowo tidak berbeda lebih-lebih condong lebih tinggi (karena terdapatnya pengaruh tanaman pinggir/border) dibanding pertanaman baris tunggal (tanam biasa).

Ruang kosong terhadap baris legowo sanggup ditanami 3 baris tanaman kedelai tanpa turunkan produktivitas jagung supaya berlangsung peningkatan indeks pemakaian lahan dan pendapatan petani. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kedelai yang ditanam di pada tanaman jagung akan diperoleh 50% berasal dari hasil kedelai yang ditanam proses monokultur.

Penanaman tanaman kedelai sebagai tumpangsari terhadap tanaman jagung termasuk sanggup melakukan perbaikan kesuburan lahan dikarenakan terdapatnya fiksasi N dibanding proses monokultur jagung.

Wilayah Pengembangan
Sistem tumpangsari jagung-kedelai menggunakan langkah tanam legowo sanggup diterapkan terhadap lahan sawah maupun lahan kering bersama dengan tingkat kesuburan tanah dan ketersediaan sumber air yang cukup.

Mengingat maksud penanaman proses logowo ini bukan semata untuk tingkatkan hasil, maka penerapannya diutamakan dan dikaitkan bersama dengan usaha peningkatan indeks pertanaman (IP) jagung. Dengan peningkatan IP maka hasil panen sanggup meningkat dan pengelolaan lahan menjadi lebih produktif.

Cara Budidaya Tumpang Sari Jagung
1. Penanaman jagung

Gunakan varietas hibrida bertipe tegak, Bima-2, Bima-4, Pioner-21, Bisi-16 dan lain-lain.
Jumlah benih yang diperlukan 15 – 17 kg/ha
Pastikan bahwa benih yang ditanam mempunyai energi berkecambah (>90%) dan vigor benih yang baik (perhatikan era daluwara benih)
Tanah diolah sempurna
Tanaman jagung ditanam 1 biji per lubang bersama dengan proses tanam legowo/double row, lantas ditutup bersama dengan pupuk organik 1 genggam
Jarak tanam untuk tanaman jagung proses legowo adalah (100-50) cmx 20 cm atau (110-40) cm x 20 cm
Dosis pemupukan yang digunakan adalah:
Lahan sawah menggunakan takaran 350 kg Urea + 300 kg phonska atau pupuk majemuk lainnya. Pemberian diberikan 2 kali, perlindungan pertama terhadap usia 7-10 hst sebanyak 100 kg urea + 300 kg phonska/ pupuk majemuk lainnya per hektar.

Pemupukan ke-2 dilakukan terhadap 35-45 hst bersama dengan takaran 250 kg urea per hektar. Pupuk dimasukkan dalam lubang yang dibuat + 10 cm di samping tanaman dan ditutup bersama dengan tanah.

Lahan kering menggunakan takaran 325 kg Urea + 300 kg phonska atau pupuk majemuk lainnya. Pemberian diberikan 2 kali, perlindungan pertama terhadap usia 7-10 hst sebanyak 100 kg urea + 300 kg phonska/ pupuk majemuk
lainnya per hektar.

Pemupukan ke-2 terhadap usia 35-45 hst bersama dengan takaran 20 kg urea + 100 kg phonska/pupuk majemuk lannya. Pupuk dimasukkan dalam lubang yang dibuat + 10 cm di samping tanaman di tutup bersama dengan tanah.

Penyiangan dan pembumbunan dilakukan bersama dengan cangkul
Penen sanggup dilakukan apabila kelobot sudah kering dan lapisan hitam terhadap pangkal biji (black layer) sudah terlihat. Sisa batang tanaman (biomas) dijadikan kompos atau sanggup digunakan sebagai mulsa diantara baris tanaman untuk pertanaman berikutnya.

2. Penanaman kedelai
Gunakan varietas kedelai yang toleran naungan, diantaranya Dena-1 atau Dena-2. Jumlah benih yang diperlukan 15- 20 kg/ha.

Benih dicampur bersama dengan inokulan Rhizobium sp (nodulin, rhizogin dll) 5 kg benih per 10 g (1 saset), caranya adalah benih dibasahi lantas ditiriskan, inokulan ditaburkan dan diaduk merata hingga merekat dan diperkirakan semua benih mendapatkan inokulan, lantas langsung ditanam. Hindari terkena cahaya matahari langsung terhadap benih yang sudah dicampur bersama dengan nodulin.

Benih ditanam di pada barisan legowo terhadap tanaman jagung bersama dengan jarak tanam 40 cm x 20 cm, supaya terdapat 2 barisan tanaman kedelai pada setiap barisan legowo jagung. Penanaman kedelai sanggup sejalan bersama dengan penanaman jagung atau 1-7 hari setelah penanaman jagung. Dosis pupuk yang digunakan adalah 50 kg urea + 50 kg phonska/ha 7- 10 hst (bersamaan bersama dengan pemupukan pertama jagung apabila tanamnya bersamaan).

Kedelai dipanen sebelum saat polong pecah, yaitu selagi polong berwarna coklat. Kedelai sebaiknya dipanen lebih awal berasal dari jagung. Biomas tanaman sanggup dijadikan kompos.