Siklus Pengembangan KTSP

Siklus Pengembangan KTSP

Siklus Pengembangan KTSP
Siklus Pengembangan KTSP

Seperti halnya dalam unsur manajemen yang lain, pengembangangan kurikulum  mencakup  tahap perencanaan, pelaksanaan (implementasi),  monitoring, dan evaluasi. Siklus pengembangan kurikulum tersebut digambarkan dalam gambar 01.

Siklus pengembangan kurikulum secara umum tersebut dijadikan landasan dalam proses pengembangan KTSP di madrasah. Siklus pengembangan kurikulum di madrasah mencakup (1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan, (3) implementasi, dan (4) monitoring, dan (5) evaluasi dan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perencanaan kembali KTSP yang lebih sesuai.  Di tingkat satuan pendidikan, siklus pengembangan kurikulum KTSP dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan madrasah masing-masing. Misalnya : madrasah melakukan pengembangan kurikulum dalam waktu 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dan seterusnya.)


KTSP terdiri atas KTSP dokumen I dan KTSP dokumen II. KTSP dokumen I berisi : pendahuluan, tujuan tingkat satuan pendidikan, visi dan misi madrasah, tujuan madrasah, struktur dan muatan kurikulum, dan kalender pendidikan. KTSP dokumen II berisi silabus semua mata pelajaran yang telah ditetapkan pada struktur kurikulum di KTSP dokumen I .

 

Kepala madrasah, guru, pengawas, komite madrasah, dan Dinas/Depag  diharapkan  berperan aktif untuk mengembangkan  KTSP, baik dokumen I maupun II.   Perencanaan, implementasi, monitoring, dan evaluasi kurikulum (KTSP)  melibatkan semua unsur tersebut secara simultan.   Ini penting karena kurikulum baru telah mengalihkan tanggung jawab mengembangkan kurikulum pada madrasah-madrasah.
Tabel 01 berikut menunjukkan  rincian  siklus pengembangan  kurikulum yang meliputi tahap (1) analisis konteks, (2) perencanaan,  (3) implementasi,  (4) monitoring, dan evaluasi KTSP serta peran dan tanggung jawab   kepala madrasah ,  tim pengembang kurikulum, guru,  komite madrasah, pengawas, dan Kantor Departemen Agama Kabupten/Kota.



Tabel 01 Rincian  Siklus Pengembangan Kurikulum
Langkah

Kegiatan
Rincian kegiatan
Pertama
Analisis  Konteks dan analisis kebutuhan

  • Kepala Madrasah  membentuk tim pengembang kurikulum  madrasah.
  • Tim pengembang kurikulum, kepala madrasah, guru, dengan didampingi pengawas  melaksanakan analisis konteks dan analisis kebutuhan
  • Tim pengembang, kepala madrasah, guru, komite, stakeholder melakukan analisis potensi peserta didik, madrasah,  daerah,  unggulan lokal, unggulan global, analisis perkembangan IPTEK

Kedua
Perencanaan Kurikulum:Merencanakan  KTSP Dokumen I dan II


  • Kepala madrasah bersama tim pengembang kurikulum  madrasah  menyusun KTSP Dokumen I    menentukan  visi,misi, tujuan madrasah,struktur dan muatan kurikulum dan kalender pendidikan.
  • Guru  difasilitasi  tim pengembang kurikulum mengembangkan KTSP dokumen II (menyusun silabus dan  RPP,  SK/ KD MULOK).
  • Depag/ dinas memfasilitasi kepala madrasah, guru, komite dan  pengawas dalam mengembangkan KTSP.

Ketiga
Implementasi kurikulum:Mengelola penerapan
Hasil kajian pada penyusunan dokumen 1 dan II

  • Tim pengembang kurikulum mensosialisasikan  KTSP dokumen I dan II.
  • Kepala Madrasah memfasilitasi sarana, lingkungan kondusif,
  • Guru melaksanakan RPP, guru BK, pelaksana pengembangan diri  melaksanakan kegiatan
  • Komite memfasilitasi sarana.
  • Pengawas membimbing pelaksanaan/tempat konsultasi
  • Mengarahkan dan menggerakkan sumber daya

Keempat
Monitoring dan supervisi (pengawasan)

  • Kepala madrasah,  pengawas, komite madrasah mengawasi pelaksanaan, apakah sesuai dengan rencana, apa kendalanya, bagaimana solusinya
  • Kepala madrasah mengadakan pertemuan untuk memantau/ merefleksikan  pelaksanaan
  • Kepala madrasah, pengawas, komite madrasah mengadakan kunjungan kelas, wawancara dengan peserta didik, untuk mencari data pelaksaan kurikulum

Kelima
Evaluasi kurikulum:
Pengumpulan data, pengukuran, dan penilaian

  • Kepala madrasah,  pengawas, komite madrasah, mengumpulkan dan menganalisis hasil lalu  membandingkan dengan indikator keberhasilan yang telah disusun
  • Melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap pencapaian hasil, proses, dan pengelolaan
  • Kepala madrasah merefleksikan proses   manajemen yang telah dilakukan
  • Menentukan tindak lanjut untuk perbaikan

Hakikat Pembelajaran Pengayaan dalam KTSP

Hakikat Pembelajaran Pengayaan dalam KTSP

pembelajaran KTSP
pembelajaran KTSP

 

Dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar isi dan standar kompetensi lulusaAn, pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan kesempatan yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Untuk mencapai tujuan dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut tidak jarang dijumpai adanya peserta didik yang memerlukan tantangan berlebih untuk mengoptimalkan perkembangan prakarsa, kreativitas, partisipasi, kemandirian, minat, bakat, keterampilan fisik, dsb. Untuk mengantisipasi potensi lebih yang dimiliki peserta didik tersebut, setiap satuan pendidikan perlu menyelenggarakan program pembelajaran pengayaan.

A. Hakikat Pembelajaran Pengayaan

Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya.
Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, lazimnya guru mengadakan penilaian awal untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb.
Melengkapi strategi pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Penilaian proses juga digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran bila dijumpai hambatan-hambatan.

Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Ulangan harian dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil mencapai tingkat penguasaan kompetensi tertentu. Penilaian akhir program ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan apakah peserta didik telah mencapai kompetensi (tingkat penguasaan) minimal atau ketuntasan belajar seperti yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan.
Jika ada peserta didik yang lebih mudah dan cepat mencapai penguasaan kompetensi minimal yang ditetapkan, maka sekolah perlu memberikan perlakuan khusus berupa program pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya. Pembelajaran pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, eksperimentasi, inovasi, penemuan, keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya.

B. Jenis Pembelajaran Pengayaan
Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan, yaitu:
  1. Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.
  2. Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.
  3. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/ penelitian ilmiah. Pemecahan masalah ditandai dengan: (a) identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan; (b) penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan; (c) penggunaan berbagai sumber; (d) pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan; (e) analisis data; dan (f) penyimpulan hasil investigasi.
Sekolah tertentu, khususnya yang memiliki peserta didik lebih cepat belajar dibanding sekolah-sekolah pada umumnya, dapat menaikkan tuntutan kompetensi melebihi standari isi. Misalnya sekolah-sekolah yang menginginkan memiliki keunggulan khusus.

C. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Pemberian pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalam kecepatan maupun kualitas belajarnya. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka perlu ditempuh langkah-langkah sistematis, yaitu (1) mengidentifikasi kelebihan kemampuan peserta didik, dan (2) memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan.
1. Identifikasi Kelebihan Kemampuan Belajar
a. Tujuan
Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara lain meliputi:
  1. Belajar lebih cepat. Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya penguasaan kompetensi (SK/KD) mata pelajaran tertentu.
  2. Menyimpan informasi lebih mudah Peserta didik yang memiliki kemampuan menyimpan informasi lebih mudah, akan memiliki banyak informasi yang tersimpan dalam memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan.
  3. Keingintahuan yang tinggi. Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi.
  4. Berpikir mandiri. Peserta didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas mandiri serta mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.
  5. Superior dalam berpikir abstrak. Peserta didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan pemecahan masalah.
  6. Memiliki banyak minat. Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan.

b. Teknik
Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui : tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.
  1. Tes IQ (Intelligence Quotient) adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik. Dari tes ini dapat diketahui tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal, intrapersonal, verbal, logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb.
  2. Tes inventori. Tes inventori digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan belajar, dsb.
  3. Wawancara. Wanwancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai program pengayaan yang diminati peserta didik.
  4. Pengamatan (observasi). Pengamatan dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat pengayaan yang perlu diprogramkan untuk peserta didik.

2. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan

Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui:
  1. Belajar Kelompok. Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.
  2. Belajar mandiri. Secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
  3. Pembelajaran berbasis tema. Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
  4. Pemadatan kurikulum. Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.

Perlu diperhatikan bahwa penyelenggaraan pembelajaran pengayaan ini terutama terkait dengan kegiatan tatap muka untuk jam-jam pelajaran sekolah biasa. Namun demikian kegiatan pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.
Sekolah dapat juga memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dalam bentuk kegiatan pengembangan diri dengan spesifikasi pengayaan kompetensi tertentu, misalnya untuk bidang sains. Pembelajaran seperti ini diselenggarakan untuk membantu peserta didik mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional seperti olimpiade internasional fisika, kimia dan biologi.
Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan tidak lepas kaitannya dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.
Adaptasi dan disarikan dari :
Depdiknas. 2008. Sistem Penilaian KTSP: Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pengayaan.
Baca Juga :

Penjelasan ANALISIS KORELASI

Penjelasan ANALISIS KORELASI

ANALISIS KORELASI
ANALISIS KORELASI

KORELASI adalah istilah statistik yang menyatakan derajat hubungan linier antara dua variabel atau lebih, yang ditemukan oleh Karl Pearson pada wal 1900, oleh sebab itu terkenal dengan sebutan korelasi Pearson Product Moment (PPM). korelasi adalah salah satu teknik analisis statistik yang paling banyak digunakan oleh para peneliti. karena para peneliti umumnya tertarik terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dan mencoba untuk menghubungkannya. 


Misalnya kita ingin menghubngkan antara tinggi badan dengan berat badan, antara umur dengan tekanan darahnya, antara motivasi dengan prestasi belajar atau bekerja dan seterusnya. Hubungan antara dua variabel didalam teknik korelasi bukanlah dalam arti hubungan sebab akibat (timbal-balik), melainkan hanya merupakan hubungan searah saja. hubungan sebab akibat, misalnya : kemiskinan dengan kejahatan, kebersihan dengan kesehatan, kemiskinan dengan kebodohan.. dalam korelasi hanya mengenal hubungan searah saja (Bukan timbal balik) , misalnya tinggi badan menyebabkan berat badanya bertambah, tetapi berat badannya bertambah belum tentu menyebabkan tinggi badannya bertambah.


akibatnya dalam korelasi dikenal penyebab dan akibatnya. dan data akibat atau yang dipengaruhi disebut variabel terikat. istilah bebas disebut juga dengan independen yang biasaya dilambangkan dengan huruf X atau X1. sedangkan istialh terikat disebut dependen yang biasanya dilambangkan dengan huruf Y. bagaimanakah menentukan bahwa variabel itu bebas atau terikat? jawaban ialah tergantung dari landasan teori yang kita pakai.

Korelasi merupakan teknik analisis yang  termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of association). Pengukuran asosiasi   merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Diantara sekian banyak teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman. Selain kedua teknik tersebut, terdapat pula teknik-teknik korelasi lain, seperti Kendal, Chi-Square, Phi Coefficient, Goodman-Kruskal, Somer, dan Wilson.

Pengukuran asosiasi mengenakan nilai numerik untuk mengetahui tingkatan asosiasi atau kekuatan hubungan antara variabel. Dua variabel dikatakan berasosiasi jika perilaku variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain. Jika tidak terjadi pengaruh, maka kedua variabel tersebut disebut independen.


Korelasi bermanfaat untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel (kadang lebih dari dua variabel) dengan skala-skala tertentu, misalnya Pearson data harus berskala interval atau rasio; Spearman dan Kendal menggunakan skala ordinal; Chi Square menggunakan data nominal. Kuat lemah hubungan diukur diantara jarak (range) 0 sampai dengan 1. Korelasi mempunyai kemungkinan pengujian hipotesis dua arah (two tailed). Korelasi searah jika nilai koefesien korelasi diketemukan positif; sebaliknya jika nilai koefesien korelasi negatif, korelasi  disebut tidak searah. Yang dimaksud dengan koefesien korelasi ialah suatu pengukuran statistik kovariasi atau asosiasi antara dua variabel. Jika koefesien korelasi diketemukan tidak sama dengan nol (0), maka terdapat ketergantungan antara dua variabel tersebut. Jika  koefesien korelasi diketemukan +1. maka hubungan tersebut disebut sebagai korelasi sempurna atau hubungan linear sempurna dengan kemiringan (slope) positif.

Jika  koefesien korelasi diketemukan -1. maka hubungan tersebut disebut sebagai korelasi sempurna atau hubungan linear sempurna dengan kemiringan (slope) negatif.

Dalam korelasi sempurna tidak diperlukan lagi pengujian hipotesis, karena kedua variabel mempunyai hubungan linear yang sempurna. Artinya variabel X mempengaruhi variabel Y secara sempurna. Jika korelasi sama dengan nol (0), maka tidak terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut.

 


 

Dalam korelasi sebenarnya tidak dikenal istilah variabel bebas dan variabel tergantung. Biasanya dalam penghitungan digunakan simbol X untuk variabel pertama dan Y untuk variabel kedua. Dalam contoh hubungan antara variabel remunerasi dengan kepuasan kerja, maka variabel remunerasi merupakan variabel X dan kepuasan kerja merupakan variabel Y.

Variabel yang akan kita hubngkan terdiri atas berbagai tingkatan data. tingkatan data meliputi data nominal, interval, dan rasio. tingkatan data tersebutt menentukan alaisis korelasi mana yang paling tepat digunakan. oleh sebab itu, sebelum mempelajari analisis korelasi, maka macam-macam tingkatan data tersebut hasrus sudah dipahami sepenuhnya.

Kegunaan

Pengukuran asosiasi berguna untuk mengukur kekuatan (strength) hubungan antar dua variabel atau lebih. Contoh: mengukur hubungan antara variabel:

  • Motivasi kerja dengan produktivitas
  • Kualitas layanan dengan kepuasan pelanggan
  • Tingkat inflasi dengan IHSG

Pengukuran ini hubungan antara dua variabel untuk masing-masing kasus akan menghasilkan keputusan, diantaranya:

  • Hubungan kedua variabel tidak ada
  • Hubungan kedua variabel lemah
  •  Hubungan kedua variabel cukup kuat
  •  Hubungan kedua variabel kuat
  •  Hubungan kedua variabel sangat kuat

Penentuan tersebut didasarkan pada kriteria yang menyebutkan jika hubungan mendekati 1, maka hubungan semakin kuat; sebaliknya jika hubungan mendekati 0, maka hubungan semakin lemah.


Teori Korelasi

Korelasi dan Kausalitas

Ada perbedaan mendasar antara korelasi dan kausalitas. Jika kedua variabel dikatakan berkorelasi, maka kita tergoda untuk mengatakan bahwa variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain atau dengan kata lain terdapat hubungan kausalitas. Kenyataannya belum tentu. Hubungan kausalitas terjadi jika variabel X mempengaruhi Y. Jika kedua variabel diperlakukan secara simetris (nilai pengukuran tetap sama seandainya peranan variabel-variabel tersebut ditukar)  maka meski kedua variabel berkorelasi tidak dapat dikatakan mempunyai hubungan kausalitas. Dengan demikian, jika terdapat dua variabel yang berkorelasi, tidak harus terdapat hubungan kausalitas.

Terdapat dictum yang mengatakan “correlation does not imply causation”. Artinya korelasi tidak dapat digunakan secara valid untuk melihat  adanya hubungan kausalitas dalam variabel-variabel. Dalam korelasi aspek-aspek yang melandasi terdapatnya hubungan antar variabel mungkin tidak diketahui atau tidak langsung. Oleh karena itu dengan menetapkan korelasi dalam hubungannya dengan variabel-variabel yang diteliti tidak akan memberikan persyaratan yang memadai untuk menetapkan hubungan kausalitas kedalam variabel-variabel  tersebut. Sekalipun demikian bukan berarti bahwa korelasi tidak dapat digunakan sebagai indikasi adanya hubungan kausalitas antar variabel. Korelasi dapat digunakan sebagai salah satu bukti adanya kemungkinan terdapatnya hubungan kausalitas tetapi tidak dapat memberikan indikasi hubungan kausalitas seperti apa jika memang itu terjadi dalam variabel-variabel yang diteliti, misalnya model recursive, dimana X mempengaruhi Y atau non-recursive, misalnya X mempengaruhi Y dan Y mempengaruhi X.


Dengan untuk mengidentifikasi hubungan kausalitas tidak dapat begitu saja dilihat dengan kaca mata korelasi tetapi sebaiknya menggunakan model-model yang lebih tepat, misalnya regresi, analisis jalur atau structural equation model.

 

Korelasi dan Linieritas

Terdapat hubungan erat antara pengertian korelasi dan linieritas. Korelasi Pearson, misalnya, menunjukkan adanya kekuatan hubungan linier dalam dua variabel. Sekalipun demikian jika asumsi normalitas salah maka nilai korelasi tidak akan memadai untuk membuktikan adanya hubungan linieritas. Linieritas artinya asumsi adanya hubungan dalam bentuk garis lurus antara variabel. Linearitas antara dua variabel dapat dinilai melalui observasi scatterplots bivariat. Jika kedua variabel berdistribusi normal dan behubungan secara linier, maka  scatterplot berbentuk oval; jika tidak berdistribusi normal scatterplot tidak berbentuk oval.


Sumber : Ngelag.Com

 

Pilar – Pilar Dalam Pendidikan Karakter Yang Harus Dipahami

Pilar – Pilar Dalam Pendidikan Karakter Yang Harus Dipahami

Pendidikan karakter didasarkan pada enam nilai-nilai etis bahwa masing-masing orang dapat mengamini – nilai-nilai yang tidak berisi politis, religius, atau bias budaya. Beberapa hal inilah ini yang bisa kita sampaikan untuk menolong siswa mengetahui Enam Pilar Pendidikan Berkarakter, yaitu inilah ini :

1. Trustworthiness (Kepercayaan)

Jujur, tidak boleh menipu, menjiplak atau mencuri, jadilah handal – mengerjakan apa yang kamu katakan kamu akan melakukannya, mohon keberanian untuk mengerjakan hal yang benar, bangun reputasi yang baik, patuh – berdiri dengan keluarga, rekan dan negara.

2. Recpect (Respek)

Bersikap toleran terhadap perbedaan, pakai sopan santun, bukan bahasa yang buruk, pertimbangkan perasaan orang lain, tidak boleh mengancam, memukul atau menyakiti orang lain, damailah dengan kemarahan, hinaan dan perselisihan.

3. Responsibility (Tanggungjawab)

Selalu kerjakan yang terbaik, pakai kontrol diri, disiplin, berpikirlah sebelum beraksi – mempertimbangkan konsekuensi, bertanggung jawab atas opsi anda.

4. Fairness (Keadilan)

Bermain cocok aturan, ambil seperlunya dan berbagi, berpikiran terbuka; memperhatikan orang lain, tidak boleh mengambil deviden dari orang lain, tidak boleh menyalahkan orang beda sembarangan.

5. Caring (Peduli)

Bersikaplah sarat kasih sayang dan menunjukkan kamu peduli, ungkapkan rasa syukur, ampuni orang lain, menolong orang yang membutuhkan.

6. Citizenship (Kewarganegaraan)

Menjadikan sekolah dan masyarakat menjadi lebih baik, bekerja sama, melibatkan diri dalam hal masyarakat, menjadi tetangga yang baik, mentaati hukum dan aturan, memuliakan otoritas, mengayomi lingkungan hidup.

Semoga Bermanfaat. Selengkapnya Baca : www.pelajaran.id/

Konflik dalam Kepemimpinan

Konflik dalam Kepemimpinan

Konflik dalam Kepemimpinan
Konflik dalam Kepemimpinan
Kekuasaan dapat didefinisikan sebagai suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin. Kekuasaan seringkali dipergunakan silih berganti dengan istilah pengaruh dan otoritas.
Berbagai sumber dan jenis kekuasaan dari beberapa teoritikus seperti French dan Raven, Amitai Etzioni, Kenneth W. Thomas, Organ dan Bateman, dan Stepen P Robbins telah dikemukakan dalam kegiatan belajar ini.
Kekuasaan merupakan sesuatu yang dinamis sesuai dengan kondisi yang berubah dan tindakan-tindakan para pengikut. Berkaitan dengan hal ini telah dikemukakan social exchange theory, strategic contingency theory dan proses-proses politis sebagai usaha untuk mempertahankan, melindungi dan me-ningkatkan kekuasaan.
Dalam kaitan dengan kekuasaan, para pemimpin membutuhkan kekuasaan tertentu agar efektif. Keberhasilan pemimpin sangat tergantung pada cara penggunaan kekuasaan. Pemimpin yang efektif kemungkinan akan menggunakan kekuasaan dengan cara yang halus, hati-hati, meminimalisasi perbedaan status dan menghindari ancaman- ancaman terhadap rasa harga diri para pengikut.



Pengaruh

Pengaruh sebagai inti dari kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mengubah sikap, perilaku orang atau kelompok dengan cara-cara yang spesifik. Seorang pemimpin yang efektif tidak hanya cukup memiliki kekuasaan, tetapi perlu pula mengkaji proses-proses mempengaruhi yang timbal balik yang terjadi antara pemimpin dengan yang dipimpin.
Para teoretikus telah mengidentifikasi berbagai taktik mempengaruhi yang berbeda-beda seperti persuasi rasional, permintaan berinspirasi, pertukaran, tekanan, permintaan pribadi, menjilat, konsultasi, koalisi, dan taktik mengesahkan. Pilihan taktik mempengaruhi yang akan digunakan oleh seorang pemimpin dalam usaha mempengaruhi para pengikutnya tergantung pada beberapa aspek situasi tertentu. Pada umumnya, para pemimpin lebih sering menggunakan taktik-taktik mempengaruhi yang secara sosial dapat diterima, feasible, memungkinkan akan efektif untuk suatu sasaran tertentu, memungkinkan tidak membutuhkan banyak waktu, usaha atau biaya.
Efektivitas masing-masing taktik mempengaruhi dalam usaha untuk memperoleh komitmen dari para pengikut antara lain tergantung pada keterampilan pemimpin, jenis permintaan serta position dan personal power pemimpin tersebut.


Konflik

Konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana sebuah usaha dibuat dengan sengaja oleh seseorang atau suatu unit untuk menghalangi pihak lain yang menghasilkan kegagalan pencapaian tujuan pihak lain atau meneruskan kepentingannya.
Ada beberapa pandangan tentang konflik yaitu pandangan tradisional, netral dan interaksionis. Pandangan tradisional mengatakan bahwa konflik itu negatif, pandangan netral menganggap bahwa konflik adalah ciri hakiki tingkah laku manusia yang dinamis, sedangkan interaksionis mendorong terjadinya konflik.
Untuk mengurangi, memecahkan dan menstimulasi konflik ada beberapa pendekatan atau strategi yang dapat ditempuh sebagaimana disarankan oleh beberapa teoretikus.



PERKEMBANGAN MUTAKHIR TENTANG KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan Perempuan

Perubahan lingkungan dan pergeseran budaya telah mempengaruhi dinamika kepemimpinan perempuan. Pada umumnya pemimpin perempuan cenderung diberikan porsi pada organisasi perempuan dan sosial. Namun dengan adanya globalisasi telah merubah paradigma kepemimpinan ke arah pertimbangan core competence yang dapat berdaya saing di pasar global Oleh sebab itu banyak organisasi berkaliber dunia yang memberikan kesempatan bagi perempuan yang mampu dan memenuhi persyaratan kepemimpinan sesuai situasi dan kondisi sekarang ini.
Hambatan bagi kepemimpinan perempuan lebih banyak akibat adanya stereotipe negatif tentang kepemimpinan perempuan serta dari mental (perempuan) yang bersangkutan. Stereotipe-stereotipe tersebut muncul sebagai akibat dari pemikiran individu dan kolektif yang berasal dari latar belakang sosial budaya dan karakteristik pemahaman masyarakat terhadap gender serta tingkat pembangunan suatu negara atau wilayah.
Dari hasil temuan, ternyata tidak ditemukan adanya perbedaan antara gaya kepemimpinan perempuan dengan laki-laki, walaupun ada sedikit perbedaan potensi kepemimpinan perempuan dan laki-laki, di mana keunggulan dan kelemahan potensi kepemimpinan perempuan dan laki-laki merupakan hal yang saling mengisi. Begitu juga dengan karakteristik kepemimpinan perempuan dan laki-laki dapat disinergikan menjadi kekuatan yang harmonis bagi organisasi yang bersangkutan.
Untuk menduduki posisi kepemimpinan dalan organisasi di era global, perempuan perlu meningkatkan ESQ dan memperkaya karakteristik kepemimpinannya dengan komponen-komponen, antara lain pembangunan mental, ketangguhan pribadi dan ketangguhan sosial serta menutupi agresivitasnya menjadi ketegasan sikap, inisiatif, dan percaya diri akan kompetensinya.


Kepemimpinan dalam Beragam Budaya dan Negara

Pada kegiatan belajar ini telah Anda lihat bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap dan perilaku pemimpin pada berbagai Negara atau budaya. Namun demikian, terdapat dimensi kepemimpinan yang secara universal relatif sama yaitu setiap pemimpin diharapkan mampu proaktif dan tidak otoriter. Di samping itu, terdapat pula beberapa variasi sikap dan perilaku pemimpin di dalam kelompok budaya dan di dalam Negara pada berbagai budaya atau Negara. Demikian pula terdapat perbedaan sikap dan perilaku pemimpin pada Negara- Negara yang menganut system nilai berbeda.


Kepemimpinan Visioner

Seorang pemimpin visioner harus bisa menjadi penentu arah, agen perubahan, juru bicara dan pelatih.
Oleh karena itu seorang pemimpin visioner harus:
  1. menyusun arah dan secara personal sepakat untuk menyebarkan kepemimpinan visioner ke seluruh organisasi.
  2. memberdayakan para karyawan dalam bertindak untuk mendengar dan mengawasi umpan balik.
  3. selalu memfokuskan perhatian dalam membentuk organisasi mencapai potensi terbesarnya.

Kepemimpinan Ahli

Pada era globalisasi, banyak terjadi perubahan dalam segala sendi kehidupan masyarakat, terutama yang berhubungan dengan bidang ekonomi perdagangan, industri, telekomunikasi dan informasi. Dalam masa post modernism yang sekarang sedang kita jalani, perubahan paradigma manajemen turut bergerak secara dinamis, dari paradigma manajemen klasik hingga paradigma post modernism yang salah satunya diwakili oleh learning organization dengan pengukuran kinerja balanced score card yang memperhitungkan pula keterkaitan dengan lingkungan luar organisasi.
Secara historis, paradigma kepemimpinan tersebut terbagi dalam beberapa lokus dan fokus keilmuan, yang diwakili dalam kelompok paradigma aliran wilayah utara, barat, timur dan global baru. Hal tersebut, dipaparkan dalam beberapa kategori, antara lain dalam kategori manajer individual, yang terbagi menjadi manajemen efektif (Drucker), manajemen perusahaan (Peters), manajemen kualitas total (Toyota), keahlian diri pada bidang tertentu (self- mastery); kategori kelompok sosial terbagi menjadi kerjasama tim yang efektif (Likert), pembagian nilai (Deal/Kennedy), siklus atau lingkaran kualitas (Sony), sinergi sosial; kategori organisasi secara keseluruhan yang terbagi menjadi organisasi yang hirarkis (Chandler), organisasi jaringan (Handy) organisasi ramping (Honda), organisasi yang belajar (learning organization), kategori ekonomi dan masyarakat yang terbagi menjadi tanggungjawab badan hukum (Chandler), perusahaan swasta yang mandiri atau bebas (Gilder), modal atau investasi sumber daya manusia (Ozaka) dan pembangunan yang berkelanjutan.

Globalisasi juga telah mempengaruhi terjadinya perubahan paradigma dalam praktik manajemen khususnya kepemimpinan. Secara garis besar, perbedaaan antara paradigma lama dan baru dilihat dari aspek-aspek antara lain berikut ini:
  1. dari aspek tanggung jawab organisasi: paradigma lama menitikberatkan pada pertanggungjawaban organisasi tentang lingkungan akibat dari proses input-proses-output organisasi sedangkan pada paradigma baru menekankan tanggungjawab pada pembangunan yang berkelanjutan.
  2. dari aspek tim manajemen: paradigma lama menekankan struktur dan fungsi interaksi kelompok untuk mencapai sinergi sosial dalam mengelola organisasi masing-masing, sedangkan paradigma baru menitikberatkan pada struktur dan proses dengan pendekatan learning organization.
  3. dari aspek kepemimpinan manajemen: paradigma lama menitikberatkan pada kapasitas individual manajer dalam memimpin, sedangkan paradigma baru menekankan keunggulan diri manajer (self-mastery) dalam memimpin.

Kesemua perjalananan dan dinamika faktor-faktor organisasi tersebut baik eksternal maupun internal, telah membawa perubahan paradigma kepemimpinan yang dinamis dan fleksibel. Perubahan tersebut banyak menyangkut pada pembentukan mental pribadi manajer dan pembentukan visi manajer serta organisasi. Sumber : www.gurupendidikan.co.id

Beberapa Fungsi Bimbingan Konseling

Beberapa Fungsi Bimbingan Konseling

Beberapa Fungsi Bimbingan Konseling
Beberapa Fungsi Bimbingan Konseling
Fungsi Bimbingan Konseling, Sebagaimana yang kita tahu bahwa konselor sekolah berfungsi untuk menangani masalah yang ada di sekolah baik berupa kekerasan fisik maupun non fisik yang dilakukan oleh siswa/siswa sekolah. disinilah peran bimbinga konseling diperlukan untuk membimbing atau menangani, menasehati siswa yang terlibat dalam suatu masalah,

Bimbingan Konseling Merupakan suatu kegiatan bantuan dan tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya, dan siswa pada khususnya di sekolah. Menurut Sertzer dan Stone, bimbingan merupakan proses membantu orang perorangan untuk memahami dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya. Sedangkan konseling sendiri berasal dari kata latin “Consilum” yang berarti “dengan” atau “bersama” dan “mengambil atau “memegang”. Maka dapat dirumuskan sebagai memegang atau mengambil bersama.
Adapun beberapa fungsi dari bimbingan konseling yaitu:

  • Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
  • Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).
  • Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata.
  • Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
  • Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.
  • Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.
  • Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
  • Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.
  • Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.
  • Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling.

Referensi :  www.kuliahbahasainggris.com

7 Cara Ini Bisa Membantumu Memilih Jurusan Kuliah, Gak Galau Lagi!

7 Cara Ini Bisa Membantumu Memilih Jurusan Kuliah, Gak Galau Lagi!

Setelah lulus SMA umumnya kamu yang berniat kuliah bakal dilanda dilema berkenaan jurusan apa yang dambakan dipilih di universitas kelak. Gak jarang kamu juga bakal mendengar mahasiswa yang menyebutkan ‘kesasar’ selagi jurusan yang dipilih gak cocok bersama dengan keinginan. Kalau telah begitu, jangan dianggap sepele lho! Pasalnya jurusan yang bakal kamu pilih selagi kuliah adalah profesi yang bakal menghantui seumur hidup, menjadi sebelum memilihnya kamu terlalu kudu memantapkan diri.

Ingat ya, jurusanmu pilih gelar, karier, menjadi gak boleh dianggap enteng bersama dengan cuma dambakan raih gelar sarjana maka semuanya beres. Tujuanmu kuliah adalah untuk membangun jaman depan, kecuali kamu telah gak nyaman kuliah di jurusanmu bagaimana hidupmu di dunia karier kelak? Maka dari itu, sebelum kamu paten pilih jurusan ada baiknya pertimbangkan 7 hal di bawah ini supaya tidak terjerumus nantinya.

1. Pertama, kamu dapat sebabkan daftar jurusan kuliah dan jalan karier yang memungkinkan
Kamu yang masih belum pilih dambakan berkuliah di mana, ada baiknya memanfaatkan selagi luangmu untuk memetakan pikiran. Buatlah daftar mata pelajaran yang kamu sukai dan carilah semua jurusan yang perihal dengannya. Biasanya satu mata pelajaran punya jurusan yang bercabang-cabang, sebab selagi kuliah kamu bakal disiapkan menjadi tenaga ahli menjadi pilihlah yang memang klik denganmu.

Selain pilih jurusan, kamu juga dapat menuliskan karier yang pas untuk jurusan yang telah kamu urut. Tujuanmu kuliah adalah untuk bekerja menjadi tidak ada salahnya mempersiapkan sejak awal.

2. Mencari jurusan yang tepat, kamu kudu mengandalkan riset dan tren
Pertanyaan yang kudu kamu ajukan selagi pilih jurusan adalah jalan karier apa yang kamu minati? Bagaimana jurusan itu bakal menjamin jaman depanmu? Keterampilan apa yang bakal kamu pelajari? Apakah kamu dambakan karier yang terjalin bersama dengan jurusanmu?

Teliti semua pilihanmu untuk menopang mempersempit jurusan yang tersedia. Jika jalan karier terlihat suram dan kursus yang dibutuhkan terdengar kering, maka jangan pilih jurusan kuliah itu.

Meneliti tren pasar kerja dapat menopang keputusanmu. Misalnya, pengetahuan komputer, teknik, dan obat-obatan adalah bidang yang berkembang pesat, yang mungkin tawarkan lebih banyak kesempatan kerja, supaya bakal lebih enteng menemukan pekerjaan tersebut sesudah kamu lulus.

3. Tetap berasumsi terbuka, bereksplorasi, dan bereksperimen
Terbuka untuk ide-ide baru dan jalan karier potensial. Fleksibilitas perlu selagi pilih jurusan kuliah. Jangan membatasi diri. Lihatlah semua pilihanmu. Ambil kelas yang menarik minatmu atau yang membuatmu penasaran.

Eksplorasi adalah target dari kuliah, dan ini dapat menopang kamu mengasah topik yang diminati supaya sebabkan ketentuan akhir menjadi sedikit lebih mudah.

4. Pertimbangkan biaya kuliah vs laba dan investasi
Jadikan kuliahmu bukan cuma sebagai kesibukan yang mengasyikkan tetapi juga menguntungkan. Tentu saja sebab biaya kuliahmu sendiri tidak sedikit maka selagi pilih jurusanmu kudu acuhkan apakah jurusanmu tersebut dapat menjadi modal investasi.

Sama seperti penjaja yang menjajakan barang bersama dengan modal sekian dan menghendaki untung. Nalurimu sebagai mahasiswa juga kudu sama.

5. Jangan menyerah pada tekanan orangtua, kamu kudu dapat tentukan jaman depanmu sendiri
Tentu saja orangtua dambakan anak-anak mereka berhasil dan bahagia, supaya mereka kerap memberi tambahan wejangan sebelum kamu sebabkan keputusan. Tekanan dari orangtua dan keluarga terkadang terlalu besar, tetapi jangan pernah pilih jurusan kuliah cuma untuk mengasyikkan mereka. Ingat, ini adalah jaman depanmu dan kamu kudu memutuskan yang terbaik untukmu.

6. Jangan cemas untuk mengganti jurusanmu dan pilih yang lebih cocok
Kamu yang telah terlanjur masuk ke jurusan yang salah, maka tidak ada salahnya untuk segera memutar arah. Perguruan tinggi adalah daerah untuk mendapatkan kesempatan supaya kamu menemukan hal-hal mengasyikkan dan itu tidak bakal ditemukan kecuali sejak awal minatmu telah turun sebab salah pilih jurusan.

Selain itu sebab ketidaknyamanan tersebut, mungkin semuanya bakal terhambat merasa dari IPK rendah hingga kesusahan selagi penyusunan tugas akhir.

7. Sebelum memilih, kamu kudu merenungkan apa yang menarik bagimu dan dapat mewujudkan mimpimu
Yang menyadari kamu semata-mata dirimu sendiri. Sebelum melangkah maju ada baiknya pelajari siapa dirimu dan apa yang paling kamu sukai. Selain itu pertimbangkan juga mimpi apa yang paling kamu dambakan sesudah lulus kelak. https://www.ruangguru.co.id/

Memiliki cita-cita yang berkesinambungan sejak kecil bakal menopang mengerucutkan pilihan jurusanmu sebab bakal konsisten memotivasimu di saat-saat tersulit kala kuliah nantinya.

Lakukan 5 Tips Ini Biar Kerja Kelompokmu Sukses

Lakukan 5 Tips Ini Biar Kerja Kelompokmu Sukses

Satu di antara perbedaan kuliah dan sekolah adalah tugas group sementara kuliah lebih banyak. Hampir semua dosen beri tambahan tugas group untuk para mahasiswanya di kelas.

Namun, persoalan yang sering terlihat dari tugas group umumnya tugas dibebankan hanya kepada segelintir orang. Membuat pola belajar layaknya ini sulit efektif dan justru menyebabkan kasus baru layaknya rasa tidak suka kepada rekan yang malas, mulai ditindas dan tidak semangat.

Buat kamu yang dapat hadapi hari-hari kuliah dengan tugas kelompok, coba tips selanjutnya agar kesibukan tugas selanjutnya berjalan lebih lancar. Yuk, simak!

1. Pilihlah orang yang tegas dan sungguh-sungguh sebagai ketua kelompok
Pemilihan ketua benar-benar berpengaruh. Itu sebabnya, kamu perlu pilih ketua yang disegani, tegas dan adil. Ketua yang punya sifat selanjutnya dapat mengontrol group lebih baik dan selalu jalankan tugasnya secara proporsional.

2. Buatlah kesepakatan dan bagian peran yang adil
Satu hal yang sebabkan tugas group membosankan adalah bagian peran yang tidak merata. Mereka mulai tidak dihargai. Itu sebabnya, hasilnya juga asal-asalan. Peran ketua group benar-benar mutlak untuk mendorong potensi terbaik setiap anggotanya.

3. Mintalah semua anggota group mempelajari konten tugas
Penting bagia semua anggota group mempelajari semua konten tugas agar pemahaman yang terbangun tidak sepotong-sepotong.

4. Bangun interaksi yang baik dengan semua rekan kelompok
Tanpa tersedia rasa persatuan, sebuah tim tidak dapat mulai nyaman satu mirip lain. Hubungan baik sepenuhnya perlu terbangun untuk memupuk dorongan dalam penyelesaian tugas.

5. Peganglah komitmen saling mendukung kalau tersedia kesulitan
Sebuah tim perlu saling bantu kalau tersedia kesulitan yang dialami oleh tidak benar satu anggotanya. Bukan jadi melepaskan atau meremehkan. Saling mendukung dapat menciptakan kesolidan tim dan kerja group menjadi menyenangkan.

Ciri Anak Lagi Sehat Dan Cerdas

Ciri Anak Lagi Sehat Dan Cerdas

 

Perlu bunda ketahui nih, bahwasannya menginjak usia kurang lebih 13 sampai 14 bulan, aktifitas sih mini ini pastinya akan semakin tinggi tajam. Yang mana kemampuannya nanti jua akan berjalan tanpa dibantu sang orangtuanya, memberi kesempatan seluas-luasannya buat mampu menyalurkan minatnya, dan juga mengeksplorasi sekitarnya dengan baik.

Ciri Anak Lagi Sehat Dan Cerdas
Ciri Anak Lagi Sehat Dan Cerdas

Bahkan luar umumnya lagi, ke 2 tangannya pun juga telah mulai sangat baik, gerak motorik serta koordinasinya menjadikan sih kecil lebih bebas dalam mengikuti gerakan yang dilakukan sang orang yang ada pada dekatnya. Demikian juga menggunakan kedua kakinya yg jadi semakin lama & semakin mantap lagi, gerakan menendang, melangkah yang sudah dikuasainya sekarang pula diperkaya dengan gerakan memanjat, melompat, & pula berlari kian kemari.

Sehingga pada umumnya, waktu anak Anda sadari beliau mempunyai kemampuan buat bisa berkiprah, maka menggunakan begitu anak Anda yg sehat akan isi hari-harinya menggunakan aneka macam macam aktifitas. Sebab pada usia balita ini rasa ingin tahu anak pula sedang berkembang dengan pesat, maka aktifitas geraknya pun juga akan selalu dikaitkan menggunakan minatnya buat sanggup jelajahi lingkungan, mencoba kemampuan diri, dan jua memanfaatkan beberapa benda-benda yg terdapat di sekelilingnya atau pun berinteraksi dan bersosialisasi menggunakan seluruh penghuni rumah, termasuk halnya hewan peliharaan, juga anak lain.

Ini aktifitas anak sehat lagi cerdas yang wajib diketahui

Aktifitas khas anak Seperti Biasanya

Diantara banyak sekali macam aktifitas yg dilakukan, jua terdapat beberapa yg cukup khas. Selain berlarian, menendang, dan juga berguling, anak tampak gemar sekali naik juga melompat-lompat pada kursi atau loka tidurnya, naik turun meja. Bahkan melempar-lempar barang, membuka tutup laci membongkar seluruh barang tertutup, mengeluarkan semua isi lemari, menarik-narik kabel, bahkan apapun yang terjuntai.

Aktif & Bergembira

Akan tetapi, sekalipun dia terlihat begitu aktif, sehingga terkesan pada sepanjang hari adalah waktunya buat dihabiskan menggunakan gerakan yg hampir tiada henti, anak sehat lagi cerdas ini akan tetap terlihat ceria & gembira. Bahkan nafsu makan atau pun pola tidurnya pula tidak terganggu.

Cerdas Dan kreatif

Mengingat kecerdasan anak sudah semakin berkemang, pada usia ini anak sehat lagi cerdas pula telah sanggup diajak berkomunikasi. Maka beliau pun jarang sekali temukan kesulitan pada beraktifitas. Dengan sedikit petunjuk yg diberikan, dia bisa segera kuasai bentuk aktifitas baru yang beliau minati. Oleh sebab itulah, anak sehat lagi cerdas akan mempunyai aktifitas yg beragam. Perkayalah anak menggunakan gerak aktif yang positif. Arahkan anak Anda dalam aktifitas yg mampu rangsang kemampuan daya kreatifitasnya yg lebih baik.

Demikianlah warta tentang aktifitas anak sehat lagi cerdas yang mampu kami bagikan pada Anda semuanya. Semoga bermanfaat. Sumber : sekolahbahasainggris.com/

Sistem Pendidikan Negeri Sakura

Jepang atau yang dikenal juga dengan negeri Sakura memang menjadi sebuah negara yang sangat ideal soal sistem pendidikannya. Dan Jepang termasuk salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik setelah Finlandia.

Sistem Pendidikan Negeri Sakura
Sistem Pendidikan Negeri Sakura

Tentu saja Indonesia harus mencoba berkaca pada Jepang dan perlu melakukan pembenahan diri minimal dibawah kualitas pendidikan yang diselenggarakan di negeri Sakura Jepang. Sangat sesuai dengan mutu memang dan ini yang harusnya menjadi bahan observasi Indonesia untuk melakukan pembenahan di bidang pendidikan. Lantas seperti apakah sistem pendidikan negeri Sakura Jepang? Berikut kami akan berikan informasi lengkapnya untuk Anda. Yuk simak J

Sistem Pendidikan Negeri Sakura

Sistem pendidikan masa pra sekolah

Pendidikan yang berlangsung di masa pra sekolah ini tentu memiliki sekitar 2 jenis yaitu playgroup dan juga TK. Untuk playgroup pendaftarannya harus melalui pemerintah setempat karena tempat yang disediakan juga akan sangat terbatas. Sementara Tk sendiri dapat dimulai pada usia 3 sampai dengan 5 tahun. Lama pendidikan ini kurang lebih 1 – 3 tahun.

Sistem pendidikan sekolah dasar

Pendidikan wajib bagi warga Jepang dimulai pada usia 6 sampai dengan 15 tahun. Dan pendidikan wajib ini diberikan secara gratis oleh pemerintah setempat. Nantinya akan ada pembagian pendidikan yang ada di Jepang dan hampir sama dengan yang ada di Indonesia. Yaitu 6 tahun untuk sekolah tingkat dasar dan kemudian dilanjutkan selama 3 tahun pada tingkat SMP.

Sistem pendidikan menengah atas

Pada sektor pendidikan lanjutan di tingkat SMA, nantinya siswa akan dapat memilih sekolah full time atau part time tergantung dari kebutuhan masing – masing siswa. Disediakan juga pendidikan setara dengan diploma. Nantinya pada tingkat pendidikan SMA, dibedakan pada beberapa kategori diantaranya soal perawatan, jurusan umum, perdagangan, perikanan, dan masih banyak lagi.

Sistem pendidikan di pendidikan tinggi

Mengenai lembaga pendidikan yang ada di Jepang memang nantinya akan dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu kelompok akademi atau Junior College. Akademi teknik atau technical college dan universitas. Pendidikan tinggi yang terselenggara di Jepang dikelola oleh 3 lembaga yaitu pada pihak swasta, pemerintah daerah dan yang terakhir adalah pemerintah pusat. Kemudian mahasiswa di Jepang juga dapat mencoba memilih beberapa jenis pendidikan tinggi yang ada seperti halnya sekolah kejuruan, pendidikan akademi, diploma namun tanpa gelar, sarjana dan pasca sarjana.

Di Jepang sendiri metode pembelajaran dan sarana pembelajaran yang dilakukan sangat mutakhir karena memang penekanan soal pendidikan sangat penting di negeri Sakura ini. Karena itu soal pendidikan sudah tidak perlu diragukan lagi. Bahkan budaya pendidikan disana juga sangat baik.

Demikian kiranya sedikit informasi yang kami dapat berikan untuk Anda tentang Sistem Pendidikan Negeri Sakura. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan menginspirasi Anda. sumber : dosenpendidikan.com