Jabar Terbuka Bagi Sport Tourism

Jabar Terbuka Bagi Sport Tourism

 

Jabar Terbuka Bagi Sport Tourism

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut serta dalam lomba lari marathon bertajuk Unpar Half Marathon 2019 dengan mengambil kategori 5K. Lomba yang dimulai sejak pukul 05.00 pagi tersebut mengambil tempat di kawasan kota Baru Parahyangan.

Alumni Universitas Khatolik Parahyangan

Acara ini diinisiasi oleh para Alumni Universitas Khatolik Parahyangan Bandung, ajang tersebut diikuti oleh tercatat 3200 pelari termasuk Walikota Bogor Bima Arya yang juga alumni Unpar.

Gubernur mengatakan

Hidup harus seimbang antara lahir dan batin. Sesuai dengan petikan pada lagu Indonesia raya yaitu “bangunlah jiwanya bangunlah badannya”, artinya selain rohani fisik juga harus tetap sehat.

Lebih jauh Ia mendukung setiap inisiasi masyarakat dan lembaga yang secara langsung tidak langsung mempromosikan pesona Jawa Barat melalui salah satunya sport tourism. Seperti pada ajang kali ini, pelari menjumpai sejumlah kejutan di sepanjang rute, di antaranya spectators yang akan menampilkan budaya khas Sunda, Dogdog Lojor, serta juga water shower bagi pelari 21K.

Kota Baru Parahyangan

Tentu saja pemandangan indah di kawasan Kota Baru Parahyangan juga menjadi hiburan visual yang spesial bagi para pelari.

Sebelum lari marathon Gubernur terlebih dulu melaksanakan Shalat Subuh berjamaah bersama Walikota Cimahi dan masyarakat di Masjid Besar Cimahi Utara Jalan Cihanjuang Kota Cimahi, Minggu (10-02-2019).

Artikel Terkait:

Merebut Masa Depan, Belajar dari Masa Lalu dan Membaca Peluang Sekarang

Merebut Masa Depan, Belajar dari Masa Lalu dan Membaca Peluang Sekarang

 

Merebut Masa Depan, Belajar dari Masa Lalu dan Membaca Peluang Sekarang

Wali Kota Bogor menjadi Bima Arya

Wali Kota Bogor menjadi Bima Arya pembicara dalam kegiatan ‘Orasi Pekerja Kreatif untuk Indonesia Bisa’ di Gedung Sabuga, Bandung, Sabtu (9/2/2019) lalu.

Dalam orasinya

Bima Arya menyebut bahwa generasi milenial saat ini dimudahkan dengan tersedianya banyak kesempatan, khususnya dibidang industri kreatif. Untuk itu, kata Bima, untuk merebut masa depan itu harus bisa belajar dari masa lalu dan membaca peluang masa sekarang.

“Kalau kalian membayangkan di zaman saya dulu sekitar 23 tahun lalu, sekitar semester 5 kuliah boro-boro kita bicara tentang startup, industri kreatif. Hape saja belum ada. Satu benda yang menjadi andalan itu adalah pager,” ujar Bima.

Saat ini, lanjut Bima

Para generasi milenial sudah dimudahkan dengan kehadiran smartphone dan jaringan internet. “Semua ada dalam genggaman. Jadi kalian generasi paling beruntung saat ini dibanding kita semua (kepala daerah), kalian generasi dengan jutaan kesempatan,” jelasnya. https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-report-text/

Berdasarkan data, kata Bima

Sudah lebih 50 persen masyarakat Indonesia terakses dengan internet. “Di Bogor sendiri ada satu juta penduduk, dari jumlah itu datanya menarik, sebagian besar nyambung ke dunia maya dengan pengguna facebook 75 persen, twitter 17,4 persen, instagram 42,1 persen, whatsApp 82,8 persen, BBM 16,9 persen, line 16,5 persen. Ini data 3 hari yang lalu baru di survey oleh Charta Politika,” katanya.

Bima juga meminta kepada para generasi muda agar tidak mudah terpecah belah hanya karena beda pilihan. “Saya ingin menyampaikan satu hal, saya termasuk orang yang kecewa melihat betapa mudahnya kita dibelah, antara kampret dan cebong. Bangsa ini terlalu besar hanya disederhanakan oleh dua kubu itu,” tandas dia.

Ini Tiga Agenda Besar Satgas Dalam Rakor Ciliwung

Ini Tiga Agenda Besar Satgas Dalam Rakor Ciliwung

 

Ini Tiga Agenda Besar Satgas Dalam Rakor Ciliwung

Tim Satuan Tugas

Tim Satuan Tugas (Satgas) Naturalisasi Ciliwung menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Pendopo VI , Senin (11/2/2019) pagi. Rapat tersebut dipimpin langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya dengan agenda pembahasan tentang sinkronisasi anggaran dan target capaian dalam enam bulan kedepan.

Pemkot Bogor

Dari Pemkot Bogor sendiri turut dihadiri Asisten Pemerintahan Setdakot Bogor, Plh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Kepala Bappeda, Kepala DLH, Plt Kadisperumkim, Kabag Adpem, Camat Bogor Timur, Camat Bogor Tengah, Camat Bogor Utara, dan Lurah terkait. https://bandarlampungkota.go.id/blog/kata-bijak-bahasa-inggris/

Dalam Rakor Bima mengatakan

Ada tiga poin besar yang dibahas bersama, diantaranya agenda pematangan konsep Naturalisasi Ciliwung, sinkronisasi anggaran, dan penetapan target capaian jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Ada tiga agenda besar yang dibahas bersama

Pertama mematangkan konsep Naturalisasi Ciliwung. Kedua sinkronisasi kaitan anggaran, dan ketiga target capaian. Dananya ada dari bantuan pemerintah pusat, APBD dan dana kelurahan. Itu kita sinkronisasikan,” ujar Bima.

Menurut Bima

Ada sebanyak 14 kelurahan yang akan difokuskan dalam program Naturalisasi sungai Ciliwung di Kota Bogor ini. Kelurahan tersebut merupakan daerah yang terlintasi sungai Ciliwung yang kedepannya akan dipercantik dan ditata.

Dilokasi yang sama, Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung

Een Irawan Putra menambahkan, dalam waktu enam bulan kedepan Tim Satgas bersama para relawan pecinta lingkungan dan pemerintah akan konsen di kawasan sungai Ciliwung, khususnya melakukan penataan.

“Tim kita sendiri sudah bergerak dan melakukan pemetaan di wilayah mana saja yang terdapat timbunan sampah. Diantaranya di Kelurahan Sukasari, Babakan dan Sempur yang menjadi titik prioritas. Dalam kurun waktu enam bulan kedepan Insya Allah akan ada perubahan nyata di lokasi itu,” katanya.

Pendekatan Silang Budaya Dalam Pengajaran Bahasa Bagi Penutur Asing

Pendekatan Silang Budaya Dalam Pengajaran Bahasa Bagi Penutur Asing

Pendekatan Silang Budaya Dalam Pengajaran Bahasa Bagi Penutur Asing

Konsep pendekatan silang budaya sebagai pencitraan budaya

Indonesia melalui pengajaran BIPA menunjukkan suatu wacana baru dalam pengajaran Bahasa Indonesia untuk penutur asing dengan menekankan pada pertumbuhan, perubahan, perkembangan dan kesinambungan yang menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang dinamis dan bersinergi dengan kebutuhan masyarakat Informatif. Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa di Asia yang berpotensi untuk pertukaran kebutuhan informasi dunia, karena ciri pluralistik masyarakat penuturnya.

Bahasa Indonesia dan pendekatan silang budaya

Merupakan upaya “kembali ke etnisitas”. Terlepas dari penafsiran hegemoni sukuisme, dalam belajar bahasa Indonesia (khususnya bagi orang asing) merupakan realitas sosial bahwa pluralisme masyarakat Indonesia berbicara bahasa Indonesia dengan pola pikir, pola hidup dan berdasar nilai etnisitas, sehingga bersifat “Indonesianisasi tata krama komunikasi etnisitas” .

Keragaman suku di Indonesia dapat dilihat sebagai perbedaan

Yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Perbedaan itulah yang dipelajari secara silang budaya untuk dilihat nilai-nilai psikologis masyarakatnya. Silang budaya antar-berbagai tradisi di nusantara baik dengan anasir kesatuan Indonesia sebagai “nation state”, maupun dengan asing sebagai rasional globalisasi tentunya akan membawa ke arah suatu perubahan yang dinamis. Budaya lokal akan melakukan filterisasi sebelum menjadi sebuah acuan.

Pendekatan silang budaya akan melakukan kompromi

secara sistematik terhadap konteks kearifan budaya lokal di Indonesia. Oleh sebab itu sangat bijaksana sebelum mengajarkan bahasa secara aspek linguistik (pembelajaran berbahasa Indonesia), perlu diajarkan (dikenalkan) pengetahuan budaya-budaya etnik yang meliputi sistem nilai, sistem sosial, dan produk budaya serta implikasinya terhadap tindak berbahasa. Selain itu pengenalan “sikap berbahasa” secara “PDL “ atau “pandang dengar dan lihat” dari guru, tutor/instruktur sangat membantu proses belajar bahasa ini.

Ideologi yang dikembangkan adalah multikulturalisme

Atau keanekaragaman budaya, sehingga perlu seorang pengajar bahasa Indonesia yang berasal dari (yang merupakan wakil dari) etnis yang ada. Pigura besarnya adalah Linguistik Indonesia sedangkan gambar yang ditampilkan adalah tanda-tanda budaya multikultural. Dalam konsep budaya Jawa hal ini disebut dengan ngertos caranipun ngertos atau pengertian bagaimana caranya mengerti (model pendidikan heuristik). Secara praktis pendekatan silang budaya dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing menekankan pada penggalian metode pengajaran bahasa berdasar pola empatik.

Pola ini digunakan untuk pemahaman masyarakat majemuk baik secara genetis maupun kultural. Cara yang dilakukan adalah menggabungkan kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan menangkap kata-kata dan kemampuan menyusun kalimat, kemampuan memahami orang lain, kemampuan memahami emosi sendiri, serta kemampuan melukiskan suatu konsep bahasa dalam perspektif (think in picture), sehingga mampu mempersepsi lingkungan, mengekspresikan konsep dalam gambar, coretan serta lukisan.

Hal ini sangat diperlukan

Dalam mengantarkan pemahaman konsep budaya-budaya etnisitas di Indonesia sebelum ke aspek bahasanya. Dialog, puisi, novel, kliping koran, percakapan dalam drama (misalnya drama tradisional), kajian semiotik atas video klip iklan di TV merupakan sarana (media) yang menarik untuk pembelajaran silang budaya bahasa Indonesia bagi penutur asing.

Sumber : https://dosen.co.id/

APMFI Gelar Sosialisasi Uji Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Komunitas Farmasi Indonesia

APMFI Gelar Sosialisasi Uji Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Komunitas Farmasi Indonesia

 

APMFI Gelar Sosialisasi Uji Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Komunitas Farmasi Indonesia

Seiring perubahan zaman

dunia farmasi menghadapi tantangan yang semakin berat. Salah satunya mengenai penggunaan obat-obat terlarang seperti narkoba.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi mengatakan, hal tersebut merupakan tantangan Farmasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Ini adalah tantangan, bagaimana mengedukasi masyarakat untuk tidak menggunakan obat seperti itu,” ujar Hadadi saat memberikan pengarahan sekaligus membuka acara Sosialisasi Uji Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Komunitas Farmasi Indonesia (LSP KFI) dan Pelatihan Teknis Skema Farmasi dari BNSP bagi SMK Farmasi yang ada di Jawa Barat. Acara dilaksanakan pada Selasa, 2 Oktober 2018 di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta No 147-149, Bojong Loa, Kota Bandung. Acara tersebut digelar oleh Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI).

Dalam dunia pendidikan menengah

Hadadi mengatakan, SMK farmasi hadir sebagai bagian dari perubahan zaman. Untuk menjawab tantangan zaman, tentulah diharapkan kelak siswa SMK farmasi menjadi kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Untuk meraih hal tersebut, Hadadi mengatakan, perlu ada proses yang teruji agar terstandar yaitu dengan sertifikasi profesi.

“Sampai maret 2017, sekitar 327 SMK sudah menajdi lembaga sertifikasi profesi pihak pertama (LSP P1) seluruh SMK tersebut sudah menerima setifikat lisensi dari badan nasional sertifikasi profesi (BNSP), sehingga bisa menguji dan mengeluarkan sertifikat kompetensi untuk peserta didiknya,” ujarnya.

Hadadi mengapresiasi kegiatan ini

Pemerintah selalu mendukung agar bidang farmasi dapat menembus berbagai hambatan, menjadi lebih kreatif dan memiliki peran lebih signifikan. Sementara itu, Ketua APMFI Jawa Barat, Noni Cahyana berharap dengan adanya sertifikasi ini, dunia farmasi dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam  bidang kesehatan.

“Mudah-mudahan ini dapat terwujud sehingga menjadi legalitas formal, dan dapat ikut andil dalam pembagunan di bidang kesehatan khususnya di industri farmasi,” ujar Noni.

Artikel Terkait:

SMKN 3 Adakan Workshop Penyelarasan Kurikulum Kejuruan

SMKN 3 Adakan Workshop Penyelarasan Kurikulum Kejuruan

 

SMKN 3 Adakan Workshop Penyelarasan Kurikulum Kejuruan pada Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran

Revitalisasi SMK bukan sekedar fisik sekolah

melainkan sumber daya manusianya seperti kompetensi guru, kepala sekolah dan lainnya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi saat membuka acara Workshop Penyelarasan Kurikulum Kejuruan pada Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran untuk Mewujudkan Kurikulum yang Link & Match dengan Industri oleh SMK Negeri 3 Bandung. Acara dilaksanakan pada Rabu, 3 Oktober 2018 di Harris Hotel Bandung , Jalan Peta, Bojongloa Kaler,  Kota Bandung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut  Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK untuk Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia melalui Program  Pengembangan SMK berbasis Industri/Keunggulan Wilayah menjadikan kurikulum sebagai hal yang penting untuk diselaraskan dengan kebutuhan kompetensi DU/DI.

Tentu revitalisasi tidak hanya fisik

akan tetapi untuk SDM gurunya hingga kepala sekolah. Kemudian sudah menjadi suatu kemestian guru ini punya jiwa kewirausahaan. Jangan jadi guru yang biasa-biasa aja tanpa ada kreatif, kolaboratif dan lainnya,” ujar Hadadi.

Hadadi mengatakan

sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran, SMK diharapkan dapat meluluskan siswa yang siap kerja dan berwirausaha. Yang terpenting adalah bagaimana menata pendidikan SMK khususnya di Jawa Barat agar terus berprestasi harus selaras dengan dunia industri.

Hal tersebut sesuai dengan tujuan workshop ini

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Bandung, Euis Purnama, mengatakan sebagai SMK revitalisasi, Euis berharap dapat menggandeng aliasi agar sama-sama memajukan paket keahlian bisnis. Selain kemampuan dan kompetensi keahliannya ditingkatkan, hal yang tidak kalah penting adalah meningkatkan prilaku dan karakter siswa.

“Dengan kegiatan ini saya harap bisa menghasilkan kurikulum yang revesentatif yang dapat dilaksanakan di sekolah masing-masing dan sebagai bahan acuan dalam mengantisipasi era revolusi industri 4.0,” ujar Eius.

Presiden Jokowi

Seperti yang diberitakan kemdikbud.go.id Presiden Jokowi memberikan enam instruksi khusus untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Keenam instruksi tersebut adalah: membuat peta jalan SMK; menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan (link and match); meningkatkan jumlah dan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK; meningkatkan kerja sama dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha/industri; meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK; dan membentuk Kelompok Kerja Pengembangan SMK.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/

Contoh Dialog Bahasa Inggris Expressing Sympathy

Contoh Dialog Bahasa Inggris Expressing Sympathy

Contoh Dialog Bahasa Inggris Expressing Sympathy
Contoh Dialog Bahasa Inggris Expressing Sympathy
Bahasa Inggris itu semakin banyak berlatih akan semakin mudah dan semakin lancar, makanya kita akan belajar contoh dialog bahasa Inggris. Sekarang kita akan belajar tentang “Expressing Sympathy” yaitu belajar mengungkapkan rasa simpati kita kepada orang lain. Pasti tahulah bagaimana pentingnya hal ini, di kehidupan sehari-hari kita kan sering menghadapi situasi dimana kita harus mengungkapkan simpati kepada orang lain, benar bukan?
Berkaitan dengan hal ini kita nanti akan mempelajari dan mencoba memahami beberapa contoh percakapan expressing sympathy. Dengan begitu nantinya kita bisa paham bagaimana cara kita untuk menunjukkan perhatian atau menunjukkan rasa simpati kita kepada orang lain.
Contoh berikut akan terdiri dari 2 percakapan singkat. Percakapan tersebut bisa kita pelajari arti atau terjemahannya. Selain itu juga bisa kita pelajari ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam dialog tersebut. Jika mendapatkan kata-kata baru maka kita bisa menghafalkannya dan menambah perbendaharaan kata yang kita miliki.

English Dialog

Expressing Sympathy. In your daily life you often want to show your attention or possibly sympathy to others. Do you know how to do them very well? To give more exercises here are some examples of English dialog (Dialog Bahasa Inggris) to express sorry or Sympathy “I’m Sorry to Hear That”.

Dialog expressing sympathy 1

Denias :
Hi, Retno.

Retno :
Hi, Denias.

Denias :
You were absent for two days. Where were you?

Retno :
My family and I went to my cousin’s wedding party.

Denias :
I see. Where was it?

Retno :
It was in Surabaya. It took five hours to get there.

Denias :
How was the party?

Retno :
It was great, but there was something bad that happened.

Denias :
Really? What was that?

Retno :
The bride fainted after the party was over.

Denias :
Oh, I’m sorry to hear that. Was she sick?

Retno :
Actually, she was not. She was just too tired. Fortunately, she soon recovered.

Denias :
That’s good. Anyway, the bell is ringing. Let’s go back to the class.

Retno :
Okay.

Percakapan atau contoh dialog di atas menggambarkan pengalaman liburan yang dilakukan Retno. Dari percakapan dapat diketahui bahwa Retno absen selama dua hari untuk mengikuti perayaan pernikahan sepupunya. Retno menceritakan sebuah kejadian yang kurang berkenan yaitu keponakannya pingsan diakhir acara.
Denias lantas menanyakan penyebab kejadian tersebut dan juga mengungkapkan perhatian dan rasa simpatinya kepada Retno. Ungkapan yang digunakan Denia untuk mengungkapkan rasa simpati tersebut yaitu terlihat pada kalimat “oh, I’m sorry to hear that….” Itulah sedikit penjelasan mengenai contoh dialog bahasa Inggris singkat di atas. Sekarang mari kita lanjutkan ke contoh berikutnya.

Contoh dialog expressing sympathy 2 

Adib :
Hi, Ruben. What a nice hat!

Ruben :
Oh, hi Adib. Thank you for saying so.

Adib :
Is that new?

Ruben :
No, actually. My grandfather gave me this hat last Christmas.

Adib :
I see. Well, I heard you went to Medan last Christmas.

Ruben :
You’re right. My family and I spent the holiday with our relatives there.

Adib :
How was it?

Ruben :
It was a nice gathering. We spent three days there. However, there was something annoying in our way home from Medan.

Adib :
What was it?

Ruben :
I lost my wallet.

Adib :
I’m sorry to hear that. How did it happen?

Ruben :
I thought I dropped it in the taxi. However, when I called the taxi company, they said they found nothing in the taxi.

Adib :
How upsetting.

Ruben :
Moreover, I lost all my identity cards.

Adib :
That’s a pity.

Percakapan di atas berisi seputar kejadian yang kurang berkenan. Bisa diketahui dalam dialog tersebut bahwa Ruben telah kehilangan dompet. Untuk mengungkapkan rasa simpatinya kepada Ruben, Adib kemudian mengucapkan “I’m sorry to hear that” untuk menunjukkan rasa pedulinya kepada temannya tersebut.
Dari kedua contoh dialog singkat di atas mudah-mudahan kita bisa lebih paham tentang bagaimana cara mengungkapkan kepedulian dan simpati kita kepada orang lain. Jangan lupa, untuk melengkapi contoh expressing sympathy di atas mari kita pelajari juga materi lengkapnya. Sampai disini saja, salam hangat dan selamat berlatih.

Wahai Ibu Pertiwi, Kami Tunanetra juga Anakmu di Negeri Ini !

Wahai Ibu Pertiwi, Kami Tunanetra juga Anakmu di Negeri Ini !

 

Wahai Ibu Pertiwi, Kami Tunanetra juga Anakmu di Negeri Ini !

 

Wahai Ibu Pertiwi

BANDUNG, DISDIK JABAR – Muhammad Rizky Maulana menarik nafas panjang, setelah namanya disebut untuk membacakan surat yang ia buat untuk presiden. siswa SLBN A Negeri Bandung tesebut pun maju dan bersiap membacakan surat yang ia tulis. Rizky duduk di bangku yang telah disediakan. Sambil meraba kata-kata, siswa tunanetra tersebut membacakan isi suratnya kepada seluruh peserta yang berisikan suatu harapan bagi sekolahnya agar terus maju dan dapat mencerdaskan siswa-siswanya.

Berbeda dengan Rizky, Alifa bercerita kepada presiden tentang mimpinya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi agar bisa menjadi seorang sarjana. Meskipun memiliki keterbatasan, dirinya yakin mampu menggapai cita-cita yang dia impikan.

Tak kalah dengan siswa, Ahmad Basri Nur Sikumbang, alumni angkatan 1963 sekaligus Kepala Sekolah (2003) SLBN A Kota Bandung juga berpartisipasi membacakan pusisi yang ia ciptakan untuk Presiden Jokowi. Puisi gubahan Doktor tunanetra pertama di Indonesia tersebut berisikan pandangan Basri mengenai pendidikan disabilitas yang harus terus ditingkatkan.

“Wahai bangsa kami Indonesia tercinta, Kami tunatera bagian tak terpisahkan dari kiprahmu jua. Meskipun kami dari butir-butir kemungkinan yang diperkiraan tidak berdaya guna. Beri kami kesempatan memperoleh pendidikan yang nyaman. Wahai Ibu Pertiwi yang bersemayam di bumi NKRI, Kami tunanetra juga anakmu di negeri ini,” ucap Basri lantang dan membuat semua peserta tertegun.

Pemandangan tersebut didapati dalam kegiatan menulis surat kepada Presiden Republik Indonesia, Kamis, 29 November 2018. Acara yang diiniasi oleh SLBN A Bandung tersebut menggambil tema “Pendidikan Disabilitas Bagi Indonesia”. seluruh siswa juga guru penyandang disabilitas menuliskan surat menggunakan huruf braille yang isinya berupa curahan hati, cita-cita dan harapan siswa kepada Presiden.

Kepala Sekolah SLN A Bandung

Wawan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberi ruang kepada siswa tunanetra untuk mengekspresikan keinginannya dengan bahasa anak-anak. Lebih jauh, dia berharap agar pemerintah mampu mengoptimalkan pendidikan disabilitas, khususnya tunanetra. “Melalui alamat yang sudah tertera, surat anak-anak akan kami kirimkan ke kediaman presiden,” ucap Wawan.

Hal senada pun diungkapkan Ketua Komite SLB Negara Kota Bandung

Rani Umarella. Dia mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi, ekspresi siswa, guru, orang tua dan masyarakat yang peduli pendidikan tunanetra. “Kami memberi ruang seluas-luasnya ungkapan yang akan disampaikan secara kreatif, baik dan santun,” tuturnya.

 

Artikel Terkait:

Kunjungan Kerja Disdik Sumbar

Kunjungan Kerja Disdik Sumbar

 

Kunjungan Kerja Disdik Sumbar

 

BANDUNG, DISDIK JABAR

Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) menerima kedatangan Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Disdik Sumbar), dalam rangka kunjungan kerja membahas struktur dan operasional cabang dinas. Kepala Disdik Sumbar, Burhasman dan jajarannya diterima langsung oleh Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam di Kator Disdik Jabar, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Kamis, 29 November 2018.

Kadisdik Sumbar mengatakan sesuai dengan regulasi yang ada, pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2017 tetang Pendoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah. Serta Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 42 Tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Maka akan diberlakukan operasional cabang dinas di jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat pada Tahun 2019.

Kami, bersama tim

datang untuk melaksanakan studi tiru karena Jawa Barat telah terlebih dahulu melaksanakan pembentukan cabang dinas. Disdik Jabar sudah memulai dan sudah cukup efektif dalam pelaksanaannya,” ujar Kadisdik Sumbar.

Kadisdik Sumbar juga mengatakan dari pertemuan tersebut, telah mendapat banyak hal terkait dengan mensiasati regulasi yang ada. Sehingga, bisa memberikan efektifitas dan efisiensi dalam pelaksanaan pembentukan cabang dinas. Ia berencana untuk mencoba mengimplementasikan sesuai dengan informasi yang telah mereka terima hari ini.

Termasuk apa yang di sampaikan Pak Sekdis

setelah mereka melaksanakan cabang dinas ini, mungkin ada hal-hal yang perlu diinisiasi, dan kami sangat merasa terbantu,” ujar Kadisdik Sumbar.

Sekdisdik Jabar mengatakan kunjungan kerja tersebut membahas tentang pengelolaan pendidikan SMA, SMK, dan SLB setelah alih kelola oleh provinsi, sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2014. Pembahasan menggali tentang pengelolaan pendidikan di Jabar, terkait dengan perubahan struktur perangkat daerah dinas pendidikan. Ia menyampaikan dari 27 kabupaten/kota di Jabar, telah ditetapkan menjadi 13 cabang dinas. Sementara, di Sumbar merencanakan dengan konsep yang disetujui sebanyak 7 cabang dinas dari 19 kabupaten/kota.

“Kita sudah sampaikan bagaimana strategi untuk menyusun cabang dinas tersebut, agar sesuai dengan kondisi daerah, baik di Sumbar maupun di Jabar. Mudah-mudahan Sumbar lebih baik,” ujar Sekdisdik Jabar.

Selain membahas tugas pokok dan fungsi dinas pendidikan

Sekdisdik Jabar mengatakan membahas tentang dinamika persoalan pengelolaan satuan pendidikan. Jumlah sekolah di Sumbar sekitar 15% dari Jabar, yang berjumlah 4742 sekolah. Adapun pembahasan lain seperti pertanyaan teknis tentang bagaimana pengelolaan anggaran, sumberdaya guru dan tenaga kependidikan, mengelola sarana prasarana, dan meningkatkan potensi peserta didik.

“Semua dibahas di dalam kunjungan tersebut. Mudah-mudahan ada manfaatnya untuk Provinsi Sumbar,” ujar Sedikdis Jabar.

 

Sumber: https://pendidikan.co.id/

Fungsi Berbagai Macam Hormon Tumbuhan

Fungsi Berbagai Macam Hormon Tumbuhan

Fungsi Berbagai Macam Hormon Tumbuhan
Fungsi Berbagai Macam Hormon Tumbuhan

Berikut adalah beberapa fungsi dari hormon pada tumbuhan. Seperti yang kita ketahui hormon adalah faktor internal (Faktor dalam) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Setiap hormon memiliki fungsi – fungsi yang berbeda.

A. Auksin

– Menghasilkan buah tanpa biji
– Berperan membantu dalam pembelahan dan pemanjangan sel
– Merangsang pembentukan akar lateral
– Merangsang pembelahan sel – sel cambium lateral, untuk pertumbuhan sekunder
– Mencegah terjadinya kerontokan daun, bunga, dan buah
– Menghambat pematangan buah dan penuaan daun
– Meningkatkan perkembangan bunga dan buah

B. Giberilin

– Bekerja sama dengan hormon auksin merangsang pembelahan dan pemanjangan sel
– Merangsang perkecambahan
– Merangsang pertumbuhan batang dan daun
– Menghilangkan sifat kerdil pada tanaman
– Merangsang pembentukan bunga pada tanaman hari panjang (long day plant)
– Pada konsentrasi tinggi, merangsang pertumbahan akar
– Menghambat pertumbuhan akar adventif

C. Sitokinin

– Merangsang pembentukan akar cabang
– Menghambat proses penuaan
– Merangsang pemanjangan titik tumbuh
– Bersama dengan auksin dan giberilin merangsang pembelahan sel – sel tanaman
– Merangsang pertumbuhan kuncup lateral

D. Asam Absisat

– Menghambat pembelahan sel
– Mempercepat gugurnya daun
– Mempercepat proses penuaan, terutama pada daun

E. Etilen

– Mempercepat pematangan buah
– Bersama dengan auksin dapat memacu pembuangan
– Merangsang penuaan daun dan pembusukan buah
– Menghambat pertumbuhan akar dan batang pada saat stress

F. Asam Traumalin

– Mampu memperbaiki kerusakan atau regenerasi sel pada luka yang terjadi pada tumbuhan baik pada    daun batang maupun akar

G. Kalin

– Rhizokalin, mempengaruhi pembentukan akar
– Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang
– Filokalin, mempengaruhi pembentukan daun
– Antokalin, mempengaruhi pembentukan bunga

Baca Artikel Lainnya: