Terkait Muslim Cyber Army

Terkait Muslim Cyber Army

Terkait Muslim Cyber Army
Terkait Muslim Cyber Army

Di Media sosial kini tengah ramai diperbincangkan tentang Muslim Cyber Army, khususnya yang tergabung dalam grup WhatsApp ‘The Family MCA’. Dalam salah satu postingan yang tengah viral terdapat suatu poster yang menyebutkan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, pernah menjadi pembicara dalam workshop yang digagas oleh MCA.

Bila melihat poster kegiatan tersebut, workshop yang digagas MCA itu

digelar pada tanggal 20 Desember 2017 di Convention Hall At Taqwa Centre Cirebon. Ada beberapa pembicara seperti Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Cirebon Dr. Achmad Kholiq, Guru Besar Ilmu Komunikasi UI Prof. Dr. Ibnu Hamad, dan beberapa nama lainnya.

Humas Pemprov Jabar ingin menegaskan bahwa Gubernur Jabar tidak pernah hadir dan menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. sebagaimana tercantum dalam poster kegiatan tersebut. Oleh karena itu, kami sangat menyayangkan nama Gubernur Ahmad Heryawan dikait-kaitkan dengan kegiatan yang digagas MCA.

Kami tegaskan sekali lagi, tidak ada undangan yang disampaikan kepada

Gubernur Jabar. Boleh jadi panitia bermaksud mengundang, namun kami tidak mengetahui ada pencantuman gambar Gubernur Jabar di poster kegiatan mereka.

Kami juga tidak mengetahui apakah kegiatan yang direncanakan digelar tanggal 20 Desember itu jadi dilaksanakan atau tidak. Yang pasti, pada hari itu Gubernur Jabar memiliki agenda lain dan di tempat lain. Pada tanggal tersebut, sejak pagi Gubernur Jabar berada di Kabupaten Ciamis untuk mengunjungi korban gempa di Dusun Wonoharjo Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran. Setelah itu, beliau mengunjungi pengungsi di Masjid Alhidayah Desa Sukahurip Pamarican Kabupaten Ciamis dan dilanjutkan perjalanan ke Tasikmalaya untuk meninjau SMK 3 Kota Tasik yang juga terdampak bencana gempa.

Kepada yang menyebarkan poster dan menyebutkan kehadiran Gubernur

Jabar dalam acara tersebut, Kami mengimbau untuk tidak lagi menyebarkan poster tersebut sehingga mengundang orang untuk berkomentar negatif. Kepada yang telah berkomentar negatif yang berpotensi fitnah, semoga rilis ini menjadi pelurusan.

Kami ingin mengajak semua untuk bertabayyun. Apabila mendapat suatu

kabar, maka tanyakankanlah pada si pembawa kabar. Suruh yang membawa kabar untuk membuktikannya. Ini sesuai dengan Hadist yang diriwayatkan Tirmidzi No 1261, “Bukti itu bagi yang menuduh. Dan sumpah itu bagi tertuduh”

Untuk masyarakat sebaiknya tidak langsung memforward suatu kabar yang

belum jelas kebenarannya. Bisa jadi kabar itu hanya hoaks. Kami ingin mengutip sebuah hadist, ”Cukuplah seseorang dikatakan berdusta, jika ia menceritakan setiap yang dia dengar.” (HR. Muslim). Merujuk hadist tersebut, seseorang yang mendapatkan suatu cerita dusta dan kemudian menceritakannya pada orang lain dengan cara memforward berita tersebut, sudah termasuk berdusta.

Kami mengajak pada masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedsos.

Sebagai sebuah institusi yang bebas nilai, medsos bisa bermanfaat dan menjadi ladang ibadah bila digunakan untuk syiar dan kebaikan. Sebaliknya akan menjadi lumpur dosa bisa digunakan untuk fitnah dan keburukan.

 

Baca Juga :

 

 

Menhub Apresiasi JR Lakukan Sosialisasi Keselamatan

Menhub Apresiasi JR Lakukan Sosialisasi Keselamatan

Menhub Apresiasi JR Lakukan Sosialisasi Keselamatan
Menhub Apresiasi JR Lakukan Sosialisasi Keselamatan

BANDUNG- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi kepada PT. Jasa Raharja yang mengadakan sosialisasi tentang keselamatan berlalulintas kepada para mahasiswa dengan nama Police and Jasa Raharja Go To Campus.

“Saya apresiasi kegiatan ini, karena mahasiswa adalah tempat yang sangat

strategis dalam memberikan pemahaman dan pada dasarnya mereka adalah calon-calon okoh intelektual,” ucapnya.

Menurut Budi, para mahasiswa memiliki konsep-konsep yang baik dan mendasar terkait keselamatan karena mereka sebagai “agent of change” dan menjadi pahlawan dari safety.

“Saya kira tepat memberikan pemahaman kepada para mahasiswa sebagai

“agent of change” karena mereka sangat cair satu sama lain,” kata Budi, kepada www.Jabarprov.go.id di Sabuga, Sabtu (03/03).

Budi berharap, kegiatan ini menjadi contoh dan formatnya bisa dilakukan di kampus-kampus lain di Indonesia dalam upaya memberikan pemahaman tentang berlalulintas kepada mahasiswa.

“Ajak mereka berdialog, melibatkannya kemudian menjadikannya mereka

sebagai aktor dan ini harus ada sikap yang bisa menekan angka kecelakaan,” tuturnya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/reedcooper/blog/entry/147950987/how-to-learn-more-about-business

Bulog Mulai Lakukan Serapan Panen

Bulog Mulai Lakukan Serapan Panen

Bulog Mulai Lakukan Serapan Panen
Bulog Mulai Lakukan Serapan Panen

BANDUNG – Panen padi sudah mulai terjadi di beberapa wilayah di Jawa

Barat (Jabar). Namun saat ini harga padi atau gabah di tingkat petani masih cukup tinggi sehingga penyerapan oleh Perum Bulog Masih belum maksimal.

Kepala Bulog Jabar Mentoba Sugit Tedjo mengatakan saat ini rata-rata penyerapan gabah atau padi mencapai 500 hingga 1000 ton per harinya.

“Kalau sudah mulai panen raya, sehari bisa sampai 5000 ton perhari, kemungkinan mulai pekan ketiga bulan Maret ini sudah masuk panen raya dibeberapa daerah di Jabar,” ujarnya.

Saat ini beberapa wilayah yang sudah mulai panen antara lain Ciamis,

Cianjur dan Indramayu dan sekitarnya. Menurut Sugit, panen raya akan terus terjadi hingga Mei mendatang, dimana puncaknya akan terjadi pada akhir Maret dan April.

Namun diakuinya, Bulog kesulitan menyerap beras karena harga masih

tinggi diatas harga pemerintah. Pemerintah menetapkan harga antara Rp4.800 hingga Rp5000 per kg. Namun kenyataan dilapangan harga sudah diatas Rp6000 per kg.

Disisi lain , kondisi gabah yang dijual juga masih terlalu basah sehingga hasilnya tidak terlalu bagus. “Musim hujan mungkin mempersulit pengeringan, tentunya mempengaruhi kualitas gabah,” tuturnya. jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702837/gelombang-elektromagnetik/

Mengenal Motif Dalam Seni Ukir di Minangkabau

Mengenal Motif Dalam Seni Ukir di Minangkabau

Mengenal Motif Dalam Seni Ukir di Minangkabau
Mengenal Motif Dalam Seni Ukir di Minangkabau

Salah satu motif ukir dari pulau Sumatera adalah dari Suatera barat, motif ukir terdapat pada bagian-bagian rumah Gadang. Berikut ini beberapa motif ukir Minangkabau.

Motif Lebah Bergayut

Motif mencerminkan mengenai rumah lebah madu yang biasanya menggantung di dahan pohon. Hal ini mengingat bumi Melayu Riau dahulunya sangat kaya akan pepohonan besar yang sebagian dijadikan tempat menggantungkan rumah lebah.

Motif Itik Sekawan (Itik Pulang Petang) 

Motif ini menggambarkan tingkah laku satwa Itik yang selalu berjalan beriringan saat petang hari akan pulang ke kandang. Tingkah laku berjalan beriringan serasi, bersahabat, kompak, bersama-sama, menjadi contoh untuk manusia akan arti kehidupan. Hal ini pun lalu digambarkan dan menjadi suatu corak motif untuk tenun, tekat, ukir dan songket dengan nama Motif Itik Pulang Petang atau Motif Itik Sekawan.

Motif Kaluk Pakis (kaluk paku) 

Motif ini adalah gambaran pohon/tetumbuhan pakis/paku yang berkeluk-keluk atau meliuk-liuk, tidak hanya diperuntukkan untuk kerajinan tekat atau tenunan dan sejenisnya. Motif Kaluk Pakis/Paku lazim pula digunakan untuk ukiran bangunan dan ukiran benda-benda lainnya. Semua corak motif melayu disepadukan dengan teliti sehingga kelihatan serasi dan saling mengisi.

Motif pucuk rebung

Motif ini melambangkan harapan baik sebab bambu adalah pohon yang tidak gampang rebah oleh tiupan angin kencang sekalipun. Motif pucuk rebung selalu ada dalam setiap kain songket sebagai kepala kain atau tumpal kain itu. Penggunaan motif pucuk rebung pada kain songket dimaksudkan agar si pemakai selalu memiliki keberuntungan dan harapan baik dalam setiap langkah hidup.

Motif Selembayung

Selembayung adalah hiasan yang terletak bersilang pada kedua ujung perabung bangunan belah bubung dan rumah lontik. Pada bagian bawah adakalanya diberi pula hiasan tambahan seperti tombak terhunus, menyambung kedua ujung perabung (tombak-tombak)

Motif Sayap Layang-layang atau Sayap Layangan

Hiasan ini terdapat pada keempat sudut cucuran atap. Bentuknya nyaris sama dengan selembayung. Setiap bangunan yang berselmbayung haruslah memakai sayap layangan sebagai padanannya. Letak sayap layang-layang pada empat sudut cucuran atap adalah lambang sari empat pintu hakiki, yaitu pintu rizki, pintu hati, pintu budi, dan pintu Illahi. Sayap layang-layang juga adalah lambang kebebasan, yaitu kebebasan yang tahu batas dan tahu diri.

Motif Singap/Bidai

Bagian ini biasanya dibuat bertingkat dan diberi hiasan yang sekaligus berfungsi sebagai ventilas. Pada bagian menjorok keluar  di beri lantai yang disebut teban layar atau lantai alang buang atau disebu juga  Undan- undan.

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)

Mengenal Seni Batu Alami Suiseki

Mengenal Seni Batu Alami Suiseki

Mengenal Seni Batu Alami Suiseki
Mengenal Seni Batu Alami Suiseki

Suiseki (水 石) adalah seni batu hias berasal dari Jepang. Biasanya seni Suiseki dibuat dengan mengambil bermacam-macam macam bentuk, seperti sesuatu hal yang mirip dengan sosok manusia, sosok binatang, bentuk lansekap, ataupun yang murni abstrak. Seni ini muncul awalnya dari Gongshi (Cina: 供 石; pinyin: gōngshí)

Seni batu suiseki hadir dengan bermacam-macam nama terutama di masyarakat Jepang, Taiwan dan Semenanjung Korea. Seperti di Jepang, mereka menyebutnya dengan nama suiseki yang maknanya “batu air”. Sedangkan di Korea menyebutnya dengan nama Su-Seok yang maknanya “batu berumur tua”. Di China sendiri menyebutnya dengan nama yang artinya”batu-batu indah”.

SEJARAH

Walaupun seni ini memiliki banyak sebutan, namun pengertiannya tetap sama yaitu batuan yang mempunyai nilai seni tinggi yang tercipta secara alamiah sebab proses alam yang berhubungan dengan air. Jika dilihat sekilas batu suiseki tidak memiliki kelebihan bahkan terlihat biasa saja. Tapi perhatikanlah secara seksama, batu suiseki ini dapat berbentuk menyerupai bentuk binatang, alam seperti gunung, tebing dan lainnya.

Seni ini muncul kira-kira 1500 tahun yang lalu, sekitar tahun 618 hingga tahun 907. Saat itu masa kejayaan kerajaan Dinasti Tan dan Sung. Di negeri Tiongkok seni suiseki disebut dengan Shang-Sek atau Yah-Sek, yang mempunyai arti yaitu batu yang dapat dinikmati keindahannya dalam jenis dan arti yang sangat luas. Jika ditelusuri asal kata Sui-Sek dalam bahasa Cina adalah “batu air”.

Terdapat sebuah cerita rakyat sekitar 3000 tahun yang lalu di negeri Song, konon ada seorang rakyat biasa menemukan batu. Karena percaya bahwa batu yang ditemukan itu memiliki nilai tinggi maka batu itu disimpan baik-baik. Banyak tamu yang berkunjung kerumahnya selalu mnegamati batu itu dan mereka mulai menyukainya. Maka diawal Dinasti Shang sekitar 20 abad sebelum Masehi, kegemaran pada batu mulai memasyarakat dan menjadi populer.

PELUANG USAHA

Kepopuleran batu seni suiseki ini memiliki peluang bisnis. Kuncinya hanyalah memahami seni suiseki dan memiliki jiwa petualang. Soal harga, tentu sangat ditentukan oleh nilai artistik dari batu itu. Untuk itu sebenarnya diperlukan pemahaman mengenai seni suiseki itu sendiri. Terkadang penilaian subyektif lebih banyak bermain di sini. Namun, tetap saja ada ketentuan dan patokan dari nilai suiseki ini, seperti salah satunya adalah originalitas batu itu. Selain itu wajib dipastikan bahwa bentuk dari batu itu dibentuk oleh alam, bukan oleh tangan manusia.

SUISEKI DI INDONESIA

Bagi para penggemar suiseki, Negara Indonesia adalah surganya. Karena Negara Indonesia beriklim tropis dengan kondisi alam yang memungkinkan batu-batu indah ini gampang ditemukan.
Sumatera Barat adalah ladang emas suiseki. Mulai Sungai Ombilin, Batanghari, Sijunjung, Sawah Lunto sampai sungai di Payakumbuh, adalah tempat paling kaya akan batu suiseki. Jadi, tidak mengherankan jika seni suiseki di Indonesia kita tidak kalah menariknya dibandingkan suiseki dari Negara Korea, Jepang, bahkan Taiwan.

Namun dibutuhkan ketelatenan dan jiwa petualang tinggi untuk mendapatkan batu-batu yang mempunyai bentuk seni tinggi. Biasanya batu-batuan ini banyak terdapat di alam terbuka dan daerah-daerah yang dekat dengan aliran sungai.

(Sumber: https://thesrirachacookbook.com/)

Indonesian Weekend London, Kopi Jabar Laris Manis

Indonesian Weekend London, Kopi Jabar Laris Manis

Indonesian Weekend London, Kopi Jabar Laris Manis
Indonesian Weekend London, Kopi Jabar Laris Manis

LONDON–Kopi Jawa Barat berhasil menjadi primadona pada Indonesian Weekend London, di Potter Field Park, Inggris, Sabtu-Minggu (8-9/9/18).  Sebanyak 30 kg kopi dari lima daerah di Jawa Barat yang digelar booth Humas Jabar habis terjual pada pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan KBRI London dan Bangga Indonesia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Barat, Mohamad

Arifin mengatakan selama dua hari pelaksanaan pameran, antrian selalu terlihat di Pavilion Jawa Barat, menandakan antusiasme warga London untuk mencicipi Kopi Jawa Barat.

Selain kopi, menurut Arifin, pengunjung juga menunjukkan ketertarikan yang tinggi pada booth Jawa Barat yang melibatkan Dekranasda Jawa Barat dengan kerajinan ukiran kayu, kerajinan kulit, kerajinan batik, kerajinan kulit kerang, berbagai macam tembikar dan  produk fashion.

“Pencak Silat kami tampilkan di panggung, dengan Kang Cecep Arif

Rahman, bintang film The Raid dan Star Wars 7, serta Kang Trisa Irawan,” katanya kepada Humas Jabar saat dihubungi pada Selasa (11/9/18) waktu setempat.

Sehari sebelum gelaran pameran, seluruh peserta Indonesia Weekend sejumlah 36 orang diterima langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma. Digelar juga business meeting dengan 30 tamu pelaku bisnis dari Inggris. “Umumnya mereka kagum dengan cita rasa kopi dan teh dari Jawa Barat,” kata Arifin.

Di kesempatan itu ditampilkan beberapa produk kopi, teh, handy craft,

peragaan busana batik, pencak silat diiringi gamelan yang dimainkan para pegawai kedutaan Indonesia untuk Inggris.

 

 

Baca Juga :

 

 

Kasdam: Sektor 21 Satgas Citarum Harum Paling Aktif

Kasdam: Sektor 21 Satgas Citarum Harum Paling Aktif

Kasdam Sektor 21 Satgas Citarum Harum Paling Aktif
Kasdam Sektor 21 Satgas Citarum Harum Paling Aktif

KAB BANDUNG-Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurchahyanto, meninjau lokasi sektor 21 Satgas Citarum Harum yang bertempat di Posko 21 Satgas Citarum Harum Komplek Grya Prima Asri Desa Malakasari Kecamatan Baleendah Kab. Bandung, Kamis (13/9/2018).

Setibanya di Sektor 21, Kasdam disambut oleh Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep sekaligus memberikan laporan tentang kegiatan yang dilaksanakan dan kondisi sungai saat ini.

Kasdam mengatakan sektor 21 dinilai cukup bagus kinerjanya karena selalu melaporkan tentang berbagai kegiatan yang dilakukan. Selain itu, sektor 21 selalu ada perubahan, selalu ada perbaikan dan perkembangan.

“Artinya kegiatan-kegiatan yang dilakukan sesuai dengan petunjuk dari pimpinan bagaimana cara menormalisasi sungai ini,” jelasnya.

Selanjutnya Kasdam menyampaikan selama ini cukup bagus, kalau memang ada kendala itu biasa dan selalu bisa diatasi dengan cara melakukan koordinasi dengan semua pihak

“Sektor ini sudah memurnikan, sudah menata bangunan-bangunan yang didirikan di bantaran sungai dan sudah dikoordinasikan dengan Dansektor, tetapi setelah ditertibkan belum ditindaklanjuti oleh unsur lain,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Kasdam, perlunya koordinasi dengan unsur Pemda terkait

bagaimana penyiapan lahan untuk pembuatan TPS, karena TPS sangat penting sekali bagi masyarakat yang sudah tidak membuang sampah ke Sungai lagi. Lalu mereka harus buang sampah kemana kalau tidak ada TPS,” kata Kasdam.

“Bicara dari sebelumnya ini jauh sudah baik, beberapa perusahaan dan

pelaku industri sukarela sebagian sudah mengelola ipalnya sendiri, itu karena Dansektor 21 sudah mensosialisasikan tentang larangan membuang limbah di Sungai. Namun demikian masih ada ditemukan beberapa pabrik yang membuang limbah ke sungai,” ungkapnya.

Selain sektor 21, sektor-sektor lain juga sudah melaksanakan langkah-

langkah penertiban sesuai petunjuk pimpinan dengan melalui beberapa tahapan diantaranya dengan melaksanakan sosialisasi, himbauan dan pemberitahuan langsung.

“Selain sosialisasi diperlukan pemberitahuan langsungke masyarakat,” pungkasnya (Pun)

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/anatomi-kulit-dan-rambut/

Calon Rektor UNPAD Mulai Dikerucutkan

Calon Rektor UNPAD Mulai Dikerucutkan

Calon Rektor UNPAD Mulai Dikerucutkan
Calon Rektor UNPAD Mulai Dikerucutkan

BANDUNG – Pemeriksaan administratif pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran 2019-2024 sudah selesai dilaksanakan. Seluruh berkas administratif delapan Bakal Calon Rektor telah diserahkan Panita Pemilihan Rektor (PPR) kepada Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unpad 2019-2024 Prof. Dr. Diana Harding menyerahkan berkas administratif delapan Bakal Calon Rektor kepada Sekretaris Eksekutif Majelis Wali Amanat Unpad Prof. Dr. Erri N. Megantara, dalam jumpa pers yang digelar di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (14/9).

Berkas tersebut akan menjadi pertimbangan dalam rapat internal MWA dengan agenda pengerucutan dan penetapan Bakal Calon Rektor dari delapan menjadi tiga Calon Rektor yang akan dilaksanakan Sabtu ini (15/9).

Penyerahan tersebut secara resmi diberikan Ketua PPR Unpad Prof. Diana Harding kepada Sekretaris Eksekutif MWA Unpad Prof. Dr. Erri N. Megantara, dalam jumpa pers yang digelar di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (14/9).

Prof. Diana menyatakan PPR Unpad telah menyelesaikan berbagai  tahapan pemeriksaan administratif, mulai dari penjaringan delapan Bakal Calon Rektor, seleksi administratif, pemeriksaan kesehatan dari RSUP Dr. Hasan Sadikin, hingga uji kompetensi dari Biro Pelayanan dan Inovasi Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.

Berkas tersebut meliputi dokumen administratif delapan Bakal Calon

Rektor, dokumen hasil pemeriksaan kesehatan, serta dokumen hasil asesmen kompetensi.

“Berkas ini diserahkan dalam keadaan tersegel, karena sifatnya rahasia,” kata Prof. Diana.

Prof. Erri mengatakan penentuan tiga Calon Rektor ini murni didasarkan pada dokumen administratif. MWA akan melihat rekam jejak setiap Bakal Calon Rektor dari segi kepemimpinan, jejaring, integritas, serta dari asesmen kompetensi. Pengumuman tiga Calon Rektor akan diumumkan pada Senin (17/9) mendatang.

Usai terpilih, tiga calon rektor  akan menyampaikan gagasannya di depan

sivitas akademika dan alumni Unpad. Pemilihan dan penetapan Rektor sendiri akan digelar pada bulan Oktober mendatang.

Selanjutnya, pelantikan rektor terpilih akan dilaksanakan setelah masa jabatan Rektor periode 2015-2019 berakhir pada April 2019.

“Kami mengharapkan berbagai masukan dari Sivitas Akademika, alumni

dan pihak lainnya mengenai sosok calon rektor. Masukan-masukan tersebut bermaksud dalam rangka memilih rektor yang terbaik, dan menjadikan Universitas Padjadjaran kedepannya menjadi lebih baik” ujar Prof. Erri.

Secara alfabetis, delapan bakal calon rektor tersebut yaitu Prof. Dr. drg. Achmad Syawqie, M. S., (FKG); Prof. Dr. H. Ahmad M. Ramli, S.H., M.H., FCB. Arb., (FH); Aldrin Herwany, S.E., M.M., Ph.D., (FEB); Prof. H. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D.,(FH); Prof. Dr. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum., (FISIP); Prof. Dr. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si., (FISIP); Prof. Dr. Sri Mulyani, S.E., M.Si, Ak., (FEB); dan Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., (FK). (jo)

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/nama-latin-dan-manfaat-tumbuhan-paku/

Pendidikan Harus Sesuai Bakat Siswa

Pendidikan Harus Sesuai Bakat Siswa

Pendidikan Harus Sesuai Bakat Siswa
Pendidikan Harus Sesuai Bakat Siswa

 

Berbagai studi membuktikan

mutu pembelajaran yang dialami peserta didik di sekolah menentukan mutu hasil pendidikan. Karenanya, setiap peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang tepat. Demikian disampaikan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Prof. Dr. H. Soedijarto, MA dalamFocus Group Discussion

Bidang Pendidikan Politik dan Kebudayaan DPP Partai NasDem, hari ini. Menurut Soedijarto, proses pendidikan harus mampu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang menunjang peserta didik untuk aktif mengembangkan potensi dirinya. Dengan demikian, dia akan memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya,

” kata Soedijarto, di kantor DPP Partai NasDem

Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2013). Soedijarto juga menambahkan, ada sedikitnya delapan elemen yang mempengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah. Kedelapan elemen itu adalah isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.

Namun, implementasi kurikulum 2013

belum memenuhi kedelapan elemen ini. Untuk memenuhinya butuh waktu yang cukup lama, tidak hanya berbulan-bulan,” imbuhnya. Meski akan diterapkan Juli mendatang, polemik seputar kurikulum 2013 terus bergulir. Kemendikbud bersikukuh, stakeholder penerapan kurikulum baru tersebut akan berhasil. Sementara di lain pihak, banyak guru mengeluh ketidakjelasan konsep kurikulum 2013 membuat mereka tidak siap menerapkan pengganti kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) itu.

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Tiga Sekolah Kembali Dievaluasi

Tiga Sekolah Kembali Dievaluasi

Tiga Sekolah Kembali Dievaluasi

Lomba Sekolah Sehat

Evaluasi tiga sekolah yang mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Jawa Barat kembali dilakukan Tim Pembina UKS bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor di ruang Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Selasa (29/08/2017). Evaluasi tersebut sebagai komitmen dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mempersiapkan LSS tingkat Jabar yang akandiselenggarakan September mendatang.

Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan

Dari hasil evaluasi Tim Pembina, tiga sekolah yang terpilih ke tingkat Jabar ini masih dibutuhkan perbaikan dibeberapa sisi. Sebab, jika melihat standarnya, baik TK Akbar, SD Insan Kamil dan SMP Negeri 6 Bogor masih memiliki kekurangan dibanding sekolah lainnya. “Harus kita evaluasi dan harus ada perubahan karena mereka akan berlomba di tingkat Jabar,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin mengatakan, evaluasi yang didapat dari Tim Pembina di TK Akbar mendapati pola makan anak-anak yang bekal makanannya masih belum mencukupi asupan gizi atau belum bervariasi. Hal ini mungkin disebabkan karena orangtua yang memilih menyiapkan makanan praktis seperti mie. Padahal, sesibuk apapun orangtua harus memperhatikan tumbuh kembang dan gizi anak. “Terkait masih kurang bervariasinya makanan di TK Akbar ini ditangani Dinas Ketahanan Pangan yang akan melakukan penyuluhan dalam hal pemenuhan asupan gizi,” terangnya.

Tidak hanya di TK Akbar

SD Insan Kamil pun turut mendapatkan evaluasi terkait kurangnya keterlibatan siswa dalam pemeliharaan tanaman toga I sekolah dan belum adanya tanda zonasi sekolah. Berbeda dengan di SMP Negeri 6 Bogor, diperoleh evaluasi jika penjual kantin di sekolah masih kurang bersih, tempat tidur di UKS belum memadai dengan jumlah siswa yang ada, begitu juga dengan kamar mandi yang belum mencukupi dan belum terawat baik.

LSS ini mencakup semua hal tentang kesehatan

Mulai dari pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan sekolah sehatnya. Jadi tidak hanya sekadar melihat fasilitas yang bagus tetapi melihat potret budaya dan kebiasaan hidup sehat masyarakat melalui ajang LSS,” pungkasnya.

Artikel terkait :