Mahasiswa Petra Ciptakan Desain Rak Pameran UKM

Mahasiswa Petra Ciptakan Desain Rak Pameran UKM

Mahasiswa Petra Ciptakan Desain Rak Pameran UKM

Mahasiswa Petra Ciptakan Desain Rak Pameran UKM
Mahasiswa Petra Ciptakan Desain Rak Pameran UKM

Pembelajaran Service Learning terus diterapkan di Universitas Kristen Petra (UK Petra).
Salah satunya, membantu para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam memasarkan produknya.
Yakni, dengan menciptakan desain rak pameran yang efisien dan mudah dibawa.

Hal tersebut merupakan bagian dari proyek mata kuliah Desain Produk Interior III (DPI III). Yakni, mata kuliah pilihan dalam Program Studi Desain Interior UK Petra.

Para mahasiswa melibatkan tiga kampung unggulan Surabaya sebagai pengguna desain. Yaitu kampung kue di Penjaringan, kampung bordir di Kedung Baruk dan kampung kerupuk di Gunung Anyar Tambak.

Salah satu contohnya adalah karya milik Regina Harijono. Dalam tugas makul tersebut, dia mendapat tugas membuat desain rak pameran untuk para pelaku UKM di kampung kerupuk Gunung Anyar Tambak.

Mahasiswi yang akrab disapa Nina itu membuat rak pameran yang mudah dibongkar-pasang. Selain itu rak buatannya lebih ringkas sehingga bisa dibawa dengan motor. ”Karena kebanyakan mereka tidak punya mobil untuk membawa barang pameran ke lokasi acara,” terangnya.

Karena itu, Nina membuat desain rak yang mudah dilepas. Wadah display-nya terbuat dari kain karung goni yang mudah dilipat. Untuk tiang penyangga, dia memanfaatkan besi pipa dan stainless steel. Tak hanya Nina, ada 27 karya lainnya yang ditampilkan dalam kegiatan itu. Meski mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok, mereka tetap diminta membuat desain masing-masing dalam bentuk maket. Hasil yang terbaik direalisasikan dalam ukuran aslinya.

Dosen sekaligus koordinator pameran DPI III Grace Mulyono menuturkan,

dalam makul ini mahasiswa dibimbing tidak hanya untuk memahami desain produk interior dalam ruang komersial saja.

Akan tetapi harus mampu mempraktekkan fungsi dan terapannya dalam masyarakat. ”Jadi mahasiswa
dituntut untuk dapat mendesain stand atau perabot yang dapat digunakan komunitas untuk berjualan
secara temporary,” tuturnya.

Sebelum menghasilkan karya ini, para mahasiswa harus melalui survei dan

evaluasi terlebih dahulu. Awalnya mereka diminta untuk berkunjung ke tiga komunitas tersebut dan memetakan permasalahan yang terjadi. Ternyata para komunitas ini membutuhkan stand yang mudah dibawa-bawa. Kemudian, para mahasiswa diminta membuat stand bazar sesuai kebutuhan pelaku UKM.

Desain produk yang dipamerkan ini sudah melalui proses tahapan evaluasi

baik dari dosen maupun para penggunanya. ”Setelah pameran ini, stand akan benar-benar diberikan kepada pelaku usaha,” ungkapnya. (*)

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003