Manajemen Perpustakaan

Manajemen Perpustakaan

Manajemen Perpustakaan

Manajemen Perpustakaan
Manajemen Perpustakaan

Sekarang ini masih dapat dijumpai perpustakaan menggunakan cara administrasi perkantoran biasa atau manajemen tradisional. Cara ini masih memiliki kekurangan dalam mengembangkan beberapa bidang, misalnya bidang layanan. Layanannya selalu monoton dan kurang menantang dalam kegiatan peminjaman dan pengembalian buku, yang disebabkan oleh masuknya pimpinan ke dalam bidang khusus sehingga tanggung jawab pada tingkat bawahan kurang.

Pengertian perpustakaan sebenarnya sudah ada sejak dahulu, yakni sejak ditemukan bahan dan cara untuk menulis pada zaman Babilonia. Lalu sejak itu pula embrio istilah perpustakaan mulai dikenal. Dalam pelaksanaannya kegiatan perpustakaan tumbuh bersama ilmu lain, yakni ilmu informasi, dokumentasi, dan kearsipan. Perpustakaan adalah sebuah unit kerja yang di dalamnya diperlukan sumber daya manusia, sumber daya fisik, dan sumber daya finansial sehingga diperlukan manajemen.

Secara umum, baik atau buruknya sebuah perpustakaan biasanya diukur dari banyaknya koleksi dan ukuran gedung atau ruangan. Padahal, perpustakaan adalah unit kerja yang melayani masyarakat akan bahan pustaka dan informasi. Menjalankan suatu unit kerja perpustakaan untuk melayani masyarakat pemakaiannya pada hakikatnya sama dengan menyelenggarakan dan mengoperasikan lembaga pada umunnya. Oleh sebab itu, diperlukan pengelolaan dengan baik yang berpedoman pada sistem manajemen.

Sering juga terjadi kondisi yang memperlihatkan adany jenjang yang terlalu panjang dalam struktur manajemen dan kesenjangan antara visi dan misi organisasi dalam penyusunan program dan kegiatan. Hal ini perlu disikapi lebih lanjut mengingat perpustakaan sebagai unit kerja yang harus berkembang, memerlukan pengelolahan yang tertib dengan menggunakan sistem manajemen modern.

Sistem manajemen modern mengharuskan setiap unit organisasi harus berorientasi pada hasil, memiliki sumber daya manusia yang profesional, dan memanfaatkan teknologi informasi. Sebagaiman diketahui, manajemen merupakan salah satu kajian tentang apa dan bagaimana cara yang bisa dilakukan, baik melalui teori maupun praktek, agar perpustakaan, dokumentasi, dan informasi bisa dikelola dengan berdaya dan berhasil guna. Dengan begitu, keberadaannya di tengah-tengah masyarakat mampu menyeleksi, menghimpun, mengolah, memelihara sumber informasi, dan memberikan layanan serta nilai tambah bagi setiap orang yang membutuhkannya. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-jaringan-tumbuhan-dan-fungsinya/)

Secara definitif, pengertian manajemen menurut Kamus Bahasa Indonesia, ialah proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Kegiatan seorang manajer, apa pun yang dilaksanakan adalah untuk mencapai suatu tujuan (badan, instansi, organisasi, lembaga, termasuk lembaga perpustakaan). Ruang lingkup kegiatannya atau yang disebut fungsi manajemen.
Fungsi manajemen meliputi 5 hal;

Pertama, perencanaan (planning) meliputi;

  • Menentukan tujuan yang hendak dicapai dalam waktu yang ditentukan
  • Menentukan suatu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan itu

Kedua, pengorganisasian (organizing) meliputi;

  • Mengelompokan sumber daya manusia
  • Menentukan berbagai kegiatan
  • Memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan itu

Ketiga, pengolahan tenaga kerja (straffing) meliputi;

  • Menentukan kebutuhan tenaga kerja
  • Melakukan pengerahan tenaga kerja
  • Melakukan penyaringan tenaga kerja
  • Pelatihan dan pengembangan tenaga kerja

Keempat, pemotivasian (motivating) meliputi;

  • Memberikan dorongan dan pengarahan
  • Menyalurkan tenaga kerja sesuai dengan tujuan yang akan dicapai

Kelima, pengontrolan dan pengawasan (controlling) meliput;

  • Mengukuhkan hasil pelaksanaan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
  • Menganalisis penyebab terjadinya penyimpangan
  • Melakukan tindakan korektif