Mengenal Jenis-Jenis Protista Mirip Jamur

Mengenal Jenis-Jenis Protista Mirip Jamur

Akhirnya hingga terhitung terhadap pembahasan paling akhir kita nih mengenai pengklasifikasian kingdom protista. Jika terhadap pembahasan di awalnya kita udah mengulas mengenai jenis-jenis protista sama hewan dan protista sama tumbuhan, maka terhadap pembahasan kali ini, kita dapat mengulas mengenai subkingdom protista yang paling akhir Squad, yakni protista sama jamur. Hmm, kurang lebih apa saja ya jenis-jenis berasal dari subkingdom protista yang paling akhir ini? Kalau begitu, segera saja yuk kita scroll-scroll artikelnya!

Protista sama jamur merupakan protista heterotrof yang memperoleh makanan berasal dari organisme lain bersama dengan langkah menguraikan atau menelan makanannya. Ingat ya, Squad! Protista sama jamur bukan merupakan jamur sejati karena mempunyai susunan sel, langkah reproduksi, dan siklus hidup yang tidak sama berasal dari jamur. Akan tetapi, group protista jenis ini mempunyai bentuk layaknya jamur sejati yang membentuk sporangia atau membentuk filamen yang menyerupai hifa. Nah, jikalau hifa ini merupakan sel-sel yang memanjang membentuk benang sebagai penyusun tubuh jamur makroskopis. Beberapa berasal dari protista sama jamur berukuran kecil dan hidup di lingkungan yang lembab atau basah, lho.

Selanjutnya, macam-macam jamur protista dikelompokkan dalam 2 filum (kelas), yakni jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota).

a. Myxomycota (Jamur lendir)

Myxomycota disebut bersama dengan jamur lendir karena mempunyai protoplasma tanpa dinding sel. Myxomycota adalah group jenis jamur lendir yang berwarna kuning karena mempunyai pigmen berwarna kuning atau oranye. Myxomycota berupa heterotrof, mempunyai bentuk tubuh layaknya lendir (plasmodium), dan sanggup bergerak-gerak layaknya amoeba.

Habitat
Myxomycota sanggup hidup di daerah yang lembab dan basah layaknya hutan basah atau sampah yang basah. Kelompok ini terhitung sanggup ditemui di batang kayu yang busuk, lho.

Reproduksi
Reproduksi myxomycota sanggup ditunaikan bersama dengan dua cara, yakni secara generatif dan vegetatif. Pada reproduksi secara generatif, dapat melibatkan peleburan sel gamet bersama dengan langkah singami. Sedangkan, terhadap reproduksi secara vegetatif ditunaikan bersama dengan spora yang nantinya dapat membentuk sel gamet. Spora sendiri adalah satu atau sebagian sel yang sanggup berupa sel haploid atau diploid yang dibungkus oleh susunan pelindung.

Contoh myxomycota pada lain Physarum polycephalum dan Dictyostelium discoideum yang keduanya bermanfaat sebagai pengurai sampah organik dan juga pemakan bakteri.

b. Oomycota (Jamur air)

Oomycota mempunyai bentuk yang tidak sama berasal dari jamur lendir karena mempunyai hifa yang tidak bersekat namun mempunyai dinding sel yang terbuat berasal dari selulosa.

Habitat
Habitat oomycota berada di dalam air, baik itu perairan tawar, kolam, danau, dan juga di tempat-tempat yang lembab.

Reproduksi
Reproduksi oomycota sanggup ditunaikan bersama dengan dua langkah Squad, yakni secara aseksual atau seksual. Reproduksi aseksual ditunaikan bersama dengan langkah membentuk spora yang disebut bersama dengan zoospora. Sedangkan, reproduksi seksual ditunaikan bersama dengan langkah pembentukan gamet yang kemudian dapat beralih menjadi zigot. Nantinya, zigot ini dapat membentuk oospora dan dapat berkembang menjadi oomycota dewasa.

Contoh oomycota pada lain Saprolegnia yang berupa saprofit atau menyerap makanan terhadap hewan yang udah mati, Phytophthora infestans yang merupakan parasit terhadap tanaman kentang, dan Phytophthora nicotinae yakni parasit terhadap tanaman tembakau.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/