Cellica Bersama Balita Sehat

Cellica Bersama Balita Sehat

Cellica Bersama Balita Sehat
Cellica Bersama Balita Sehat

KARAWANG-Upaya meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan memacu semangat orangtua dalam membina tumbuh kembang balita secara optimal, menjadikan anak sebagai generasi yang cerdas dan berkualitas mengingat anak merupakan salah satu asset yang sangat berharga.

RS.Lira Medika yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dan CSR. PT.Pindo Deli selenggarakan Lomba Balita Sehat yang diselenggarakan di RS Lira Medika dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Karawang dr.Cellica Nurachadiana. Kamis (11/12).

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan,” Telah Kita maklumi bersama, pembangunan sumber daya manusia pada dasarnya merupakan pembangunan manusia sebagai subyek (human capital) dan obyek (human resources) pembangunan, yang mencakup siklus hidup manusia sejak pembuahan sampai dengan akhir hidupnya. siklus pembangunan SDM dapat dilihat dari tiga aspek utama, yaitu kualitas, kuantitas dan mobilitas penduduk”, ungkapnya.

Dikatakannya,”Pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas

utama yang indikasikan melalui tiga bidang yakni pendidikan, kesehatan dan perekonomian atau lebih dikenal dengan indeks pembangunan manusia (ipm), dimana program peningkatan kualitas sumber daya manusia berkaitan erat dengan program peningkatan ketahanan keluarga. Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah telah menetapkan kebijakan bidang ketahanan keluarga dalam program kependudukan khususnya program keluarga berencana Nasional, yaitu keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa”, tandasnya.

Wabup menambahkan,”Di Kabupaten Karawang sendiri, program

pembangunan sumber daya manusia tercermin dalam misi pembangunan yakni “meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang cerdas, sehat, berbudaya dan religius yang harmonis”. untuk itu, melalui kegiatan ini Saya harapkan dapat membentuk generasi sehat sejak dini serta untuk meningkatkan pengetahuan ibu guna merawat bayinya sesuai tingkat pertumbuhan dan perkembangan, sekaligus sebagai upaya penjaringan/deteksi dini terjadinya gizi buruk”, paparnya.

Sementara itu dr.Nanik Jodjana,MKM selaku ketua Panitia menyampaikan,

bahwa peserta lomba sebanyak 150 orang yang berasal dari 50 Puskesmas yang ada di Kabupaten Karawang serta yang mendaftar di PT.Pindo Deli dan RS Lira Medika. adapun aspek yang dinilai meliputi : Status Ibu, Prilaku sehat, Gizi, Fisik, Perkembangan serta Performance. sedangkan peserta terbagi menjadi 2 (dua) katagori, Bayi umur 6 – 11 Bulan dan Balita 12 – 59 Bulan. (@opa)

 

Sumber :

Jenis Pendidikan yang Diterapkan Di Indonesia

PLN Gelar Pasukan Siaga Natal dan Tahun Baru

PLN Gelar Pasukan Siaga Natal dan Tahun Baru

PLN Gelar Pasukan Siaga Natal dan Tahun Baru
PLN Gelar Pasukan Siaga Natal dan Tahun Baru

BANDUNG-PLN melaksanakan gelar pasukan pengamanan listrik guna

memastikan kesiapan petugas dan menjaga keandalan listrik di wilayah Jabar dan Banten. Humas PLN DJBB Agus Yuswanta menegaskan kegiatan dilaksanakan untuk memeriksa kesiapan petugas dan kelengkapan lapangan.

“Ini serentak dilaksanakan di seluruh Jabar,” ungkapnya.

Ia menginformasikan jumlah aparat mencapai hampir 4000 personel serta

didukung oleh 400 kendaraan pelayanan lapangan. Ia menambahkan, bagi masyarakat yang ingin merayakan Natal dan tahun baru dapat meminta tambahan daya jika memang diperlukan. ” hubungi saja 123 atau posko

cabang terdekat. Jangan menggunakan calo atau mengutak atik sendiri. Bisa

berbahaya,” himbaunya. Jo

 

Sumber :

http://posad.org/begini-struktur-penulisan-teks-eksplanasi/

Wagub Bersama Walikota Bahas Gedung Kesenian

Wagub Bersama Walikota Bahas Gedung Kesenian

Wagub Bersama Walikota Bahas Gedung Kesenian
Wagub Bersama Walikota Bahas Gedung Kesenian

BANDUNG- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melakukan pertemuan untuk membahas rencana pembangunan gedung kesenian yang bertaraf internasional.

Menurut Deddy, gedung kesenian yang rencananya berlokasi di Cikutra

akan didesain oleh Zaha Hadid, arsitek kelas dunia yang berasal dari Inggris.

“Zaha Hadid sudah bertemu dengan kang Emil dan siap.membantu Kota Bandung,” ujar Deddy, usai bertemu walikota Emil di Balai Kota Bandung, Selasa, (07/07).

Menurut Deddy, Gedung kesenian hasil desain Zaha Hadid akan jadi gedung

kesenian terbesar dan termewah di Indonesia sehingga para seniman Jawa Barat bisa Go-Internasional setelah difasilitasi dengan gedung kesenian bertarap internasional.

“Gedung dan fasilitas memada seniman-seniman Jawa Barat yang punya

kreativitas tinggi bisa main di tempat yang representatif, termasuk seniman luar negeri kalau ke Indonesia juga membutuhkan tempat representif dan Bandung memilikinya. (

 

Baca Juga :

Label Halal Untuk Hadapi MEA

Label Halal Untuk Hadapi MEA

Label Halal Untuk Hadapi MEA
Label Halal Untuk Hadapi MEA

BANDUNG–Banyak upaya yang akan dilakukan Pemprov Jabar untuk

mempersiapkan kalangan UMKM dalam menghadapi persaingan di era MEA tahun depan.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan saat MEA akan banyak

produk impor berupa consumer good yang masuk dan dengan sasaran konsumen secara langsung.

“Produk itu belum tentu terjamin halal, nah inilah salah satu kelemahannya,” ujar dia.

Sehingga, tambahnya, produk lokal dari kalangan UMKM harus bisa

memiliki nilai tambah dengan sertifkasi halal.

“Penduduk Jabar mayoritas muslim, jadi akan lebih mudah menjual jika ada label halalnya.”

Untuk itu Pemprov Jabar memfasilitasi UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal secara gratis. Ia mengatakan pelaku UMKM silahkan untuk mengurus sertifikasi halal didinas terkait. Jo

 

Sumber :

https://susansblog.kinja.com/how-to-become-expert-via-online-learning-platform-and-e-1835176218

Jangan Tergantung Impor

Jangan Tergantung Impor

Jangan Tergantung Impor
Jangan Tergantung Impor

BANDUNG-Saat ini, kondisi makro ekonomi sedang mengalami

perlambatan. Terkait kondisi tersebut, Pemprov. Jabar sudah mempersiapkan langkah antisipasinya.

Hal demikian, diungkapkan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan, Sabtu malam (11/7) dalam kegiatan buka bersama dengan kalangan media massa di Gedung Pakuan.

Langkah antisipasi yang disiapkan ungkap Gubernur, yaitu mengurangi

ketergantungan penggunaan barang-barang impor termasuk diantaranya komoditas pertanian.

Langkah riil yang sudah dilakukan khususnya untuk bidang pertanian, diantaranya perluasan penanaman cabai. Melalui perluasan tersebut, kini cabai asal Jabar sudah dipasok ke DKI Jakarta. Untuk beras, karena produksi asal Jabar masih surplus, maka hingga saat ini Jabar menjadi pemasok untuk Provinsi-Provinsi lainnya.

Solusi berikutnya, untuk mengurangi ketergantungan penggunaan bahan

pangan untuk sumber karbohidrat, kini sudah dibuat program penganekaragaman pangan. (NR)

 

Sumber :

https://oneworldherald.com/2019/05/28/rees-mogg-receives-criticism-for-his-new-book/

Penjabaran Tanas dalam Pembangunan Nasional

Penjabaran Tanas dalam Pembangunan Nasional

Penjabaran Tanas dalam Pembangunan Nasional
Penjabaran Tanas dalam Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional merupakan

Usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju serta kukuh kekuatan moral dan etikanya.
Tujuan pembangunan nasional itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. Dan pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Maksudnya adalah setiap warganegara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing.

Keikutsertaan setiap warganegara

Dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengikuti program wajib belajar, membayar pajak, melestarikan lingkungan hidup, mentaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, menjaga ketertiban dan keamanan dan sebagainya.

Pembangunan nasional mencakup hal-hal

Yang bersifat lahiriah maupun batiniah yang selaras, serasi dan seimbang. Itulah sebabnya pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya yakni sejahtera lahir dan batin.

Pembangunan yang bersifat lahiriah

Dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia,misalnya sandang, pangan, perumahan, pabrik, gedung perkantoran, pengairan, sarana dan prasarana transportasi dan olahraga dan sebagainya. Sedangkan contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah, pendidikan, rekreasi, hiburan, kesehatan dan sebagainya.

Pembinaan Ketahanan Nasional

Pembinaan Ketahanan Nasional

Pembinaan Ketahanan Nasional
Pembinaan Ketahanan Nasional

Pembinaan Ketahanan Nasional Sebagai Berikut :

Upaya memperkuat ketahanan nasional memerlukan langkah pembinaan berikut :
  1. Pengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif terus dikembangkan serta ditingkatkan.
  2. Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlevansikan dan diaktualisasikan nilai instrumentalnya agar tetap mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, selaras dengan peradapan dunia yang berubah dengan cepat tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
  3. Sesanti Bhinneka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara yang bersumber dari Pancasila harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah serta moralitas yang loyal dan bangga terhadap bangsa dan negara. Di samping itu anggota masyarakat dan pemerintah perlu bersikap wajar terhadap kebhinnekaan.
  4. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara RI harus dihayati dan diamalkan secara nyata oleh setiap penyelenggara negara, lembaga kenegaraan lembaga kemasyarakatan, serta setiap warga negara Indonesia agar kelestarian dan keampuhannya terjaga dan tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia terwujud. Dalam hal ini suri tauladan para pemimpin penyelenggara negara dan pemimpin tokoh masyarakat merupakan hal yang sangat mendasar.
  5. Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila, harus menunjukkan keseimbangan antara fisik material dengan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme. Dengan memperhatikan kondisi geografi Indonesia, pembangunan harus adil dan merata di seluruh wilayah untuk memupuk rasa persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.
  6. Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya ke dalam mata pelajaran lain, seperti Pendidikan Budi Pekerti, Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa, Bahasa Indonesia dan Kepramukaan. Pendidikan Moral Pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat luas secara non formal.

Kebudayaan Nasional

Mengingat bangsa Indonesia dibentuk dari persatuan suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara, kebudayaan bangsa Indonesia (kebudayaan Nasioal) merupakan hasil dari interaksi budaya-budaya suku bangsa (budaya daerah) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Kebudayaan nasional juga merupakan hasil interaksi dari nilai-nilai budaya yang telah ada dengan budaya luar (asing), yang kemudian juga diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Hal yang penting adalah bahwa interaksi budaya tersebut harus berjalan wajar dan alamiah, tanpa unsur pemaksaan dan dominasi kebudayaan nasional tumbuh dan berkembang sejalan dengan berkembangnya budaya daerah.

Kebudayaan nasional merupakan identitas

Dan menjadi kebanggaan Indonesia. Bangsa Indonesia telah sepakat menggunakan Pancasila sebagai falsafah hidupnya, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila akan menjadi tuntunan dasar dari segenap sikap, perilaku, dan gaya hidup bangsa Indonesia. Secara umum gambaran identitas bangsa Indonesia berdasarkan tuntunan Pancasila adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar sebagai :
  1. Bersifat religius
  2. Bersifat kekeluargaan
  3. Bersifat serba selaras
  4. Bersifat kerakyatan

Sumber : https://www.bigtimedaily.com/australian-govt-funded-inovasi-program-works-on-improving-learning-for-indonesias-local-language-speakers/

Pengertian dan Hakikat Ketahanan Nasional

Pengertian dan Hakikat Ketahanan Nasional

Pengertian Ketahanan Nasional
Pengertian Ketahanan Nasional

Pengertian Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional adalah perihal tahan (kuat) keteguhan hati; ketabahan dalam rangka kesadaran. Dalam arti bernegara adalah penduduk dari suatu wilayah tertentu yang telah mempunyai pemerintahan nasional dan berdaulat.

Jadi, ketahanan nasional adalah

Tingkat keadaan keuletan dan ketangguhan bangsa dalam menghimpun dan mengerahkan keseluruhan kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ada sehingga merupakan kekuatan nasional yang mampu dan sanggup menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap keutuhan maupun kepribadian bangsa dalam mempertahankan kehidupan dan kelangsungan cita-citanya.

Hakikat Ketahanan Nasional

Pada hakikatnya ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.

Sifat Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a. Manunggal
b. Mawas ke dalam
c. Berkewibawaan
d. Berubah menurut waktu
e. Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan.
f. Percaya pada diri sendiri (self confidence)
g. Tidak bergantung kepada pihak lain (self relience)

DPR Minta Mendag Revisi Peraturan Impor Garam

DPR Minta Mendag Revisi Peraturan Impor Garam

DPR Minta Mendag Revisi Peraturan Impor Garam
DPR Minta Mendag Revisi Peraturan Impor Garam

BANDUNG-Anggota Komisi IV DPR RI Rofi Munawar meminta Menteri Perdagangan (Mendag) segera mengevaluasi Peraturan Mendag (Permendag) Nomor 125 tahun 2015 tentang Impor Garam. Pasalnya, regulasi tersebut telah menghancurkan harga garam dan produksi petani garam di tingkat lokal.

“Dengan keluarnya regulasi ini,  semakin melegitimasi bahwa impor pangan tidak bisa terhindarkan di tahun 2016,” kata Rofi dalam siaran persnya yang diterima jabarprov.go.id, Rabu (3/2).

Kenyataan tersebut, menurut Rofi, membuktikan bahwa tidak ada kebijakan pemerintah yang secara serius meningkatkan kesejahteraan para petani garam. Setidaknya, memperbaiki mutu dan produktiktivas produksi garam.

Diketahui, Permendag nomor 125/M-DAG/Per/12/2015 secara efektif akan berlaku pada tanggal 1 April 2016. Peraturan ini adalah pengganti Permendag nomor 88/M-DAG/PER/10/2015 tentang ketentuan Impor Garam. Dalam peraturan terbaru ini dijelaskan tidak ada kewajiban importir untuk menyerap garam rakyat, tidak ada ketentuan mengenai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dan tidak ada ketentuan pembatasan waktu untuk impor garam.

“Sepanjang tata niaga garam dibiarkan timpang seperti ini, maka selama

itu Indonesia tidak akan pernah mampu menjadi produsen garam yang unggul. Sudah secara teknologi tertinggal, dalam pemberian insentif juga seringkali salah sasaran,” jelasnya.

Rofi menegaskan kebijakan Mendag inilah secara jangka panjang akan meminggirkan peran petani dalam memenuhi kebutuhan konsumsi garam lokal.

“Mengingat hampir tidak ada jaminan bahwa importir akan menyerap

garam lokal dengan harga yang pantas,” tegas Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Industri dan Pembangunan (Inbang) ini.

Rofi berharap Mendag segera mengevaluasi regulasi ini dengan cara melakukan verifikasi antara data konsumsi garam secara nasional dan kuota yang dibutuhkan. Kecukupan garam nasional diyakini dapat menunjang industri olahan, seperti pengalengan makanan-minuman, pengolahan ikan, pengawetan makan, dan industri lainnya.

“Pemerintah perlu sadari pengolahan garam yang ada masih menggunakan

teknologi sederhana yang bergantung kepada kondisi cuaca. Namun, seharusnya dilakukan pemberdayaan secara serius oleh pemerintah agar menghasilkan kualitas garam yang baik,” tukasnya.

 

Baca Juga :

Gapensi Berharap Pengusaha Kecil Jadi Subkon

Gapensi Berharap Pengusaha Kecil Jadi Subkon

Gapensi Berharap Pengusaha Kecil Jadi Subkon
Gapensi Berharap Pengusaha Kecil Jadi Subkon

BANDUNG–Gapensi Jabar siap untuk ikut andil dalam pembangunan

infrastruktur di Jabar. Saat ini jumlah anggota Gapensi Jabar mencapai 8000 orang.

Ketua Gapensi Jabar Susilo Wibowo mengatakan banyak proyek di Jabar

dalam skala nasional dan mega proyek, kondisi ini menjadi peluang bagi anggotanya, jelasnya di Bandung, Selasa (9/2).

“Saya berjarap pengusaha konstruksi skala kecil juga diikut sertakan dalam proyek besar itu. Jangan ditinggalkan,” ujarnya.

Menurutnya pengusaha besar harus ikut membawa pengusaha kecil agar

sama-sama dalam pembangunan Jabar. Menurutnya pengusaha kecil bisa menjadi partner dalam membangun sejumlah proyek infrastruktur.

“Banyak dari kami yang kecil-kecil, mohon ikut sertakan. Bisa menjadi sub kontrak,” harapnya. Jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436583/apa-itu-polimer/