Anggaran Riset di Indonesia Masih Sangat Minim

Anggaran Riset di Indonesia Masih Sangat Minim

Anggaran Riset di Indonesia Masih Sangat Minim
Anggaran Riset di Indonesia Masih Sangat Minim

Anggaran untuk riset di Indonesia masih terbilang minim. Besarannya hanya 0,09% daru produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Padahal untuk biaya riset diperlukan 0,5% dari PDB. “Saat ini masih minim. Jumlahnya memang triliunan tapi itu masih kurang,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir usai menghadiri pelantikan rektor UI di Kampus UI, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (4/12/2014).

Dari alokasi dana riset, sumbangsih dunia usaha hanya 26%. Sebesar 74% berasal dari pemerintah.

Dia mengakui peran dunia usaha terhadap riset di Indonesia masih sangat rendah. Hal itu disebabkan belum diterapkannya hasil penelitian dalam dunia usaha.

“Untuk itu saya akan upayakan langkah hilirisasi

terhadap hasil penelitian sehingga peran dunia usaha dalam riset bisa bertambah,” tutur Nasir.

Dia menjelaskan hasil riset yang nantinya bisa diimplementasikan ke dunia usaha antara lain pada bidang kemaritiman, ketahanan pangan dan energi.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik

dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) Bambang Wibawarta mengatakan UI terus mengembangkan riset di berbagai disiplin ilmu.

Dana yang dialokasikan juga cukup besar dna

diharapkan bertambah tahun depan. “Riset sangat penting. Tentunya ke depan riset di UI harus ditingkatkan. Walaupun memang timbal balik dari dunia usaha belum banyak. Untuk itu kami giat melakukan pendekatan dengan industri supaya bersinergi,” katanya, Kamis (4/12/2014).

Dana riset di UI mencapai Rp150 Miliar dan tiap tahun bisa menghasilkan sekitar 3.000 hasil riset dan 300 jurnal publikasi.

“Hasilnya memang banyak. Kita sudah memamerkan hasil penelitian tersebut,” ungkap Bambang.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/struktur-dan-jaringan-tumbuhan/

420 Pelajar Akan Ikuti Kompetisi Matematika di Singapura

420 Pelajar Akan Ikuti Kompetisi Matematika di Singapura

420 Pelajar Akan Ikuti Kompetisi Matematika di Singapura
420 Pelajar Akan Ikuti Kompetisi Matematika di Singapura

Sebanyak 420 dari 1.500 finalis Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke 10 se-Indonesia dipastikan lolos dan berhak mengikuti ajang International Mathematics Contest (IMC) di Singapura pada 31 Juli-3 Agustus 2015 mendatang.

Ratusan finalis kompetisi sejenis olimpiade

matematika tersebut merupakan para peraih medali perunggu, perak dan emas, mulai dari kelas 1 hingga 11 sekolah tingkat SD, SMP dan SMA se-Indonesia.
Mereka berhasil menumbangkan 80 ribu peserta KMNR yang digelar Klinik Pendidikan MIPA (KPM), pada Januari (Penyisihan) dan April 2015 (Final) di GOR Pusbang SDM Perhubungan, Kemang, Kabupaten Bogor.

Kinantan Arya Bagaspati (14), salah satu finalis yang berhasil meraih medali emas di kategori SMP kelas 8 mengaku bangga dengan torehan prestasinya di KMNR ke 10 ini. “Senanglah karena setiap ikut KMNR ini, saya selalu mendapat medali emas. Saya siap ikut ajang bergengsi matematika di tingkat Internasional manapun,” kata pelajar SMPN 2 Purwokerto usai menerima medali emas sekaligus ditetapkan sebagai peserta terbaik, Sabtu (12/4).

Presiden Direktur KPM Ridwan

Saputra usai menyematkan medali emas dan trofi kepada para pemenang mengatakan KMNR tahun ini merupakan yang terbesar. “Sebelum-sebelumnya hanya diikuti 50 hingga 60 ribu siswa saja. Tapi tahun ini jumlahnya cukup fantastis yakni 80 ribu orang dari seluruh Indonesia,” katanya.

Terkait ratusan finalis yang lolos untuk ikut dalam IMC

di Singapura, pihaknya membebaskan orang tua siswa mau mengikutsertakan anaknya atau tidak. “Yang jelas dari hasil kompetisi ini, kita tawarkan kepada mereka untuk ikut lomba matematika internasional di Singapura. Biasanya dari 450 pemenang medali, yang menyatakan siap ikut ke kompetisi internasional hanya 150-an, tapi itu tidak masalah bagi kami,” jelasnya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/contoh-teks-ulasan-novel-boy-chandra-surat-kecil-untuk-ayah/

Bantu Pemulihan, UMB Gelar Art Therapy Bagi Penderita Psikotik

Bantu Pemulihan, UMB Gelar Art Therapy Bagi Penderita Psikotik

Bantu Pemulihan, UMB Gelar Art Therapy Bagi Penderita Psikotik
Bantu Pemulihan, UMB Gelar Art Therapy Bagi Penderita Psikotik

Seni bukan hanya bisa dinikmati oleh manusia normal, tapi juga bermanfaat bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Inilah yang dilakukan Fakultas Desain dan Seni Kreatif (FDSK) Universitas Mercu Buana (UBM).

Bekerja sama dengan Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1, Kelurahan Meruya, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, FDSK menggelar workshop Art Therapy. Kegiatan itu diyakini dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas para penyandang psikotik yang ada di UILS tersebut.

Dalam kegiatan yang merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat di lingkungan UMB ini, Kampus UMB menargetkan melakukan terapi terhadap 38 warga penyandang psikotik, yakni orang dengan masalah kejiwaan dan gangguan kejiwaan. Pelatihan dihelat selama dua hari dengan melibatkan mahasiswa, dosen, dan aktivis kemanusiaan di UILS.

Dosen Art & Craft FDSK UMB, Nina Maftukha, mengatakan, art therapy merupakan salah satu solusi atas gerakan penyadaran kesehatan mental melalui olah garis dan warna.

“Bahwa dalam garis dan warna terdapat intensitas cahaya, intensitas garis tebal tipis, intensitas penekanan tangan saat menggores, intensitas emosi, dan intensitas warna dalam kategori warna hangat, panas, dan dingin. Hal ini bisa digunakan untuk terapi proses penyembuhan dalam hal emosi, ekspresi diri dan aktualisasi diri dari para penyandang psikotik,” ungkapnya dalam keterangan persnya yang diterima SINDOnews, Senin 18 Februari 2019.

Nina berharap, kegiatan Workshop Art Therapy ini mampu mempercepat proses penyembuhan penderita psikotik melalui melukis ekspresi sebagai media terapi penyembuhan untuk permasalahan gangguan kejiwaan.

“Melalui pelatihan selama dua hari ini, kami berharap para penyandang psikotik mampu meningkatkan kreativitas dan produktivitas mereka,” harapnya.

Ketua Program Studi Desain Interior FDSK UMB, Chandrarezky Permata Sari menambahkan, selain memberikan terapi tersebut, para penyandang psikotik juga diberikan pembekalan keterampilan membuat kerajinan tangan.

“Bahannya ramah lingkungan dan tetap didampingi pembinanya. UMB juga memberikan keterampilan bagaimana pengemasannya dan membuat website untuk pemasarannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mercu Buana, Inge Hutagalung, mengutarakan, tujuan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat di lingkungan UMB adalah melakukan kegiatan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna membantu penyelesaian masalah di tengah-tengah lingkungan warga.

Maka kerja sama

dengan UILS di masa mendatang dapat ditingkatkan dengan melibatkan partisipasi dosen dari fakultas-fakultas lain, seperti Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Komunikasi,” katanya.

Dekan FDSK UMB

, Ariani Kusumo menyatakan, kegiatan art therapy merupakan salah satu solusi atas gerakan penyadaran kesehatan mental melalui olah garis dan warna. Hasil dari kegiatan workshop Art Therapi diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan penderita psikotik melalui melukis ekspresi sebagai media terapi penyembuhan untuk permasalahan gangguan kejiwaan.

Unit Informasi

Layanan Sosial merupakan bagian dari Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Instansi ini hadir sebagai wadah bagi masyarakat yang mengalami masalah kejiwaan atau disabilitas mental.

 

Baca Juga :

 

 

Disparitas Kualitas Pendidikan di Segala Lini Harus Dientaskan

Disparitas Kualitas Pendidikan di Segala Lini Harus Dientaskan

Disparitas Kualitas Pendidikan di Segala Lini Harus Dientaskan
Disparitas Kualitas Pendidikan di Segala Lini Harus Dientaskan

 

 

Pendidikan merupakan modal dan aset yang sangat berharga bangsa Indonesia. Partai Nasdem akan berjuang sekuat mungkin untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan berbagai regulasi dan program yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Ketua DPP Partai Nasdem

Bidang Pendidikan, Nining Indra Saleh mengatakan, Nasdem akan memperjuangkannya melalui parlemen maupun eksekutif. Salah satu yang ditarget adalah memperbaiki kualitas pengajar atau guru agar disparitas pendidikan di desa dan kota tidak jauh.

Dengan pendidikan

yang berkualitas akan membuat Indonesia menjadi negara maju dan bisa bersaing dengan negara lain. Bahkan, dengan pendidikan, potensi korupsi bisa diminimalisir.

Guru-guru dipersiapkan bagaimana mengimplementasikan kurikulum yang sudah dirumuskan,” kata Nining Indra Saleh, pada Senin (18/2/2019).

Setelah kualitas guru

sudah memadai, barulah konsentrasi bagaimana memperbaiki infrastruktur pendidikan dan fasilitas penunjang sekolah.

“Fasilitas sekolah seperti perpustakaan, laboratorium dan lainnya. Kita harus memberikan perhatian khusus dalam membangun fasilitas sekolah,” katanya.

Menurut Nining, kalau fasilitas sekolah bagus, tidak perlu lagi ada murid untuk mendapatkan pendidikan berkualitas harus hijrah ke kota. Program berikutnya beasiswa untuk rakyat tidak mampu.

Program Indonesia Pintar (PIP) yang ada saat ini sudah baik, tapi perlu dikembangan dan ditingkatkan lagi. Program ini sangat membantu untuk membayar SPP, membayar baju, buku,” ujarnya.

Di kesempatan berbeda, politisi Partai NasDem, Muhammad Farhan mengatakan, ketimpangan kualitas pendidikan di kota dan daerah memang sebuah masalah besar. Karena bagaimana pun, kata dia, tugas utama dari seluruh lapisan untuk memastikan terjadi pemerataan dalam pendidikan.

 

Sumber :

http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/penjelasan-struktur-kulit/

Belum Maksimal, Daftar SNMPTN Diperpanjang hingga 19 Februari

Belum Maksimal, Daftar SNMPTN Diperpanjang hingga 19 Februari

Belum Maksimal, Daftar SNMPTN Diperpanjang hingga 19 Februari
Belum Maksimal, Daftar SNMPTN Diperpanjang hingga 19 Februari

Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) kembali diperpanjang. Sejatinya masa pendaftaran selesai pada Kamis (14/2), dan diperpanjang hingga Sabtu (16/2), kemudian diperpanjang lagi hingga Selasa (19/2) pukul 22.00 WIB. Masa pendaftaran dan finalisasi SNMPTN bagi siswa yang berminat masuk kuliah melalui jalur prestasi ini diperpanjang lagi karena akses untuk pendaftaran dan finalisasi yang masih belum optimal.

Jika masih ada siswa yang belum dapat melakukan pendaftaran dan finalisasi, maka panitia akan mencarikan solusi yang pada prinsipnya tidak merugikan siswa. “Siswa dimohon tetap tenang. Pelayanan pendaftaran akan dibuka hingga 19 Februari pukul 22.00 WIB,” kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT) Ravik Karsidi kemarin.

Ketua Pelaksana LTMPT

Budi Prasetyo Widyobroto menambahkan, alasan masa pendaftaran yang diperpanjang itu karena LTMPT selaku lembaga tes yang baru diresmikan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) melihat perkembangan jumlah pendaftar yang belum optimal seperti yang diharapkan. Dia menjelaskan, penumpukan pendaftar masih saja terjadi karena siswa antre pada masa-masa terakhir pendaftaran.

Namun, pihaknya terus mencari solusi agar proses pendaftaran bisa berjalan lancar. Budi menuturkan, LTMPT sebelumnya pada 14 Februari sudah memberlakukan ganjil-genap agar siswa bisa bergiliran login. Sistem ini didasarkan pada nomor induk siswa nasional (NISN).

Pengaturannya yakni jika NISN

ganjil, maka jam pendaftarannya pada jam ganjil dan jika nomornya genap maka bisa login di jam genap. “Kami sebelumnya sudah menambah server 10 dan bandwith-nya juga sudah dinaikkan. Kami harap siswa yang belum finalisasi pun bisa segera mencetak kartu pendaftaran,” jelasnya kepada KORAN SINDO.

Perkembangan pendaftaran SNMPTN

hingga pukul 17.30 kemarin yakni jumlah siswa yang dinyatakan lulus pada 2019 sebanyak 2.330.420 orang. Sedangkan jumlah siswa yang boleh mendaftar SNMPTN 2019 sebanyak 778.849 orang. Total jumlah siswa yang sudah melakukan pendaftaran sebanyak 472.371 orang. Selanjutnya jumlah pendaftaran yang sudah finalisasi sebanyak 459.820 orang.

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman menyampaikan, sampai saat ini jumlah siswa yang mendaftar ke Unnes sebanyak 22.701 orang. Jumlah pendaftar yang mendaftarkan dirinya ke Unnes sebagai PTN pilihan pertama sebanyak 13.972 orang dan yang menjadikan Unnes sebagai PTN pilihan kedua sebanyak 8.729 orang.

Sementara itu, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsyah Suryadi menjelaskan, LTMPT dan jajaran panitia SNMPTN dinilai sudah bekerja keras dan sudah melakukan sosialisasi sejak awal.

Baik itu mengenai proses pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) maupun pendaftaran dan finalisasi. “Kita apresiasi dan hormati kepada LTMPT dan segenap jajarannya. Mekanisme SNMPTN bukan kegiatan baru sehingga publik seharusnya sudah tahu sejak awal,” katanya.

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menduga ada masalah sehingga ada perpanjangan waktu pendaftaran ini terkait dengan lalu lintas atau volume pendaftar yang sangat tinggi di akhir masa pendaftaran. Menurut dia, hal ini disebabkan oleh perilaku calon peserta yang menunda aktivitas pendaftaran ke ujung periode pendaftaran.

Kadarsyah pun berharap kondisi ini menjadi pembelajaran bagi para peserta sehingga tidak terulang lagi pada proses pendaftaran ujian berbasis komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Semoga para peserta memperbaikinya dengan menyegerakan proses pendaftaran sehingga tidak menumpuk di ujung. Demikian pula untuk tahun depan, yang sekarang masih kelas dua mau naik ke kelas tiga agar belajar dari pengalaman ini,” harapnya

 

 

Sumber :

https://bandarlampungkota.go.id/blog/struktur-kulit-fungsi-kulit-beserta-gambar-kulit/

HUT RI 73, 258 Napi di Jabar Bebas

HUT RI 73, 258 Napi di Jabar Bebas

 

HUT RI 73, 258 Napi di Jabar Bebas

BANDUNG

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan, bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Ibnu Chuldun, secara simbolis menyerahkan remisi dalam rangka HUT ke 73 Kemerdekaan Indonesia, di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) klas II A Bandung jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Kota Bandung, Jumat (17/08/2018).

Dari total 11.995 narapidana yang mendapat remisi HUT ke 73 Kemerdekaan Indonesia, dari 6 rumah tahanan negara dan 27 lembaga permasyarakatan. Ada dua jenis remisi yang diberikan. Yaitu Sebanyak 11.737 mendapat remisi umum I dan 258 narapidana di antaranya menerima remisi umum II, atau bebas.

Hari ini saya berada di Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin

Memang tugas saya hari ini membedikan remisi secara simbolis kepada warga binaan yang mendapatkan hak -nya,” ungkap Pj Mochamad Iriawan.

“Ada 258 se-Jawa Barat yang mendapat remisi bebas hari ini. Jadi selamat untuk warga binaan yang bebas hari ini,” katanya.

Iriawan pun menyebut pembinaan di rutan atau lapas, bukan untuk membalas perbuatan yang dilakukan. Tapi bagaimana mengembalikan masyarakat ke jalan yang benar, dengan bekal keahlian yang diberikan.

Sebagai contoh

Iriawan mengungkapkan rasa bangganya saat melihat berbagai keahlian yang ditampilkan warga binaan. Mulai dari kesenian, kerajinan tangan, hingga berbagai produk lainnya.

“Kita cukup bangga melihat inovasi warga binaan ada tari-tarian, ada kerajinan, dan semua yang ada di sini. Ini jadi hari yang indah bagi mereka,” Katanya.

Sementara itu, pemberian remisi sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang perubahan atas PP Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat

Ibnu Chuldun, mengatakan bahwa harus diberikan informasi kepada publik terkait hak remisi yang diatur undang- undang ini.

Ia menyebut, dari 6 rumah tahanan negara dan 27 lembaga permasyarakatan, berpenghuni warga binaan yang seluruhnya berjumlah 22.880 orang. Mereka terdiri dari tahanan 17.390 orang, dan narapidana sebanyak 5.489 orang.

“Dengan klasifikasi pidana umum sebanyak 14.613 orang, dan pidana khusus 8.214 orang,” Sebutnya.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari Tipikor sebanyak 647 orang, narkotika bandar 7.229 orang, narkotika pemakai sebanyak 3.356 orang.

“Sementara terorisme berjumlah 132 orang,” paparnya.

Turut hadir pada kegiatan ini , Kepala Divisi Pemasyarakatan, Krismono, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Bandung Raya, serta unsur Forkopimda Jawa Barat.

 

Artikel terkait:

Bima Arya Gaungkan Semangat Pantang Menyerah

Bima Arya Gaungkan Semangat Pantang Menyerah

 

Bima Arya Gaungkan Semangat Pantang Menyerah

Walikota Bogor Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya menjadi Inspektur Upacara pada HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Bogor di Lapangan Pusdikzi, Jalan Jenderal Sudirman, Bogor Tengah, Jumat (17/8/2018) pagi. Upacara ini diikuti oleh sejumlah unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), veteran, jajaran TNI/Polri, tokoh masyarakat hingga pelajar.

Bertindak sebagai Komandan Upacara Kompol Fajar Hari Kuncoro yang kesehariannya bertugas sebagai Kepala Bagian Operasi Polresta Bogor Kota. Upacara tersebut pun berjalan lancar dan khidmat.

Dalam pidato kemerdekaannya, Bima Arya menekankan sejumlah poin penting di tengah kondisi bangsa saat ini. Bima menyebut Hari Kemerdekaan adalah momentum untuk mengingat kembali semangat pantang menyerah.

“Negara ini dibangun oleh sosok-sosok yang tidak menyerah walau perbedaan menghadang. Tidak menyerah walau tekanan penjajah yang maha dahsyat. Tidak menyerah walau dikhianati oleh kawan perjuangan. Republik ini berdiri karena manusia-manusia yang menolak untuk tunduk pada bujuk rayu penjajah,” ungkap Bima, bersemangat.

Sejumlah pesan dari para pejuang yang memacu semangat persatuan dan pantang menyerah pun ikut dilontarkan Bima Arya dalam pidato kemerdekaannya. Seperti yang diungkapkan Sutan Syahrir, “Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan.”

Bima juga mengutip pesan Jenderal Sudirman yang berkata, “Meskipun kamu mendapat latihan jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah! Kepandaian yang bagaimanapun tingginya, tidak ada gunanya jika orang itu mempunyai sifat menyerah! Tentara akan hidup sampai akhir jaman, tentara akan timbul dan tenggelam bersama negara.”

Tak ketinggalan, kutipan Presiden pertama RI Soekarno juga trutu dibacakan Bima, yang berisi “Marilah kita optimis menatap masa depan bangsa. Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”

“Jangan menyerah di Kota Bogor. Selalu ada jalan untuk orang-orang yang optimis. Kita adalah keturunan pejuang. Bogor diwariskan oleh orang-orang hebat yang tak kenal menyerah. Sebut saja perjuangan Soleh Iskandar, Abdullah bin Nuh, Kapten Muslihat, Ibrahim Aji dan pahlawan asal Bogor lainnya,” katanya.

Suami dari Yane Ardian

Suami dari Yane Ardian ini juga mengajak kepada generasi muda untuk tidak menjadi generasi pengecut. “Jadilah generasi pemberani. Berani siapkan masa depan. Pemkot terus berikhtiar untuk mencetak generasi yang pantang menyerah dan siap menjemput masa depan. Fasilitas umum dibangun untuk berikan ruang ekspresi. Sekolah ibu untuk memastikan keluarga sebagai benteng utama membangun karakter,” ujar Bima.

Bima juga mengajak kepada seluruh perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Kota Bogor, untuk tidak berhenti berikhtiar untuk mencetak generasi yang pantang menyerah. “Dinu kiwari ngancik nu Bihari. Kota kita, masa depan kita, di tangan kita. Kita sambut masa depan cemerlang dengan semangat kebersamaan dan pantang menyerah. Merdeka!,” tutup Bima.

Usai upacara

Bima Arya langsung memberikan ucapan selamat kepada Komandan Upacara dan jajaran Paskibraka Kota Bogor yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

Bima Arya dan Muspida

Bima Arya dan Muspida kemudian bertolak menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Paledang untuk menyampaikan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Yosanna Laoly tentang pemberian remisi kepada warga Binaan Lapas Paledang pada peringatan HUT RI ke-73.

 

Sumber: http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/gelombang-elektromagnetik/

Intip Mobil Sisa Perang Dunia II Tunggangan Bima Arya

Intip Mobil Sisa Perang Dunia II Tunggangan Bima Arya

 

Intip Mobil Sisa Perang Dunia II Tunggangan Bima Arya

HUT Kemerdekaan RI ke-73

Ada yang unik dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun ini. Walikota Bogor Bima Arya datang ke lokasi upacara dengan menunggangi mobil klasik sisa perang dunia II. Seperti apa?

Datang bersama sang istri Yane Ardian

Bima Arya tiba di Lapangan Pusdikzi, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Jumat (12/8/2018), sekitar jam 09.00 WIB.

Seperti biasa Bima mengenakan pakaian dinas upacara besar (PDUB) serba putih. Sementara Yane menyelaraskan dengan kebaya yang didominasi warna merah.

Yang unik

Walikota datang menunggangi kendaraan klasik kental dengan nilai historisnya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini ia menaiki kendaraan Mercedes Benz tipe W142 jenis Cabriolet pabrikan tahun 1937.

“Ini setiap 17 Agustus (sudah tahun ke-4) saya selalu dipinjami oleh teman-teman komunitas mobil antik. Tahun ini mobil produksi tahun 1937,” ungkap Bima ketika ditanya awak media usai memberikan remisi HUT RI di Lapas Paledang Bogor.

Menurut Bima

Awalnya mobil ini diproduksi di Jerman dengan jumlah terbatas, yakni hanya 11 unit di dunia.

“Mobil ini diproduksi saat perang dunia kedua waktu itu. Tapi hampir semuanya hancur karena bom. Jadi di dunia ini tinggal 4 yang tersisa. Salah satunya milik pak Anton Sulaiman. Rajanya kolektor mobil antik. Beliau koleksinya banyak sekali. Beliau sukarela meminjamkan mobil ini untuk saya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari sekian banyak mobil klasik

Mercy W142 ini yang paling membuatnya berkesan. “Mobil ini yang paling luar biasa. Karena nilai sejarahnya, antiknya, saya khawatir deg-degan takut di seruduk angkot tadi soalnya harganya juga luar biasa,” kata Bima, lalu tertawa.

Ya, Mercedes Benz W142 jenis Cabriolet tahun 1937 ini ditaksir memiliki harga jual sekitar Rp7 miliar. Sang Pemilik Anton Sulaiman yang juga Pembina Perhimpunan Pecinta Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), mengaku dirinya membeli mobil tersebut dari orang Singapura 3 tahun lalu dengan harga Rp5,5 miliar.

Diceritakan Anton

Sejarah mobil dengan cc 3.208 ini sebelumnya memang digunakan pada zamannya Hitler yang didesain khusus untuk pemimpinnya mereka di Jerman.

Selain nilai sejarah tinggi, kata Anton, semua onderdil maupun mesinnya masih utuh seperti baru dibuat pada tahun 1937.

 

Sumber: http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/

Pendidikan Multikultural sebagai Alternatif Upaya Menjaga dan Melestarikan Budaya

Pendidikan Multikultural sebagai Alternatif Upaya Menjaga dan Melestarikan Budaya

Pendidikan Multikultural sebagai Alternatif Upaya Menjaga dan Melestarikan Budaya
Pendidikan Multikultural sebagai Alternatif Upaya Menjaga dan Melestarikan Budaya

1. Karakteristik Belajar Hidup dalam Perbedaan

Selama ini pendidikan lebih diorientasikan pada tiga pilar pendidikan, yakni menambah pengetahuan, pembekalan keterampilan hidup (life skill), dan menekankan cara menjadi “orang” sesuai dengan kerangka berpikir peserta didik.

Kemudian dalam realitas kehidupan yang plural, ketiga pilar itu kurang mumpuni dalam menjawab relevansi masyarakat yang semakin majemuk. Maka dari itu diperlukan satu pilar strategis yakni belajar saling menghargai akan perbedaan, sehingga akan terbangun relasi antara personal dan intrapersonal.

2. Membangun Tiga Aspek Mutual

  • Membangun saling percaya (mutual trust)
  • Memahami saling pengertian (mutual undrstanding)
  • Menjunjung sikap saling menghargai (mutual respect)

Tiga hal ini sebagai konsekuensi logis akan kemajemukan dan kehegomonikan, maka diperlukan pendidikan yang berorientasi kepada kebersamaan dan penanaman sikap toleran, demokratis, serta kesetaraan hak.

3. Terbuka dalam Berfikir

Pendidikan seharusnya memberikan pengetahuan baru tentang bagaimana berpikir dan bertindak, bahkan mengadopsi dan beradaptasi terhadap kultur baru yang berbeda, kemudian direspons dengan pikiran terbuka dan tidak terkesan eksklusif. Peserta didik di dorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir, sehingga tidak ada kejumudan dan keterkekangan dalam berpikir.

4. Apresiasi dan Interdependensi

Karakteristik ini mengedepankan tatanan sosial yang care (peduli), dimana semua anggota masyarakat bisa saling menunjukan apresiasi dan memelihara relasi, keterikatan, kohesi, dan keterkaitan sosial yang rekat, karena bagaimanapun juga manusia tidak bisa survive tanpa ikatan sosial yang dinamis.

5. Resolusi Konflik dan Rekonsiliasi Kekerasan

Konflik dalam berbagai hal harus dihindari, dan pendidikan harus mengfungsikan diri sebagai satu cara dalam resolusi konflik. Adapun resolusi konflik belum cukup tanpa rekonsiliasi, yakni upaya perdamaian melalui sarana pengampunan atau memaafkan (forgiveness). Pemberian ampun atau maaf dalam rekonsiliasi adalah tindakan tepat dalam situasi konflik komunal.

Berangkat dari pemahaman karakteristik di atas, pendidikan multikultural adalah gerakan pembaharuan dan inovasi pendidikan dalam rangka menanamkan kesadaran pentingnya hidup bersama dalam keragaman dan perbedaan, dengan spirit kesetaraan dan kesederajatan, saling percaya, saling memahami dan menghargai persamaan, perbedaan dan keunikan agama-agama, sehingga terjalin suatu relasi dan interdependensi dalam situasi saling mendengar dan menerima perbedaan dalam pikiran terbuka, untuk menemukan jalan terbaik mengatasi konflik dan menciptakan perdamaian melalui kasih sayang antarsesama.

Menurut Hujair A. H. Sanaky, dalam melakukan pembaharuan, pendidikan diharapkan mengorientasikan tujuannya lebih bersifat problematis, stategis, aspiratif, menyentuh aspek aplikasi, serta dapat merespon kebutuhan masyarakat. Kemudian dari kerangka ini, tujuan yang dirumuskan meliputi aspek ilahiyyah (teoritis), fisik dan intelektual, kebebasan (liberal), akhlak, profesionalisme, berkualitas, dinamis, dan kreatif sebagai insan kamil dalam kehidupannya.

 

Baca Artikel Lainnya:

Manajemen Perpustakaan

Manajemen Perpustakaan

Manajemen Perpustakaan
Manajemen Perpustakaan

Sekarang ini masih dapat dijumpai perpustakaan menggunakan cara administrasi perkantoran biasa atau manajemen tradisional. Cara ini masih memiliki kekurangan dalam mengembangkan beberapa bidang, misalnya bidang layanan. Layanannya selalu monoton dan kurang menantang dalam kegiatan peminjaman dan pengembalian buku, yang disebabkan oleh masuknya pimpinan ke dalam bidang khusus sehingga tanggung jawab pada tingkat bawahan kurang.

Pengertian perpustakaan sebenarnya sudah ada sejak dahulu, yakni sejak ditemukan bahan dan cara untuk menulis pada zaman Babilonia. Lalu sejak itu pula embrio istilah perpustakaan mulai dikenal. Dalam pelaksanaannya kegiatan perpustakaan tumbuh bersama ilmu lain, yakni ilmu informasi, dokumentasi, dan kearsipan. Perpustakaan adalah sebuah unit kerja yang di dalamnya diperlukan sumber daya manusia, sumber daya fisik, dan sumber daya finansial sehingga diperlukan manajemen.

Secara umum, baik atau buruknya sebuah perpustakaan biasanya diukur dari banyaknya koleksi dan ukuran gedung atau ruangan. Padahal, perpustakaan adalah unit kerja yang melayani masyarakat akan bahan pustaka dan informasi. Menjalankan suatu unit kerja perpustakaan untuk melayani masyarakat pemakaiannya pada hakikatnya sama dengan menyelenggarakan dan mengoperasikan lembaga pada umunnya. Oleh sebab itu, diperlukan pengelolaan dengan baik yang berpedoman pada sistem manajemen.

Sering juga terjadi kondisi yang memperlihatkan adany jenjang yang terlalu panjang dalam struktur manajemen dan kesenjangan antara visi dan misi organisasi dalam penyusunan program dan kegiatan. Hal ini perlu disikapi lebih lanjut mengingat perpustakaan sebagai unit kerja yang harus berkembang, memerlukan pengelolahan yang tertib dengan menggunakan sistem manajemen modern.

Sistem manajemen modern mengharuskan setiap unit organisasi harus berorientasi pada hasil, memiliki sumber daya manusia yang profesional, dan memanfaatkan teknologi informasi. Sebagaiman diketahui, manajemen merupakan salah satu kajian tentang apa dan bagaimana cara yang bisa dilakukan, baik melalui teori maupun praktek, agar perpustakaan, dokumentasi, dan informasi bisa dikelola dengan berdaya dan berhasil guna. Dengan begitu, keberadaannya di tengah-tengah masyarakat mampu menyeleksi, menghimpun, mengolah, memelihara sumber informasi, dan memberikan layanan serta nilai tambah bagi setiap orang yang membutuhkannya. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-jaringan-tumbuhan-dan-fungsinya/)

Secara definitif, pengertian manajemen menurut Kamus Bahasa Indonesia, ialah proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Kegiatan seorang manajer, apa pun yang dilaksanakan adalah untuk mencapai suatu tujuan (badan, instansi, organisasi, lembaga, termasuk lembaga perpustakaan). Ruang lingkup kegiatannya atau yang disebut fungsi manajemen.
Fungsi manajemen meliputi 5 hal;

Pertama, perencanaan (planning) meliputi;

  • Menentukan tujuan yang hendak dicapai dalam waktu yang ditentukan
  • Menentukan suatu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan itu

Kedua, pengorganisasian (organizing) meliputi;

  • Mengelompokan sumber daya manusia
  • Menentukan berbagai kegiatan
  • Memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan itu

Ketiga, pengolahan tenaga kerja (straffing) meliputi;

  • Menentukan kebutuhan tenaga kerja
  • Melakukan pengerahan tenaga kerja
  • Melakukan penyaringan tenaga kerja
  • Pelatihan dan pengembangan tenaga kerja

Keempat, pemotivasian (motivating) meliputi;

  • Memberikan dorongan dan pengarahan
  • Menyalurkan tenaga kerja sesuai dengan tujuan yang akan dicapai

Kelima, pengontrolan dan pengawasan (controlling) meliput;

  • Mengukuhkan hasil pelaksanaan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
  • Menganalisis penyebab terjadinya penyimpangan
  • Melakukan tindakan korektif