Pendekatan Strategik Pengelolaan Kimia

Pendekatan Strategik Pengelolaan Kimia

Pendekatan Strategik Pengelolaan Kimia

Pendekatan Strategik Pengelolaan Kimia
Pendekatan Strategik Pengelolaan Kimia

Di Dahia, Brazil pada tahun 2000

Telah diselenggarakan pertemuan yang disebut Forum (ke-III) dari SAICM, Strategic Approach to International Chemical Management. Dalam pertemuan tersebut telah disepakati Deklarasi Dahia yang berkaitan dengan perioritas sebagai berikut:

  • Kendala-kendala dan keamanan kimia;
  • Keamanan permukiman dan kesehatan;
  • Pengumpulan data tentang kecelakaan (kimia);
  • Pengelolaan risiko dan pengendalian penggunaan pestisida yang beracun;
  • Pengembangan kapasitas kelembagaan; dan
  • Tindak lanjut SAICM di setiap negara.

Pertemuan ini dihadiri oleh 122 wakil negara

11 lembaga antarnegara seperti WHO, ILO, UNEP, FAO, UNDP, UNESCO, dan sebagainya. Dalam mengembangkan kerja sama international tentang penyelamatan bahan kimia, diharapkan agar World Customs Organization (WCO) ikut mengatur dan mengawasi peredaraan/lalu-lintas bahan kimia antarnegara. Disepakati bahwa dana yang ada pada Global Environmental Safety (GEF) dapat diluncurkan untuk melaksanakan konversi Stockholm pada tahun 2006.

Tim koordinasi pengolahan bahan kimia secara strategik

Sebagai tindak lanjut komitmen pemerintah Indonesia sejak tahun 1997 telah dibentuk Tim Teknis Pengolahan Bahan Kimia Terpadu yang terdiri atas wakil lintas sektor dengan Kementrrian Lingkungan Hidup sebagai leading sektor dengan dibantu oleh Badan POM ( Badan Pengawas Obat dan Makan). Sektor yang terkait di dalam tim tersebut adalah komisi pestisida, kerjasama BATAN-Depkes, Badan kesehatan dan keselamatan kerja, komisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL (baca:komisi kelakyakan pembangunan ), forum koordinasi manajemen kimia terpadu, dan berbagai badan lain yang dalam pembentukan seperti pusat pengendalian keracuna/pusat informasi keracunan. Berbagai kegiatan penunjang perlu dikembangkan seperti pendidikan,mulai sekolah dasar, menengah sampai perguruan tinggi,  pelatihan, pertemuan antar sektor, dan lain-lain. Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Profil nasional tentang infrastruktur pengelolaan

Bahan kimia di Indonesia jika menyangkut produksi, impor-ekspor serta penggunaan bahan kimia. Di samping itu juga disertai perencanaan dan pengawasan pengelolaan limbah bahan kimia dari berbagai sumber, industri, hotel, rumah makan, dan sebagainya.