Tiga Sekolah Kembali Dievaluasi

Tiga Sekolah Kembali Dievaluasi

Tiga Sekolah Kembali Dievaluasi

Tiga Sekolah Kembali Dievaluasi

Lomba Sekolah Sehat

Evaluasi tiga sekolah yang mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Jawa Barat kembali dilakukan Tim Pembina UKS bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor di ruang Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Selasa (29/08/2017). Evaluasi tersebut sebagai komitmen dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mempersiapkan LSS tingkat Jabar yang akandiselenggarakan September mendatang.

Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan

Dari hasil evaluasi Tim Pembina, tiga sekolah yang terpilih ke tingkat Jabar ini masih dibutuhkan perbaikan dibeberapa sisi. Sebab, jika melihat standarnya, baik TK Akbar, SD Insan Kamil dan SMP Negeri 6 Bogor masih memiliki kekurangan dibanding sekolah lainnya. “Harus kita evaluasi dan harus ada perubahan karena mereka akan berlomba di tingkat Jabar,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin mengatakan, evaluasi yang didapat dari Tim Pembina di TK Akbar mendapati pola makan anak-anak yang bekal makanannya masih belum mencukupi asupan gizi atau belum bervariasi. Hal ini mungkin disebabkan karena orangtua yang memilih menyiapkan makanan praktis seperti mie. Padahal, sesibuk apapun orangtua harus memperhatikan tumbuh kembang dan gizi anak. “Terkait masih kurang bervariasinya makanan di TK Akbar ini ditangani Dinas Ketahanan Pangan yang akan melakukan penyuluhan dalam hal pemenuhan asupan gizi,” terangnya.

Tidak hanya di TK Akbar

SD Insan Kamil pun turut mendapatkan evaluasi terkait kurangnya keterlibatan siswa dalam pemeliharaan tanaman toga I sekolah dan belum adanya tanda zonasi sekolah. Berbeda dengan di SMP Negeri 6 Bogor, diperoleh evaluasi jika penjual kantin di sekolah masih kurang bersih, tempat tidur di UKS belum memadai dengan jumlah siswa yang ada, begitu juga dengan kamar mandi yang belum mencukupi dan belum terawat baik.

LSS ini mencakup semua hal tentang kesehatan

Mulai dari pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan sekolah sehatnya. Jadi tidak hanya sekadar melihat fasilitas yang bagus tetapi melihat potret budaya dan kebiasaan hidup sehat masyarakat melalui ajang LSS,” pungkasnya.

Artikel terkait :