Waspada Penipuan Mengatasnamakan PLN

Waspada Penipuan Mengatasnamakan PLN

Waspada Penipuan Mengatasnamakan PLN

Waspada Penipuan Mengatasnamakan PLN
Waspada Penipuan Mengatasnamakan PLN

BANDUNG-Masa-masa menjelang dan pasca Idul Fitri serta tahun ajaran baru adalah momen yang rawan terjadi tindak kejahatan. Salah satu modus yang sering digunakan oleh para penjahat adalah mengatasnamakan PLN.

Beberapa modus operandi para penjahat tersebut antara lain menawarkan jasa layanan pasang baru, tambah daya, dan penggantian kWh meter. Ada pula yang berpura-pura menagih rekening listrik yang tertunggak atau memeriksa instalasi listrik di rumah pelanggan. Biasanya petugas gadungan ini akan meminta pembayaran tunai saat itu juga.

Ada juga yang menawarkan box kWh meter, kartu gantung meter, alat penghemat listrik, dan lain-lain disertai paksaan atau bahkan ancaman. Tak jarang pula mereka menggasak barang-barang seperti HP, laptop, dompet, saat pelanggan lengah.

Menurut PLT Deputi Manajer Komunikasi PLN Distribusi Jawa Barat,

Suargina, bisnis PLN hanyalah menjual tenaga listrik. PLN tidak pernah menjual kWh meter atau box kWh meter atau alat penghemat listrik atau barang lainnya kepada pelanggan/masyarakat. Setiap petugas resmi PLN yang mengunjungi rumah pelanggan selalu dilengkapi dengan kartu
pegawai/pengenal resmi dan surat tugas.

“Khusus untuk kegiatan penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL), pemeriksaan dilakukan oleh petugas resmi PLN dan selalu diminta untuk disaksikan pelanggan. Hasil pemeriksaannya pun dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani petugas dan pelanggan,” katanya.

Selain itu setiap transaksi dengan PLN seperti pembayaran pasang baru

, tambah daya, pembayaran tagihan listrik, pembelian token, maupun geser tiang, hanya bisa dilakukan di bank atau payment point online bank, sehingga langsung masuk ke akun bank PLN. Tanda bukti pembayaran yang diterima pelanggan adalah struk resmi dari bank atau tempat pembayaran online bank, bukan kuitansi yang dijual bebas di pasaran. Biayanya pun resmi sesuai tarif tenaga listrik yang berlaku.

“PLN tidak memperkenankan pembayaran apapun di rumah pelanggan. Hal

ini untuk menghindarkan pelanggan dari tindak penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. PLN melarang petugasnya untuk menerima apalagi meminta uang dari pelanggan. Petugas PLN juga tidak boleh menerima tip/pemberian dari pelanggan. Jika melihat, mengetahui, atau
mengalami tindak penipuan berkedok PLN, pelanggan dapat menghubungi Call Center PLN di nomor 022-123 atau langsung melapor ke pihak yang berwajib”, jelas Suargina. jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702851/pengembangan-ide-kreatif-dan-inovatif/