SAAT-SAAT YANG TELAH BERLALU

SAAT-SAAT YANG TELAH BERLALU

SAAT-SAAT YANG TELAH BERLALU
SAAT-SAAT YANG TELAH BERLALU

Ini adalah minggu kedua setelah liburan, rasanya setiap malam semakin sepi saja. Mungkin mahasiswa lainnya sudah pada pulang kampung, termasuk teman-teman satu kos ku. Tapi tak apalah, bukankah keadaan hening seperti saat ini, aku lebih bisa menikmati keindahan dari kesunyian ini.

Aku menghela nafas panjang. Waktu baru menunjukkan pukul 7 malam , tapi rasanya sudah seperti tengah malam. Aku berjalan ke luar dan mengunci pintu kamarku, aku memandangi gang di depan kos ku yang sudah semakin sepi. Biasanya gang ini menjadi salah satu gang tersibuk di tempat ini, tapi sekarang dia begitu diam dan sunyi. Aku duduk di bangku kayu reot yang ada di teras kos ku. Sejenak aku melihat ke atas, bintang mulai muncul kembali. Sudah lama aku merindukan bintang-bintang tua yang indah itu. Adakah cerita yang ingin mereka bagi dengan ku malam ini?

Aku ingin sekali berayun-ayun di atas sana bersama bintang-bintang di angkasa biru itu. Dari sana aku dapat memandangi kehidupan yang semakin fana ini. Aku bahagia menyambut sahabat tuaku itu, mereka telah bersembunyi selama beberapa bulan saat bumi ini dibasahi air hujan, dan malam ini mereka mengunjungiku. Mereka menyapaku dengan senyuman bulan sabit yang begitu indah mempesona. Ceritakanlah apa yang kau saksikan dari atas ketinggian itu sahabat ku!

“ Bintang, bagaimana kabarmu malam ini?” Mereka tersenyum memandangku. Lagu-lagu romantis milik Jikustik mengalun lembut dilaptopku. Alam yang terdiam mendesah melihat kami begitu bahagia, dua sahabat yang saling merindukan. “Aku ingin sekali memberitahu mu, aku rindu sekali dengan sahabat-sahabatku waktu SMA dulu?” Aku terus berbicara, sementara mereka masih tersenyum seakan mengerti arti kerinduanku yang sangat dalam.

Aku membagi cerita ku yang indah itu. Aku mengulang kembali saat-saat yang sudah berlalu dengan mereka. Aku ingin mereka mengerti apa itu persahabatan, apa itu kenangan. Mereka harus tahu, kalau disuatu tempat di dalam kehidupan ini aku masih memiliki banyak teman, sahabat yang aku rindukan dan mungkin juga merindukan aku. Wajah-wajah mereka melintas begitu saja di depan mataku, seakan-akan seseorang memasang layer dan membuat slide show foto-foto mereka. Mereka, sahabat-sahabatku yang super-super nyebelin tapi sangat peduli dengan teman. Andaikan waktu ini bisa menghadirkan mereka kembali dihadapanku aku akan berteriak ke seantoro galaksi. Akan kuberitakan bahwa aku punya sahabat yang sangat kurindukan.

Di sini aku tidak pernah mendengarkan suara jangkrik. Tidak seperti di rumah, derik jangkrik bagaikan tembang tidur yang sangat merdu. Akh… semua ini membuatku semakin rindu saja. Kira-kira apa yang mereka lakukan nun jauh di seberang sana? Aku tersenyum, seakan-akan aku tahu apa yang mereka lakukan. Seakan-akan aku melihat sedang apa mereka sekarang. Aku ingin mengajak mereka mengendarai bintang, mengelilingi galaksi dan berpetualang di jagat raya.

Semasa SMA dulu, tepatnya semasa kelas XII IPA 1 saat-saat terakhir kami di sekolah, ada cerita yang tercipta dari setiap langkah dan nafas yang kami buat. Kelas yang dulunya monoton, diam dan tidak begitu kompak berubah menjadi surga yang indah. Menjadi sebuah ruangan yang nyaman. Rasanya aku belum bisa melupakan bagaimana suasana saat itu. Aku memejamkan mata sejenak, mencoba masuk ke dalam sel-sel otak ku yang paling dalam. Aku mencoba mengali kembali memori-memori yang tersimpan di otakku. Setelah sekian lama, akhirnya aku menemukannya.

Aku ingat sekali, usai Ujian Akhir Nasional, suasana sudah begitu rileks. UAN yang menakutkan itu sudah terlampaui, walaupun sebenarnya kami belum tahu hasil akhirnya. Saat itu kami hanya berfikir, UAN sudah berakhir, urusan lulus gak lulus nanti dulu. Ada sekitar dua minggu lagi untuk menyelesaikan ujian akhir sekolah. Selama masa dua minggu ini, no time for study. Kami datang ke sekolah, duduk sebentar, ngobrol dan lari lewat pagar belakan kantor kepala sekolah.

Dalam masa-masa terakhir ini kami mengukir prestasi yang melekat di tembok sekolah, dinding kelas, meja dan kursi di ruangan. Jika kelak mereka ditanya dan disuruh membeberkan apa sebenarnya yang kami lakukan, pasti mereka akan menceritakan semuanya dari A sampai Z. Semuanya bercerita tentang tawa, tangis dan canda. Semuanya sudah kami lalui selama tiga tahun dan akan segera berakhir dalam hitungan dua minggu.

Dalam hal ini aku teringan dengan Hetty temanku. Sesosok wanita tinggi besar, berambut panjang lurus, kulit putih, rajin, cerewet, rapi, bersih. Semua embel-embel ini membuatnya menjadi miss cerewet sepanjang masa. Tapi aku sangat merindukannya, dia begitu baik, peduli dengan orang disekitarnya. Dia ini menjadi menantu rebutan antara bapak Kepala sekolah, bapak Pembina OSIS, bapak wali kelas XII IPA 1, ibu R. Simorangkir dan ibu R. Sitompul.

Satu hal yang paling aku ingat dan tidak ingin aku lupakan yaitu kata-kata yang selalu dia ucapkan saat aku sedih. “ Hai Gus, kamu kok gak kayak biasanya. Kamu lagi sakit atau lagi banyak masalah ya?”. Kata-kata yang begitu sederhana, tidak putis, singkat namun menggambarkan sebuah kepedulian yang tulus. Sehingga sampai sekarang, saat aku menghadapi banyak masalah, aku masih sering merindukan kata-kata itu. Jujur, kata-kata itu mungkin tidak berarti banyak baginya, tapi itu lebih dari bermakna buatku, dan aku yakin ada sebuah rahasia yang terkadung di dalamnya. Kata-kata itu cukup membuat orang yang down bangkit kembali. Malah aku yakin kata-kata itu mampu untuk membangkitkan orang mati dari kuburnya, (coba aja Ti, siapa tahu ngefek).

Aku juga merindukan Yessy. Temanku yang satu ini tidak jauh beda dengan Hetty. Super nyebelin, cerewet, baik, peduli tapi tidak begitu rapi. Yah 11-12 dengan aku yang urakan. Aku paling senang ngobrol dengan mahkluk yang satu ini. Dia adalah mahkluk yang tidak ada takutnya, tapi terkadang yang membuatku bingung, dia malah takut dengan hal yang sepele. Misalnya, dia paling takut sama orang gila dan anjing. Dia senang menantang bahaya, seperti bepergian gak pakai helm, pas pak polisi memanggil dia, cukup dengan membunyikan klakson motornya dan berlalu seakan-akan tidak pernah ada masalah. Ada-ada saja memang temanku yang satu ini.

Heru, teman yang selalu stay cool dan paling cuek bebek. Satu-satunya orang yang tidak pernah marah saat aku ejek. Kadang aku menyesal menggodanya berlebihan, apalagi mengingat dia tidak pernah marah. Tampangnya biasa saja, tapi menyimpan pesona yang sulit untuk dimengerti. Apakah mungkin dia ini termasuk dalam golongan cowok idaman. Bukan sebuah kebohongan kalau aku menyebutnya menjadi salah satu cowok incaran wanita di sekolah ku dahulu.

Mungkin itulah beberapa teman yang paling aku rindukan untuk saat ini. Dan jika kembali ke sekolah, aku ingin mendengar suara daun-daun pinus yang tertiup angin lembah. Serta nyanyian sunyi yang berasal dari dolok Sitare-tare. Aku ingin mendengar penuturan mereka, tentang semua kenangan kami. Saat dulu kami mencoba membuka sekrup pagar besi di belakang kantor kepala sekolah dan satu persatu turun secara diam-diam. Ini kami lakukan karena kami tidak mendapat izin untuk pulang, padahal proses belajar-mengajar sudah usai sejak UAN dimulai.

Inilah hal tergila yang pernah kami lakukan selama kami bersama. Entah siapa yang telah mengajukan ide tolol dan berbahaya itu, tapi seingatku hampir semua orang mendukungnya. Aku ingat saat satu persatu siswi kelas XII lewat dari celah pagar yang sempit itu. Awalnya mereka merengek dengan segala tetek bengek mereka. Aku ingat betul apa yang mereka ucapakan.

“ Pegangin…. nanti aku jatuh.” Mereka merengek manja, seperti seorang anak kecil yang meminta untuk dipegangin saat melewati jembatan yang hampir roboh. Hal ini jelas saja membuat siswa yang lain menjadi sebal. Entah siapa pelakunya tiba-tiba dari arah depan seseorang berteriak.

“ Woi, Pak TS datang!” Mereka yang sudah terlanjur berdiri di atas pagar dan di luar pagar, melompat dan berlari pontang-panting. Rengekan minta dipegangin tidak ada lagi. Sementara mereka yang masih di dalam pagar, memasang wajah polos menyebalkan dan tetap stay cool. Ada-ada saja kami ini.

Setelah dipastikan keadaan sudah kembali aman, aksipun dilanjutkan. Semua bergotong-royong, saling tolong-menolong. Ada yang menahan pagar besi, ada yang memegangin orang yang sedang turun dan ada yang bertugas sebagai tim penjaga. Pokoknya semuanya kompak demi satu tujuan, yaitu cabut bareng-bareng dari sekolah. Mungkin inilah kenangan paling seru sekaligus yang paling nakal dan yang terindah yang pernah kami alami bersama. Dan setelah ini memang tidak ada lagi, karena setelah ujian akhir sekolah usai, kebanyakan teman-teman berangkat ke Medan untuk mengikuti bimbingan belajar untuk persiapan SPMB.

Sebagian besar dari kami sudah bersama sejak kelas X, dan beberapa orang lagi menjadi satu kelas kami di kelas XI. Mungkin inilah yang membuat kami menjadi seperti saat ini. Walaupun terkadang ada sedikit perpecahan, tapi itu manusiawi. Apalagi masa ketika kami baru dimekarkan dari SMA Negeri 1 Tarutung. Saat itu kami dimasukkan di SMA Negeri 2 Tarutung. Masa peralihan yang sulit inilah yang membuat kami semakin yakin dan sadar akan kekompakan. Kami harus kompak menghadapi anggapan orang-orang yang menyebut sekolah kami, SMA buangan. Kami harus kompak menhadapi saat orang-orang menyebut sekolah kami, SMA no 2.

Waktu dan masa telah mengajari kami, ejekan, penghinaan dan pandangan sebelah mata menjadi guru yang menempa kami untuk lebih yakin, lebih baik, lebih akrab, lebih sadar, lebih mampu dan lebih dari segala-galanya dan lebih dari yang semestinya tidak pantas untuk kami dapatkan. Tapi itulah kenyataan yang telah kami lewati bersama, dengan berbagai bumbu kehidupan. Ada yang manis, asam, asin dan bahkan yang paling pahit. Tapi kami membuktikan bahwa kami memang bisa.

Aku terdiam, aku masih memandangi angkasa yang semakin malam semakin indah saja. Aku bahagia membayangkan, mereka semua sedang melakukan dan memikirkan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan dan pikirkan saat ini. Dalam keheningan malam yang indah ini aku dapat tertawa lagi, setelah kesepian yang menyakitkan beberapa waktu lalu menyerangku bertubi-tubi. Dalam euphoria kebahagiaan ini, tiba-tiba seseorang mengagetkanku.

“ Nuwun sewu mas.” Aku berpaling ke arah sumber suara, tiba-tiba saja wajahnya sudah di depan mataku.

“ Wah…..!!” Aku terkejut bukan kepalang. Dikagetkan seperti itu aku jatuh kelantai. Tubuhku yang sedikit melebihi ukuran normal jatuh berdentum di atas lantai keramik. “Aduh…..” Aku mengeluh sesaat.

“ Maaf mas, minta jempitan.” Katanya kaget dengan apa yang terjadi barusan.

“ Pinten mas?” Tanyaku gusar.

“ Telu ngewu mas.” Jawabnya.

“ Ki.” Aku menyerahkan tiga lembar uang ribuan, sambil masuk ke dalam.

“ Matur suwun mas. Paring.” Katanya sambil berlalu.

Sambil memegangi pantatku yang masih sakit aku membuka pintu kamarku. Rasa sakit yang bersarang di pantatku membuatku tidak bisa konsentrasi dan mengulang kembali apa yang tadi aku lakukan. Aku duduk di atas ranjangku yang empuk, setelah itu aku menyadari,aku sedang bernostagia ke masa dua tahun silam. Aku mematikan laptopku setelah lagu “Pesta” miliknya Jikustik selesai diputar.

Selamat malam teman-teman, bermimpilah malam ini. Mimpikanlah semua tentang kita. Kelak kita akan kembali ke sana untuk mengulang kembali cerita kita. Walaupun saat itu kita sudah menjadi kakek-kakek dan nenek-nenek. Biarlah kenangan kita tidak akan lekang oleh ruang dan waktu.

Baca Juga ;

SELAMAT DATANG TAHUN BARU

SELAMAT DATANG TAHUN BARU

SELAMAT DATANG TAHUN BARU
SELAMAT DATANG TAHUN BARU

Hari pertama di tahun 2009 ini entah sudah berapa ribu kali aku mengayunkan langkah ku di sepanjang jalan yang aku lalui. Sisa-sisa tahun kemarin masih terlihat, maklum saja baru 6 jam setelah masuk ke tahun 2009 ini. Sepanjang jalan yang ku lalui himbauan atau tepatnya pamflet, baliho dan poster-poster calon-calon legislatif bertaburan di sana-sini. Hal ini mengingatkanku pada satu pesta akbar yang akan kita laksanakan di tahun 2009 ini.

Kemanapun aku melangkah yang terlihat poster, baliho ataupun pamflet dari orang-orang yang memiliki ambisi kekuasaan. Rasanya aku sedang berada di dalam sebuah galeri foto, karena yang terlihat hanya foto-foto itu. Terlihat banyak perubahan memang untuk pemilu tahun ini. Dulu cara kampanye yang seperti ini tidak semeriah seperti sekarang, dan yang lebih mencolok jumlah calon dari kaum wanita juga lebih banyak dari tahun kemarin. Tidak hanya kaum wanita, tetapi bursa generasi muda tampaknya ramai di pasaran. Hal ini terlihat banyak foto-foto caleg muda yang menurutku usianya belum lewat dari 40 tahun. Sebuah gebrakan bukan??

Haruskah kita larut dalam euphoria ini? Pesta demokrasi terbesar akan segera kita mulai. Nasib bangsa ini tergantung kepada pilihan kita. Kita akan memilih anggota DPR, DPD dan Presiden secara langsung, yang katanya agar kita tidak memilih kucing dalam karung. Tetapi bagi saya itu semua sama saja. Ketika kita mengetahui siapa calon pemimpinnya, memang kita tidak lagi memilih kucing di dalam karung hanya sayangnya kucing yang akan kita pilih itu ternyata kucing garong. Hancurlah Negara kita ini bung!!

Akankah ada kekhawatiran tentang meningkatnya jumlah pemilih atau malah menurun dan didominasi oleh suara golput. Hal ini tidak bisa kita pandang enteng, sebagaimana telah kita saksikan bersama dan hangat dalam pemberitaan, salah seorang tokoh nasional kita mengancam akan memboikot pemilu. Dalam artian dia mengajak para pendukungnya untuk memilih golput. Kita harus tahu itu. Kita tidak boleh memandang sebelah mata hal yang semikian, mengingat kharisma dari beliau. Ingat perhitungan yang keliru adalah awal dari sebuah kehancuran yang fatal.

Saya sendiri sebagai seorang pemuda merasa risih dengan dunia perpolitikan kita saat ini. Saat muncul isu-isu “Yang Muda Yang Berkarya”, dalam artian pemimpin yang kita butuhkan untuk membangun Indonesia adalah orang-orang muda, katanya. Bagi saya sendiri hal itu bukanlah penting. Kita ingat kembali, ketika proklamasi kemerdekaan kaum muda dan tua bekerja sama untuk mencapai Indonesia merdeka. Kenapa kita tidak dapat meniru sikap dari founding Father kita tersebut. Jangan malu untuk meniru hal yang positif jika kita belum layak untuk berkarya dan membuat suatu gebrakan yang berarti gebrakan.

Saya teringat dengan ucapan dari bapak Sabam Sirait, politisi tiga zaman kita. Ketika seorang anak muda bertanya kepadanya, “Bapak kan sudah lama di dunia politik, apakah Bapak tidak ingin memberikan kami yang muda ini kesempatan?”. Adapun jawaban dari beliau sungguh tidak terduga dan mampu membuat saya untuk menumbuhkan semangat muda saya. “Dalam dunia politik ini tidak ada rasa kasihan dan memberi kesempatan, REBUT jika kamu menginginkannya!”. Kata “Rebut” inilah sesungguhnya yang harus kita pegang.

Indonesia merdeka bukan atas pemberian dari penjajah, tetapi direbut oleh para pahlawan kita dengan harga yang cukup mahal. Dengan tetes-tetes keringat dan darah, itulah harga republic ini. Jadi saya sarankan kepada pemimpin kita dan para wakil rakyat, jika saat ini kamu berdiri bukan atas apa yang kau rebut, melainkan karena pemberian, turun saja. Malu jadi orang yang dikasihani. Ini sudah tahun 2024, mari kita rubah sikap kita. Selamat Datang 2024, selamat datang Pemilu 2024.

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

DUNIA HARRY POTTER VS DUNIA KITA

DUNIA HARRY POTTER VS DUNIA KITA

DUNIA HARRY POTTER VS DUNIA KITA
DUNIA HARRY POTTER VS DUNIA KITA

Mungkin nama Harry Potter sudah tidak asing lagi buat kita. Sebuah tokoh sihir hasil kekuatan imajinasi J.K. Rowling. Mungkin juga anda tidak asing lagi dengan hal-hal yang berhubungan dengan dunia sihirnya Harry Potter. Misalnya seperti Burung hantu pembawa pesan (Erol, Hedwig, Piggeon), Hogwars School of magic dengan pembagian asrama menjadi empat bagian sesuai dengan nama para pendirinya (Slyterin, Ravenclaw, Huplepuff dan Grifindor), Hogwars Express (Kereta Api jurusan London-Hogwars dari peron 3/9), sapu terbang (Nimbus 2000, Firebolt, Panah perak), mantera sihir (Wingardium Laviossa, Aluhomora, Expento Patronums, Avada Kadavra), guru pengajar sihir dan lain sebagainya.

Salah satu lagi yang paling mengagumkan yaitu, dalam dunia sihir mereka tidak membeda-bedakan golongan. Seperti dalam Hogwars ada beberapa etnis yang mereka kumpulkan. Cho Chang, Patil dan orang-orang negro lainnya. Mereka satu atap di bawah Hogwars School of Magic.

Dalam cerita Harry Potter juga selain dunia sihir, mereka juga mengenal dunianya para Muggle, yaitu dunia orang-orang non penyihir yah,,,seperti dunia kita ini tepatnya. Sangat imajinatif bukan tentang sebuah dunia yang begitu luar biasa dan tidak terduga. Dunia yang penuh dengan misteri dan kejutan-kejutan yang tak terduga.

Kita tidak tahu apa sesungguhnya maksud dari dunia imajinasi J.K. Rowling ini? Tapi bagi saya sendiri sebagai Harry Potter Fans, dunia sihir it’s very,,very wonderfull. Kenapa tidak??? Bayangkan saja, segala sesuatunya begitu mudah dan begitu alami. Contohnya, mereka tidak terlalu tergantung kepada tehnologi yang menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan. Mereka cukup dengan sapu terbang, setelah itu fly deh mereka kemana-mana….. seru bukan?? Dan yang paling memukau, dengan satu matera “Wingardium Laviossa” maka kita bisa mengangkat barang apa saja. So tidak perlu mobil Derek… dan kalau sakit, tenang aja ada Madam Pomfrey yang siap menyembuhkan secara menakjubkan tanpa obat-obat kimia yang sangat berbahaya itu.

Beda dengan dunia kita atau dalam bahasanya Harry, dunia para Muggle. Segala sesuatunya sangat sulit. Dimana-mana ada polusi, mau kemana-mana harus repot. Tidak ada sapu terbang, yang ada pesawat terbang yang berisik dan super mahal. Deru mesin-mesin pabrik dan kendaraan berlomba-lomba untuk menghasilkan CO2 yang sangat berbahaya.

Ketergantungan kita terhadap penggunaan tehnologi itu sudah mendarah daging. Bahkan seorang anak bayi yang baru lahir sudah dikenalkan dengan tehnologi. Jika dulu kita ditidurkan dengan lagu Nina Bobo dari ibu kita, sekarang mereka ditidurkan dengan lagu-lagu dari tape atau mp3 atau mungkin juga dengan Ipod,,,, ada-ada aja!!!!! Tehnologi adalah hasil dari kejeniusan manusia, tetapi kelak tehnologi itu lah yang akan membodohi manusia itu sendiri. (Warning : Tehnologi dapat mengakibatkan hilang ingatan, bodoh, bego, gila dan lain sebagainya).

Dunia kita ini juga sangat disibukkan dengan isu-isu menyebalkan yang tidak ada habis-habisnya. SARA menjadi isu sensitive yang setiap saat bisa terjadi, dan jika disulut sedikit saja apinya akan kemana-mana, lebih cepat dari suara. Kecepatannya melebihi kecepatan suara kali ya…???

Bagi saya, dunia sihirnya Harry Potter, more than a magic tetapi adalah sebuah dunia yang indah, alami dan hijau. Mungkin bukanlah Utopia, namun setengah dari utopia telah tercapai. Megic membuat segalanya mudah. Tetapi bukan berarti kita harus bermimpi hidup di dunia Harry Potter. Saya lebih menyarankan untuk membuat dunia Muggle kita ini lebih dari sekedar dunia, tetapi kita ciptakan dunia yang lebih indah dari dunia magic.

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Rektor dan Ketua Tax Center Uniku Diganjar Penghargaan

Rektor dan Ketua Tax Center Uniku Diganjar Penghargaan

Rektor dan Ketua Tax Center Uniku Diganjar Penghargaan
Rektor dan Ketua Tax Center Uniku Diganjar Penghargaan

Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., bersama

dengan Ketua Tax Center Fakultas Ekonomi (FE) Siti Nuke Nurfatimah, SE., M.Sc., mendapatkan penghargaan dari Kantor DJP Kanwil Jawa Barat. Rektor mendapatkan penghargaan atas dukungannya pada Program Relawan Pajak dalam rangka mencerdaskan masyarakat yang patuh dan sadar pajak. Sedangkan, Ketua Tax Center Fakultas Ekonomi (FE) Uniku atas dukungannya pada program peningkatan kepatuhan Wajib Pajak.

Proses penyerahan penghargaan tersebut, langsung diserahkan oleh Kepala Kantor DJP Jawa Barat Yoyok Satiotomo di Rama Shinta Hall Resinda Hotel Karawang, Jum’at (22/11/2019).

Kepala Tax Center Fakultas Ekonomi (FE) Uniku Siti Nuke Nurfatimah, SE.,

M.Sc., mengatakan, dengan raihan penghargaan ini memotivasi kami (Tax Center) untuk lebih aktif dan gencar dalam kegiatan inklusi pajak seperti memberikan sosialisasi terutama untuk menghasilkan generasi muda yang sadar pajak di lingkungan Uniku.

“Penghargaan ini dapat memotivasi kami (Tax Center) untuk lebih aktif dan gencar dalam kegiatan inklusi pajak seperti memberikan sosialisasi terutama untuk menghasilkan generasi muda yang sadar pajak di lingkungan Uniku,” tuturnya.

Lebih jauh, sambung dosen Akuntansi itu, menjelaskan, langkah

kedepannya bahwa Tax Center FE Uniku masih berfokus pada kegiatan sosialisasi yang berkaitan dengan inklusi pajak tetapi akan merangkul UMKM dan masyarakat sekitar.

“Selain itu, sebagai akademisi kami juga berupaya untuk meningkatkan minat riset dan karya tulis dibidang perpajakan,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., mengatakan, dirinya mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas raihan penghargaan yang diterima Uniku dari Kantor DJP Jawa Barat.

“Ini merupakan buah hasil kerja keras dari seluruh civitas akademika Uniku khususnya Tax Center Fakultas Ekonomi (FE). Jadikan penghargaan ini sebagai pelecut semangat untuk tetap terus bekerja dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi sivitas akademika khususnya dan pada umumnya masyarakat luas,” tuturnya.

 

Baca Juga :

Teknik Sipil ITS Sukses Gelar Konferensi Internasional

Teknik Sipil ITS Sukses Gelar Konferensi Internasional

Teknik Sipil ITS Sukses Gelar Konferensi Internasional
Teknik Sipil ITS Sukses Gelar Konferensi Internasional

Baru saja, Teknik Sipil ITS sukses gelar konferensi internasional di Hotel JW

Marriot Surabaya. Agenda konferensi internasional ini merupakan agenda rutin AUN/Seed-net dan Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). AUN/Seed-net adalah kependekan dari AUN/Southeast Asia Engineering Education Development Network, yakni sebuah salah satu sub kegiatan yang ada di AUN (ASEAN University Network) dalam bidang rekayasa/teknik.

Prof Ir Joni Hermana MscES PhD, Rektor Institut Teknologi Sepuluh

Nopember (ITS) Surabaya menyambut baik agenda konferensi internasional ini. “Agenda ini merupakan salah satu bentuk komitmen ITS dalam masalah teknik sipil yang bersifat regional maupun internasional”, ungkap Joni Hermana.

Menurut Dr. Endah Wahyuni, Ketua Panitia acara, bahwa AUN/Seed-net memiliki komitmen melaksanakan regional conference untuk bidang rekayasa setiap tahun. “Tahun lalu regional conference in civil engineering (RCCE) dilaksanakan di Universiti Teknologi Brunei (UTB), Brunei Darussalam. Tahun ini diselenggarakan oleh ITS yang bertepatan dengan dies natalis Departemen Teknik Sipil yang ke-60”, ungkapnya.

Program studi sarjana Departemen Teknik Sipil ITS mendapatkan sertifikat

AUN pada tahun 2016 dengan skor keseluruhan adalah 5 dari skala 7. “Nilai tersebut adalah tertinggi diantara nilai yang diperoleh program studi sarjana di lingkungan ITS, yang telah memperoleh sertifikasi AUN. Sehingga, AUN memilih Departemen Teknik Sipil menjadi penyelenggara konferensi tahun 2017”, jelas Endah.

Sebagaimana diketahui bahwa teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang proses perencanaan, perancangan, pembangunan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan gedung dan infrastruktur selain gedung, yaitu jembatan, jalan raya, jalan rel, dermaga, bandara, bendung, waduk, pemecah gelombang dan lainnya.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

Cari Tahu Koleksi Puluhan Ribu Video Pendidikan dan Kebudayaan, Disini !!

Cari Tahu Koleksi Puluhan Ribu Video Pendidikan dan Kebudayaan, Disini !!

Cari Tahu Koleksi Puluhan Ribu Video Pendidikan dan Kebudayaan, Disini !!
Cari Tahu Koleksi Puluhan Ribu Video Pendidikan dan Kebudayaan, Disini !!

Setelah saya berselancar di beberapa website di dunia maya, saya

menemukan sebuah link yang mengarah kepada kumpulan film atau video documenter tentang pendidikan dan kebudayaan.

Link/website ini sangat bermanfaat sekali bagi guru, karena sebagai seorang pendidik maka guru harus kaya akan pengetahuan dan sumber belajar, jadi website ini sangat membantu sekali bagi anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang film dan video dokumenter tentang pendidikan dan kebudayaan.

BACA JUGA : Mau jalan-jalan ke Jerman Gratis ?? Daftar Disini

Website ini merupakan kumpulan dari beberapa sumber koleksi seperti

perpustakaan digital, website pembelajaran, website universitas, video hosting, dan beberapa platform tentang pendidikan.

Anda juga dapat mencari video berdasarkan judul, pengunggah, pencipta,

atau tanggal upload. Link arsip ini dibuat oleh seseorang bernama Dorothy Fadiman. Selain itu video –video ini berasal dari Universitas Pennsylvania bagian museum arkeologi dan antropologi.

Klik di bawah ini untuk melihat selengkapnya

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

Cairan pada Vagina

Cairan pada Vagina

Cairan pada Vagina
Cairan pada Vagina

Sistem reproduksi wanita secara alami akan menghasilkan berbagai cairan vagina untuk membantu menjaga vagina tetap bersih dan sehat. Biasanya, cairan itu jernih, berwarna susu, dan tidak memancarkan bau yang kuat. Namun, tidak semua cairan vagina normal.

Bila cairan vagina menghasilkan bau tak sedap atau disertai oleh rasa sakit atau sensasi terbakar di daerah vagina harus menjadi perhatian. Jadi apa yang sebenarnya terganggu? Adanya bakteri, jamur, dan parasit adalah hanya beberapa penyebab terjadinya cairan vagina abnormal. Seorang wanita mungkin akan memiliki minimal satu infeksi vagina dalam hidupnya.

Dengan mengalami penyakit ini, sebagian besar wanita dengan infeksi vagina merasa malu untuk membicarakan secara pribadi dengan dokter mereka. Bahkan, sekitar 70 persen perempuan mengobati infeksi vagina mereka sendiri. Tetapi justru hal ini malah menambah lebih banyak masalah.

Baca Juga :

Kedokteran, Bisnis atau Perhotelan

Kedokteran, Bisnis atau Perhotelan

 Kedokteran, Bisnis atau Perhotelan
Kedokteran, Bisnis atau Perhotelan

Selain Chongqing Medical University (CQMU) yang menawarkan beasiswa kuliah di program internasional bidang studi kedokteran, South China University of Technology (SCUT) di Guangzhou, China, juga memberikan tawaran menarik dari program foundation atau pra universitas.
Program foundation ini bisa diikuti pelajar kelas 3 SMU tanpa harus menunggu lulus SMA.
— Samuel Wiyono

Ketua Pertukaran Mahasiswa Beijing Language & Culture Institute (BLCI) Samuel Wiyono mengatakan, program pra universitas ini merupakan program pendidikan bagi mereka yang belum memenuhi persyaratan masuk universitas, baik dari segi bahasa maupun akademik.

“Program ini bisa diikuti pelajar kelas 3 SMU tanpa harus menunggu lulus SMA,” ujar Samuel kepada Kompas.com, di Jakarta, Minggu (6/6/2010).

Setelah selesai mengikuti program foundation ini, kata Samuel, para siswa dapat langsung kuliah di jenjang S-1 di SCUT untuk bidang studi Perdagangan Internasional dan Ekonomi atau Bachelor International Trade & Economic, Tourism Management, dan Computer Science.

Samuel menambahkan, dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan, para pelajar yang belum menguasai bahasa Mandarin dapat langsung kuliah.

“Sehingga mereka bisa menghemat waktu dan biaya,” ujarnya.

Kota Suzhou

Jika SCUT menawarkan bidang studi Bachelor International Trade & Economic, Tourism Management, dan Computer Science, Blue Mountains Hotel School (BMHS) di Kota Suzhou menawarkan program studi diploma bidang perhotelan. Pembelajaran pada bidang studi ini juga menggunakan pengantar bahasa Inggris.

Samuel menjelaskan, mahasiswa yang kuliah dua tahun diploma di kota ini dan melanjutkan satu tahun perkuliahan di Australia akan mendapatkan ijazah S-1 (Bachelor) dari Australia.

“Total waktu mendapat gelar S-1 ini 3 tahun dan pada tiap semester genap mahasiswanya diberi kesempatan magang kerja di hotel relasi BMHS,” ujar Samuel.

Sumber : https://freemattandgrace.com/

Terjun dari Puncak Hotel, Satpam Tewas

Terjun dari Puncak Hotel, Satpam Tewas

Terjun dari Puncak Hotel, Satpam Tewas
Terjun dari Puncak Hotel, Satpam Tewas

Seorang wakil kepala satuan pengamanan (satpam) Hotel Manhattan di Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2010), Susanto (33) tewas seketika setelah terjun dari lantai puncak atas penginapan mewah tersebut, antara pukul 07.20-07.30.

Hingga kini, belum jelas sebab-musabab Susanto terjun dari ketinggian paling atas tersebut. “Kami duga (Susanto) bunuh diri. Namun, ini masih dalam proses lidik,” ujar Kepala Polsek Setiabudi Kompol Wayan Gede Ardhana kepada Kompas.com, Selasa (8/6/2010) siang.

Akibat terjun dari ketinggian 36 lantai tersebut, jenazah Susanto, yang berpakaian safari satpam, hancur seketika. “Kepalanya pecah, remuk,” ujar Kompol Ardana.

Dikatakannya, saat ini jenazah Susanto telah dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Kompol Ardana belum mengetahui apakah keluarga Susanto telah mengetahui kejadian naas tersebut. Sementara itu, beberapa anggota satuan pengamanan hotel berjaringan asal Amerika Serikat tersebut enggan memberikan komentar soal keseharian Susanto.

Namun demikian, mereka membenarkan soal kejadian yang diduga bunuh diri tersebut. “Iya benar. Lokasinya di sana,” ujar Abdul Hafid, seorang anggota satpam, sembari menunjukkan jarinya ke arah lobi hotel.

Pantauan Kompas.com, satu unit mobil Reskrim Polsek Setiabudi masih diparkir di sekitar lobi Hotel Manhattan. Namun, tidak ada seorang pun anggota kepolisian yang berada di sekitar tempat kejadian perkara. Ketika ditanya mengenai keberadaan polisi yang bertugas, anggota satpam di sekitar lobi mengaku tidak mengetahuinya. “Tidak tahu. Saya datang, mobil itu sudah diparkir,” ujar seorang satpam di sekitar lobi.

Pada lokasi jatuhnya Susanto tidak terdapat garis polisi. Hasan, seorang petugas parkir di sisi kiri bangunan hotel, mengatakan, peristiwa tersebut sempat menyita perhatian para pejalan kaki, pekerja, tukang ojek, dan pengendara yang kebetulan melintasi daerah tersebut. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak menimbulkan kemacetan. Kini, aktivitas di hotel yang terletak di kawasan segitiga emas Jakarta tersebut telah berjalan normal.

Sumber : https://merpati.co.id/

Tiga SMA di Dumai Terapkan Penerimaan Sistem Online

Tiga SMA di Dumai Terapkan Penerimaan Sistem Online

Tiga SMA di Dumai Terapkan Penerimaan Sistem Online
Tiga SMA di Dumai Terapkan Penerimaan Sistem Online

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Rudiyanto melalui Kepala Bidang

Pendidikan SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Basrial membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara daring atau online.

Ditotalkan sebanyak 13 sekolah negeri di Provinsi Riau yang melaksanakan sistem PPDB online, tujuh SMA dan enam SMK. Untuk Dumai hanya tiga sekolah yang terapkan sistem penerimaan siswa secara online, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2 dan SMA Negeri Binaan Khusus, sedangkan sekolah lain melaksanakan secara manual tanpa sistem zonasi.

Penerapan sistem PPDB online ini, untuk melihat kepatuhan sekolah

berdasarkan aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan Disdik Provinsi Riau.

“Apabila tahap pertama berhasil maka tahun berikut nya juga akan diterapkan sama. Kita juga berharap orang tua juga tidak protes dengan aturan yang diterapkan,”kata Basrial di Dumai belum lama ini.

Di lain kesempatan untuk penerimaan siswa SMP, Dinas Pendidikan Kota

Dumai malah menerapkan sistem manual dan dua zonasi dalam seleksi calon pendaftar berdasarkan nilai ujian sekolah berstandar nasional.

 

Baca Juga :