Wawako Resmikan Kelas Reguler PJC Dumai Angkatan I

Wawako Resmikan Kelas Reguler PJC Dumai Angkatan I

Wawako Resmikan Kelas Reguler PJC Dumai Angkatan I
Wawako Resmikan Kelas Reguler PJC Dumai Angkatan I

Wakil Wali Kota (Wawako) Dumai, Eko Suharjo, S.E., membuka secara resmi

Pendidikan Jurnalistik Angkatan I Lembaga Pendidikan Wartawan Cabang Kota Dumai di Gedung PJC Dumai, Sabtu (18/8).

Eko Suharjo dalam sambutannya berharap PJC Dumai memberi kontribusi peningkatan profesionalisme dan integritas wartawan.

“Saya kira pendidikan ini sangat bermanfaat. Saya yakin PJC Dumai akan

melahirkan jurnalis profesional dan berintegritas,” katanya.

Hadir dalam Kesempatan itu, Direktur Utama Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., Kajari Dumai yang diwakili Kasi Intel Kejari Dumai, Roy Modino S.H, sekretaris PWI Dumai, Perwakilan KNPI Dumai, Ketua PAC PP Dumai Timur serta tamu undangan lainnya.

Juga turut hadir Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Pekanbaru yang

juga instruktur PJC, Asmanidar H. Zainal, S.H., dan peserta kelas reguler angkatan I PJC Dumai.

Dalam kesempatan itu Wahyudi El Panggabean menyerahkan 2 karyanya dalam bentuk buku kepada Wakil Wali Kota Dumai.

Direktur PJC Kota Dumai, Ganda Jaya Siregar berterima kasih kepada Wawako Dumai, pihak Kejari Dumai serta pihak-pihak yang telah berpartisipasi di acara tersebut.

PJC hadir di Dumai guna menjawab kebutuhan akan tersedianya wartawan siap pakai dan handal. Apalagi dalam 5 tahun terakhir ini pertubahan media online di Kota Dumai sangat meroket.

“Saya bersama rekan-rekan seperti Bung Cipto dan Bung Hendri Koeswoyo alias Toy Jepreter mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari bapak wahyudi yang mengizinkan kami membawa lembaga PJC ini ke Kota Dumai,” ungkapnya.

“Kami juga banyak dibantu rekan-rekan wartawan lainnya yang lainnya dalam mempersiapkan pembukaan kelas reguler Angkatan pertama ini,” pungkasnya.

Usai acara peresmian dilanjutkan pendidikan perdana tentang Kode Etik & Etika Profesi Jurnalistik dengan Instruktur Wahyudi El Panggabean.

Sedangkan sesi kedua program pendidikan dengan peserta belasan orang ini, diisi dengan Hukum Pers oleh Instruktur Asmanidar H. Zainal, S.H.

Belasan mahasiswa PJC Dumai Angkatan I ini sebagian besar berasal dari kalangan wartawan dan pihak ormas.

“Saya tertarik untuk memperdalam ilmu jurnalistik. Saya ingin menjadi seorang wartawan profesional,” kata Diana yang sehari-hari bekerja sebagai wartawan di Dumai

 

Baca Juga :

Festival Lampu Colok

Festival Lampu Colok

Festival Lampu Colok
Festival Lampu Colok

Dumai merupakan salah satu kota yang terdapat di pantai timur pulau

Sumatera yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka sebagai Jalur Pelayaran Internasional yang paling sibuk dan teramai di Dunia.

Sebagai daerah Industri Pengolahan yang luasnya sekitar 2.039 km/segi (wikipedia) merupakan kota terluas ketiga di Indonesia setelah Palangkaraya dan Tidore, memiliki 7 Kecamatan, 33 Kelurahan dan berbagai suku etnis serta agama yang dalam keheterogenan masyarakat kota Dumai.

Dengan heterogennya masyarakat kota Dumai inilah memiliki kekayaan

budaya yang sejak turun temurun menjadi kearifan lokal hingga sekarang.

Dinegeri berbilang bangsa melayu di provinsi Riau ini memiliki tradisi disaat bulan suci umat muslim Ramadhan dan meyambut Syawal yang fitri, masyarakat tempatan membuat “LAMPU COLOK”.

Tradisi lampu colok ini berawal dari keinginan masyarakat untuk memberikan penerangan di bulan ramadhan, sekaligus tradisi ini merupakan sebagai hiasan-hiasan lampu yang ada selalu bernuansakan Islami.

Lampu colok adalah salah satu alat penerangan yang dipakai pada saat

listrik belum dikenal, lampu ini menggunakan bahan bakar minyak tanah yang dibuat sedemikan rupa. sedangkan tradisi yang biasa dilakukan oleh pemuda-pemuda setempat ialah membuat beberapa menara yang tinggi sebagai kerangka untuk menyusun lampu-lampu tersebut. susunan tersebut membentuk berbagai macam formasi. Pemasangan lampu colok biasanya dimulai pada 27 hari bulan ramadhan atau sering disebut dengan “27 likur” sampai malam takbiran.

Berbagai kreatifitas dalam membentuk keindahan dari lampu colok ini, mulai dari membentuk Gerbang Lampu Jalan hingga ke depan masing-masing rumah masyarakat menjadi daya tarik tersendiri dan membuat rasa rindu untuk pulang ke kampung halaman.

Sedangkan kreatifitas pemuda tempatan membentuk hiasan lampu colok ini terutama di tanah yang lapang menjadi sebuah miniatur berbentuk ornamen melayu, mesjid dan kalimat suci yang bernuansa islami. Untuk luas panjang yang akan dibangun sesuai design yang akan dijadikan kreatifitas maka harus menyiapkan ribuan botol colok dan kayu sebagai pondasi serta kawat sebagai penompang dari colok tersebut. Memang tidak sedikit biaya yang diperlukan dalam menghias lampu, bisa belasan hingga puluhan juta.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/SnH9fbBc2D4abfoh4Q85

 

Lestarikan Budaya Permainan Rakyat, Layang – layang dan Gasing

Lestarikan Budaya Permainan Rakyat, Layang – layang dan Gasing

Lestarikan Budaya Permainan Rakyat, Layang - layang dan Gasing
Lestarikan Budaya Permainan Rakyat, Layang – layang dan Gasing

Siapa yang tak tahu tentang permainan yang satu ini, bukan saja anak-anak yang gemar memainkannya, orang dewasa pun sangat menyukainya. Tak heran bila sering diadakan festival layang-layang di berbagai daerah.Layang-layang atau layangan atau sebagian wilayah menyebutnya wau (di sebagaian wilayah Semenanjung Malaya) adalah merupakan lembaran berbahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan oleh pengendali. Selain sebagai mainan, layang-layang memiliki manfaat lain yang lebih berguna untuk manusia.

Layang-layang ini memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai

pengangkatnya. Benda yang satu ini, dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, alat bantu memancing atau menjerat, bisa juga menjadi alat bantu penelitian ilmiah serta media energi alternatif. Pada kebiasaannya wau akan dimainkan oleh dua orang, iaitu seorang juru anjung yang memegang wau dan seorang jurutarik yang memegang tali. Apabila angin bertiup maka tali akan ditarik melawan arus angin dengan cara menghulur dan menarik talinya sehinggalah wau tersebut tinggi di udara. Kilauan cahaya matahari akan menambah cantik lagi wau yang dihias berwarna-warni dengan berbagai motive kreasi.

Gasing merupakan permainan tradisional orang-orang Melayu sejak

dahulu lagi. Biasanya dimainkan selepas musim menuai. Permainan gasing dipertandingkan antara kampung. Gasing dibuat dari kayu bebaru, Kemuning, Merbau, rambai, atau durian. Kayu tersebut akan ditakik-takik dan dikikis sehingga menjadi bentuk gasing.Bermacam bentuk dan jenis gasing diantaranya gasing Piring yang selalu dimainkan oleh orang dewasa, sementara gasing jantung selalu dimainkan oleh anak-anak.

Festival Layang – layang dan Gasing Kota Dumai

Sempena Hari Jadi Kota Dumai ke 19 tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai menggelar Festival Layang-layang dan gasing yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 7 -8 April 2018 di Wisata Pantai Purnama- Dumai.

Ketua Pelaksana kegiatan Nurzerwan, SE.M.Si. yang juga sebagai Kabid

Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegitan Festival layang- layang dan gasing ini diikuti sekitar hampi 200 Peserta baik dari kota Dumai maupun Peserta Kabupaten Bengkalis juga hadir. Kegiatan ini bersumber dari APBD Kota Dumai tahun 2018 dan bekerja sama dengan masyarakat kota Dumai khususnya Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat. Sementara dalam sambutannya Drs. Syaari Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini mari kita bersama melestarikan budaya permainan rakyat dan mengenalkannya ke genarasi karena di zaman milenial dan teknologi semakin canggih, banyak generasi – generasi yang tidak mengenal budaya dan permainan rakyat sebagai ajang silaturrahmi dan kompetisi.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/hRaprneas2d6

Mendaki Tangga Sertifikasi Java

Mendaki Tangga Sertifikasi Java

Mendaki Tangga Sertifikasi Java
Mendaki Tangga Sertifikasi Java

Sun menawarkan tiga jenjang sertifikasi bagi programmer Java. Dari tingkat dasar ke advanced jenjang tersebut adalah: Sun Certified Programmer, Sun Certified Developer, dan Sun Certified Architect. Setiap jenjang sertifikasi membutuhkan jenjang sebelumnya. Contoh, untuk mengambil sertifikasi Developer Anda harus memiliki sertifikasi Programmer. Sun Certified Programmer adalah sertifikasi paling dasar dari Sun untuk programmer Java. Untuk dapat menjadi seorang Certified Java Programmer, Anda harus lulus ujian Sun Certified Programmer for the Java 2 Platform 1.4 yang biayanya US$ 150. Ujian pilihan ganda ini dirancang untuk menguji pemahaman sintaks dan struktur Java pada materi-materi berikut: Dasar-dasar bahasa Java, teknik dasar pemrograman berorientasi obyek, penggunaan threads, dan kemampuan menggunakan paket standar Java seperti java.awt, java.lang, java.io, dan java.util. Untuk pemegang sertifikasi Java versi terdahulu dapat mengikuti ujian upgrade khusus.
Beberapa kursus yang dapat dikuti untuk mempersiapkan diri untuk sertifikasi ini adalah Java Technology for Structured Programmers yang ditujukan bagi mereka yang memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman terstruktur seperti COBOL; Java Programming Language for Non-Programmers yang dirancang untuk programmer yang tidak memiliki pengalaman melakukan pemrograman; dan Java Programming Language atau pengenalan Java untuk programmer yang berpengalaman dengan bahasa pemrograman lain.
Sun Certified Developer adalah anak tangga selanjutnya dari sertifikasi Sun. Anda mungkin berpikir hanya perlu sekali lagi mengerjakan soal-soal pilihan ganda untuk menjadi seorang Certified Dava Developer, tetapi Sun menuntut lebih banyak dalam ujian untuk jenjang ini.
Untuk sertifikasi SCJD selain harus sudah memiliki sertifikat SCJP, Anda harus menyelesaikan tugas pemrograman yang dirancang untuk menguji aplikasi keterampilan Java Anda dalam menghadapi persoalan dunia nyata . Untuk ujian tugas pemrograman ini Anda harus membayar biaya US$ 250.
Contoh, tugas pemrograman tersebut memiliki skenario berikut: Setelah membayar uang ujian, Anda mendownload sebuah code template dari Sun. Template ini harus Anda gunakan untuk membuat sebuah aplikasi GUI yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan sebuah database melalui jaringan, dan melakukan konversi data dari format teks ke format database tersebut. Selama membuat program Anda diharuskan mendokumentasikan semua langkah yang Anda lakukan. Aplikasi yag Anda buat akan dinilai berdasarkan maintainability, penggunaan design pattern yang tepat, kejelasan kode, dan kesesuaian dengan code convention.
Setelah tugas pemrograman, Anda masih harus mengikuti ujian esai dengan biaya US$ 150, yang terdiri dari 5 sampai 10 soal esai, menanyakan berbagai hal tentang tugas pemrograman yang Anda selesaikan.
Beberapa kursus yang dapat diikuti untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti SCJD adalah Object-Oriented Application Analysis and Design for Java Technology (UML), yang merupakan kombinasi dari kuliah, tugas, dan diskusi yang mengajarkan analisa dan perancangan sitem menggunakan UML. Selain itu juga Java Programming Language Workshop yang memberikan pengalaman praktis melakukan perancangan aplikasi menggunakan Java.
Kalau Anda lebih tertarik untuk mengambil suatu spesialisasi tertentu dalam pemrograman Java seperti pemrograman aplikasi Web services atau aplikasi mobile , pada jenjang developer ini Sun menawarkan empat jenis spesialisasi: Sun Certified Web Component Developer (SCWCD), Sun Certified Business Component Developer (SCBCD), Sun Certified Developer for Java Web Services (SCDJWS), dan Sun Certified Mobile Application Developer untuk platform J2ME (SCMAD). Untuk setiap spesialisasi ini Anda harus lulus satu ujian pilihan ganda yang tergantung jenis spesialisasi yang ingin Anda ambil. Biaya untuk setiap ujian berkisar US$ 150.
Sun Certified Enterprise Architect for J2EE adalah sertifikasi premium dari Sun. Sebagaimana dicerminkan oleh namanya, sertifikasi ini sangat berfokus pada enterprise. Ini berarti pemegang sertifikasi ini dapat menangani pengembangan aplikasi berskala besar dengan tingkat availability yang tinggi. Untuk mendapatkannya, seseorang harus memiliki kedua sertifikat SCJP dan SCJD, lulus sebuah ujian pilihan untuk menguji pengetahuan seputar Java. Apabila lulus ujian pertama dilanjutkan menyelesaikan sebuah tugas pemrograman seperti pada saat pengambilan SCJD, dan diakhiri dengan sebuah ujian esai.
Untuk persiapan mengikuti sertifikasi SCEA Anda dapat mengikuti kursus Architecting and Designing J2EE Applications dan Developing Applications for the J2EE Platform dari Sun. Materi pada kursus tersebut difokuskan pada topik-topik seperti konsep pemrograman berorientasi obyek tingkat advanced, UML dan Enterprise Java Beans (EJB), dan aplikasi Standard Architecture Design Patterns.

Baca Juga :

Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman

Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman

Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman
Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman

A. Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman
Di bagian ini akan dibahas dua sertifikasi TI dalam hal penguasaan kemampuan yang terkait dengan bahasa pemrograman. Yang dipilih adalah sertikasi untuk bahasa pemrograman Java dan sertifikasi untuk bahasa pemrograman yang menggunakan platform Microsoft .Net.

Java
Pengunaan bahasa Java dalam pembuatan aplikasi terus menunjukkan peningkatan. Secara pasti bahasa pemrograman Java mulai merebut pangsa pasar yang dulunya diisi oleh bahasa-bahasa seperti COBOL, Cobol, Visual Basic, C, System/390 Assembler dan SmallTalk. Tentunya hal ini diikuti dengan semakin tingginya kebutuhan akan tenaga profesional yang menguasai bahasa pemrograman Java.
Sertifikasi Java dapat dimanfaatkan oleh paling tidak empat segmen. Pertama, mereka yang ingin melakukan transisi karier dari posisi nonteknis ke pengembangan aplikasi dan software. Yang dimaksud di sini adalah mereka yang memiliki pengalaman nol dalam profesi TI tetapi tertarik untuk beralih profesi ke bidang TI yang mungkin dinilai lebih menggiurkan.
Kedua, mereka yang sudah bergerak dalam bidang TI dan berniat untuk melakukan perpindahan posisi di perusahaan tempat mereka bekerja. Jika Anda sedang merancang sebuah rencana untuk meningkatkan kredibilitas, tanggung jawab dan sukses di organisasi Anda saat ini, sertifikasi layak menjadi komponen utama dari rencana tersebut, utamanya jika Anda bekerja di perusahaan kecil atau menengah. Sementara jika Anda memiliki keterampilan TI tetapi tidak memiliki pengalaman menggunakan Java, sertifikasi Java dapat memberi Anda kesempatan untuk mencoba pekerjaan yang menggunakan Java.
Ketiga, konsultan Java yang ingin memvalidasi keterampilan mereka dan meningkatkan kredibilitas mereka di mata klien.
Yang keempat adalah para profesional TI yang sedang memikirkan untuk pindah perusahaan. Saat ini banyak lowongan kerja yang menyebutkan sertifikasi Java sebagai suatu kualifikasi yang dapat mejadi nilai tambah. Tentu saja adanya sertifikat dapat meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dan dengan upah yang lebih tinggi.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Lembaga Sertifikasi Profesi IT

Lembaga Sertifikasi Profesi IT

Lembaga Sertifikasi Profesi IT
Lembaga Sertifikasi Profesi IT

Beberapa negara telah mengembangkan dan mempromosikan sistem sertifikasi yang khas bagi negara tersebut. Beberapa negara menerapkan dan membayar lisensi kepada sistem serti_kasi yang ada. Beberapa negara menggunakan tenaga ahli untuk melakukan ujian.

Jenis sertifikasi
Pada dasarnya ada 2 jenis sertikasi yang umum dikenal di masyarakat

* Sertifikasi akademik (sebetulnya tidak tepat disebut sertifikasi) yang memberiakn gelar, Sarjana, Master dll
* Sertifikasi profesi. Yaitu suatu sertifikasi yang diberikan berdasarkan keahlian tertentu unutk profesi tertentu.

Sayangnya sertifikasi akademik sulit memiliki implementasi langusng dalam industri ICT. Disebabkan karena kecepatan perubahan serta standardisasi antara Universitas. Di samping itu tujuan universitas memang berbeda dengan tujuan industri. Universitas bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar bukannya keahlian khusus atau kompetensi untuk profesi tertentu yang dibutuhkan oleh industri. Spesialisasi yang terlalu sempit juga tidak cocok untuk pengembangan universitas.
Sedangkan sertifikasi profesional pada dasarnya memiliki 3 model, yaitu :

* Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) etc
* Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA(IS Auditing) [http://www.isaca.org/]
* Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.

Sertifikasi yang berbasiskan vendor sangat bergantung pada produk vendor tersebut. Juga dikenal sebagai salah satu strategi pemasaran pada suatu perusahaan (vendor). Dengan mempromosikan serti_kasi tersebut, maka perusahaan tersebut dapat menjamin kepada kustomer mereka bahwa tersedia cukup dukungan teknis (orang yang memiliki sertifikasi produk tersebut). Pada kenyataannya pada pasar tenaga kerja, sertifikasi vendor ini sangat populer. Karena banyak orang beranggapan bahwa dengan memiliki sertifikasi vendor ini maka masa depan lapangan pekerjaan akan terjamin.
Dalam mengembangkan sertifikasi beberapa patokan yang sebaiknya diterapkan :

* Harus berdasarkan ujian dan cukup sulit dan memiliki beberapa tingkatan
* Pusat pelatihan harus disertifikasi sebelum dapat menawarkan suatu sertifikasi
* Sertifikasi tak boleh bergantung pada suatu perusahaan atau suatu institusi. Tetapi sertifikasi vendor sebaiknya juga diakui sebagai suatu komponen untuk memperoleh sertikasi profesi
* Sertikasi harus mendorong terbentuknya industri lokal.
* Sertifikasi harus memperkecil jurang antara universitas (education) dan industri. Harus dikembangkan pemetaan antara sertifikasi akademik dan sertifikasi profesi. Juga mengurangi jurang antara aktifitas riset dan industri.
* Serti_kasi harus mendorong orang untuk memahami pengetahuan dasar yang berhubungan dengan keahlian terapan pada profesi tersebut. Hal ini akan membantu orang untuk memperbaiki pengetahuannya, sebab mereka tidak ahnya belajar dari “keahlian tertentu” untuk suatu saat saja, tetapi mereka memiliki pengetahuan dasar untuk memehami teknologi baru.
* Sertifikasi tak boleh mengabaikan kemajemukan orang. Sebagai contoh bahasa, dan kebiasaan lokal. Sehingga untuk kompetensi dalam bidang komunikasi, kemampuan berbahasa lokal perlu dipertimbangkan juga.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Langkah Sederhana Memulai Membaca Buku

Langkah Sederhana Memulai Membaca Buku

Berapa tidak sedikit orang yang suka menyimak di Indonesia? Pasti ada, tetapi minat baca mereka tidak jarang tertutupi oleh acara-acara televisi yang tidak cukup bermutu sampai-sampai orang yang suka menyimak tidak terlampau kelihatan pamornya. Jika anda masih hendak mempunyai kesadaran guna memulai kelaziman membaca yang jauh lebih positif maka cara-cara sederhana inilah ini mungkin dapat membantu.

Kemampuan menyimak orang yang telah terbiasa menyimak sejak kecil tentu bertolak belakang dengan yang baru memiliki minat menyimak saat menginjak usia remaja atau dewasa. Oleh karenanya, usaha anda harus lebih keras agar kita memiliki keterampilan membaca yang baik. Banyak tulisan di internet yang membicarakan tentang teknik membaca yang efektif yaitu teknik membaca yang lebih baik, lebih cepat, lebih konsentrasi, dan lebih paham.

Cara menumbuhkan minat menyimak untuk orang dewasa bertolak belakang dengan anak-anak, oleh karenanya dibutuhkan teknik membaca yang efektif. Apa itu teknik membaca efektif? Yaitu sebuah teknik untuk menyimak dalam masa-masa sesingkat barangkali dengan tingkat pemahaman yang baik. Intinya yakni pemanfaatan waktu guna membaca. Misalnya, daripada anda memainkan ponsel, usahakanlah untuk mengganti pekerjaan tersebut dengan mengawali membaca kitab secara teratur sebelum tidur. Di samping lebih positif, kita pun dapat membudayakan untuk menyimak setiap harinya tanpa mesti terbebani menyimak di kala sibuk bekerja.

Setelah terbiasa maka tahapan selanjutnya ialah dengan menciptakan target membaca. Buatlah susunan membaca yang mesti ditamatkan setiap minggu atau masing-masing bulannya. Apabila kita mengharapkan minat baca yang hadir dengan sendirinya, usahakan untuk menciptakan rangkuman dari setiap kitab yang telah dibaca sebelumnya sampai-sampai kita pun tidak asal membaca. Namun, mendapat guna dari apa yang dibaca.

Sumber : www.studybahasainggris.com/

Kado HUT RI ke -72, N219 dan Kebangkitan Pesawat Buatan Indonesia

Kado HUT RI ke -72, N219 dan Kebangkitan Pesawat Buatan Indonesia

Kado HUT RI ke -72, N219 dan Kebangkitan Pesawat Buatan Indonesia
Kado HUT RI ke -72, N219 dan Kebangkitan Pesawat Buatan Indonesia

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini bakal terasa lebih spesial. Semangat kemerdekaan dan kemandirian terwakili pada produk pesawat terbang buatan anak bangsa. Sebelum 17 Agustus 2017, ‘burung besi’ buatan anak bangsa, N219 akan menjalani uji terbang atau terbang perdana.

Pembuat pesawat N219, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang dibiayai Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menjadwalkan serangkaian uji coba agar adik dari pesawat Gatotkaca N250 itu bisa terbang mulus sebelum HUT RI ke-72.

Serangkaian uji pesawat N219 yang dijalani yaitu uji kecepatan tinggi dan mengangkat roda depan, yang sudah lancar dilakukan. Pada Jumat 11 Agustus 2017, pesawat N219 itu menjalani uji hoping, uji mengangkat terbang rendah, terus mendarat lagi. Setelah uji hoping, PT DI akan menjalani uji terbang.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin mengatakan, sebelum menjalani terbang perdana, pesawat N219 harus mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan sebagai otoritas penerbangan di Tanah Air. Thomas mengatakan, izin tersebut sudah ada, namun tinggal menunggu tahapan akhir dari Kemenhub.

“Tinggal menunggu kesiapan Tim Dirjen Perhubungan Udara untuk memverifikasi uji terbang,” katanya, Kamis 10 Agustus 2017.

Pesawat N219 merupakan pesawat angkut ringan yang memiliki kemampuan dapat beroperasi di daerah penerbangan perintis, daerah terpencil atau pedalaman yang bandaranya tak terlalu panjang.

Pesawat N219 diharapkan mampu menjawab kebutuhan yang melayani operasional bandara perintis dan optimis mampu menguasai pasar pesawat terbang di kelasnya.

Selain pesawat N219, Indonesia juga menunggu akhir panjang dari pesawat

penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop, R80.

Pesawat buatan Ilthabi Rekatama, PT Eagle Capital bersama PT DI itu memang masih ditargetkan beredar di langit nusantara pada 2023, sebab purwarupa R80 akan dimulai 2018 dan rampung 2021. Seperti halnya pesawat N219, pembuatan pesawat R80 yang dikawal oleh Ilham Habibie ini mempunyai semangat untuk meneruskan peluang emas kemandirian industri dirgantara Indonesia sejak 1995.

Pada 22 tahun lalu, Indonesia sudah menapaki jalur tinggal landas untuk membangun kemandirian industri pesawat dalam negeri dengan keberhasilan uji terbang pesawat N250. Namun akhirnya akibat krisis ekonomi 1997, proyek ini dipaksa berhenti.

Kemajuan dari N219 dan R80 disambut gembira disertai harapan tinggi

pemangku kepentingan industri penerbangan dalam negeri.

Mantan Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisjahbana, yakin N219 bisa mulus terbang di langit Indonesia. Sebab pesawat ini memang dihadirkan khusus sesuai dengan karakter wilayah Indonesia.

“Pesawat N219 ini memang dirancang dan dibuat dengan teliti oleh anak

bangsa sehingga sesuai dan cocok untuk keperluan transportasi antar pulau dan pedalaman di Indonesia,” jelas Andi yang kini menjabat Tenaga Ahli Bidang Pengembangan Pesawat Terbang PT DI seperti dikutip GoNews.co dari  VIVA.co.id, Jumat 11 Agustus 2017.

Dia berharap, N219 sesuai yang diinginkan bisa menopang dan menghubungkan antar daerah di Indonesia. Di luar itu, pesawat ini bisa membuat penduduk pedalaman bisa terakses dengan dunia luar tak seperti sebelumnya.

 

Baca Juga :

Guru Agama di Sulsel Divonis Hukuman Penjara Gara-gara Suruh Siswi Shalat Zuhur

Guru Agama di Sulsel Divonis Hukuman Penjara Gara-gara Suruh Siswi Shalat Zuhur

Guru Agama di Sulsel Divonis Hukuman Penjara Gara-gara Suruh Siswi Shalat Zuhur
Guru Agama di Sulsel Divonis Hukuman Penjara Gara-gara Suruh Siswi Shalat Zuhur

Darmawati, guru mata pelajaran Agama Islam di SMA Negeri 3 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, divonis tiga bulan penjara gara-gara memarahi siswinya yang tidak menunaikan shalat.

Kasus ini bermula pada Februari 2017 lalu, ketika Darmawati mendapati sekelompok siswi berkeliaran saat waktu Shalat Zuhur.Padahal sekolah telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelaksanaan shalat di musala.

Alumni STAIN Parepare, mengaku memarahi para siswi tersebut dan memukul salah satu siswi bernama (AA) lantaran tak mau disuruh menunaikan Shalat Zuhur di sekolah.

”Saya memukulnya di bagian lengan tetapi tidak keras,” kata Darmawati, Jumat (28/7/2017).

Darmawati merupakan salah seorang guru PNS di Parepare yang bergelar magister dan sudah mengabdi selama belasan tahun.Ia juga tercatat sebagai pengurus Aisyiah dan KAHMI.

Atas tindakannya memarahi siswinya yang tidak shalat dan dibarengi pemukulan pada lengan yang menurutnya tidak keras, Pengadilan Negeri (PN) Parepare menjatuhkan kepadanya hukuman penjara tiga bulan.

 

Bahkan sebelumnya Darmawati dituntut tiga tahun penjara. ”Awalnya

tuntutan Bu Darmawati ini 3 tahun penjara, sebelum divonis bersalah,” ujar Ahmad Kohawan, dari Pemuda Muhammadiyah Parepare, Jumat (28/7/2017).

Kasus yang menimpa guru Darma menjadi perhatian masyarakat Parepare.Berbagai elemen masyarakat sempat melakukan aksi solidaritas terhadap guru Darma. Antara lain dari jajaran Fakultas Hukum Umpar, Pemuda Muhammadiyah, IGI, PGHI, Koordinat Perjuangan Rakyat, HMI PGSD Parepare, PMI, IMM, Ikatan Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Umpar, HMJ BHS Inggris FKIP Umpar (EESA), Himaptika Matematika Umpar, Parependen, dan Nasyiatul Aisyah.

Mereka menggelar aksi solidaritas dengan mendatangi gedung Pengadilan

Negeri Parepare guna mempertanyakan vonis bersalah yang dijatuhkan terhadap Darma.

Ketua PGRI Ranting SMAN 3 Parepare, Asmar menuturkan, awal pemukulan yang terjadi pada Februari lalu, keluarga korban memang marah.

 

”Kita sudah mempertemukan kedua belah pihak. Saat kejadian kita

langsung datang ke Puskemas bersama beberapa guru dan menyampaikan minta maaf,” ujarnya.

Asmar menceritakan, dua bulan dicoba upayakan agar Darmawati datang minta maaf ke rumah siswinya, tetapi tak kunjung dilakukan.

”Pas bulan April, keluarga siswi akhirnya melapor ke polisi dan belakangan Bu Darmawati baru mau minta maaf, tetapi kasusnya sudah berlanjut,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Prjd/history-of-sports-football

Bila Ada Sekolah Jual-Beli Kursi, Masyarakat Diminta Laporkan Langsung ke Kemendikbud

Bila Ada Sekolah Jual-Beli Kursi, Masyarakat Diminta Laporkan Langsung ke Kemendikbud

Bila Ada Sekolah Jual-Beli Kursi, Masyarakat Diminta Laporkan Langsung ke Kemendikbud
Bila Ada Sekolah Jual-Beli Kursi, Masyarakat Diminta Laporkan Langsung ke Kemendikbud

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Daryanto meminta kepala daerah memecat kepala sekolah negeri yang melakukan jual beli bangku dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

”Sanski paling berat pecat, oknum yang melakukan dinonaktifkan,” kata

Daryanto di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Ia meminta masyarakat yang mengetahui praktik tersebut untuk mengadukan langsung ke Kemendikbud melalui saluran yang tersedia.

Kemudian, Itjen Kemendikbud akan menindaklanjuti laporan itu untuk meninjau di lapangan.

Sementara itu, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad menegaskan jual beli kursi tidak dibenarkan.

Praktik jual beli kursi kerap terjadi apabila ada orangtua yang menitipkan

anaknya sebagai cadangan di suatu sekolah.

”Jual beli kursi tak dibenarkan. Kalau ada kursi kosong misalnya pendaftaran ulang tak mendaftar tolong yang didahulukan urutan selanjutnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini pemerintah memang memberi kewenangan pada

daerah untuk menindaklanjuti Permendikbud sesuai kondisi masing-masing.

Sebab, katanya, bila aturan Kemendikbud dibuat kaku, maka akan menrugikan peserta didik.***

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/W6jZ/history-of-the-kutai-kingdom