apa hikmah perjanjian hudaibiyah

apa hikmah perjanjian hudaibiyah

 

Sejak kecil hingga dewasa Muhammad saw tidak pernah menyembah berhala dan tidak pernah pula makan daging hewan yang disembelih untuk berhala-berhala. Ia sangat benci dan menjauhkan diri dari praktik-praktik kemusyrikan. Setelah menerima wahyu yang memerintahkan untuk berdakwah kepada kaumnya, mulailah Nabi Muhammad saw menyeru mereka untuk mengesakan Allah swt dan mengajak mereka untuk meninggalkan semua perilaku musyrik.
Secara garis besar substansi ajaran Islam yang didakwahkan oleh Rasulullah saw diawal kenabiannya adalah sebagai berikut:

a. Keesaan Allah swt.

Islam mengajarkan bahwa Allah swt adalah pencipta dan pemelihara alam semesta serta tempat bergantung bagi semua hambanya. Oleh karena itu umat manusia harus beribadah dan hanya menghambakan diri kepada Allah swt. Perbuatan menyekutukan Allah dengan yang lain hukumnya haram dan pelakunya mendapatkan dosa yang paling besar.
b. Hari kiamat sebagai hari pembalasan.
Kematian akan dialami oleh setiap manusia yang bernyawa. Tetapi hal tersebut bukan merupakan akhir dari segalanya. Justru merupakan awal bagi kehidupan yang panjang yakni kehidupan di alam kubur dan di alam akhirat. Adanya hari akhir merupakan peringatan bahwa kehidupan di dunia ini pun memiliki penghabisan.
c. Kesucian jiwa.
Islam menyeru umat manusia untuk senantiasa berusaha menyucikan jiwa dan tidak boleh mengotorinya. Karena tujuan Rasulullah saw diutus oleh Allah swt tiada lain dan tiada bukan ialah untuk menyempurnakan akhlak manusia.
d. Persaudaraan dan persatuan
Persaudaraan memiliki hubungan erat dengan persatuan. Sebab Islam mengajarkan bahwa sesama orang beriman adalah bersaudara. Mereka dituntut untuk saling mengasihi dan menyayangi dibawa naungan ridha ilahi.
Dalam memulai tugasnya menyiarkan agama Islam di Makkah, pada mulanya Rasulullah saw berdakwah secara sembunyi-sembunyi terhadap keluarganya yang tinggal dalam satu rumah serta mengajak sahabat-sahabatnya yang terdekat. Rasulullah mengajak seorang demi seorang agar meninggalkan agama berhala dan hanya menyembah Allah swt. Beliau aktif memberikan pelajaran, bimbingan, dan pencerahan kepada para pengikutnya di tempat tersembunyi yaitu di rumah Arqam bin Abil Arqam.
Abu bakar merupakan orang yang sangat berjasa membantu jalannya seruan dan dakwah Rasululllah saw. Melalui perantaraanya banyak orang memeluk Islam, antara lain Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah bin Jarrah, Arqam bin Abil Arqam, Fatimah binti Khattab beserta suaminya Said bin Zaid al-Adawi. Selain itu ada pula Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah saw), Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan beberapa orang penduduk Makkah lainnya. Mereka kemudian bergelar Assabiqunal Awwalun yaitu orang-orang yang pertama memeluk agama Islam.
Setelah tiga tahun lamanya berdakwah dengan strategi sembunyi-sembunyi (da’watul afrad), Rasulullah saw mengubah strategi dakwahnya secara terbuka dan terang-terangan. Hal ini disebabkan oleh adanya perintah Allah yang turun dalam QS. Al-Hijr ayat 94. Dengan mengundang kerabatnya dari kabilah Bani Hasyim untuk menghadiri jamuan makan, Rasulullah saw mengajak mereka agar masuk Islam. Selain itu, beliau juga mengumpulkan penduduk Mekkah terutama yang bertempat tinggal disekitar Kakbah untuk berkumpul di bukit Shafa. Disana Rasulullah saw menyeru mereka untuk meninggalkan agama nenek moyangnya dan hanya mengesakan Allah swt saja.

RECENT POSTS