Batas-batas kompromi

Batas-batas kompromi

Table of Contents

Batas-batas kompromi

Batas-batas kompromi
Batas-batas kompromi

Kompromi – kompromi politik terbatas oleh hakikatnya sendiri. Prinsip kompromi adalah “Membagi kue menjadi dua” dan memberikan separuh kepada setiapnya.”Kompromi yang ideal, kompromi yang sempurna, akan membuat keseimbangan antara keuntungan dan pengorbanan dari setiap pihak yang bertikai. Didasarkan pada keadilan pada bentuk (kesamaannya) yang fundamental, yang disimbolkan dalam skala. Semakin adil syarat –syaratnya semakin gampang mencapai kompromi. Keadilan memainkan peranan yang penting dalam proses integrasi. Definisi keadilan tergantung pada ideologi dan sistem – sistem nilai dari masyarakat tertentu.
Berhubungan dengan pembagian benda dan keuntungan sosial dan benda – benda tidak terlalu melimpah dibandingkan kebutuhan terhadapnya. Dalam kenyataannya kompromi mencerminkan hubungan kekuasaan yang sama atau lebih yang mencerminkan keadilan. Kompromi hanyalah mungkin ketimpangan dalam kekuatan – kekuatan relatif tidak terlalu besar, dan kalau kelanjutan komplitnya mengandung lebih banyak rugi dari pada keuntungan bagi kedua belah pihak. Kompromi mencerminkan keseimbangan kekuasaaan yang berlaku ketika kekuatan – kekuatan yang bertikai mundur demi saling akomodasi. Kontras antara konflik dan kompromi tidaklah absolut. Kompromi bukanlah akhir dari pertikaian, tapi hanya gencatan senjata, yang oleh perubahan dalam keseimbangan kekuasaan diganti dengan yang lain. Proses kompromi tetap berlangsung selama ketidakseimbangan kekuasaan tidak terlalu besar atau antagonisme tidak serius.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/