Bila Ada Sekolah Jual-Beli Kursi, Masyarakat Diminta Laporkan Langsung ke Kemendikbud

Bila Ada Sekolah Jual-Beli Kursi, Masyarakat Diminta Laporkan Langsung ke Kemendikbud

Bila Ada Sekolah Jual-Beli Kursi, Masyarakat Diminta Laporkan Langsung ke Kemendikbud

Bila Ada Sekolah Jual-Beli Kursi, Masyarakat Diminta Laporkan Langsung ke Kemendikbud
Bila Ada Sekolah Jual-Beli Kursi, Masyarakat Diminta Laporkan Langsung ke Kemendikbud

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Daryanto meminta kepala daerah memecat kepala sekolah negeri yang melakukan jual beli bangku dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

”Sanski paling berat pecat, oknum yang melakukan dinonaktifkan,” kata

Daryanto di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Ia meminta masyarakat yang mengetahui praktik tersebut untuk mengadukan langsung ke Kemendikbud melalui saluran yang tersedia.

Kemudian, Itjen Kemendikbud akan menindaklanjuti laporan itu untuk meninjau di lapangan.

Sementara itu, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad menegaskan jual beli kursi tidak dibenarkan.

Praktik jual beli kursi kerap terjadi apabila ada orangtua yang menitipkan

anaknya sebagai cadangan di suatu sekolah.

”Jual beli kursi tak dibenarkan. Kalau ada kursi kosong misalnya pendaftaran ulang tak mendaftar tolong yang didahulukan urutan selanjutnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini pemerintah memang memberi kewenangan pada

daerah untuk menindaklanjuti Permendikbud sesuai kondisi masing-masing.

Sebab, katanya, bila aturan Kemendikbud dibuat kaku, maka akan menrugikan peserta didik.***

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/W6jZ/history-of-the-kutai-kingdom