BPBD Kota Kediri Beri Pendidikan Kebencanaan di Pesantren Salafiyah Bandar Kidul

BPBD Kota Kediri Beri Pendidikan Kebencanaan di Pesantren Salafiyah Bandar Kidul

BPBD Kota Kediri Beri Pendidikan Kebencanaan di Pesantren Salafiyah Bandar Kidul

BPBD Kota Kediri Beri Pendidikan Kebencanaan di Pesantren Salafiyah Bandar Kidul
BPBD Kota Kediri Beri Pendidikan Kebencanaan di Pesantren Salafiyah Bandar Kidul

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar sosialisasi pendidikan kebencanaan di Pondok Pesantren Salafiyah Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan rasa aman terhadap kebencanaan yang sewaktu-waktu dapat mengancam unsur keselamatan bagi para pelajar. Kegiatan diikuti siswa siswi SMA-SMK/MA sederajat se Kota Kediri.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri, Adi Sutrisno mengatakan, sosialisasi itu merupakan upaya dari BPBD untuk mengantisipasi, mengingatkan serta memberikan ilmu pengetahuan kepada para pelajar apabila terjadi kebencanaan.

“Dengan pendidikan ini diharapkan mereka dapat mengerti, apa yang nantinya akan mereka lakukan apabila tengah mengalami di situasi bencana. Itu juga sebagai upaya BPBD dalam menekan angka korban apabila terjadi kebencanaan,” ujarnya.
Baca Juga:

 

Lintasi Terminal Kediri, Sopir Bus Jalani Tes Urine

Tak Mau Diajak Pesta Miras, Taufik Dipukuli Gerombolan Anak Punk
Ponpes Lirboyo Beber Latar Belakang Lahirnya Maklumat Pilih Jokowi
Bawaslu Kota Kediri Bentuk Kampung Anti Politik Uang

Selain memberikan sejumlah materi, BPBD juga menggelar praktik secara langsung kepada peserta. Disitu, BPBD membuat situasi nyata tentang bencana kebakaran dan menuntut bagaimana peran siswa apabila mengetahui jika di sekitar bangunan sekolah mengalami kebakaran.

BPBD memberikan panduan tata cara melakukan pemadaman api

menggunakan tabung apar. Setelah dirasa cukup menjelaskan tata cara, para peserta satu per satu mencoba mempraktikkan bagaimana cara memadamkan api tersebut.

“Kita gunakan tong bekas yang diisi bensin lalu kita bakar sebagai media

praktek. Lalu, satu per satu siswa mencoba memadamkan api sesuai dengan tata aturan yang benar. Praktik secara langsung ini kita lakukan agar para peserta benar-benar paham dan tidak panik apabila memang suatu saat nanti terjadi bencana kebakaran seperti ini,” ungkap Adi.

Lebih lanjut, Adi berharap, masing-masing sekolah yang ada di Kota Kediri untyk memasukkan ekstra kurikuler tentang kebencanaan di dalamnya.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-youtube/