BUDIDAYA KUBIS DATARAN RENDAH

Definisi Kepemimpinan

BUDIDAYA KUBIS DATARAN RENDAHBUDIDAYA KUBIS DATARAN RENDAH

merupakan tanaman semusim atau dua musim. Bentuk daunnya bulat telur sampai lonjong dan lebar seperti kipas. Sistem perakaran kubis agak dangkal, akar tunggangnya segera bercabang dan memiliki banyak akar serabut.
Kubis mengandung protein, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin B1, Vitamin B2 dan Niacin. Kandungan protein pada kubis putih lebih rendah dibandingkan kubis bunga, namun kandungan Vitamin A-nya lebih tinggi.

Kubis dapat tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi. Pada dataran rendah kubis merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki potensi untuk dikembangkan, karena peluang pasar yang terbuka lebar. Pertumbuhan optimum didapatkan pada tanah yang banyak mengandung humus, gembur, porus, pH tanah antara 6-7. Kubis dapat ditanam sepanjang tahun dengan pemeliharaan lebih intensif.

Persemaian

Sebelum dilakukan penanaman di lahan,biji kubis harus disemaikan terlebih dahulu yaitu dengan cara biji disemaikan pada tray persemaian dengan media tanam berupa campuran tanah halus dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 :1.Setelah bibit berumur ± 4 minggu atau berdun 4-6 helai maka bibit sudah siap transplanting.

Pengolahan Tanah

Tanah diolah dua kali dengan cara dicangkul dengan kedalaman ± 30 cm, setelah itu dibiarkan selama 1 minggu agar terkena sinar matahari yang cukup. Kemudian dicangkul kedua kalinya sekaligus diberikan pupuk bokashi kotoran sapi sebagai pupuk dasar.

Penanaman

Bibit dimasukkan kedalam lubang tanam hingga leher akar ikut tertanam sedikit kedalam tanah,sehingga pada saat tanaman sebelum membentuk krop dapat tumbuh tinggi dan tidak mudah rebah.Bibit ditanam dengan jarak tanam 50 x 50 cm .

Penyulaman

Penyulaman dilakukan jika terdapat bibit yang mati atau lambat pertumbuhannya.Penyulaman dihentikan setelah tanaman berumur 15 hari setelah transplanting.Bibit yang digunakan dapat diperoleh dari bibit cadangan pada persemaian dengan umur yang sama.

Pemupukan

Dosis pupuk yang digunakan yaitu : 150 kg N/Ha setara dengan 334 kg Urea/Ha
50 kg P/Ha setara dengan 104 kg TSP/Ha
100 kg K/Ha setara dengan 182 kg KCl/Ha
Dengan jarak tanam 50 x50 cm maka kebutuhan pupuk pertanaman yaitu:
Urea : 8 gr/tanaman , TSP : 3 gr/tanaman dan KCl : 5 gr/tanaman
Sedangkan pupuk kandang sebagai pupuk dasar dibutuhkan 15 – 20 ton/Ha

Cara pemupukan yaitu seluruh dosis pupuk kandang diratakan pada lahan tanam pada saat pengolahan tanah sebagai pupuk dasar kemudian pemupukan susulan pertama berupa setengah dosis pupuk Urea dan seluruh dosis pupuk TSP dan KCl diberikan 2 minggu setelah transplanting.Sedangkan sisa pupuk Urea diberikan 2 minggu setelah pemupukan pertama.Cara pemberian pupuk yaitu dengan membuat alur melingkar mengelilingi tanaman dengan jarak 5 – 7 cm dari tanaman.

Pemeliharaan Tanaman

Penyiraman dilakukan tiap hari atau sesuai kondisi tanaman.Jika cuaca panas maka tanaman disiram tiap pagi dan sore hari ,sedangkan jika hujan tanaman tidak perlu disiram.

Penyiangan dilakukan bersamaan pada saat pemupukan atau tergantung adanya gulma yang tumbuh.Pendangiran dan pembumbunan dapat dilakukan bersamaan.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

OPT penting yang menyerang tanaman kubis antara lain ulat daun kubis, ulat krop kubis, bengkak akar, busuk hitam, busuk lunak, bercak daun dan penyakit embun tepung. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain adalah : bila terdapat serangan bengkak akar pada tanaman muda, tanaman dicabut dan dimusnahkan. Kalau terpaksa menggunakan pestisida, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

Sumber: https://montir.co.id/