Cairan pada Vagina

Cairan pada Vagina

Cairan pada Vagina
Cairan pada Vagina

Sistem reproduksi wanita secara alami akan menghasilkan berbagai cairan vagina untuk membantu menjaga vagina tetap bersih dan sehat. Biasanya, cairan itu jernih, berwarna susu, dan tidak memancarkan bau yang kuat. Namun, tidak semua cairan vagina normal.

Bila cairan vagina menghasilkan bau tak sedap atau disertai oleh rasa sakit atau sensasi terbakar di daerah vagina harus menjadi perhatian. Jadi apa yang sebenarnya terganggu? Adanya bakteri, jamur, dan parasit adalah hanya beberapa penyebab terjadinya cairan vagina abnormal. Seorang wanita mungkin akan memiliki minimal satu infeksi vagina dalam hidupnya.

Dengan mengalami penyakit ini, sebagian besar wanita dengan infeksi vagina merasa malu untuk membicarakan secara pribadi dengan dokter mereka. Bahkan, sekitar 70 persen perempuan mengobati infeksi vagina mereka sendiri. Tetapi justru hal ini malah menambah lebih banyak masalah.

Baca Juga :

Kedokteran, Bisnis atau Perhotelan

Kedokteran, Bisnis atau Perhotelan

 Kedokteran, Bisnis atau Perhotelan
Kedokteran, Bisnis atau Perhotelan

Selain Chongqing Medical University (CQMU) yang menawarkan beasiswa kuliah di program internasional bidang studi kedokteran, South China University of Technology (SCUT) di Guangzhou, China, juga memberikan tawaran menarik dari program foundation atau pra universitas.
Program foundation ini bisa diikuti pelajar kelas 3 SMU tanpa harus menunggu lulus SMA.
— Samuel Wiyono

Ketua Pertukaran Mahasiswa Beijing Language & Culture Institute (BLCI) Samuel Wiyono mengatakan, program pra universitas ini merupakan program pendidikan bagi mereka yang belum memenuhi persyaratan masuk universitas, baik dari segi bahasa maupun akademik.

“Program ini bisa diikuti pelajar kelas 3 SMU tanpa harus menunggu lulus SMA,” ujar Samuel kepada Kompas.com, di Jakarta, Minggu (6/6/2010).

Setelah selesai mengikuti program foundation ini, kata Samuel, para siswa dapat langsung kuliah di jenjang S-1 di SCUT untuk bidang studi Perdagangan Internasional dan Ekonomi atau Bachelor International Trade & Economic, Tourism Management, dan Computer Science.

Samuel menambahkan, dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan, para pelajar yang belum menguasai bahasa Mandarin dapat langsung kuliah.

“Sehingga mereka bisa menghemat waktu dan biaya,” ujarnya.

Kota Suzhou

Jika SCUT menawarkan bidang studi Bachelor International Trade & Economic, Tourism Management, dan Computer Science, Blue Mountains Hotel School (BMHS) di Kota Suzhou menawarkan program studi diploma bidang perhotelan. Pembelajaran pada bidang studi ini juga menggunakan pengantar bahasa Inggris.

Samuel menjelaskan, mahasiswa yang kuliah dua tahun diploma di kota ini dan melanjutkan satu tahun perkuliahan di Australia akan mendapatkan ijazah S-1 (Bachelor) dari Australia.

“Total waktu mendapat gelar S-1 ini 3 tahun dan pada tiap semester genap mahasiswanya diberi kesempatan magang kerja di hotel relasi BMHS,” ujar Samuel.

Sumber : https://freemattandgrace.com/

Kabut Sedini Mungkin

Kabut Sedini Mungkin

Kabut Sedini Mungkin
Kabut Sedini Mungkin

Garind malah cekikikan. Tapi Fla tetap mengunyah rotinya, dengan pandangan lurus ke depan. Lambung pesawat yang besar ini tiba-tiba seperti mengecil dalam bayangannya. Dari pengeras suara, awak pesawat mengumumkan, sekitar tiga jam lagi pesawat akan tiba di Frankfurt. Airport di kota itu telah menyambut kedatangan mereka dengan iming-iming belanja yang luar biasa mahalnya.

Garind menatap tajam ke arah Fla. Seperti sedang menjajagi ekspresi perasaan wanita muda itu. Lewat pengeras suara, awak pesawat memerintahkan agar penumpang mengenakan kembali seat belt-nya. Pesawat hendak sedikit bergoyang tak lebih dari setengah menit.

Tanpa bisa menyembunyikan kegugupannya, Fla langsung memasukkan kembali kepala sabuknya dengan ujung lubang yang lain. Cukup rapat.
”Sandaran kursinya…” Garind memperingatkan.

Setengah malu, Fla lantas membetulkan letak sandaran kursinya yang masih miring. Pesawat mulai bergoyang. Fla memejamkan mata, kemudian berdoa. Laki – laki di sampingnya melirik nakal. Setengah tersenyum, ia jatuhkan tubuhnya di punggung kursi dalam – dalam.

Ketika pesawat Mega Top ini menjejak landasan, lagi – lagi Fla dibuat kebingungan. Ia sangsi, akankah Stop Over di Frankfurt harus berganti pesawat. Sebelum niat bertanya itu ia lontarkan, Garind langsung nerocos sok pintar:
”Cuma istirahat dua jam. Tinggal saja bawaan beratmu di pesawat. Kalau mau beli cokelat atau apa, bawa tas tanganmu. Jangan lupa paspornya. Kita akan diperiksa lagi sebelum masuk pesawat.”
Rasa jengah itu tidak bisa disembunyikan. Dari wajah Fla yang mulai pucat, nampak rona kemerahan semburat di sana.
”Percaya nggak sama manusia vampir?” Garind bertanya spontan, saat keduanya melewati pintu pemeriksaan transit, dan menukar paspor dengan sebuah tiket plastik.

Sepanjang perjalanan antara ruang transit ke ruang tunggu, tak henti – hentinya lelaki itu mengutuk novelnya Anne Rice. Menurutnya, Interview with the Vampire terlalu melogis – logiskan dongeng.

”Setiba di New York, kita bisa nonton film terbaru Hollywood pasca WTC-Gate. Tapi di Embassy Suites – Broadway, saat ini sedang dipentaskan lagi sebuah teater musikal, Beauty and the Beast. Tak jauh dari sana ada McDonald’s. Kita bisa diskusikan pementasan itu sambil ngemil.”

Fla menghentikan langkahnya. Tepat di depan ”Delikatessen,” sebuah toko cinderamata terlengkap, ia berbelok. Terlihat sekali kalau Garind keteteran membuntutinya.
”Kau mau borong apa, Fla?”

Yang dibuntuti cuma membisu. Namun mulut Garind akhirnya menganga membentuk huruf ”O” begitu mendapati Fla membeli sejumlah boneka dan papan lambang kota Frankfurt.
”Di sini mahal – mahal, Non.”
”Ini perjalanan pertamaku keluar negeri. Sedikit boros tidak mengapa.”

Lelaki itu serasa kalah langkah. Ia cuma manggut – manggut, tanda menyerah. Berikutnya, Garind lebih sering diam ketika dengan lincahnya Fla keluar masuk toko yang berada di kawasan bandara.

Dalam perjalanan kembali menuju ruang transit, keduanya seolah sepasang partner yang tidak canggung lagi. Beberapa kali Garind membantu jinjingan perbelanjaan kawan barunya, sementara Fla tetap saja dingin. Laki – laki berkulit cokelat, dengan bentuk dagu kuat itu pun lebih sering memilih nyengir.

Tapi dalam penerbangan menuju New York, ceriwisnya kambuh lagi. Karena sudah merasa di atas angin, Fla langsung menghardik.

”Maaf deh, sedari tadi omonganmu nggak jelas juntrungnya. Sebenarnya kamu ini siapa, sih?”
Yang ditanya malah linglung. Kepalanya geleng – geleng kecil, lantas menengadahkan wajah ke langit – langit pesawat.
”Kamu ini kayaknya orang yang kerap sekali bepergian ke Amrik?”
Garind menghela nafas pendek. Senyumnya hambar.
”Berapa kali dalam setahun kamu bepergian seperti ini?”

Garind tidak secepatnya menjawab. Dengan demikian Fla semakin yakin, bahwa teman barunya ini jenis orang yang terbiasa hidup di lingkungan atas. Keyakinan itu kian tebal saat Garind mengusap rambutnya. Saat tangan kirinya bergerak ke atas, sekelebatan mata Fla menangkap jam tangan Philippe Charriol yang dikenakannya. Jam tangan buatan Paris yang dikenal mahal, pikirnya.
”Ini yang keempat kalinya sepanjang sepuluh bulan terakhir.”

Sumber : https://dailygram.com/index.php/blog/577453/7-romantic-photo-pose-ideas-on-wedding-day-im-sure-you-dont-want-to-try-it/

Tentang Lilin, Asal-usul dan Maknanya

Tentang Lilin, Asal-usul dan Maknanya

“Setelah menyalakan lilin kemudian ditiup sampai mati, Itu ritual yang tak kumengerti ketika tersedia perayaan lagi tahun, Pelajaran dari siapa? Maknanya apa? Supaya Apa?
Siapa pelaku pertama dan kapan?
Mungkinkah seorang berbuat sesuatu tanpa maksud?

JAWAB : Memang banyak perihal yang kami memandang sehari-hari tanpa tahu kapan itu di awali dan terjadi? Bahkan buku mengenai ensiklopedi asal-usul pun tidak dapat pernah lengkap, dikarenakan sebetulnya banyak penemuan di dunia ini, kendati tersedia yang mencatatnya, tetapi kami kerap melewatkannya.

Tentang LILIN, yang terbuat dari PARAFIN yang diberi sumbu pada jaman ini, pertama kali diketahui berasal dari ORANG MESIR 3000 SM yakni gunakan LEMAK SAPI yang diberi sumbu.

Selanjutnya, mereka gunakan ALANG-ALANG bersama SUMBU SERAT yang dicelupkan ke di dalam LEMAK CAIR selanjutnya didinginkan, dan lagi dicelupkan ke di dalam lemak cair, didinginkan, dan lagi dicelup sampai ketebalan tertentu. Namun, lilin di zaman itu belum sesempurna sekarang. Sering, ketika dinyalakan lilin mengeluarkan asap kehitaman. Atau, kerap terhitung mengeluarkan semacam gas dan aroma tak sedap yang menyebabkan mata jadi pedih.

Biasanya, lilin terbuat dari malam, lemak padat, atau materi lain yang terbakar secara lambat.Saat terbakar, panas api dapat mencairkan lilin dekat pangkal sumbu. Di abad pertengahan, lilin lemak banyak digunakan masyarakat Eropa. Namun harganya yang lebih mahal dibandingkan lampu lemak, menjadikan lilin sebagai benda mewah. Tak heran, waktu itu pengguna lilin sekedar kaum bangsawan.

Penelitian mengenai lilin tetap berlanjut, sampai lemak bersumbu digantikan lilin dari MALAM LEBAH yang beraroma wangi tanpa disertai bau lemak. Puncaknya, pada abad XIX, ahli kimia Prancis, Michel Eygene Chevreul, berhasil memisahkan asam lemak dari gliserin lemak agar menghasilkan ASAM STEARAT, bahan penting untuk menghasilkan lilin bermutu baik. Stearat bersama dua bahan yang ditemukan selanjutnya, yakni SPERMACETI dan malam PARAFIN, jadi bahan baku utama lilin.

Spermaceti terbuat dari lemak ikan paus. Kelebihan spermaceti adalah tidak mengundang bau pedas dan rasa pedih di mata waktu lilin menyala tak sekedar itu, batang lilinya tidak ringan lembek dan bengkok.

Selama perkembangannya, tersedia sebagian cara pembuatan lilin. Mulai dari yang hanya mencelupkan sumbu ke di dalam lilin, sampai gunakan mesin pencetak lilin, yang terasa dikembangkan pada abad XIX. Mesin itu terdiri atas tangki logam yang dipanaskan, kemudian didinginkan bergantian. Cara kerjanya, mula-mula sumbu disusupkan dari dasar cetakan, menembus lilin cair di dalam cetakan. Setelah cetakannya dingin dan lilin mengeras, sumbunya dipotong.

Lilin Ulang Tahun

Walau telah diketemukan LAMPU yang gunakan listrik (PX, PL, PLC, dlsbnya. ini arti untuk menyebut jenis-jenis bohlam, bagi mereka yang bergelut di bidang perlistrikan tentu paham), toh LILIN masih jadi penerangan yang banyak DICARI, lebih-lebih kalo lampu PLN MATI.

Walaupun asal muasal dari ritual meniup lilin lagi th. tidak diketahui, histori mencatat rutinitas ini di awali dari Kinderfest (Kinder di di dalam bhs Jerman bermakna anak-anak), sebuah perayaan lagi th. bagi anak-anak pada abad 18.

Disebutkan pula, rutinitas waktu itu memasang lilin-lilin yang melambangkan usia. Selain itu tersedia yang mengimbuhkan sebagian lilin untuk mengindikasikan “umur di jaman datang”. Di jaman sekarang, lilin dimaksudkan untuk mengucapkan keinginan sebelum saat meniup lilin.

Diyakini bahwa meniup seluruh lilin di dalam satu napas bermakna keinginan dapat terkabul dan orang selanjutnya dapat mendapatkan nasib yang baik di th. mendatang.

Lilin NATAL

Sebenarnya tidak hanya umat Kristiani saja yang gunakan Lilin sebagai salah satu pelengkap di dalam ritualnya, agama yang lain pun tersedia terhitung yang gunakan lilin sebagai anggota dari ritual keagamaannya.

Dalam rutinitas Gereja, lebih-lebih Katholik, di setiap altarnya tak terlepas dari ada LILIN di dalam meja altar tersebut. Penggunaan lilin natal itu tak terlepas dari rutinitas HARI RAYA HANUKKAH (Hari raya pentahbisan BAIT ALLAH) di Yerusalem 165 SM yang bertepatan bersama PERINGATAN NATAL YESUS, kerap disebut sebagai FESTIVAL CAHAYA. Biasanya dirayakan bersama menyalakan lilin selama 8 hari secara terus-menerus.

Tradisi Festival Cahaya waktu Natal Yesus Kristus, yakni PENYALAAN LILIN dan, pada zaman moderen tersedia yang melengkapinya bersama lampu Natal. Festival Cahaya di dalam konteks Natal kemudian dimaknai secara lebih luas oleh Yohanes 1:5, yakni TERANG mengalahkan GELAP.

Terang itu bersinar di di dalam kegelapan dan kegelapan tidak mampu mengalahkannya. (Yohanes 1:5)

Lilin Di Indonesia

Lilin di Indonesia pun mempunyai kisah yang tak kalah menariknya, lebih-lebih di tempat Sumatera Barat tersedia tarian yang disebut TARIAN LILIN, yang berawal dari Istana kerap ditarikan pada malam hari, sebuah tarian yang dipersembahkan oleh sebagian penari bersama diiringi musik. Para penari ini dapat mempunyai lilin yang dinyalakan pada piring dan dipegang pada setiap belah tangan mereka. Penari ini dapat menarikan tarian secara berkumpulan bersama memutar-mutar piring yang tersedia lilin menyala secara berhati-hati agar piring selanjutnya senantiasa mendatar, dan lilin tidak terpadam.

Menurut dongengnya, tari lilin diketemukan ketika tersedia seorang gadis yang ditinggalkan tunangannya pergi berdagang. Ketika KANGEN sang gadis senantiasa mencium dan membelai CINCIN TUNANGANNYA. Suatu hari cincin tunangannya itu hilang!

Dari pagi sang gadis mencari cincin tersebut, lebih-lebih sampai malam. Ketika malam ia kenakan lilin yang ditaruh di atas piring untuk penerangan di dalam mencari cincin tersebut. Gerakan gadis yang meliuk-liuk naik turun itulah yang jadi INSPIRASI tari piring.

Artikel Lainnya : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

Demikian sedikit yang mampu saya jelaskan, sangat panjang kecuali ditulis lebih detil. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Bahan Haram Pada Produk Farmasi

Bahan Haram Pada Produk Farmasi

Obat adalah produk farmasi yang terdiri dari bahan aktif dan bahan farmaseutik (bahan pembantu eksipien). Jadi dalam satu obat mampu terbuat lebih dari 2 sampai 3 bahan. Perkembangan teknologi sistem pembuatan obat kini makin lama maju dan sebabkan kami sebagai konsumen tidak paham akan takaran bahan obat yang tersedia dipasaran.
Sumber bahan aktif obat dan bahan farmaseutik bermacam-macam. Bisa berasal dari tumbuhan, hewan, mikroba, bahan sintetik kimia, lebih-lebih dari virus yang dilemahkan atau bahan yang berasal dari manusia.
Baik bahan aktif maupun bahan farmaseutik memiliki titik kronis kehalalan. Hal ini dimungkinkan oleh adanya pertumbuhan teknologi sistem pembuatan dan mengolah obat yang makin lama maju. Selain itu adanya termasuk kecenderungan khasiat yang diklaim sang produsen, obat cuma akan efektif jikalau gunakan bahan spesifik saja.

Perhatikan Bahan Aktif Obat

Titik kronis bahan aktif obat mampu di awali dari asal muasal bahan aktif tersebut. Contoh bahan aktif obat yang berasal dari hewan adalah protein, asam amino, vitamin, mineral, enzim, asam lemak dan turunannya, khondroitin, darah, serum, plasma, hormon sampai karbon aktif. Jika berasal dari hewan, maka hewannya kudu hewan halal bukan hewan haram. Sebab mampu saja lebih dari satu bahan layaknya protein, karbon aktif, khondroitin, asam lemak, dan mineral berasal dari babi, layaknya tulang, kulit, lemak sampai jeroannya. Jika berasal dari hewan halal maka sistem penyembelihannya pun kudu cocok bersama syariat Islam.Bagaimana bersama bahan aktif yang berasal dari mikroba. Bahan aktif obat yang berasal dari mikroba tidak seluruhnya mampu dimanfaatkan segera oleh produsen. Untuk mendapatkan bahan aktif dari mikroba berikut dibutuhkan tahapan sistem fermentasi. Pada sistem berikut dibutuhkan bahan-bahan media. Contohnya adalah terhadap pembuatan vaksin. Media pembiakan inilah yang kudu dikritisi, gara-gara kerap gunakan bahan media yang berasal dari protein hewan, mampu dari babi maupun hewan lainnya. Belum lagi penggunaan bahan pasca fermentasi layaknya karbon aktif, yang diketahui mampu berasal dari tulang hewan.
Bahan aktif lain yang marak digunakan dalam industry obat-obatan adalah bahan aktif yang berasal dari manusia. Seperti keratin rambut manusia untuk pembentukan sistein. Maupun placenta manusia untuk obat-obatan, layaknya obat luka bakar dan yang lainnya. Beberapa metode kedokteran lebih-lebih gunakan ari-ari atau placenta ini untuk obat leukemia, kanker, kelainan darah, stroke, liver sampai diabetes dan jantung.
Placenta itu adalah ari-ari, yang amat berfungsi terhadap bayi sementara berada di dalam rahim ibu. Pasalnya, lewat organ ini janin mendapatkan zat makanan dan kebutuhan hidup yang lainnya. Lantas bagaimana bersama bahan aktif yang berasal dari tumbuhan dan sintetik kimia. Jangan puas dulu, bahan aktif ini mampu saja bersinggungan atau terkontaminasi bersama bahan farmaseutik (penolong) yang kudu dipertanyakan termasuk asal-usulnya. Contohnya penggunaan alkohol untuk mengisolasi bahan aktif dari tumbuhan berikut layaknya alkaloid, glikosida dan bahan lainnya. Bahan yang berasal dari tumbuhan ini mampu termasuk lewat sistem fermentasi yang menghasilkan alkohol, layaknya sari mengkudu dan yang lainnya.
Sama halnya bersama bahan aktif yang berasal dari tumbuhan, bahan sintetik termasuk kudu diperhatikan bahan campurannya. Bisa saja bahan penolong, dan campurannya bercampur atau terkontaminasi bahan yang tidak paham kehalalannya. Waspadai Bahan Tambahan Pembuatan Obat
Banyak obat gunakan bahan farmaseutik sebagai bahan tambahan sehingga khasiat obat mampu diserap oleh tubuh. Namun sayang tidak seluruh bahan farmaseutik itu paham standing kehalalannya. Bahan farmaseutik terdiri dari 28 macam bahan, layaknya yang dicantumkan di dalam tabel di bawah ini.

Bahan Pengasam
Bahan pembasah
Bahan penjerap
Bahan aerosol
Bahan pengawet
Antioksidan
Bahan pendapar
Bahan Pengkhelat
Bahan pengemulsi
Bahan pewarna
Bahan perisa
Bahan pelembab
Bahan pelembut
Bahan basic salep
Bahan pengeras
Bahan pemanis
Bahan pensuspensi
Bahan penghancur tablet
Bahan pengisi tablet
Bahan penyalut
Bahan pelincir tablet
Bahan perekat tablet
Bahan pelumas
Bahan pengkilap
Bahan pengisotonis larutan
Pelarut/pembawa
Bahan enkapsulasi
Pengganti udara
Dari ke 28 type bahan farmaseutik berikut terkandung lebih dari satu bahan yang memiliki titik kronis kehalalan. Yakni bahan pengemulsi, bahan pewarna, bahan perisa, bahan pengisi tablet, bahan pengkilap, bahan pemanis, bahan pelarut dan bahan enkapsulasi.

Bahan berikut memiliki titik kronis kehalalannya gara-gara mampu saja berasal dari bahan haram dan najis layaknya babi, alcohol, organ manusia maupun bahan hewani lain yang tidak paham asal-usul maupun sistem penyembelihannya.

Selain yang disebutkan di atas, kami termasuk kudu mengkritisi kehalalan obat dalam dari bentuk sediannya obatnya. Contohnya adalah obat berbentuk tablet. Bahan yang kudu diwaspadai dalam sistem pembuatan obat berbentuk pill kerap digunakan bahan magnesium stearat, monogliserida yang berasal dari turunan lema. Demikian termasuk bersama obat berbentuk serbuk dan kaplet, penggunaan laktosa dalam sistem mengolah obat serbuk adalah yang kudu diperhatikan, dimana enzim hewani mampu saja berperan dalam pembuatan laktosa ini. Termasuk termasuk penggunaan bahan pewarna.
Cangkang kapsul pun kudu diperhatikan, gara-gara lebih dari satu besar bahan yang digunakan dalam sistem pembuatan kapsul mempergunakan gelatin. Seperti diketahui, bahwa gelatin mampu berasal dari tulang maupun kulit hewan, layaknya babi, sapi maupun ikan.

Tidak berhenti sampai di sini saja, obat berbentuk cair atau liquid termasuk kudu diperhatikan. Terutama penggunaan etanol atau alkohol dan flavor (perasa) yang digunakan. Sebab mampu saja flavor berikut terbuat dari bahan penyusun (ingredient) dan pelarut yang tidak paham kehalalannya.

Obat berbentuk pil dan injeksi (suntik) termasuk sama, bahan penyusun obat layaknya gliserin yang mampu saja berasal dari turunan lemak termasuk kudu diperhatikan. Termasuk termasuk penggunaan bahan gelatin yang banyak digunakan. Demikian halnya penggunaan protein darah manusia dalam obat injeksi. Etanol dan gliserin pun mampu digunakan dalam obat-berbentuk suntik tersebut. Contoh lain adalah Insulin yang mampu berasal dari pankreas babi, atau lovenox (obat injeksi anti penggumpalan darah) yang termasuk mampu berasal dari babi.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Oleh gara-gara itu, kami sebagai konsumen kudu termasuk cermat dalam pilih obat-obatan. Sebab bukan cuma menghendaki mendapatkan kesembuhan semata, namun termasuk ridha dari Allah SWT. Bertanya dan mencari paham mampu jadi salah satu langkah untuk menjauhkan kami dari obat-obatan yang tidak paham kehalalannya.

Baca Juga :

Peran Perpustakaan Cyber Bagi Penulis

Peran Perpustakaan Cyber Bagi Penulis

Ketika seseorang menulis maka dia tengah penuangan ide/gagasan bersama dengan kapabilitas yang kompleks lewat aktivitas yang aktif produktif didalam bentuk lambang huruf dan angka secara sistematis sehingga sanggup dimengerti oleh orang lain.

Kemampuan seseorang didalam menulis tidaklah diperoleh secara otomatis bawaan sejak lahir, melainkan diperoleh lewat tindak sistem pembelajaran. Untuk memperoleh kompetensi menulis mesti banyak aktif coba latihan menulis sebagai anggota pembelajaran.

Membaca dan menulis merupakan alur tak terpisahkan, menjadi sekiranya kita aktif hanya terhadap salah satu saja jadinya tidak imbang. Budaya baca tulis mesti diupayakan, di awali dari guru, dosen bersama dengan mengimbuhkan latihan-latihan yang kreatif. Baca tulis bukan budaya instan, tetapi budaya yang diupayakan secara tetap menerus.

Kegiatan menulis menjadi pemicu dunia lisan, sehingga apa yang dilisankan tidak sirna ditelan masa. Baca tulis mesti dibudayakan didalam dunia pendidikan, baik resmi maupun non resmi demi kemajuan bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang rakyatnya menerapkan budaya baca tulis.

Untuk merangsang budaya baca tulis bias dikerjakan bersama dengan aneka siasat aktivitas seperti pelatihan baca tulis, bedah buku, meresensi buku, menulis esai, atau lomba penulisan lainnya yang dimotori oleh para pendidik. Komitmen didalam peningkatan penulisan dan publikasi karya ilmiah senantiasa diupayakan demi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Aturan Dikti mempersyaratkan lulusan perguruan tinggi mesti mempunyai karya ilmiah sanggup pemicu stimulan budaya baca tulis.

Manfaat Perpustakaan Cyber

Perpustakaan sebagai pusat informasi, tempat belajar baca tulis, sarana komunikasi ilmu ilmu antar pemustaka didalam rangka penulisan dan publikasi karya ilmiah bersama dengan lebih dari satu pengaturan. Setiap insan yang menghendaki maju, datanglah ke perpustakaan, baca dan tulis apa yang kamu baca. Dengar dan perhatikan topik apa yang dijadikan diskusi atau obrolan dan tulislah, sehingga tidak terlupakan, tak lekang oleh waktu.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sanggup digunakan pihak perpustakaan didalam menjalankan fungsinya yang salah satunya sebagai media penyebarluasan informasi dan ilmu pengetahuan. Jaringan internet sanggup dimanfaatkan sebagai sarana aktivitas perpustakaan didalam publikasi karya ilmiah. Internet sesungguhnya ladang tumbuh kembangnya aneka informasi. Akan tetapi pemustaka mesti waspada gara-gara hasil penelusuran informasi yang diperoleh lewat internet, dari segi mutu maupun otoritas informasi tidak tersedia yang menjamin. Maka pemustaka sebagai pengguna informasi cocok kebutuhannya mesti pandai-pandai menyeleksi.

baca juga :

SEEKOR RUBAH DAN BANGAU

SEEKOR RUBAH DAN BANGAU

Pada suatu hari ada seekor rubah tengah jalan-jalan di sekitar hutan. Ia kemudian berfikir bahwa hari ini cuaca cerah dan ia bisa pergi memancing. Kemudian, ia pun mempersiapkan alat untuk memancing dan segera bergegas menuju telaga yang ada di tengah hutan.

Saat tiba di telaga, ia mendapati ada burung bangau di sana sedang seberang. Ia pun menyapa sembari mengeluarkan pancingnya, “Hai bangau, apa yang sedang kau lakukan?” Rubahpun membayangkan bahwa ia akan memperoleh ikan yang banyak untuk makan malamnya.

Bangau pun menjawab, “Aku sedang berenang sambil menikmati air telaha yang sejuk membasahi buluku” Jawab bangau sembari menggepakkan sayapnya.

Rubah pun mulai memancing danj tak lapa kemudian pancingnya bergetar. Ia pun bergegas menarik pancingnya dan menyaksikan seekor ikan di sana. Dengan penuh suka cita ia berkata, “Asyik aku akan pesta besar nanti malam. Bangau, apakah kamu mau makan malam di tempatku?” Tanya rubah sambil membereskan alat memancingnya.

Bangau pun mengiyakan ajakan rubah. Dan tepat di waktu makan malam, bangau datang ke rumah rubah, “Tok…tok…tok!!”

Sembari membuka pintu rumahnya, rubah berkata “Silahkan masuk!”. Mereka pun duduk di meja makan yang sudah tertata rapi. Bangau merasa amat lapar karena aroma masakan yang mengundang selera. “Baunya sangat harum, tentu saja rasanya enak”.

Akhirnya makanan dihidangkan. Tubah memasak sup ikan dan meletakkannya di mangkuk kecil. Menyaksikan hal tersebut, bangau sedih karena paruhnya yang panjang tentu saja ia tidak bisa memakan sup di mangkuk kecil tersebut.

Akhirnya, sang bangau hanya metatap dan berdiam. Melihat hal itu, rubah bertanya, “Bangau kenapa kamu tidak makan? Kamu tidak suka?”

“Paruhku panjang sehingga tidak bisa dipakai untuk memakan sup di mangkuk kecil tersebut” Jawab bangau.

Rubah pun menjawab, “Maafkan aku bangau, namun yang ku punya hanya mangkuk kecil ini. Tapi kamu tidak perlu bersedih karena aku sudah menemukan jalan keluar.”

Akhirnya, rubahpun mengambil sebuah rantang dan mengisinya dengan sup sampai penuh. “Ini bawalah rantangnya pulang dan kamu bisa menikmati makan malam di rumahmu.” Ujar rubah. Kemudian, bangau pun menjawab, “Terima kasih rubah, kamu baik sekali. Besok giliran aku yang akan mengundangmu makan malam di rumah”.

Baca Juga :

Belajar Pada Air

Belajar Pada Air

Belajar Pada Air
Belajar Pada Air

Belajarlah pada sifat air…
1. Tidak mengalah
2. Tidak mengalahkan
3. Sampai tujuan

Tujuan air adalah laut.. Dari mata air di puncak gunung, air mengalir lewat sungai menuju laut.
Ketika jalannya terhalang oleh batu batu sungai, ia tidak mengalah, tapi ia juga tidak perlu mengalahkan batu itu. Ia lewat disampingnya.
Ketika dibendung oleh manusia dan tak dapat lagi mengalir, ia tidak mengalah. Ia tidak perlu mengalahkan bendungan itu, tapi ia meresap menjadi mata air di tempat yang lain atau menjadi uap air lalu menjadi hujan di tempat yang lain dan menjadi mata air di tempat yang lain.
Yang pasti, ia tetap pada tujuannya yaitu laut, tanpa mengalahkan batu batu sungai, bendungan, dll. Tidak pernah ia menyerah pada apa yang telah menjadi tujuannya yaitu laut. Semua itu dicapainya tanpa mengalah dan mengalahkan perintangnya.
Belajarlah darinya.

Baca Juga : 

Small Things with Great Love

Small Things with Great Love

Small Things with Great Love
Small Things with Great Love

Kita mungkin tidak bisa melakukan hal besar, Tapi kita bisa melakukan hal kecil dengan Cinta yang Besar. ( Da Ai )

Inilah cerita dari ibu Teresa sebelum kematiannya :
” Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri
dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya
tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam
ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat – kemiskinan
spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi.”

Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah.
Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari
jalan dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk.
Saya memberitahu para suster : “Kalian merawat yang tiga; saya akan
merawat orang itu yang kelihatan paling buruk.”

Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan,
dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang
tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata : ” Terima kasih “,
lalu ia meninggal.

Saya tidak bisa tidak, harus memeriksa hati nurani saya sendiri.
Dan saya bertanya : ” Apa yang akan saya katakan, seandainya saya
menjadi dia ?” dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha
mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri. Mungkin saya berkata :
” Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau
lainnya”.

Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak, ia memberi saya
ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia meninggal dengan senyum di wajahnya.
Lalu ada seorang laki -laki yang kami pungut dari selokan, sebagian
badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah
perawatan ia hanya berkata : “Saya telah hidup seperti hewan di jalan,
tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan.”
Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang
ia katakan dengan senyum ialah : ” Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan”
lalu ia meninggal.

Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan
siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain.
Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya
secara rohani sedangkan miskin secara materi.

* Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
* Hidup adalah keindahan, kagumi itu.
* Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.
* Hidup adalah tantangan, hadapi itu.
* Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.
* Hidup adalah mahal, jaga itu.
* Hidup adalah kekayaan, simpan itu.
* Hidup adalah kasih, nikmati itu.
* Hidup adalah janji, genapi itu.
* Hidup adalah kesusahan, atasi itu.
* Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.
* Hidup adalah perjuangan, perjuangkanlah itu
* Hidup adalah tragedi, hadapi itu.
* Hidup adalah petualangan, lewati itu.
* Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.
* Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.
* Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.

” We can do no great things, only small things with great love. ”
Mother Teresa

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Segitiga Cinta

Segitiga Cinta

Segitiga Cinta
Segitiga Cinta

Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy. Ada yang bilang pasangannya pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.

Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi. Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan. Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.

Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam kecocokan. Ahli psikologi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.

Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu/ apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.

Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak/isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya. Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.

Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai “triangular love” atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi: Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.

Commitment atau komitmen adalah sebuah keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut “until the death do us apart”.

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuat relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/