Tips Membuat Tulisan yang Laku Dijual

Tips Membuat Tulisan yang Laku Dijual

Tips Membuat Tulisan yang Laku Dijual
Tips Membuat Tulisan yang Laku Dijual

Menulis merupakan hobi bagi sebagian orang. Ketika menulis mereka tidak merasa terbebani walau kadang merasa mentok untuk menulis apa. Jika sudah demikian, biasanya mereka alihkan sejenak dengan melakukan aktivitas lain.

Hobi menulis ini  bisa menjadi sumber pemasukan juga lho jika layak dijual. Ada begitu banyak cara menghasilkan uang dari hobi menulis. Mulai dari membuat buku, menjadi ghost writer atau menjadi penulis lepas. Sayangnya tidak semua tulisan bisa mendatangkan uang. Agar tulisan kita laku dijual, ada beberapa tips yang perlu dilakukan.

Pertama, cari ide topik yang unik. Tulisan yang laku dijual adalah tulisan yang memiliki ide topik yang berbeda dari tulisan yang ada sebelumnya. Itu sebabnya yang paling mahal dalam menulis adalah ide. Ide tentang topik yang akan dibahas dalam tulisan kita dan ide tentang bagaimana tema tersebut akan disajikan. Nah, topik yang unik melihat sesuatu dengan cara berbeda. Jika topik umumnya melihat sampah sebagai sesuatu yang busuk, kotor dan jorok. Topik yang unik akan membicarakan sampah sebagai penghasil pundi-pundi uang. Silahkan baca di sini tentang bagaimana cara mendapatkan ide.

Kedua, banyak membaca. Orisinalitas alias keaslian tulisan akan dipengaruhi oleh luasnya wawasan dan pemahaman penulis terkait suatu topik. Tulisan yang baik adalah tulisan hasil pemikiran dan analisa penulisnya bukan sekedar copy paste dari tulisan orang lain alias menulis ulang (rewrite). Ide boleh sama, tapi bagaimana dia disajikan pasti akan berbeda antara seorang penulis dengan penulis lainnya.  Caranya adalah dengan banyak membaca sehingga pengetahuan dan pemahaman kita terhadap topik tersebut bertambah. Ini juga akan membuat tulisan kita lebih berbobot karena menggunakan analisa yang tajam dari hasil membaca. Setelah kita pahami berbagai bacaan tersebut, tuliskan kembali dengan menggunakan kalimat sendiri yang tentunya berdasarkan pemahaman sendiri. Secara singkat, rumusnya adalah baca, pahami, tulis dengan kalimat sendiri.

Ketiga, bahasa yang digunakan. Ketika menulis, usahakan untuk menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Ingat bahwa pembaca kita memilki pengetahuan yang berbeda-beda. Kecuali tulisan kita dibuat untuk pembaca khusus. Misalnya tulisan di jurnal ilmiah yang pembacanya adalah orang-orang dengan ketertarikan khusus terhadap topik yang kita angkat. Untuk golongan pembaca ini, kita bisa menggunakan “bahasa planet” terkait topik kita. Kita boleh gunakan istilah-istilah coding, topologi, intranet dan lain-lain ketika sasaran pembaca kita adalah mereka yang mengerti dunia teknologi informasi.

Keempat, judul yang membuat penasaran pembaca. Sebelum membaca isi suatu tulisan, pembaca akan membaca judulnya terlebih dahulu. Jika judul tersebut menarik dan membuat penasaran, maka pembaca akan meneruskan bacaannya. Oya, pastikan judul benar-benar mencerminkan isi tulisan.

Kelima, isi yang informatif  dan memberi manfaat. Sebagian besar pembaca membaca karena rasa ingin tahu dan adanya kebutuhan informasi yang harus dipenuhinya. Artinya tulisan harus mampu menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.

Sumber : https://vhost.id/summoners-war-sky-arena-apk/

PPDB Terapkan Zonasi, Sekolah Favorit Siap-siap Tak Bisa Seleksi Siswa

PPDB Terapkan Zonasi, Sekolah Favorit Siap-siap Tak Bisa Seleksi Siswa

PPDB Terapkan Zonasi, Sekolah Favorit Siap-siap Tak Bisa Seleksi Siswa
PPDB Terapkan Zonasi, Sekolah Favorit Siap-siap Tak Bisa Seleksi Siswa

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 dengan sistem zonasi

diprediksi membuat sekolah yang dianggap favorit terancam tak bisa pilih-pilih siswa yang berkualitas berdasarkan nilai USBN SD. Ini terjadi karena yang menjadi standar utama adalah jarak rumah yang berdekatan dengan sekolah.

Namun, sebagai salah satu sekolah yang dianggap favorit, SMP Negeri 8

Yogyakarta tak khawatir dengan hal itu.
Kepala SMP Negeri 8 Yogyakarta, Nuryani Agustina, mengaku sudah siap menerima siswa dengan kualitas yang beragam melalui PPDB tahun ini. Pihaknya tak lagi bisa memilih siswa berdasarkan nilai USBN SD, karena menggunakan sistem zonasi.

“Kami tidak khawatir dengan input yang kemungkinan lebih rendah, kami

akan tetap meyani semua siswa. Yang pasti kami akan bekerja lebih keras tahun ini, ” ungkap Nuryani ketika dijumpai Senin (21/5).

Nuryani menambahkan, pihaknya akan tetap berupaya untuk mempertahankan kualitas sekolahnya meski dengan input yang lebih rendah dari tahun sebelumnya. Pihaknya sudah merancang program khusus jika nantinya input siswa baru tidak sebagus tahun sebelumnya.

Sistem pendidikan dan fasilitas yang dimiliki sekolah ini, kata Nuryani, diyakini akan mampu mencetak siswa unggul bagaimanapun input siswanya. Diapun bertekad akan mempertahankan kualitas pendidikan di sekolahnya.

 

Baca Juga :

38 Universitas Ini Siap Tampung Mahasiswa Palu Kuliah, Banyak Kampus Ternama !

38 Universitas Ini Siap Tampung Mahasiswa Palu Kuliah, Banyak Kampus Ternama !

38 Universitas Ini Siap Tampung Mahasiswa Palu Kuliah, Banyak Kampus Ternama !
38 Universitas Ini Siap Tampung Mahasiswa Palu Kuliah, Banyak Kampus Ternama !

Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, telah mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan dan fasilitas yang ada di sana. Tak terkecuali universitas yang ada di sana. Karena itu, sejumlah kampus lainnya di tanah air berinisiatif menampung para mahasiswa Palu untuk kuliah sementara agar tak terputus proses pendidikannya. Berikut ini daftar universitasnya !

Universitas Tadulako (Untad) salah satu kampus di Palu termasuk yang mengalami rusak parah. Rektor Institut Teknologi Bandung, Kadarsah Suryadi yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas terganggunya proses perkuliahan di Untad.

Demi membantu kelangsungan proses belajar para mahasiswa Untad, MRPTNI menginisiasi program kuliah sementara atau “sit in” bagi mahasiswa Untad yang sekarang mengungsi di luar Palu. Mahasiswa Untad dipersilahkan untuk mengikuti program “sit in” pada prodi yang sesuai. Ada 38 PTN yang telah menyatakan kesediaannya untuk menampung para mahasiswa Untad tersebut.

Ke-38 PTN tersebut, antara lain: Institut Teknologi Bandung (ITB),

Bandung Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung Universitas Diponegoro (Undip), Semarang Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta Universitas Airlangga (Unair), Surabaya Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung Universitas Andalas (Unand), Padang Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya.

Kemudian, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo Universitas Negeri

Surabaya (Unesa), Surabaya Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari Universitas Brawijaya (UB), Malang Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado Universitas Raden Tirtayasa (Untirta), Banten Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin Universitas Mulawarman (Unlam), Samarinda Universitas Khairun (Unkhair), Ternate Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.

Lalu, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang Universitas

Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja Universitas Negeri Manado (Unima), Minahasa-Manado Universitas Negeri Makassar (UNM), Makassar Universitas Negeri Medan (Unimed), Nedan Universitas Indonesia (keterangan : FK UI hanya menerima yg co as), Jakarta Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Madura Universitas Negeri Malang (UM), Malang Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh Universitas Lampung (Unila), Lampung Universitas Negeri Padang (UNP), Padang Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

Disdik Payakumbuh Ingatkan Sekolah Soal Aturan Penggalangan Dana

Disdik Payakumbuh Ingatkan Sekolah Soal Aturan Penggalangan Dana

Disdik Payakumbuh Ingatkan Sekolah Soal Aturan Penggalangan Dana
Disdik Payakumbuh Ingatkan Sekolah Soal Aturan Penggalangan Dana

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Agustion menegaskan tidak ada paksaan atau kewajiban bagi wali murid untuk ikut dalam penggalangan dana yang dilakukan oleh komite sekolah.

“Yang diperbolehkan itu menggalang dana tapi bentuknya tidak wajib atau tidak memaksa, tidak memberatkan, berpihak kepada keluarga kurang mampu, dan pembayaran tidak boleh dikaitkan dengan urusan akademik anak, seperti kalau belum bayar rapor tidak bisa dibagikan atau hal lainnya,” kata Agustion kepada KLIKPOSITIF, Senin (4/2).

Lebih lanjut, Agustion menyebut, sebagian sekolah di Payakumbuh memang masih butuh dana tambahan untuk melengkapi sarana dan prasana di sekolah mereka masing-masing. Dan sesuai dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 komite sekolah diperbolehkan untuk melakukan penggalangan dana untuk pengembangan sarana dan prasarana tersebut.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri

Ribuan Warga Payakumbuh yang Sempat Menerima Suket Telah Bisa Miliki KTP-el
Peningkatan Volume Sampah Selama Musim Hujan di Payakumbuh Mencapai 200 Ton Perbulan
Buntut Penggerebekan PSK di Padang, DPP Gerindra Bakal Panggil Andre Rosiade
Panjang Kuburan Tua di Agam Ini Mencengangkan, Warga Sebut Makam Datuak Tan Barido

Meski diperbolehkan untuk menggalang dana yang berasal dari wali murid, Agustion mengingatkan komite sekolah, bahwa bentuknya bukan iuran.

“Untuk iuran dilarang dan melanggar karena jumlahnya mengikat dan mewajibkan setiap wali murid,” lanjutnya.

Untuk memastikan komite sekolah bisa menaati aturan Permendikbud

tersebut, setiap sekolah yang ingin melakukan penggalangan dana wajib memasukkan permohonan terlebih dahulu ke Dinas Pendidikan. Dari situ nanti akan dipelajari terkait kebutuhan sekolah dan kemudian mengeluarkan izin kepada komite sekolah untuk mengumpulkan wali murid.

“Nanti komite sekolah akan mengundang orangtua murid untuk

membicarakan penggalangan dana ini. Tapi tetap tidak boleh mewajibkan besaran dana untuk masing-masing wali murid,” tegasnya.

Belum lengkapnya sarana dan prasarana sekolah-sekolah di Payakumbuh ini membuat beberapa SLTP/MTs harus melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan menumpang ke sekolah lain. Dari total 23 SLTP/MTs di daerah tersebut, lima diantaranya harus melaksanakan UNBK dengan menumpang ke sekolah lain karena belum lengkapnya sarana komputer yang dimiliki sekolah tersebut.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

PGRI Desak Mendikbud Nadiem Makarim Segera Benahi 5 Hal

PGRI Desak Mendikbud Nadiem Makarim Segera Benahi 5 Hal

PGRI Desak Mendikbud Nadiem Makarim Segera Benahi 5 Hal
PGRI Desak Mendikbud Nadiem Makarim Segera Benahi 5 Hal

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, segera membenahi sedikitnya 5 hal dalam pendidikan Indonesia saat ini.

Terutama kesejahteraan guru dan peningkatan sarana fisik sekolah.

Pasalnya, hingga menjelang 100 hari menjabat sebagai pembantu presiden, Nadiem hanya mengemukakan beragam gagasan besar tetapi belum ditindaklanjuti dengan sebuah program.

Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Umumkan Pengunduran Diri Saat Kate Middleton Ulang Tahun

Baca Juga: Digelandang Warga ke Mapolsek, Terduga Penipuan

Penggelapan Mengaku Anggota TNI Jaminkan Pajero

Ketua Pengurus Besar PGRI Dudung Nurullah Koswara menegaskan, sedikitnya ada 5 hal yang harus cepat dibenahi MendikbudNadiem Makarim.

Yakni, kepastian upah untuk guru honorer, periodisasi yang pasti terkait kenaikan pangat untuk guru pegawi negeri sipil, dan penyederhanaan mekanisme pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“BOS masih sering terlambat. Sarana dan prasarana setiap sekolah

mayoritas masih kurang memadai dan memberikan kelayakan guru profesional melalui mekanisme organisasi profesi. Lima hal itu belum kunjung disentuh oleh Nadiem,” ujar Dudung kepada Pikiran-rakyat.com di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

 

Baca Juga :

Nadiem Makarim Sebut Kemendikbud Siapkan Tunjangan 3 Bulan Berturut-turut untuk Guru Terdampak Banjir 2020

Nadiem Makarim Sebut Kemendikbud Siapkan Tunjangan 3 Bulan Berturut-turut untuk Guru Terdampak Banjir 2020

Nadiem Makarim Sebut Kemendikbud Siapkan Tunjangan 3 Bulan Berturut-turut untuk Guru Terdampak Banjir 2020
Nadiem Makarim Sebut Kemendikbud Siapkan Tunjangan 3 Bulan Berturut-turut untuk Guru Terdampak Banjir 2020

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan para guru terdampak banjir 2020 ini, bisa menerima tunjangan signifikan.

Selain banjir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

juga menyediakan tunjangan tiga bulan berturut-turut untuk guru terdampak bencana.

Itu diungkapkan Nadiem Makarim di sela penyaluran bantuan untuk para siswa yang belajar di tenda darurat, SDN 02 Cirimekar Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin, 6 Januari 2020.

Baca Juga: Yuni Shara Ucapkan Duka atas Kepergian Ria Irawan

Baca Juga: Sempat Berkolaborasi, Hanung Bramantyo Ungkap Perasaannya

untuk Ria Irawan

Di samping memberikan bantuan untuk siswa, menurutnya Kemendikbud juga akan menyiapkan bantuan untuk para guru terdampak bencana.

Yakni, seperti disitat dari Kantor Berita Antara, berupa tunjangan yang signifikan selama tiga bulan berturut-turut.

“Karena menurut kami kesejahteraan guru sangat penting, dan pada saat

ini masa transisi yang sangat sulit. Pada saat ini saya belum bisa bilang angkanya, tapi akan berupa tunjangan yang signifikan bagi para guru,” kata Nadiem.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

Tunjangan Khusus untuk Guru Terdampak Banjir Capai Rp 1,5 Juta, Ditransfer Langsung ke Rekening Pribadi

Tunjangan Khusus untuk Guru Terdampak Banjir Capai Rp 1,5 Juta, Ditransfer Langsung ke Rekening Pribadi

Tunjangan Khusus untuk Guru Terdampak Banjir Capai Rp 1,5 Juta, Ditransfer Langsung ke Rekening Pribadi
Tunjangan Khusus untuk Guru Terdampak Banjir Capai Rp 1,5 Juta, Ditransfer Langsung ke Rekening Pribadi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan tunjangan khusus

untuk guru dan tenaga kependidikan terdampak bencana banjir dan tanah longsor 1-2 Januari 2020 akan turun pada April ini. Besarannya mencapai Rp 1,5 juta per orang. Saat ini, Kemendikbud masih melakukan validasi data yang didapat dari pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Qudrat Wisnu Aji menjelaskan, tunjangan khusus diberikan untuk memotivasi para guru terdampak banjir agar tetap semangat mengajar. Menurut dia, Kemendikbud akan memberikan langsung dana tersebut ke rekening masing-masing guru.

“Tapi saya belum bisa memastikan, apakah Rp 1,5 juta itu untuk 3 bulan

atau per bulan. Kami masih melakukan evaluasi, dibahas dengan para pimpinan untuk kriterianya. Yang jelas dananya akan ditransfer April depan,” kata Qudrat di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis 16 Januari 2020.

Baca Juga: Yuk, Percantik Penampilan Diri Sambut 2020 dengan Promo dari Traveloka Xperience!

Ia mengatakan, Kemendikbud masih menghitung berapa guru yang akan

menerima bantuan dan total dana yang akan disalurkan. Kemendikbud terus melakukan konsolidasi dan pembaruan data bekerja sama dengan dinas pendidikan di daerah. Termasuk menghitung kerugian finansial akibat banyaknya sekolah yang rusak.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

Apa yang terjadi apabila kita tidak memiliki bahasa

Apa yang terjadi apabila kita tidak memiliki bahasa

Apa yang terjadi apabila kita tidak memiliki bahasa
Apa yang terjadi apabila kita tidak memiliki bahasa

2. Apa yang terjadi apabila kita tidak memiliki bahasa?
Jawab: Akan sangat sulit bagi bangsa yang berbeda untuk saling berkomunikasi secara lancar dan wajar dengan bangsa lain yang berbeda latar belakangnya. dan harus ada bahasa yang lebih univesal. seperti bahasa inggris yang merupakan bahasa universal di dunia ini.

3. Benarkah bahasa dapat mempengaruhi perilaku?
Jawab: Menurut pendapat saya, bahasa bisa menjadi salah satu faktor pendukungnya selain dari keluarga dan lingkungan. Karena, apabila kita berkata kasar, untuk kaum bangsawan itu tidak termasuk diantara kaumnya. Dan apabila seorang preman bertutur kata lemah lembut dan gemulai itu hanya akan menjatuhkan martabat dari komunitas preman itu sendiri. Sehingga itu membuktikan bahwa bahasa mempeharuhi prilaku dari seseorang apabila dilihat secara realita.

4. Pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang kurang tepat dapat mengalihkan perhatian pendengar atau terjadi kesalah pahaman?
Jawab: Arti dari suatu bahasa dapat bersifat artbiner atau manasuka. Artbiner atau manasuka berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkaian bunyi tertentu harus mengandung arti tertentu pula.
Contoh sederhananya adalah, makna kata “tulang” dalam bahasa Indonesia adalah kerangka sedangkan ‘tulang” bagi suku di sematera adalah paman. Hal ini dapat memperjelas penjelasan diatas.

5. Unsur-unsur yang dapat mendorong ekspresi diri dari fungsi bahasa?
Jawab: Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengekspresikan diri, si pemakai bahasa tidak perlu mempertimbangkan atau memperhatikan siapa yang menjadi pendengarnya, pembacanya atau khalayak sasarannya. Ia menggunakan bahasa hanya untuk kepentingannya pribadi. Fungsi ini berbeda dari fungsi berikutnya, yakni bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi
Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat didalam dada kta, sekurangkurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri diantara lain:
• agar menarik perhatian orang lain terhadap kita
• keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.

Sumber : http://fenilu95.blog.unjaniyogya.ac.id/euclidea-apk/

Disdik Tak lagi Fasilitasi Penyelenggaraan Ujian

Disdik Tak lagi Fasilitasi Penyelenggaraan Ujian

Disdik Tak lagi Fasilitasi Penyelenggaraan Ujian
Disdik Tak lagi Fasilitasi Penyelenggaraan Ujian

Mekanisme pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2020, berubah. Salah satunya, peran Dinas Pendidikan tidak lagi mengoordinasi atau memfasilitasi penyelenggaraan ujian yang seragam, melainkan bergeser ke arah pengembangan kapasitas guru dan sekolah yang bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Disdik Jabar

Yesa Sarwedi mengatakan, USBN dapat memberikan perubahan bagi guru. Sekolah pun menjadi lebih merdeka dalam mengajar dan melakukan asesmen pada siswa.

Guru dapat melakukan asesmen yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolahnya. Selain itu, menurutnya, tekanan psikologis bagi siswa akan berkurang karena asesmen dapat dilakukan lebih komprehensif, tidak spesifik di akhir tahun ajaran seperti praktik selama ini.

”Walaupun Dinas Pendidikan tidak lagi mengoordinasi atau memfasilitasi

penyelenggaraan ujian, namun Disdik tetap mengarahkan kepada sekolah-sekolah untuk melakukan evaluasi. Terlebih, ujian sekolah sekarang kan perlu ada portofolio, ujian tulis, dan penugasan,” tutur Yesa, dikutip dalam laman resmi Disdik Jabar, kemarin.

Dalam waktu dekat, lanjut Yesa, Dinas Pendidikan akan mengundang Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) guna menentukan jenis ujian dan lain-lain untuk memberikan arahan kepada setiap sekolah. ”Dengan asesmen, guru dapat berkolaborasi dalam menerapkan strategi yang tepat bagi siswa dan kondisi di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Ketua Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Bandung,

Yudi Slamet mengaku setuju dengan wacana penghapusan UN ini. Mengingat, banyak permasalahan yang terjadi, seperti belum meratanya sarana, prasarana, dan pembelajaran.

 

Baca Juga :

Festival Film Pendek Tingkat Pelajar

Festival Film Pendek Tingkat Pelajar

Festival Film Pendek Tingkat Pelajar
Festival Film Pendek Tingkat Pelajar

Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika Kota Bekasi helat Festival Film Pendek tingkat pelajar, belum lama ini. Kegiatan ini sebagai ajang untuk menggali potensi generasi muda dalam bidang perfilman.

Sebanyak 42 SMA/SMK di Kota Bekasi mengikuti ajang bertajuk ”Cinta NKRI dan Lingkungan Hidup”. Ajang ini memperebutkan piala bergilir Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Hasilnya, Juara 1 diraih SMK Pembangunan Nasional, Juara II SMA Yasfi,

Juara III SMA 12 dan juara IV SMK Merah Putih. Masing-masing juara mendapatkan piala dan uang pembinaan yang diserahkan, Senin (27/1).

Ketua DPC Forum Nasional Tunggal Ika Kota Bekasi Sholahudin Malik mengatakan, Festival Film Pelajar merupakan kegiatan yang mendukung pelajar agar terhindar dari hal negatif. Antara lain, narkoba, ekstrimisme dan intoleransi.

”Dengan adanya kegiatan ini kita harapkan genarasi penerus bangsa bisa melakukan kegiatan yang positif dan kedepannya akan memunculkan sineas-sineas muda yang berbakat dan cinta tanah air,” ujar Sholahudin kepada Radar Bekasi.

Menurut Sholahudin, kegiatan ini baru pertama kalinya dihelat. Para

peserta telah mengumpulkan karya film yang dilombakan sejak satu bulan lalu sebelum menentukan juara.

”Kita sudah melewati waktu satu bulan untuk menyeleksi dan mengumpulkan hasil karya yang sudah dibuat oleh sejumlah pelajar dan hari ini (kemarin,red) merupakan pengumuman pemenang di ajang Festival Film Pendek,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap, penghargaan yang diraih oleh para

pemenang bisa memotivasi pelajar lain untuk berkarya lebih baik kedepannya. ”Dengan diberikannya suatu penghargaan kepada pemenang, diharapkan dapat memotivasi pelajar lainnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membangun serta memotivasi banyak orang,” tukasnya.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/