Dalam Minggu Ini Insentif Guru Ngaji dan Madin Akan Dicairkan

Dalam Minggu Ini Insentif Guru Ngaji dan Madin Akan Dicairkan

Dalam Minggu Ini Insentif Guru Ngaji dan Madin Akan Dicairkan

Dalam Minggu Ini Insentif Guru Ngaji dan Madin Akan Dicairkan
Dalam Minggu Ini Insentif Guru Ngaji dan Madin Akan Dicairkan

Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur akan segera mencairkan insentif guru ngaji dan madrasah diniyah (madin) triwulan ke-2 pada tahun 2019.

Hal itu diungkapkan Fitria, Kasubag Perencanaan dan evaluasi Program (Hungram) Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan. Menurutnya, dalam minggu ini insentif tersebut akan cair.

“Insentif guru ngaji dan madin dalam minggu ini akan dicairkan mas, doakan saja jumat depan sudah bisa dicairkan,” ungkapnya saat dihubungi jurnalfaktual.id melalui sambungan seluler. Senin (29/7/2019).
BacaLagi
MTs Al-Ma’arif NU Fajrul Hidayah Gelorakan Tahsin dan Tahfizul Qur’an
Dongeng Kak Avan, Bangunkan Imajinasi Anak

Ia menyampaikan, pihaknya dalam satu minggu yang lalu melakukan verifikasi terhadap data guru ngaji dan madin yang meninggal dunia, merantau atau yang mengajukan mengunduran diri.

“Minggu kemarin memverifikasi itu, siapa tau takut ada yang meninggal,

merantau atau memundurkan diri, jadi dalam minggu kita proses untuk cair,” ujarnya.

Fitria menyebutkan bahwa, data penerima insentif guru ngaji dan madin tahun 2019 sebanyak 9.342 orang. Piihaknya saat ini dalam proses pengajuan SPM Anggaran.

“Bisa jadi senin selasa rabu, semoga rampung, lalu kamis jumat disalurkan, semoga Senin depan sudah bisa diambil oleh penerima,” terangnya.

Menurut fitria, kuota penerima guru ngaji dan madin tidak ada

pengurangan. Sebab, kata dia, DPA berjalan 12 bulan. Jika ada yang meninggal dunia, maka dialihkan terhadap ahli warus atau guru ngaji di desa setempat.

“DPA berjalan 12 bulan jadi jumlah kuota itu tidak berkurang. Misal ada yang meninggal maka akan dipindahkan ke ahli waris atau guru ngaji satu desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemindahan insentif ini ke ahli waris atau guru ngaji di

desa setempat harus memenuhi syarat. Hal itu telah disepakati dalam rapat maraton yang digelar 3 kali pada minggu kemarin.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/