Disdik Tak lagi Fasilitasi Penyelenggaraan Ujian

Disdik Tak lagi Fasilitasi Penyelenggaraan Ujian

Disdik Tak lagi Fasilitasi Penyelenggaraan Ujian

Disdik Tak lagi Fasilitasi Penyelenggaraan Ujian
Disdik Tak lagi Fasilitasi Penyelenggaraan Ujian

Mekanisme pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2020, berubah. Salah satunya, peran Dinas Pendidikan tidak lagi mengoordinasi atau memfasilitasi penyelenggaraan ujian yang seragam, melainkan bergeser ke arah pengembangan kapasitas guru dan sekolah yang bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Disdik Jabar

Yesa Sarwedi mengatakan, USBN dapat memberikan perubahan bagi guru. Sekolah pun menjadi lebih merdeka dalam mengajar dan melakukan asesmen pada siswa.

Guru dapat melakukan asesmen yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolahnya. Selain itu, menurutnya, tekanan psikologis bagi siswa akan berkurang karena asesmen dapat dilakukan lebih komprehensif, tidak spesifik di akhir tahun ajaran seperti praktik selama ini.

”Walaupun Dinas Pendidikan tidak lagi mengoordinasi atau memfasilitasi

penyelenggaraan ujian, namun Disdik tetap mengarahkan kepada sekolah-sekolah untuk melakukan evaluasi. Terlebih, ujian sekolah sekarang kan perlu ada portofolio, ujian tulis, dan penugasan,” tutur Yesa, dikutip dalam laman resmi Disdik Jabar, kemarin.

Dalam waktu dekat, lanjut Yesa, Dinas Pendidikan akan mengundang Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) guna menentukan jenis ujian dan lain-lain untuk memberikan arahan kepada setiap sekolah. ”Dengan asesmen, guru dapat berkolaborasi dalam menerapkan strategi yang tepat bagi siswa dan kondisi di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Ketua Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Bandung,

Yudi Slamet mengaku setuju dengan wacana penghapusan UN ini. Mengingat, banyak permasalahan yang terjadi, seperti belum meratanya sarana, prasarana, dan pembelajaran.

 

Baca Juga :