IKATAN ION

IKATAN ION

          Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk antara atom yang melepaskan elektron dan atom yang menerima elektron.  Ion positif terbentuk dari atom yang melepaskan elektron, sedangkan ion negatif terbentuk dari atom yang menerima elektron. Ikatan tersebut terjadi karena perbedaan muatan antara ion positif dan ion negatif.

Pembentukan Ion Positif

             Atom bermuatan positif karena melepaskan electron. Atom tersebut dinamakan ion positif. Kecenderungan melepas electron berkaitan dengan keelektronegatifan.

             Unsure yang lebih mudah membentuk ion positif ialah unsur dengan kecenderungan lebih besar untuk melepaskan elektron, antara lain golongan IA (golongan alkali) dan golongan IIA (golongan alkali tanah). Atom H dapat melepaskan elektron menjadi ion H+ dan menerima elektron menjadi ion H (hidrida). Hal ini bergantung pada keelektronegatifan atom yang berikatan. Elektron untuk unsur golongan IA (alkali) dapat dilihat pada Tabel 1 dan IIA (alkali tanah) dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 1. Konfigurasi elektron untuk unsur golongan IA

Unsur Konfigurasi Elektron Elektron Valensi
3Li 2  1 1
11Na 2  8  1 1
19K 2  8  8  1 1
37Rb 2  8  18  8  1 1
55Cs 2  8  18  18  8  1 1
87Fr 2  8  18  32  18  8  1 1

Table 2. konfigurasi electron untuk unsure golongan IIA

Unsur Konfigurasi Elektron Elektron Valensi
4Be 2  2 2
12Mg 2  8  2 2
20Ca 2  8  8  2 2
38Sr 2  8  18  8  2 2
56Ba 2  8  18  18  8  2 2
88Ra 2  8  18  32  18  8  2 2

Jumlah electron valensi pada unsure golongan IA adalah 1 elektron sehingga cenderung melepaskan 1 elektron untuk menbentuk konfigurasi electron seperti unsure gas mulia yang sesuai aturan octet. Pelepasan 1 elektron dari atom golongan IA membentuk ion positif bermuatan satu. Electron valensi golongan IIA berjumlah 2 elektron sehingga cenderung melepaskan 2 elektron untuk membentuk konfigurasi electron seperti unsure gas mulia yang sesuai dengan teori octet. Pelepasan 2 elektron dari atom golongan IIA membentuk ion positif bermuatan dua. Contohnya sebagai berikut :

Na ( 2  8  1 )  ® Na( 2  8 ) + e

Mg ( 2  8  2 ) ® Mg2+ ( 2  8 ) + 2e

Ion positif terjadi Karena melepaskan electron. Jumlah proton pada ion tidak berubah.

  1. Pembentukan Ion Negatif

Atom bermuatan negative karena menerima electron. Atom tersebut dinamakan ion negative. Unsure yang mudah menerima electron ialah unsure dengan kecenderungan lebih besar untuk menerima electron, antara lain golongan VIIA (golongan halogen) dan golongan VIA ( golongan oksigen ) konfigurasi electron untuk unsure golongan VIIA dapat dilihat pada Tabel 3  dan golongan VIA dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 3. Konfigurasi elektron untuk unsur golongan VIIA

Unsur Konfigurasi Elektron Elektron Valensi
9F 2  7 7
17Cl 2  8  7 7
35Br 2  8  8  7 7
53I 2  8  18  8  7 7
85At 2  8  18  18  8  7 7

Table 4. konfigurasi electron untuk unsure golongan VIA

Unsur Konfigurasi Elektron Elektron Valensi
8O 2  6 6
16S 2  8  6 6
34Se 2  8  18  6  6
52Te 2  8  18  18  6 6
84Po 2  8  18  32  18  6 6

Jumlah electron valensi pada unsure golongan VIIA adalah 7 elektron sehingga cenderung menerima 1 elektron untuk membentuk konfigurasi electron seperti unsure gas mulia yang sesuai teori octet. Penerimaan 1 elektronoleh atom golongan VIIA membentuk ionbnegatif bermuatan satu. Jumlah electron terluar golongan VIA adalah 6 elektron sehingga cenderung menerima 2 elektron untuk membentuk konfigurasi electron seperti unsure gas mulia yang sesuai teori octet. Penerimaan 2 elektron oleh atom golongan VIA membentuk ion negative bermuatan 2. Contohnya sebagai berikut :

Cl ( 2  8  7 ) + e ® Cl ( 2  8  8 )

S ( 2  8  6 ) + 2e ® S2- ( 2  8  8 )

 

Baca juga: