Islam

 Islam

Table of Contents

 Islam

 Islam

Ekonomi konvensional memiliki paradigma yang berbeda dengan Islam. Islam memasukkan faktor X (kehendak Tuhan) di dalamnya. Sehingga ekonomi Islam dibengun dengan berbagai prinsip syariah yang telah dibahas di awal. Dalam membahas permasalahan yang ada di ekonomi, ekonomi Islam terbagi atas tiga pemikiran mahzab, berikut adalah penjabarannya:

  1. Mazhab Iqtishaduna

Dalam mahzab ini ekonomi dan Islam tidak dapat disatukan karena keduanya berada pada filosofi yang berbeda diaman ekonomi (anti Tuhan) sementara Islam (Tuhan). Dalam ekonomi konvensional dikenal permasalahan kelangkaan. Mahzab ini tidak menerima pendapat tersebut karena berpendapat bahwa sumber daya tidak ada batasnya sesuai dengan dalil yang mereka gunakan yakni QS. al-Qamar:49[19]

اِنَّا كُلَّا شَيْءٍ خَلَقْنَهُ بِقَدْ رٍ

Artinya: “sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya.”   

Mereka berpendapat bahwa keinginan manusia ada batasnya dan sumber daya tidak ada batas. Permasalahannya utama ekonomi menurut mahzab ini adalah distribusi yang tidak merata dan adil sehingga harta hanya tepusat pada orang-orang kuat saja sementara yang lain tidak memilikinya. Sehingga permasalahan muncul bukan karena sumber daya yang terbatas melainkan karena keserakahan manusia yang tiada batasnya.

  1. Mahzab Mainstream

Mahzab yang kedua ini berbeda dengan ajaran mahzab yang pertama. Dimana mahzab ini menyetujui bahwa masalah ekonomi muncul karena keterbatasan sumber daya sementtara keinginan manusia tidak ada batasnya. Sementara itu keinginan manusia tersebut dianggap sebagai fitrah dan alamiah. Mereka berteguh pada dalil QS. at-Takaatsur: 1-5[20]