Kaum Perempuan Rentan Jadi Pelaku Terorisme dan Penyebar Hoax

Kaum Perempuan Rentan Jadi Pelaku Terorisme dan Penyebar Hoax

Kaum Perempuan Rentan Jadi Pelaku Terorisme dan Penyebar Hoax

Kaum Perempuan Rentan Jadi Pelaku Terorisme dan Penyebar Hoax
Kaum Perempuan Rentan Jadi Pelaku Terorisme dan Penyebar Hoax

Ketua Lembaga Kajian Agama dan Gender (LKAG) Siti Musdah Mulia menyatakan, kaum perempuan rentan menjadi pelaku terorisme dan korban sekaligus penyebar hoax, terutama yang berbau agama.

“Kaum perempuan itu kalau dicekoki dengan urusan agama tentunya paling cepat. Apalagi kalau sudah ada istilah sami’na wa atho’na (Kami mendengar dan kami taat), itu perempuan jauh lebih loyal ketimbang laki-laki,” ujar Musdah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Oleh karena itu, lanjut Siti Musdah Mulia, tidak mengherankan bila kini

kelompok radikal teroris lebih senang merekrut kaum perempuan, termasuk dengan modus pernikahan.

Untuk itu, kata Siti Musdah Mulia, penting untuk memberikan sosialisasi antiradikalisme dan juga pendidikan literasi kepada kaum perempuan, sekaligus melibatkan mereka dalam gerakan membangun perdamaian dan menyampaikan pesan damai di dunia nyata dan maya.

“Kalau kaum perempuan itu bisa direkrut untuk jadi aktor teroris maka seharusnya perempuan lebih bisa untuk direkrut menjadi aktor dalam membawa pesan damai,” ujar Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) itu.

Siti Musdah Mulia mengajak kepada kaum perempuan untuk selalu siaga

dan mau berbicara dalam segala hal serta tidak menganggap intoleransi dan pelanggaran hukum sekecil apa pun sebagai hal yang biasa dan sepele.

“Kaum perempuan harus bisa menjadi agen penebar perdamaian baik untuk diri sendiri maupun bagi lingkungan keluarga, masyarakat dan bangsa,” kata Siti Musdah Mulia, yang juga guru besar Pemikiran Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

“Hal ini agar kaum perempuan terbentengi dari penyebaran hoax maupun penyebaran paham radikalisme dan terorisme,” ujar Siti Musdah Mulia.

Dikatakan Siti Musdah Mulia, selama ini ICRP sudah banyak melakukan

kegiatan yang melibatkan kaum perempuan karena salah satu tugas ICRP adalah menjadikan agama sebagai sumber perdamaian.

“Apalagi jika berbicara soal agama, semua penganut agama dari berbagai kepercayaan ikut dilibatkan oleh ICRP termasuk kaum perempuan,” kata Musdah.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/sejarah-wuku