Kelemahan-kelemahan Formula Spearman-Brown

Kelemahan-kelemahan Formula Spearman-Brown

Kelemahan-kelemahan Formula Spearman-BrownKelemahan-kelemahan Formula Spearman-Brown

Penentuan reabilitas tes dengan menggunakan formula Spearman-Brown memiliki beberapa kelemahan yaitu ;

  1. Formula Spearman-Brown menghendaki agar bekahan yang dicarikorelasinya yaitu belahan gasal-genap dan belahan kiri-kanan haruslah sebanding.
  2. Penerapan formula Spearman-Brown juga menuntut persyaratan, agar jumlah butir-butir item yang akan diuji reabilitasnya haruslah merupakan bilangan genap; jadi seandainya jumlah butir-butir item itu berupa bilangan gasal, maka formula ini tidak mungkin untuk diterapkan..
  3. Dengan dua buah model perhitungan tersebut (model gasal-genap dan model kiri-kanan), dapat terjadi bahwa koefisien reabilitas tes menunjukkan bilangan yang tidak sama, sehingga dapat terjadi bahwa dengan menggunakan model gasal genap tes dinyatakan reliable ( karena r11 atau rtt menunjukkan angka 0,70 atau lebih), tetapi dengan menggunakan model kiri-kanan ternyata tes dinyatakan un-reliabel ( karena besarnya r11 dibawah 0,70).

Pendekatan Single Test – Single Trial dengan Menggunakan Formula Flanagan.

Dalam ranngka mengatasi kelemahan-kelemahan yang disandang oleh formula Spearman-Brown, Flanagan mengemukakan suatu formula, dimana sebagian dari persyaratan-persyaratan seperti yang dituntut oleh formula Spearman-Brown tidak harus dipenuhi.

Berbeda dengan formula Spearman-Brown maka pada formula Flanagan reliabilitas tes tidak didasarkan pada ada tidaknya korelasi antara belahan I dengan belahan II, melainakan berdasarkan diri pada jumlah kuadarat deviasi pada tes belahan I,jumlah kuadarat deviasi pada tes belahan II, dan jumlah kuadarat total ( belahan I dan Belahan II ). Adapun formula tyang diajukan oleh Flanagan adalah sebagai berikut :

r11 =

dimana :

r11                                 =    Koefisien reliabilitas tes secara totalitas

2 dan 1                =    Bilangana konstan

S12                            =    jumlah kuadrat deviasi ( = varian ) dari skor-skor hasil tes yang termasuk pada belahan I

S22                            =    jumlah kuadrat deviasi ( = vareian ) dari skor-skor hasil tes yang termasuk belahan II

St2                             =    jumlah kuadrat total deviasi ( = varian total ) dari skor-skor hasil tes belahan I dan belahan II

 

Jadi, pada hakikatnya S12 adalah = mean dari jumlah kuadrat deviasi skor-skor item belahan I, S22 adalah mean = dari jumlah kuadrat deviasi skor-skor item belahan II, dan St2 adalah = mean dari jumlah kuadrat deviasi skor secara total.

  1. Pendekatan Single Test – Single Trial dengan Menggunakan Formula Flanagan, dimana Diterapkan Model Item Gasal dan Genap

Langkah 1 : Dengan mengangkat kembali data yang disajika pada kolom pada tabel 6.6. Kolom 1 sampai dengan 3, kita hitung terlebih dahulu : jumlah kuadrat dari deviasi skor-skor variabel X ( =), jumlah kuadrat dari deviasi skor-skor variabel Y ( =), dan jumlah kuadrat dari deviasi total skor-skor variabel X dan Variabel Y ( ).

Langkah 2 : Mencari ( menghitung ) varian skor-skor item bernomor gasal, dengan menggunakan rumus :

S12 =

Telah di ketahui :dan N=25. Dengan demikian dapat kita ketahui besarnya S12 sebagai berikut :

S12 =

Langkah 3 : Mencari ( menghitung ) varian skor-skor item bernomor genap, dengan menggunakan rumus :

S22 =

Telah diketahui :   = 132,00 dan N = 25. Dengan demikian dapat diketahui besarnya S22 sebagai berikut :

S22 =

Langkah 4 : Mencari ( menghitung ) varian total, dengan menggunakan rumus :

Telah diketahui :  = 444,96 dan N = 25. Dengan demikian dapat kita ketahui St2 sebagai berikut :

S22 =  =

Langkah 5 : Mencari koefisien reliabilitas tes (r11)

= 2 ( 1- 0,598166127 )

= 2 X 0,401833872

= 0,804 ( dibulatkan )

 

Langkah 6 : Memberikan interprestasi terhadap r11

Karena r11 sebesar 0,804 sudah berada diatas 0,70 maka tes hasil belajar memilliki realibilitas tinggi ( = reliable )

 

  1. Pendekatan Single Tes – Single trial dengan Menggunakan Formula Flanagan, dimana diterapkan Model Item Belahan Kiri – Kanan

 

Langkah 1. Dengan mengangkat kembali data yang di sajikan pada Tabel.6.9 kolom (1) sampai dengan kolom (3), kita cari terlebih dahulu  dan .

Tabel 6.10.oerhitungan-perhitungan untuk memperoleh r11 dengan menggunakan formula belahan kiri kanan

 

Dari Tabel 6.10. diatas, telah berhasil kita peroleh : N = 25,  , , ; ;

Dengan demikian dapat kita cari ( hitung) : S12, S22 dan St2 sebagai berikut :

S12 =

S22 =

St2 =

Akhirnya, dapat kita peroleh koefisien reliabilitas tesnya ( r11) :

 

Dari tabel perhitungan (  lihat tabel 6.12) telah berhasil kita ketahui : N = 25;  , , ; ; ; dan

Berturut-turut dapat kita cari ( hitung ) , , dan  sebagai berikut :

telah diketahui : ;  N = 25.

Tabel 6.11 Perhitungan-perhitungan untuk memperoleh r11 dengan menggunakan formula Flanagan, diman diterapkan model belahan kiri-kanan.


Baca juga:

Pengertian Reliabilitas

Cara Pembuatan Blog/Blogspot atau Weblog

Koperasi

Pelayanan jasa pariwisata