Langkah Penerapan MKT di Kota Serang

Langkah Penerapan MKT di Kota Serang

Langkah Penerapan MKT di Kota Serang

Langkah Penerapan MKT di Kota Serang
Langkah Penerapan MKT di Kota Serang

Kemacetan terjadi karena adanya proses pergerakan yang dilakukan pada lokasi yang sama dan pada waktu yang bersamaan pula. Oleh sebab itu kebijakan yang dapat dilakukan dalam pelaksanaan penerapan konsep MKT di Kota serang harus dapat mengarah pada terjadinya beberapa dampak pergeseran pergerakan dalam ruang dan waktu yang meliputi 4 langkah yaitu sebagai berikut :

1. Dampak Pergeseran Waktu

Pergerakan lalu lintas bisa saja dilakukan pada lokasi yang sama, namun harus diarahkan untuk terjadi pada waktu yang berbeda. Kapasitas jaringan jalan angkanya fix (tetap) dalam satuan mobil penumpang per satuan waktu (smp / Jam). Jadi perlu dibuat beberapa kebijakan daerah untuk mengarahkan pergerakan lalu lintas dapat terjadi tidak dalam waktu yang bersamaan.

 

Beberapa langkah yang dapat diambil yaitu sebagai berikut :

a.       Strategi pemisahan jam masuk kerja

Pegawai pemerintah, pegawai swasta dan anak sekolah sebaiknya dibedakan jam masuk dan jam kepulangan. Yang terjadi saat ini di Kota Serang, hampir semua pegawai pemerintah , pegawai swasta dan anak sekolah berangkat secara bersamaan dipagi hari dan pulang secara bersamaan di sore hari. Ketika kemacetan sudah terjadi dalam jaringan jalan, keputusan untuk pembedaan jam masuk kerja ini menjadi alternatif yang sangat feasible untuk dipilih. Usaha ini dilakukan untuk menghindari jam puncak dengan melakukan pergerakan lebih awal atau setelah jam sibuk.

Dapat kita bayangkan jika semua orang melakukan pergerakan untuk masuk kerja dan masuk sekolah pada jam 7:00 pagi secara bersamaan. Tentu saja kapasitas jaringan jalan di Kota Serang saat ini sudah tidak bisa menampung semua pergerakan dan berakibat terjadinya kemacetan yang semakin kronis pada jam puncak pagi dan sore. Padahal sebenarnya mulai dari jam 8:00 pagi jaringan jalan sudah kembali normal, tidak ada kemacetan. Artinya jaringan jalan masih bisa melayani pergerakan lalu lintas asalkan pergerakan lalu lintas disebar ke jam – jam yang kosong.

b.      Pembatasan waktu pergerakan untuk angkutan barang

Angkutan barang sudah saatnya diatur jam – jam kapan dia diperbolehkan masuk kedalam kota dan kapan dia dilarang. Angkutan barang terutama kendaraan truk besar memakan kapasitas jalan lebih besar dikarenakan ukuran dimensi kendaraan dan juga kecepatan kendaraan yang lebih lambat. Pada jam – jam yang dianggap sibuk seperti pagi hari dan sore hari, sebaiknya angkutan barang dilarang untuk mengurangi volume lalu lintas.

2. Dampak Pergeseran Lokasi / Rute

Pergerakan lalu lintas bisa saja dilakukan pada waktu yang sama, namun harus diarahkan untuk terjadi pada lokasi atau rute ruas jalan yang berbeda. Beberapa langkah yang dapat diterapkan di Kota Serang untuk Pergeseran Lokasi / Rute adalah sebagai berikut :

a.       Penerapan Rute Khusus Angkutan Barang

Pengaturan penerapan rute khusus angkutan barang dapat diterapkan untuk membagi volume lalu lintas ke jaringan jalan. Angkutan barang sebaiknya tidsk bercampur dengan kendaraan lain tetapi dicoba dipisahkan.

Baca Juga :