Mengatasi Gejala Kecanduan Nikotin

Keluar dari efek kecanduan rokok tidaklah mudah. Kebanyakan mantan perokok mengalami efek berhenti, yang cukup kuat. Pertambahan berat badan yang dramatis, gangguan kecemasan, stres, depresi. Ini semua adalah gejala kecanduan nikotin yang menggoda Anda untuk sering kembali merokok. Jadi adakah cara untuk mengatasi gejala kecanduan nikotin? Lihatlah trik di bawah ini.

Cara aman mengatasi gejala kecanduan nikotin

Orang yang mencoba berhenti merokok seringkali dapat mengalami kecanduan nikotin. Pengalaman kecanduan nikotin termasuk pusing, mulut kering, batuk, sembelit, gelisah dan depresi.

Ini karena nikotin yang masuk ke dalam tubuh dapat merangsang kenikmatan di otak. Ketika Anda berhenti merokok, tubuh Anda mengalami “manfaat” nikotin yang memberi Anda kesenangan lebih awal. Akibatnya, Anda akan merasa stres dan ingin merokok lagi.

Apa pun yang terjadi, jangan merokok lagi. Tenang, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kecanduan nikotin:

1. Cari kegiatan lain

Pecandu olahraga
Banyak mantan perokok yang mengeluhkan lemak tubuh setelah berhenti. Karena alasan ini, beberapa orang ingin berhenti merokok sehingga berat badan mereka tetap stabil. Atau, Anda bahkan berventilasi dengan banyak makan sehingga keinginan untuk merokok tidak muncul kembali.

Ketika gejala kecanduan nikotin mulai muncul, cobalah untuk menarik perhatian pada diri Anda secepat mungkin. Ada banyak cara untuk melakukan ini, mulai dengan bermain, memainkan alat musik, membaca buku, berjalan-jalan atau tidur.

2. Olahraga teratur

Jalankan game
Nikotin dapat menyebabkan suasana hati yang kacau. Itulah sebabnya merokok sering digunakan sebagai jalan keluar ketika Anda emosional atau marah. Bahkan, efek ini hanya sementara dan benar-benar membuat Anda lebih kecanduan nikotin.

Untuk mengatasinya, cobalah olahraga teratur setiap hari untuk mengendalikan suasana hati Anda. Menurut garis kesehatan, hanya 30 menit berolahraga sehari dapat menangkal kelelahan dan stres setelah berhenti merokok.

Latihan bertindak sebagai obat anti-stres alami. Alasannya adalah bahwa olahraga dapat meningkatkan endorfin, hormon kebahagiaan, yang dapat membuat Anda sangat tenang. Bagi Anda yang sering kesulitan tidur setelah keluar, olahraga teratur memberi Anda tidur yang lebih nyenyak.

3. Istirahat yang cukup

Kurang tidur meningkatkan tekanan darah
Setelah Anda berhenti merokok, Anda sering merasa lelah dengan cepat dan tanpa cuti. Ini normal karena tubuh Anda bekerja ekstra untuk mengatasi efek kecanduan nikotin.

Sebagai obat, jangan lupa untuk mendapatkan istirahat yang cukup setiap hari, misalnya tidur siang. Jika ini tidak memungkinkan, tidurlah lebih awal dan pastikan Anda mendapatkan setidaknya 7-8 jam tidur untuk mengembalikan tubuh Anda normal.

Leep nung akan memberi kesempatan pada tubuh untuk menghilangkan residu nikotin dan racun dari rokok.

4. Kelola stres

Ada efek stres akibat kecanduan nikotin yang sering menggoda seseorang untuk kembali merokok. Merokok dikatakan membantu meredakan stres, padahal kenyataannya ini hanya efek sementara.

Alih-alih merokok, ada banyak cara sehat yang terbukti efektif menghilangkan stres setelah berhenti. Misalnya, sesederhana olahraga, berkebun, menonton film, atau latihan pernapasan.

Teknik pernapasan dalam, misalnya, dapat membantu Anda menemukan kedamaian tanpa merokok. Memang, hanya Anda yang bisa menentukan bahwa cara sehat efektif dalam mengurangi stres. Yang terpenting, kembali merokok bukanlah cara terbaik.

5. Beri diri Anda hadiah

Secara alami, ia merasa sulit untuk memisahkan diri dari puntung rokok. Ketika Anda memikirkan gejala-gejala kecanduan nikotin, jangan lupa untuk memberi diri Anda hadiah, oke?

Penghargaan tidak harus mahal. Manjakan diri Anda dengan berendam di air hangat, menonton film, atau berlibur di pantai. Yang terpenting, pastikan hadiah itu sesuatu yang istimewa dan berharga bagi Anda.

Metode ini akan membuat Anda lebih cemas untuk berhenti merokok. Secara bertahap, gejala-gejala kecanduan nikotin akan mereda sampai mereka benar-benar hilang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak memberikan saran medis, diagnosa atau perawatan. Silakan lihat halaman Kebijakan Editorial kami untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga: