Menjaga Harga Diri Saat ADHD Hadir

Menjaga Harga Diri Saat ADHD Hadir

Sebagai pelatih ADHD, saya percaya di antara dari tidak sedikit rincian urgen untuk mengungkap sehubungan dengan sokongan sekolah. Tanpa kecukupan dukungan, pelatih tidak dapat sepenuhnya mengerjakan pekerjaan yang sukses. Setelah semua, kami pelatih mendorong, mendukung, mengajar, dan memfasilitasi destinasi dan rencana aksi. Tetapi bila dibutuhkan akomodasi dan modifikasi tidak di tempat, rencana aksi itu akan terpengaruh.

Kami berbakat dan intuitif anak dengan ADHD tidak merasa seperti tersebut sama sekali dalam batas-batasan sekolah. Mari saya bicara tentang sejumlah daerah yang dominan harga diri:

  • Pernyataan seperti, dia perlu guna advokasi guna dirinya sendiri.
  • Dia paling perlu guna mendapatkan lebih terorganisir.
  • Seorang psikolog sekolah mengaku bahwa suatu akomodasi yang hendak ibu di 504 tidak dapat terjadi sebab kami administrasi tidak dapat mengatakan seorang guru untuk mengerjakan itu.
  • Dia membutuhkan kelaziman belajar yang lebih baik.
  • Saya tidak bakal khawatir. Dia tidak gagal.
  • Di balik seluruh ini ialah harapan yang tidak bisa dipenuhi. Akibatnya, anak merasa lebih tidak kompeten, bodoh, dan jauh lebih tidak laksana sisa teman-temannya.

Jika seorang anak “kebutuhan” guna verbalisasi advokasi tersebut, bagaimana ini bakal terjadi saat gangguan yang bersangkutan dengan diagnosis medis yang paling nyata dari ADHD? Terkadang, keadaan bingung yang dialami oleh anak tidak bisa diverbalisasi olehnya. Di samping itu, harapan ialah bahwa ia dapat mengerjakan hal ini. Jadi kenapa ia bakal mengakui bahwa ia tidak bisa, meninggalkan dirinya rentan terhadap pemantauan lebih lanjut oleh kedua guru, AIDS, administrator, dan dirinya sendiri! Ya, tidak terdapat yang bakal membuatnya merasa lebih buruk daripada dia sendiri!

Advokasi menuntut pemahaman mengenai dirinya sendiri serta sokongan untuk memungkinkan strategi dalam bidang kelemahan. Selain seluruh ini ialah orangtua yang berada dalam lingkaran setan ini mempromosikan ketergantungan dalam rangka guna “memperbaiki” dan memungkinkan sejumlah keberhasilan. Hubungan induk anak tidak bisa bertahan hidup ini. Dia merasa bahwa orangtua tidak menyetujui. Dia menyaksikan bahwa orangtua merasa perlu guna “menjalankan pertunjukan”. Semua ini melulu merusak hubungan orangtua-anak sedangkan harga diri anak merosot. Oh, dan omong-omong, guru tidak dapat menyimpulkan apakah dan Kapan sokongan dalam 504 bakal tersebar. Hal ini ada guna akomodasi ADHD tertentu di dalam ruang belajar untuk membantu wilayah penurunan nilai yang mengakibatkan anak kurangnya keberhasilan.

Dibutuhkan sokongan sekolah dalam format baik 504 atau IEP bakal memungkinkan anak guna bergerak maju, mengetahui dirinya sendiri, mengembangkan strategi, dan menjadi berhasil dan independen. Di samping itu, ia menjadi lebih tersingkap untuk hubungan pembinaan yang powerful di mana ia bisa menjadi klien yang menjangkau tujuannya. Semua ini mengarah pada harga diri yang melonjak dan hubungan anak orangtua yang positif!

Sumberhttps://www.surveymonkey.com/r/23W6TQL