Menristekdikti Minta 11 PTN-BH Harus Jadi Leading University

Menristekdikti Minta 11 PTN-BH Harus Jadi Leading University

Menristekdikti Minta 11 PTN-BH Harus Jadi Leading University

Menristekdikti Minta 11 PTN-BH Harus Jadi Leading University
Menristekdikti Minta 11 PTN-BH Harus Jadi Leading University

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meminta 11 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) menjadi leading university di Indonesia dan didorong masuk ke 500 besar dunia. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta 11 PTN-BH ini harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), riset dan inovasi agar dapat bersaing di tingkat dunia.

Saat ini dari, baru 3 PTN-BH yang masuk ke peringkat 500 besar dunia, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada. Harapan publik pada PTN-BH yaitu menjadi Leading University di Indonesia dan menjadi pemacu peningkatan daya saing dan kesejahteraan.

“Adapun beberapa program strategis yang harus dijalankan yaitu penguatan riset dan inovasi, pengembangan sumber daya, implementasi revolusi industri 4.0 dan penguatan excellent teaching dan learning,” katanya saat membuka Sidang Komisi C Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTN-BH) di Semarang.

Baca Juga:

DKI Juara Umum Olimpiade Sains Nasional Tingkat SMA
DPR Nilai Pernyataan Praktisi Pendidikan Setyono Bisa Menyulut Polemik

Mantan rektor Universitas Diponegoro ini berharap dengan menjalankan program strategis yang telah dicanangkan, Kemenristekdikti seluruh PTN-BH dapat masuk ke peringkat 500 besar dunia. Nasir menambahkan, untuk mencapai harapan publik dengan program-program strategis yang dijalankan maka PTN-BH memerlukan governance yang baik termasuk pembagian kerja organ majelis wali amanat (MWA), rektor dan senat.

“Perlu dicermati juga apakah governance yang ada telah memberikan penggunaan sumber daya yang ada, termasuk para dosen sehingga menghasilkan layanan Tri Dharma pendidikan tinggi dan pengembangan iptek yang optimal,” jelasnya. Menurut Menristekdikti, negara yang maju bukanlah negara yang memiliki jumlah penduduk besar maupun luas wilayahnya, melainkan mereka yang berinovasi.

Ketua Majelis Senat Akademik PTN-BH Priyo Suprobo memaparkan,

pertemuan digelar dua hari dan diharapkan rumusan kebijakan yang dihasilkan dapat menjadi bahan kebijakan Kemenristekdikti. “Kami usulkan agar kenaikan jabatan guru besar dilakukan oleh PTN-BH. Hal ini didasari atas kebebasan otonom akademik yang diberikan pada 11 PTN-BH,” ujar guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini.

Magang di Prancis

Terpisah, Podomoro University mengirim mahasiswa jurusan perhotelan untuk magang di hotel dan restoran ke Prancis agar bisa lebih mudah mencari kerja maka pun. Ketua Program Studi Bisnis Hotel Podomoro University Michael Aswin Winardi mengatakan, Prancis adalah kiblat bagi budaya gastronomi dunia dan juga hospitality.

 

Sehingga memagangkan mahasiswanya ke Prancis adalah langkah yang

tepat agar portofolio mahasiswanya semakin bagus untuk mencari kerja nanti. Mereka bisa belajar tentang dunia perhotelan di salah satu hotel berbintang dan restoran di Kota Lyon. Mahasiswa yang akan magang akan langsung diwawancara oleh pihak hotel dan restoran dengan bahasa Prancis tentang kemampuan yang mereka pelajari saat kuliah.

Jika lolos wawancara mereka pun akan langsung bisa magang disana.

“Melalui magang ini maka mereka bisa belajar untuk tentang budaya dan sifat masyarakat Prancis secara aktif dari para native speaker disana. Mereka pun akan lebih dewasa dalam menangani karakter turis dan keluhan tamu,” katanya seusai Good France 2019 di Jakarta kemarin.

 

Baca Juga :