Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Penanaman Nilai Pancasila

Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Penanaman Nilai Pancasila

Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Penanaman Nilai Pancasila
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Penanaman Nilai Pancasila

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy,

menekankan pentingnya aspek penanaman nilai Pancasila untuk pembentukan pendidikan karakter. Ia mengimbau bahwasannya semua pendidikan mempunyai tanggung jawab moral untuk penanaman nilai Pancasila sedini mungkin. Hal tersebut disampaikan Mendikbud saat membuka kegiatan Peluncuran Program Penanaman Nilai Pancasila Sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa (Nation and Character Building), di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (10/07/2019).

Kegiatan tersebut sebagai upaya implementasi terhadap penyempurnaan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Mendikbud mengatakan, saat ini kurang teakomodasinya pembelajaran Pancasila. Mata pelajaran PPKN dinilai hanya sebagai mata pelajaran semata, bukan sebagai pembentukan nilai atau karakter pancasila.

‘’Sikap itu dibentuk melalui penanaman nilai. Ada tiga bentuk problematika

nilai, yang pertama adalah kebenaran, hal tersebut menjadi wilayah logika antara benar atau salah. Yang kedua adalah baik atau buruk, hal ini dilihat berdasarkan etika atau tingkah laku. Lalu yang terakhir adalah keindahan, ini meliputi aspek estetika’’ ujar Mendikbud

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Haryono, mengungkapkan pendapatnya dalam diskusi mengenai strategi pembudayaan Pancasila sebagai falsasah dan ideologi bangsa. Menurutnya, pendidikan Pancasila bukan hanya tanggung jawab guru Pancasila saja, melainkan tanggung jawab semua warga Indonesia.

‘’Pancasila merupakan pendidikan berkualitas untuk semua bangsa

Indonesia. Pancasila adalah ideologi masa depan, harapan bangsa. Kerugian terbesar menjadi seorang warga negara adalah bukan hilangnya kekayaan ekonomi, bukan matinya para pahlawan bangsa, tapi hilangnya karakter manusia nusantara yang memiliki mental merdeka.’’ Tegas Haryono.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap penguatan karakter melalui nilai Pancasila dan menyadarkan masyarakat pentingnya menanamkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/pengertian-akhlak-tercela

LKS 2019 Resmi Dibuka, 759 Siswa SMK Siap Unjuk Kemampuan

LKS 2019 Resmi Dibuka, 759 Siswa SMK Siap Unjuk Kemampuan

LKS 2019 Resmi Dibuka, 759 Siswa SMK Siap Unjuk Kemampuan
LKS 2019 Resmi Dibuka, 759 Siswa SMK Siap Unjuk Kemampuan

Kemendikbud — Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2019 kembali di gelar. Tahun ini, Yogyakarta menjadi tempat bagi 759 siswa SMK dari 34 provinsi untuk unjuk kemampuan di 32 bidang pekerjaan. Mengawali pembukaan, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Didik Suhardi menyampaikan bahwa ajang tahunan ini bukan sekadar panggung perlombaan, tetapi juga ajang menampilkan keahlian peserta yang menggambarkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

“LKS adalah kesempatan untuk menampilkan prestasi siswa di bidang

keahlian masing-masing, serta sebagai ajang untuk menggambarkan peningkatan kualitas SMK di Indonesia,” tutur Didik pada pembukaan LKS di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (8/7/2019).

Selain itu terkait peningkatan kualitas pendidikan vokasi, Sesjen juga menyampaikan tentang perlunya evaluasi sebagai upaya untuk menyesuaikan keahlian dengan kebutuhan dunia kerja dan industri yang ada saat ini. Karena menurutnya jurusan SMK baiknya harus relevan dengan dunia kerja.

“Jurusan SMK harus diselaraskan dengan dunia kerja, harus ada kesinambungan antara lulusan SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan industri”, katanya.

Kemudian di kesempatan yang sama, Gubernur Daerah Istimewa

Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menuturkan bahwa masih ada anggapan penguasaan teknologi siswa lulusan SMK masih lemah.

“Padahal pada bulan November tahun 2018 lalu, ada perwakilan siswa SMK Indonesia di ajang lomba tingkat Asia yang memenangkan tiga medali emas dan enam medali perak,” jelasnya.

Karena itu ia mengingatkan bagi para pemenang nantinya agar terus mengasah kemampuan agar bisa bersaing di tingkat internasional. “Banyak anak Indonesia yang jenius di bidang manufaktur dan teknologi informasi yang merupakan bibit-bibit yang dimiliki oleh negara”, sambungnya.

Selain perlombaan, dalam rangkaian acaranya, ada pula workshop industri

dengan narasumber yang kompeten di bidangnya. Tujuan workshop ini adalah untuk mengenalkan anak muda Indonesia dalam menghadapi era ekonomi digital, strategi dalam memasarkan produk SMK di era revolusi industri 4.0. Selain itu juga ada job matching yang bertujuan memberikan peluang dan menambah wawasan kepada lulusan SMK untuk berinteraksi dengan dunia industri dan usaha yang memerlukan tenaga kerja.

Lomba akan berlangsung pada 8 – 11 Juli 2019, selain melibatkan ratusan siswa SMK, juga ada 116 orang juri yang terdiri dari pihak yang kompeten di bidangnya. Untuk lokasinya akan berpusat di Jogja Expo Centre (JEC), SMK Negeri 6 Yogyakarta, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Hotel Grand Dafam Yogyakarta.

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/contoh-teks-eksplanasi-bahaya-rokok

Rumah Adat Sumatra Utara

Rumah Adat Sumatra Utara

Rumah Adat Sumatra Utara

Rumah Adat

Rumah Adat Batak Toba yaitu Rumah Bolon (Rumah Gorga atau Jabu Si Baganding Tua). Biasanya Rumah terdiri atas Rumah dan juga sopo (lumbung padi) yang berada di depan rumah. Rumah dan sopo dipisahkan oleh pelataran luas yang berfungsi sebagai ruang bersama warga huta.Rumah adat dengan banyak hiasan (gorga), disebut Rumah Gorga Sarimunggu atau Jabu Batara Guru. Sedangkan rumah adat yang tidak berukir, disebut Jabu Ereng atau Jabu Batara Siang. Rumah berukuran besar, disebut Rumah Bolon. dan rumah yang berukuran kecil, disebut Jabu Parbale-balean.

Rumah Adat Batak

Pada Rumah Adat Batak juga terdapat banyak ukiran yang disebut gorga. Warna-warna yang dipilih adalah merah, hitam dan putih, yang maksudnya adalah warna dari alam yang mengacu pada flora dan fauna. Filosofi Rumah Batak Toba Rumah adat bagi orang Batak didirikan bukan hanya sekedar tempat bemaung dan berteduh dari hujan dan panas terik matahari semata tetapi sebenanya sarat dengan nilai filosofi yang dapat dimanfaatkan sebagai pedoman hidup.
Beragam pengertian dan nilai luhur yang melekat dan dikandung dalam rumah adat tradisional yang mestinya dapat dimaknai dan dipegang sebagai pandangan hidup dalam tatanan kehidupan sehari-hari, dalam rangka pergaulan antar individu.  Dalam kesempatan ini akan dipaparkan nilai filosofi yang terkandung didalamnya sebagai bentuk cagar budaya, yang diharapkan dapat menjadi sarana pelestarian budaya, agar kelak dapat diwariskan kepada generasi penerus untuk selalu rindu dan cinta terhadap budayanya.

Makna dan Simbolisme Rumah Ada Batak

Makna dan Simbolisme Rumah Ada Batak yaitu Pola penataan desa atau lumban/ huta terdiri dari beberapa ruma dan sopo. Perletakan ruma dan sopo tersebut saling berhadapan dan mengacu pada poros utara selatan. Sopo merupakan lumbung, sebagi tempat penyimpanan makanan. Dalam hal ini, menunjukkan bahwa masyarakat Batak selalu menghargai kehidupan, karena padi merupakan sumber kehidupan bagi mereka. Penafsiran Pola penataan lumban yang terlindungi dengan pagar yang kokoh, dengan dua gerbang yang mengarah utara-selatan, menunjukkan bahwamasyarakat Batak, memiliki persaingan dalam kehidupan kesehariannya.

Jika kita mengamati peta perkampungan Batak, maka dapat kita ketahui terdapat beragam suku Batak, dengan lokasi yang berdekatan. Oleh karena iu, pola penataan lumban berbentuk lebih menyerupai sebuah benteng dari pada sebuah desa. Pada penataan bangunan yang sangat menghargai keberadaan sopo, yaitu selalu berhadapan dengan ruma.

Hal ini menunjukkan pola kehidupan masyarakat Batak Toba yang didominasi oleh bertani, dengan padi sebagai sumber kehidupan yang sangat dihargainya. Di dalam lumban, terdapat beberapa ruma dan sopo yang tertata secara linear. Beberapa rumah tersebut menunjukkan bahwa ikatan keluarga yang dikenal dengan extended family dapat kita ketemukan dalam masyarakat Batak Toba.

Kajian Persolekan

Kajian Persolekan dalam rumah adat batak Sebelum mendirikan bangunan yaitu diadakan upacara mangunsong bunti, yaitu upacara memohon kepada Tri-tunggal Dewa (Mula Jadi Nabolon, Silaon Nabolon, dan Mengalabulan). Peserta upacara melipud Datu Ari (dukum), Raja Perhata (ahli hukum adat), Raja Huta (kepala desa) dan Dalihan Natolu (raja ni hula-hula, dongan tubu dan boru). Waktu mendirikan bangunan diadakan upacara paraik tiang dan paraik urur (memasang tiang dan urur). Setelah bangunan selesai diadakan 2 upacara, yakni: mangompoi jabu (memasuki rumah baru) dan pamestahon jabu (pesta perhelatan rumah baru).

Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara, terdiri dari Batak Karo, Simalungun, Pak-Pak, Toba, Angkola dan Mandailing. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok. Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris, yaitu barisan Utara dan Selatan. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat, dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan sehari-hari.

Rumah adat Batak Toba

Rumah adat Batak Toba berdasarkan fungsinya dapat dibedakan ke dalam rumah yang digunakan untuk tempat tinggal keluarga disebut ruma, dan rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan (lumbung) disebut Sopo. Bahan-bahan bangunan terdiri dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kokoh. Dinding dari papan atau tepas, lantai juga dari papan sedangkan atap dari ijuk. Tipe khas rumah adat Batak Toba adalah bentuk atapnya yang melengkung dan pada ujung atap sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau, sehingga rumah adat itu menyerupai kerbau. Punggung kerbau adalah atap yang melengkung, kaki-kaki kerbau adalah tiang-tiang pada kolong rumah. Sebagai ukuran dipakai depa, jengkal, asta dan langkah seperti ukuran-ukuran yang pada umumnya dipergunakan pada rumah-rumah tradisional di Jawa, Bali dan daerah-daerah lain. Pada umumnya dinding rumah merupakan center point, karena adanya ukir-ukiran yang berwarna merah, putih dan hitam yang merupakan warna tradisional Batak.

Rumah adat Batak Toba

Rumah adat Batak Toba pada bagian-bagian lainnya terdapat ornamen-ornamen yang penuh dengan makna dan simbolisme, yang menggambarkan kewibawaan dan kharisma. Ornamen-ornamen tersebut berupa orang yang menarik kerbau melambangkan kehidupan dan semangat kerja, ornament-ornamen perang dan dan sebagainya. Teknik ragam hias terdiri dari dua cara, yaitu dengan teknik ukir teknik lukis. Untuk mengukir digunakan pisau tajam dengan alat pemukulnya (pasak-pasak) dari kayu. Sedangkan teknik lukis bahannya diolah sendiri dari batu-batuan atau pun tanaga yang keras dan arang. Atap rumah terbuat dari ijuk yang terdiri dari tiga lapis. Lapisan pertama disebut tuham-tuham ( satu golongan besar dari ijuk, yang disusun mulai dari jabu bona tebalnya 20 cm dan luasnya 1×1,5 m2). Antara tuham yang satu dan dengan tuham lainnya diisi dengan ijuk agar permukaannya menjadi rata. Lapisan kedua, yaitu lalubaknya berupa ijuk yang langsung diambil dari pohon Enau dan masih padat, diletakkan lapis ketiga. Setiap lapisan diikat dengan jarum yang terbuat dari bambu dengan jarak 0,5 m.

Artikel terkait :

Rumah adat Selaso Jatuh Kembar Riau Sumatera

Rumah adat Selaso Jatuh Kembar Riau Sumatera

Rumah adat Selaso Jatuh Kembar Riau Sumatera

Asal Usul

Pada tahun 1971, pemerintah pusat hendak membangun TMII (Taman Mini Indonesia Indah) dan tiap-tiap daerah harus menentukan satu jenis rumah adat untuk dibuatkan Anjungan rumah adat sebagai representasi resmi rumah adat di daerah propinsi tersebut.

Saat itu Gubernur Riau adalah Arifin Ahmad membentuk tim 9 yang terdiri dari budayawan dan pemikir Melayu. Tim 9 ini bertugas untuk mendesain dan membuat Rumah Adat Riau dengan melakukan riset keliling Riau. Kemudian lahirlah sebuah arsitektur rumah adat Riau dengan nama Selaso Jatuh Kembar. Kemudian Rumah Selaso Jatuh Kembar dipopulerkan dan ditetapkan oleh Gubernur Riau Imam Munandar sebagai Rumah Adat kebudayaan masyarakat Riau.

Rumah Selaso Jatuh Kembar

Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah sejenis bangunan berbentuk rumah (dilingkupi dinding, berpintu dan jendela) tapi fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat karena tidak memiliki serambi atau kamar.

Denah rumah Selaso Jatuh Kembar hanya memiliki Selasar di bagian depan. Tengah rumah pada bagian tengah dengan bersekat papan antara selasar dan telo. Kemudian bentuk rumah mengecil pada bagian telo yang berguna sebagai tempat makan, dll. Dan pada bagian belakang terdapat dapur.

Balai Salaso Jatuh mempunyai selasar keliling yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah, karena itu dikatakan Salaso Jatuh. Semua bangunan baik rumah adat maupun balai adat diberi hiasan terutama berupa ukiran. Di puncak atap selalu ada hiasan kayu yang mencuat keatas bersilangan dan biasanya hiasan ini diberi ukiran yang disebut Salembayung atau Sulobuyung yang mengandung makna pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selasar dalam bahasa melayu disebut dengan Selaso.

Arah rumah tradisional masyarakat Riau

Arah rumah tradisional masyarakat Riau dibangun menghadap ke sungai. Ini karena masyarakat tardisional Riau menggunakan sungai sebagai sarana transportasi. Maka tak heran jika kita akan menemukan banyak perkampungan masyarakat Riau terletak di sepanjang pinggiran sungai Siak, Mandau, Siak Kecil dan pada anak sungai di pedalam lainnya.

TEMPAT MUSYAWARAH ADAT KEPULAUAN RIAU

Ada keunikan tersendiri jika kita membicarakan soal rumah adat di Kepulauan Riau. Di sana kita akan sangat mudah menjumpai beragam jenis rumah tradisional seperti Rumah Melayu Atap LontikMelayu Atap LimasMelayu Lipat Kajang,Balai Salaso Jatuh, dan Rumah Adat Salaso Jatuh Kembar. Namun ketika pemerintah pusat, pada tahun 1971, hendak membangun TMII (Taman Mini Indonesia Indah), tiap-tiap daerah harus menentukan satu jenis rumah adat untuk dibuatkan Anjungan rumah adat sebagai representasi resmi rumah adat di daerah propinsi tersebut.

Saat itu Gubernur Riau adalah Arifin Ahmad. Beliau membentuk tim 9 yang terdiri dari budayawan dan pemikir Melayu. Tim 9 ini bertugas untuk mendesain dan membuat Rumah Adat Riau dengan melakukan riset keliling Riau. Kemudian lahirlah sebuah arsitektur rumah yang hari ini bisa kita temui pada anjungan rumah adat Riau di TMII yang kita kenal dengan nama Selaso Jatuh Kembar. Kemudian Rumah Selaso Jatuh Kembar dipopulerkan dan ditetapkan oleh Gubernur Riau Imam Munandar sebagai Rumah Adat kebudayaan masyarakat Riau.

Riau memang sangat kaya dengan keragaman seni dan budayanya, seperti halnya keragam bentuk dari rumah adat yang terdapat di kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Keragaman tersebut terjadi karena secara geografi provinsi Riau terpisahkan laut antara satu pulau dengan lainnya. Mungkin jaman dahulu faktor tersebut menjadi akibat dari sulitnya komuikasi sehingga saling mengisolasi diri. Maka antara satu daerah dan lainya walau agak mirip tapi bentuk budaya dan rumahnya sedikit berbeda.

Namun dari keragaman bentuk rumah tradisional yang terdapat di Riau, ada kesamaan jenis dan gaya arsitektur. Dari jenisnya, rumah tradisional masyarakat Riau pada umumnya adalah rumah panggung yang berdiri diatas tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Dari beberapa bentuk rumah ini hampir serupa, baik tangga, pintu, dinding, susunan ruangannya sama, dan memiliki ukiran melayu seperti selembayung, lebah bergayut, pucuk rebung dll.

Keumuman berikutnya terletak pada arah rumah tradisional masyarakat Riau yang dibangun menghadap ke sungai. Ini terjadi karena masyarakat tardisional Riau menggunakan sungai sebagai sarana transfortasi. Maka tak heran jika kita akan menemukan banyak perkampungan masyarakat Riau terletak di sepanjang pinggiran sungai Siak, Mandau, Siak Kecil dan pada anak sungai di pedalam lainnya. Karena tipographi pemukiman masyarakat Riau yang demikian, maka kita akan mendapati pangkalan tempat menambatkan perahu dan juga tempat mandi di muka rumah masing-masing. Selain itu, hingga tahun 70-an, kampung-kampung tersebut tidak mengenal batas-batas tertentu, seperti halnya perkampungan masyarakat pantai. Kampung-kampung mereka biasanya dinamai berdasarkan nama sungai atau tumbuhan yang terdapat di sana. Namun hari ini tentunya telah dibuatkan sarana adminstrasi seperti Balai Desa, dll dengan istilah “pemekaran”.

Rumah Selaso Jatuh Kembar

Maka menjadi keunikan tersendiri ketika Rumah Selaso Jatuh Kembar diajukan sebagai rumah tradisional Riau untuk dibuatkan anjungannya di TMII pada tahun 1971. Karena ternyata Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah sejenis bangunan berbentuk rumah (dilingkupi dinding, berpintu dan jendela) tapi fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat karena “rumah” ini tidak memiliki serambi atau kamar.
Jika dideskripsikan, denah rumah Selaso Jatuh Kembar hanya memiliki Selasar di bagian depan. Tengah rumah pada bagian tengah dengan bersekat papan antara selasar dan telo. Kemudian bentuk rumah mengecil pada bagian telo yang berguna sebagai tempat makan, dll. Dan pada bagian belakang terdapat dapur.

Balai Salaso Jatuh mempunyai selasar keliling yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah, karena itu dikatakan Salaso Jatuh. Semua bangunan baik rumah adat maupun balai adat diberi hiasan terutama berupa ukiran. Di puncak atap selalu ada hiasan kayu yang mencuat keatas bersilangan dan biasanya hiasan ini diberi ukiran yang disebutSalembayung atau Sulobuyung yang mengandung makna pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selasar dalam bahasa melayu disebut dengan Selaso. Selaso jatuh kembar sendiri bermakna rumah yang memiliki dua selasar (selasosalaso) yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah.

Rumah Selaso Jatuh Kembar dihiasi corak dasar Melayu Riau umumnya bersumber dari alam, yakni terdiri atas flora, fauna, dan benda-benda angkasa. Benda-benda itulah yang direka-reka dalam bentuk-bentuk tertentu, baik menurut bentuk asalnya seperti bunga kundur, bunga hutan, maupun dalam bentuk yang sudah diabstrakkan atau dimodifikasi sehingga tak lagi menampakkan wujud asalnya, tetapi hanya menggunakan namanya saja seperti itik pulang petang, semut beriring, dan lebah bergantung.

Di antara corak-corak tersebut, yang terbanyak dipakai adalah yang bersumber pada tumbuh-tumbuhan (flora). Padahal sejak jaman dahulu gaya arsitektur bangunan dan seni ukir masyarakat Riau sangat kuat dipengaruhi oleh corak Hindu-Budha. Peralihan gaya pada corak ini terjadi karena orang Melayu Riau kekinian pada umumnya beragama Islam. Sehingga corak hewan (fauna) dikhawatirkan menjurus pada hal-hal yang berbau “keberhalaan”. Jika kita telusuri sejarah kelahiran tulisan melayu (aksara arab) dan corak seni ukir flora masyarakat Melayu Riau ini dilatarbelakangi oleh perkembangan Agama Islam mulai dari jaman kerajaan Malaka.

Ada pun corak hewan yang dipilih umumnya yang mengandung sifat tertentu atau yang berkaitan dengan mitos atau kepercayaan tempatan. Corak semut dipakai walau tidak dalam bentuk sesungguhnya, disebut semut beriring karena sifat semut yang rukun dan tolong-menolong. Begitu pula dengan corak lebah, disebut lebah bergantung, karena sifat lebah yang selalu memakan yang bersih, kemudian mengeluarkannya untuk dimanfaatkan orang ramai (madu). Corak naga berkaitan dengan mitos tentang keperkasaan naga sebagai penguasa lautan dan sebagainya. Selain itu, benda-benda angkasa seperti bulan, bintang, matahari, dan awan dijadikan corak karena mengandung nilai falsafah tertentu pula.

Ada pula corak yang bersumber dari bentuk-bentuk tertentu yakni wajik (Belah ketupat), lingkaran, kubus, segi, dan lain-lain. Di samping itu, ada juga corak kaligrafi yang diambil dari kitab Alquran. Pengembangan corak-corak dasar itu, di satu sisi memperkaya bentuk hiasan. Di sisi lain, pengembangan itu juga memperkaya nilai falsafah yang terkandung di dalamnya.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni

Sedangkan, Pengertian Seni Secara Umum adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu membangkitkan perasaan orang lain. Istilah seni berasal dari kata sanskerta dari kata sani yang berarti pemujaan, persembahan, dan pelayanan yang erat dengan upacara keagaaman yang disebut dengan kesenian.

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

  • Aristoteles: Pengertian seni menurut pendapat aristoteles adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
  • Ki Hajar Dewantara: Menurut Ki Hajar Dewantara bahwa pengertian seni adalah hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan perasaan indah orang yang melihatnnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.
  • Sudarmiji: Pengertian seni menurut sudarmiji bahwa seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang, garis, warna, tekstur, volume dan gelap terang.
  • Hillary Bel: Pengertian seni menurut pendapat Hillary Bel bahwa seni merupakan istilah yang digunakan untuk semua karya yang dapat menggugah hati untuk mencari tahu siapa penciptanya.

 Pengertian Seni Budaya Menurut Para Ahli 

  • Sartono Kartodirdjo: Menurutnya, pengertian seni budaya adalah sistem yang koheren karena seni budaya dapat menjalankan komunikasi efektif, antara lain dengan melalui satu bagian saja dapat menunjukkan keseluruhannya.
  • Harry Sulastianto: Pengertian seni budaya menurut harry sulastianto adalah suatu keahlian mengekspresikan ide-ide dan pemikiran estetika, termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi pandangan akan benda, suasana, atau karya yang mampu menimbulkan rasa indah sehingga menciptakan peradaban yang lebih maju.
  • Ida Bagus Putu Perwita: Pengertian seni budaya menurut Ida bagus putu perwita adalah penunjang sarana upacara adat
  • M. Thoyibi: Pengertian seni budaya menurut M. Thoyibi adalah penjelmaan rasa seni yang sudah membudaya, yang termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah dapat dirasakan oleh orang banyak dalam rentang perjalanan sejarah peradaban manusia.

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Sekolah di London Bangun Iglo untuk Redam Suara Pesawat

Sekolah di London Bangun Iglo untuk Redam Suara Pesawat

Sekolah di London Bangun Iglo untuk Redam Suara Pesawat
Sekolah di London Bangun Iglo untuk Redam Suara Pesawat

Berlokasi dekat bandar udara, sebuah sekolah pendidikan dini di London membuat bangunan mirip iglo untuk meredam suara pesawat.
LONDON — Siswa-siswa di sebuah sekolah pendidikan dini di London, yang berlokasi di dekat bandar udara Heathrow, sering merasa pesawat terbang akan mendarat di lapangan sekolah karena suara jet yang membahana.

Pihak Sekolah Hounslow Heath kemudian mendirikan empat kubah mirip iglo di lapangan sekolah, jenis yang biasanya dibuat di daerah darurat dan rentan gempa bumi, untuk meredam suara tersebut.

Sekolah tersebut ada di bawah lintasan pesawat terbang bagian selatan Heathrow dan saat bermain anak-anak diganggu setiap dua menit sekali karena pesawat yang akan mendarat melintas di atas kepala mereka.

Bangunan berkubah, hasil ciptaan arsitek Iran Nader Khalili, awalnya dirancang untuk tempat tinggal di bulan dan pertama kali digunakan dalam krisis pengungsi setelah Perang Teluk 1990-1991. Ternyata bangunan itu juga berguna bagi anak-anak di bagian barat London.

“Anak-anak memiliki tempat untuk bersembunyi dari suara yang

menganggu,” ujar kepala sekolah Kathryn Harper-Quinn.

Bangunan berkubah itu tidak berpintu tapi memiliki “penghalang psikologis dan fisik yang kuat” untuk meredam suara pesawat, ujar Harper-Quinn.

Ia mengatakan saat berada di luar, selama 25 detik setiap 90 detik sekali, anak-anak tidak dapat mendengar suara guru mereka karena jet-jet tersebut.

“Suara pesawat masih terdengar, namun kami masih bisa mendengar suara sendiri,” ujarnya.

Sekolah tersebut memiliki 520 siswa berumur antara tiga tahun dan tujuh

tahun dan eksperimen dengan iglo telah mendorong sekolah lain di daerah tersebut untuk mengikuti mereka.

Pesawat melintas hanya sekitar 180 meter dari lokasi dan mesinnya mengeluarkan suara dengan intensitas 87 desibel.

Bangunan mirip iglo, dibuat dari tanah dan kawat, mengurangi suara lebih dari 17 desibel.

Suara pesawat merupakan isu politik di Inggris seiring upaya pemerintahan

Perdana Menteri David Cameron dari Partai Konservatif untuk memindahkan dan memperluas kapasitas bandar udara.

Pihak pengusaha dan maskapai penerbangan mendesaknya memperluas Heathrow, langkah yang akan mempengaruhi 750.000 orang yang tinggal di bawah lintasan penerbangan. (Reuters/Dasha Afanasieva)

 

Baca Juga :

 

 

Murid Keturunan Asia di AS Unggul dalam Matematika, Sains

Murid Keturunan Asia di AS Unggul dalam Matematika, Sains

Murid Keturunan Asia di AS Unggul dalam Matematika, Sains
Murid Keturunan Asia di AS Unggul dalam Matematika, Sains

Sebuah studi menunjukkan bahwa siswa-siswa Amerika keturunan Asia lebih unggul dalam pelajaran matematika dan sains.
Siswa-siswa keturunan Asia di Amerika mengungguli kelompok ras atau etnis lain dalam pelajaran matematika dan sains, menurut sebuah studi baru yang meneliti 367 siswa kelas 10 di wilayah Philadelphia.

Studi tersebut, diterbitkan dalam Psychology of Women Quarterly, mengklaim sebagai “studi pertama yang meneliti perilaku dan pencapaian dalam matematika dan sains pada persimpangan gender dan etnisitas dari empat kelompok etnis besar,” termasuk kulit putih, Asia Amerika, Latino dan Afrika Amerika.

“Remaja keturunan Asia secara konsisten memperlihatkan pencapaian tertinggi dibandingka remaja lain, yang mencerminkan stereotip ‘minoritas teladan’,” tulis para peneliti.

“Secara kontras, pencapaian yang rendah dari pria-pria Latino dan Afrika Amerika persisten dan merupakan tren yang mengkhawatirkan.”

Meski survei-survei mengindikasikan bahwa kelompok Asia Amerika unggul dalam matematika dan sains, Profesor Nicole Else-Quest dari University of Maryland, Baltimore County, dan penulis utama studi tersebut, tidak ingin data tersebut menegaskan persepsi “minoritas teladan” mengenai Asia Amerika.

“Saya kira stereotip itu berbahaya untuk semua orang, baik yang terkena imbas positif atau tidak,” ujarnya.

“Hal itu mengkotak-kotakkan orang dan membatasi kita. Saat kita

berbicara mengenai Asia Amerika, kita harus melihatnya sebagai populasi yang sangat beragam dengan bermacam budaya dan beraneka tingkat status dan kelancaran berbahasa.”

Meski jumlah perempuan tetap rendah dalam karir-karir yang terkait matematika dan sains, studi tersebut menemukan bahwa siswa-siswa perempuan dan laki-laki mendapatkan nilai yang serupa dalam kedua bidang tersebut.

Studi tersebut juga menemukan bahwa murid laki-laki dari semua etnisitas

dilaporkan memiliki persepsi yang lebih besar dalam matematika, sementara siswa perempuan diasosiasikan lebih besar dalam pelajaran sains.

“Meski ada kesamaan gender dalam pencapaian matematika dan sains, remaja perempuan cendering yakin bahwa kemampuan sains, teknologi, teknik dan matematika mereka sama kuatnya dengan teman sekelas mereka yang pria,” ujar Else-Quest.

Else-Quest mengatakan tujuan berikutnya dari studi yang berlangsung tiga

tahun tersebut adalah untuk mengetahui peran orangtua dalam membentuk persepsi mengenai matematika dan sains.

 

Sumber :

https://www.edocr.com/user/ojelhtcmandiri

Badan POM Kampanye Pangan Jajanan Anak Sekolah

Badan POM Kampanye Pangan Jajanan Anak Sekolah

Badan POM Kampanye Pangan Jajanan Anak Sekolah
Badan POM Kampanye Pangan Jajanan Anak Sekolah

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) saat ini sedang giat melakukan kampanye jajanan sehat anak sekolah lewat Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).
BANDUNG, JAWA BARAT — Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah dilakukan di 160 kabupaten-kota yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia. Dalam aksi tersebut, Badan POM melakukan kampanye dan roadshow ke berbagai Sekolah Dasar atau SD dengan memberikan penyuluhan sekaligus bimbingan kepada pengelola sekolah mengenai pangan jajanan yang sehat.

Di Provinsi Jawa Barat, kampanye yang dilakukan oleh Balai Besar POM Kota Bandung bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan kabupaten atau kota setempat. Kepala Balai Besar POM Kota Bandung, Supriyanto Utomo mengatakan, pihaknya juga melakukan kampanye ke sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil termasuk yang berada di daerah perbatasan.

“Kerja kita selalu bergandengan tangan dengan dinas terkait, untuk menentukan SD mana yang akan kita intervensi. Oleh teman-teman Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sudah diidentifikasi SD-SD yang paling berisiko. Nah itu yang kita intervensi duluan, baru nanti yang berikutnya,” kata Supriyanto Utomo, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandung.

Supriyanto menambahkan, selain memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada pihak sekolah, Balai Besar POM juga memberikan penyuluhan langsung kepada pedagang. Penyuluhan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan serangkaian tes laboratorium terhadap sampel jajanan yang dijual pedagang.

Sementara itu, seorang Kepala Sekolah sebuah SD Negeri di Kota Bandung yang telah mendapatkan penyuluhan dan bimbingan dari Balai Besar POM mengatakan, pihak sekolah selama ini telah mengadakan program makanan sehat untuk para siswanya.

Pihak sekolah juga selalu mengarahkan para siswanya untuk jajan di kantin

sekolah yang telah terjamin kebersihannya, dibandingkan jajanan yang dijajakan para pedagang di luar sekolah.

“Kami pun sebetulnya di sekolah ini sudah mempunyai program anak satu bulan sekali membawa makanan ‘4 sehat 5 sempurna’. Itu sudah kami jadwalkan, mulai dari kelas satu sampai kelas enam. Jadi pada saat anak membawa makanan ‘4 sehat 5 sempurna’ itu mereka tidak boleh jajan. Minimal satu bulan sekali mereka tidak jajan di sekolah,” ungkap dra. Hayati, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangpawulang Bandung.

Aksi Nasional yang telah dilakukan sejak tahun 2011 ini diperkirakan dapat melindungi sekitar 1,4 juta siswa Sekolah Dasar atau SD dari jajanan yang mengandung bahan berbahaya. Dari aksi tersebut juga diketahui, sekitar 24 persen makanan yang dijual di sekolah tidak memenuhi syarat pangan yang aman.

Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah atau PJAS yang dicanangkan

Wakil Presiden pada Januari 2011 bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mutu, dan gizi anak sekolah melalui kemandirian komunitas sekolah di lingkungannya. Aksi ini telah menunjukkan hasil berupa peningkatan persentase keamanan pangan jajanan anak sekolah yang memenuhi syarat, dari 56 persen hingga 60 persen pada kurun waktu tahun 2008 hingga 2010, menjadi 65 persen pada tahun 2011, dan 76 persen pada tahun 2012 lalu.

Dampak Aksi Nasional PJAS ini diperkirakan dapat melindungi sekitar 1,4

juta siswa SD dari pangan jajanan yang tidak aman. Beberapa kategori pangan jajanan yang tidak aman tersebut antara lain makanan yang mengandung formalin, boraks, pewarna Rhodamin B, dan pewarna Methanyl Yellow. Untuk itu, Badan POM juga mengoperasikan 37 mobil laboratorium keliling untuk pengawasan pangan jajanan anak sekolah dan pembinaan komunitas sekolah.

 

Sumber :

https://www.edocr.com/v/pj3bp1zn/ojelhtcmandiri/Explanation-Text

Surat Inspiratif Dari Kepala Sekolah Singapura Untuk Orangtua Murid

Surat Inspiratif Dari Kepala Sekolah Singapura Untuk Orangtua Murid

Surat Inspiratif Dari Kepala Sekolah
Surat Inspiratif Dari Kepala Sekolah

 

Beberapa waktu lalu saya dikirimi sebuah artikel menarik

dan inspiratif mengenai sebuah surat yang dikirim langsung oleh seorang kepala sekolah di Singapura untuk orangtua siswa yang akan menempuh ujian.

Apa isi surat tersebut?

Sang kepala sekolah mengatakan bahwa ujian akan tiba sebentar lagi. Beliau tahu bahwa banyak orangtua yang cemas sekaligus jantungan. Mereka berharap anaknya lulus ujian dengan nilai memuaskan.

Yang paling mengesankan dari surat itu adalah ketika beliau mengatakan bahwa di tengah-tengah siswa yang menjalani ujian tersebut, ada calon seniman yang tidak perlu mengerti matematika, ada calon ahli komputer yang tidak perlu mengerti kimia, ada calon pengusaha yang tidak perlu mengerti pelajaran sejarah atau sastra, ada calon musisi yang nilai kimianya tidak berarti, ada calon olahragawan yang lebih mementingkan fisik daripada fisika, ada calon fotografer dengan ribuan sudut pandang berbeda yang tentunya ilmunya tidak akan diperoleh di sini.

Beliau juga berpesan jika anak mereka lulus

bagus. Jika lulus dengan nilai tertinggi, salut. Tapi bila tidak lulus ia mengimbau para orangtua murid agar tidak merampas kepercayaan diri dan harga diri mereka. Katakan saja, “Tidak apa-apa. Itu hanyalah sekadar ujian.” Anak-anak selalu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini.

Beliau juga berpesan agar orangtua murid selalu mencintai dan tidak akan menghakimi mereka tidak peduli berapa pun nilai ujian yang diperoleh. Lakukanlah ini dan lihatlah anak-anak akan menaklukkan dunia. sebuah ujian atau gagal dalam ujian tidaklah menentukan siapa diri mereka kelak. Nilai rendah tidak akan bisa menghancurkan bakat dan impian mereka.

Pesan terakhir dari kepala sekolah tersebut adalah, “Mohon berhentilah berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini. Hormat saya.”

Pembaca sekalian,

Sering kita lihat di berita di mana para siswa selalu gelisah dan ketakutan saat menjalani ujian apalagi ujian kelulusan. Tidak sedikit di antaranya sampai stres dan depresi. Tuntutan akan nilai bagus adalah mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar apalagi dinegosiasikan.

Bagi Anda yang membaca ini dan masih sekolah, ketahuilah gagal dalam ujian adalah momok paling mengerikan bagi banyak siswa. Dunia terasa hancur berantakan. Mungkin Anda masih belum bisa memahami, tapi kegagalan tidak akan menentukan masa depan Anda. Gagal dalam ujian tidak akan bisa menghancurkan diri Anda.

Selalu ada jalan lain untuk meraih apa yang Anda cita-citakan. Kegagalan berarti kita harus menempuh jalan lain menuju apa yang kita impikan. Jadi jangan pernah berpikiran kegagalan adalah akhir dari dunia ini. kegagalan adalah awal baru untuk memulai dari dengan lebih baik.

Bagi Anda yang sudah menjadi orangtua, mungkin Anda bisa lebih bersikap bijaksana. Saya melihat banyak orangtua yang terlalu memaksakan sesuatu pada anaknya tanpa pernah memahami apakah dampak negatifnya. Banyak orangtua memaksa anaknya menjadi dokter atau pengacara atau apa pun padahal mereka tidak punya gairah untuk itu.

Se-bergengsi atau se-tenar apa pun profesi, jika tidak ada gairah untuk menjalaninya, maka anak tersebut tidak akan sukses. Mereka tidak pernah memberikan kesempatan pada anak-anaknya untuk memilih jalan mana yang sangat mereka impikan. Kadang ironisnya banyak impian anak-anak yang harus terkubur demi mengalah pada keinginan orangtuanya yang didasari gengsi melihat anak-anak temannya semua mengambil jurusan kedokteran.

Saya pribadi pernah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana seorang anak yang dilibas dengan rotan oleh orangtuanya karena nilainya tidak sesuai harapan. Meski nilainya tidak buruk, tetap dihukum. Coba pikirkan kembali apakah anak-anak adalah budak yang harus diperlakukan dengan cara seperti itu.

Cara keras seperti ini hanyalah mengajarkan anak-anak untuk takut dengan kegagalan. Kalau sudah begitu, bagaimana mereka nanti terjun ke dunia nyata yang jauh lebih keras dan peluang gagal sangat tinggi? Mereka takut gagal sehingga takut mencoba. Takut mencoba maka mereka tidak akan pernah sukses di bidang apa pun.

Seperti yang tadi dikatakan oleh kepala sekolah, cintailah dan jangan akan menghakimi anak-anak tidak peduli berapa pun nilai ujian yang diperoleh. Lakukanlah ini dan lihatlah anak-anak akan menaklukkan dunia.

Baca Juga :