Sukses Bahas Bilateral Indonesia-Tiongkok

Sukses Bahas Bilateral Indonesia-Tiongkok

Sukses Bahas Bilateral Indonesia-Tiongkok
Sukses Bahas Bilateral Indonesia-Tiongkok

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok sukses menggelar Kongres VI dan Symposium yang bertema Kompas Masa Depan Mahasiswa Indonesia Lulusan Tiongkok pada Kamis (1/6). Dalam acara yang bertempat di Hotel Xinxi Caida, Hangzhou, Tiongkok, itu dibuka langsung oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo.Selain dihadiri oleh Dubes, dalam pembukaan acara tersebut juga dihadiri oleh Priyanto Wibowo selaku Atase Pendidikan di KBRI.

Melalui pidato pembukaan saat kongres dimulai, Soegeng Rahardjo

menekankan pentingnya keikutsertaan mahasiswa mendukung hubungan Indonesia dengan Tiongkok. Indonesia dan Tiongkok harus didukung untuk berjalan bersama-sama guna mencapai mimpi yang tinggi dan saling memberikan manfaat bagi kedua negara.

’’Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Tiongkok harus bisa mendorong hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok baik di sisi ekonomi, pendidikan maupun budaya,’’ tambahnya.

Selain itu, mahasiswa diminta untuk mendorong suksesnya Project One Road One Belt yang diinisiasi oleh pemerintah Tiongkok. ’’Project OBOR ini akan banyak memberikan manfaat bagi negara-negara kawasan Asia, Afrika dan Eropa, moment ini harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia” ujarnya.

Pada saat pembukaan Kongres, Ketua Umum PPI Tiongkok, Bagus Ari

Haryo Anugrah dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa Kongres III mempunyai beberapa agenda pembahasan yakni Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus PPI Tiongkok , revisi AD-ART, rancangan Program Kerja Nasional dan Pemilihan Ketua Umum periode serta membahas isu-isu strategis lainnya.

’’Kongres VI ini diikuti oleh 24 Cabang PPIT yang berasal dari hampir

seluruh kota di Tiongkok, mereka mewakili dari berbagai kota seperti Beijing, Nanjing, Changsa, Tianjin, Harbin, Shenyang, Nanchang, Qingdao, Xiamen, Hangzhou, Shanghai, Chongqing, Guangzhou, Wuhan, Nanning, Guilin, Hefei, Suzhou dan Ningbo” tambah Aryo.

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372235/chemical-periodic-table-system.html

Siap Terima Kedatangan Tim Survei, Foto saat Berprestasi Jadi Persyaratan

Siap Terima Kedatangan Tim Survei, Foto saat Berprestasi Jadi Persyaratan

Siap Terima Kedatangan Tim Survei, Foto saat Berprestasi Jadi Persyaratan
Siap Terima Kedatangan Tim Survei, Foto saat Berprestasi Jadi Persyaratan

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK negeri dimulai. PPDB untuk jalur offline dibuka lebih dulu mulai Selasa (12/6). Yakni, bagi mereka yang mendaftar melalui jalur prestasi, mitra warga, bidikmisi, dan inklusi. Pendaftaran dibuka hingga Rabu (14/6). Di jalur-jalur itu, siswa juga harus menunjukkan persyaratan yang spesifik. Contohnya, di jalur prestasi, siswa harus menunjukkan foto saat meraih prestasi.

Misalnya, yang terlihat di SMAN 15. Waka Kesiswaan SMAN 15 Eko Yulianto menyatakan, pendaftar cukup banyak kemarin. Di SMAN 15 ada tiga jalur yang dibuka. Yakni, prestasi, bidikmisi, dan mitra warga. Kemarin para siswa datang dengan berpakaian bebas alias tidak harus berseragam sekolah asal. ’’Yang penting administrasi pendaftarannya,’’ katanya.
Siap Terima Kedatangan Tim Survei, Foto saat Berprestasi Jadi Persyaratan
Masuk SMA/SMK Lewat Jalur Offline (Grafis: Herlambang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Dari para siswa yang mendaftar, lanjut Eko, berkas yang kerap tertinggal adalah dokumentasi prestasi. Dokumentasi foto, misalnya. Saat lomba tentu ada dokumentasi berupa foto. Dokumentasi itu perlu dibawa karena bisa memperkuat data prestasi yang telah diperoleh siswa. ’’Rata-rata punya, tapi belum di-print,’’ tuturnya.

Khusus jalur prestasi, surat keterangan dari sekolah juga diperlukan. Surat keterangan itu juga bisa memperkuat prestasi yang diraih siswa. Berkas yang juga tidak kalah penting adalah sertifikat dan surat hasil ujian nasional (SHUN). Kemarin ada sekitar 24 siswa yang mendaftar lewat jalur prestasi di SMAN 15. Pendaftaran masih dibuka hingga Rabu (14/6).

Mereka yang mendaftar akan diseleksi kembali. Sebab, kuota yang disiapkan sekolah juga terbatas. Untuk jalur prestasi, misalnya. Eko menjelaskan, siswa yang akan diterima berjumlah 21 siswa atau 5 persen. Jalur mitra warga 21 siswa atau 5 persen dan jalur bidikmisi 3 persen atau sekitar 12–13 siswa. ’’Total kami ada 420 kursi. Selebihnya akan dibuka melalui jalur reguler,’’ ucapnya.

Gambaran berbeda juga terlihat dalam pendaftaran di SMAN 2. Fajar Maulana, salah seorang siswa, juga terlihat mengantre. Pendaftar asal SMPN 6 itu memilih masuk SMA melalui jalur prestasi. Sebagai persyaratan, dia memegang sertifikat lomba hemat energi yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dia mengantre sembari membawa kartu keluarga.

Ada juga Irvan Maulana. Pelajar asal SMPN 29 itu datang bersama sang ibu. Dia mendaftar untuk jalur mitra warga. Ada banyak berkas yang dibawa. Di antaranya, kartu keluarga, SKTM, KIP, dan jamkesmas. Kemarin Irvan juga melangsungkan sesi wawancara bersama panitia.

Irvan menyebut berbagai pertanyaan yang diajukan panitia. Di antaranya, pekerjaan orang tua dan kendaraan yang dipakai ketika berangkat sekolah. Irvan menjawab pertanyaan tersebut secara apa adanya.

Sumaiyah, sang ibu, mengatakan bahwa putranya itu bersepeda setiap kali berangkat ke sekolah. Dia merasa lebih nyaman dengan sepeda ontel. Ayah Irvan bekerja sebagai petugas kebersihan. Sementara itu, Sumaiyah sendiri ikut membantu dengan mengajar mengaji di kampung kawasan Pacar Keling.

Sumaiyah menyatakan siap jika nantinya ada tim yang menyurvei ke rumah. Sebab, kondisinya tidak dibuat-buat alias apa adanya. Ketika disinggung keinginan Irvan yang mendaftar ke SMA, kata Sumaiyah, langkah tersebut juga merupakan pilihan putranya. ’’Saya tanya tidak ke SMK saja, tidak mau. Orang tua ya mengikuti minat anak. Asal baik,’’ katanya.

Suasana pendaftaran PPDB offline juga terlihat di SMKN 10 Surabaya. Pada

hari pertama kemarin ada 125 peserta dari jalur mitra warga yang telah mendaftar di sekolah tersebut. Selain itu, ada satu siswa yang mendaftar dengan jalur prestasi. Juga, satu siswa mendaftar dari jalur inklusi.

Kepala SMKN 10 Surabaya Anisah mengungkapkan bahwa jurusan terbanyak pendaftarnya adalah bisnis dalam jaringan dan pemasaran. Sekolah tersebut menyediakan enam program keahlian. ’’Kami masih lihat pendaftar pada hari berikutnya,’’ paparnya.

Sementara itu, SMKN 3 Surabaya juga tidak kalah ramai peminat. Pada hari pertama kemarin ada sekitar 150 peserta yang telah menyerahkan berkas pendaftaran di sekolah tersebut. Jurusan yang paling banyak peminatnya adalah teknik kendaraan ringan (TKR). Kemudian, disusul teknik instalasi tenaga listrik (TITL).

Kepala SMKN 3 Surabaya Mudianto menuturkan, pendaftar terbanyak

berasal dari peserta mitra warga. Padahal, yang diterima hanya 5 persen dari jumlah penerimaan keseluruhan. Untuk siswa inklusi, ada empat orang yang sudah mendaftar. ’’Ada juga yang datang, tapi baru minta PIN,’’ paparnya.

Tahun ini SMKN 3 menerima 612 siswa. Ada enam jurusan yang disediakan di sekolah tersebut. Selain TKR dan TITL, ada teknik permesinan, teknik gambar bangunan, teknik audio video, dan teknik multimedia.

Mudianto mengungkapkan, jumlah pendaftar tahun lalu di sekolahnya

mencapai 1.025 orang. Namun, yang diterima hanya 612 anak. Mudianto memprediksi jumlah pendaftar tahun ini bisa lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Salah satunya penyebabnya, kuota luar kota tidak dibatasi. ’’Saat ini kebanyakan pendaftar luar kota dari Waru, Sidoarjo,’’ jelasnya.

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372235/chemical-periodic-table-system.html

KPAI: Kebijakan Full Day School Ancam Kebhinekaan Ini Alasannya…

KPAI: Kebijakan Full Day School Ancam Kebhinekaan Ini Alasannya…

KPAI Kebijakan Full Day School Ancam Kebhinekaan Ini Alasannya…
KPAI Kebijakan Full Day School Ancam Kebhinekaan Ini Alasannya…

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)  Asrorun Ni’am Sholeh mendukung komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk revolusi mental,  yang salah satunya dengan pendidikan karakter di satuan pendidikan.

Namun,  kebijakan full day school dengan memanjangkan jam sekolah atas nama upaya memperkuat pendidikan karakter adalah jawaban yang ahistoris, menafikan realitas keberagaman di tengah masyarakat dan mengancam komitmen kebhinekaan yang menjadi pilar bernegara di Indonesia.

Menurutnya, kebijakan lima hari per delapan jam belajar di sekolah, tidak sejalan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sangat plural dan multikultural. Kebijakan full day school hanya melihat satu sisi lapisan masyarakat dan menegasikan realitas masyarakat yang lain.  Kondisi masyarakat urban memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.  Situasi peserta didik beragam.  Demikian juga situasi orang tua juga tidak seragam.

“Menyeragamkan kebijakan atas kondisi masyarakat yang beragam bisa berbahaya dan mengancam kebhinekaan,” ujar Asrorun dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (14/6).

Terkait dengan model pengaturan jam sekolah, ia menilai, aturan selama ini sudah cukup memadai dengan memberikan ruang kebebasan penyelenggara pendidikan untuk memilih sesuai dengan kondisi dan tantangan masyarakat.

“Sebelum adanya Permendikbud, kondisi sudah ideal. Ada sekolah yang membuka model full day school untuk memberikan layanan anak dan juga orang tua yang memang cocok dengan model full day.  Ada yang half day,  bagi anak yang cocok sesuai dengan kondisi subyektifnya.  Aturan baru ini tidak memberi dampak apa-apa kecuali kegaduhan dan merusak keberagaman,” jelasnya.

Adanya kebijakan full day school atau jam belajar selama 8 jam ini

menurutnya, telah melanggar hak dasar anak‎. Karena menurutnya, masing-masing siswa memiliki kondisi yang berbeda-beda. Siswa yang satu dengan yang lainnya tidak bisa disamaratakan. Bagi sebagain anak, menghabiskan waktu dengan durasi panjang di sekolah justru dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

“Dalam kondisi tertentu, anak tidak usah lama-lama di sekolah, agar cepat berinteraksi dengan orang tua guna menjalin kelekatan fisik dan emosional serta keteladanan dan rasa aman, terlebih anak usia kelas 1 sampai 3 SD, ” imbuhnya.

Hal ini dilakukan, karena KPAI melihat, anak-anak butuh interaksi dengan

teman sebaya di sekolah, teman di lingkungan tempat tinggal, dan dengan keluarga di rumah.

“Dengan kebijakan full day school, pasti intensitas pertemuan anak dan orang tua juga pasti akan berkurang, dan ini bisa mengganggu pemenuhan hak dasar anak,” tegasnya.

Dengan berbagai faktor dampak yang dipaparkan, KPAI meminta

Mendikbud Muhadjir Effendy untuk mencabut Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 dan mengevaluasi kebijakan pendidikan yang tidak ramah bagi anak

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372234/examples-explanatory-texts-definition-structure.html

Bentuk Perilaku Menyimpang

Bentuk Perilaku Menyimpang

Bentuk Perilaku Menyimpang
Bentuk Perilaku Menyimpang

1. Penyalahgunaan Narkoba

Merupakan bentuk penyelewengan terhadap nilai, norma sosial dan agama. Dampak negatif yang ditimbulkan akan menyebabkan berkurangnya produktivitas seseorang selama pemakaian bahan-bahan tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian.
Menurut Graham Baliane, ada beberapa penyebab seseorang remaja memakai narkoba, antara lain sebagai berikut:
1) Mencari dan menemukan arti hidup.
2) Mempermudah penyaluran dan perbuatan seksual.
3) Menunjukkan tindakan menentang otoritas orang tua, guru, dan norma-norma sosial.
4) Membuktikan keberanianya dalam melakukan tindakan berbahaya seperti kebut-kebutan dan berkelahi.
5) Melepaskan diri dari kesepian.
6) Sekedar iseng dan didorong rasa ingin tahu.
7) Mengikuti teman-teman untuk menunjukkan rasa solidaritas
8) Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup.
9) Mengisi kekosongan, kesepian, dan kebosanan.

 

2. Penyimpangan seksual

Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. Penyebab penyimpangan seksual antara lain adalah pengaruh film-film porno, buku dan majalah porno. Contoh penyimpangan seksual antara lain sebagai berikut:
1) Perzinahan yaitu hubungan seksual di luar nikah.
2) Lesbian yaitu hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita.
3) Homoseksual adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama laki-laki.
4) Pedophilia adalah memuaskan kenginan seksual dengan menggunakan kontak seksual dengan anak-anak.
5) Gerontophilia adalah memuaskan keinginan seksual dengan orang tua seperti kakek dan nenek.
6) Kumpul kebo adalah hidup seperti suami istri tanpa nikah.

 

3. Alkoholisme

Alkohol disebut juga racun protoplasmik yang mempunyai efek depresan pada sistem syaraf. Orang yang mengkonsumsinya akan kehilangan kemampuan mengendalikan diri, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Sehingga seringkali pemabuk melakukan keonaran, perkelahian, hingga pembunuhan.

 

4. Kenakalan Remaja

Gejala kenakalan remaja tampak dalam masa pubertas (14 – 18 tahun), karena pada masa ini jiwanya masih dalam keadan labil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut.
a. Lingkungan keluargayang tidak harmonis.
b. Situasi yang menjemukan dan membosankan.
c. Lingkungan masyarakat yang tidak menentu bagi prospek kehidupan masa mendatang, seperti lingkungan kumuh dan penuh kejahatan.
Contoh perbuatan kenakalan seperti pengrusakan tempat/fasilitas umum, penggunaan obat terlarang, pencurian, perkelahian atau tawuran dan lain sebagainya. Salah satu bentuk tawuran tersebut adalah tawuran pelajar. Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian biasa. Tawuran pelajar dapat digolongkan sebagai patologi (penyakit) karena sifatnya yang kompleks dengan penyebab dan akibat yang berbeda-beda.

Sumber : https://situs-pendidikan-online.fandom.com/id/wiki/User_blog:Ahmadali88/Rumus_Balok

Teori Penyimpangan

Teori Penyimpangan

Teori Penyimpangan
Teori Penyimpangan

Penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat dapat dipelajari melalui berbagai teori, diantaranya sebagai berikut.

1. Teori Labeling

Menurut Edwin M. Lemert, seseorang menjadi orang yang menyimpang karena proses labelling berupa julukan, cap dan merk yang ditujukan oleh masyarakat ataupun lingkungan sosialnya. Mula-mula seseorang akan melakukan penyimpangan primer (primary deviation) yang mengakibatkan ia menganut gaya hidup menyimpang (deviant life style) yang menghasilkan karir menyimpang (deviant career).

 

2. Teori Hubungan Diferensiasi

Menurut Edwin H. Sutherland, agar terjadi penyimpangan seseorang harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Pengajaran ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain yang berperilaku menyimpang.

3. Teori Anomi Robert K Merton

Robert K. Merton menganggap anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang diapakai untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut Merton terdapat lima cara pencapaian tujuan budaya, yaitu:

a. Konformitas
Konformitas adalah sikap yang menerima tujuan budaya yang konvensional (biasa) dengan cara yang juga konvensional.

b. Inovasi
Inovasi adalah sikap seseorang menerima secara kritis cara-cara pencapaian tujuan yang sesuai dengan nlai-nilai budaya sambil menempuh cara baru yang belum biasa dilakukan.

c. Ritualisme
Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari bentuk upacara (ritus) tertentu, namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya.

d. Retreatisme
Retreatisme adalah sikap seseorang menolak baik tujuan-tujuan maupaun cara-cara mencapai tujuan yang telah menajdi bagian kehidupan masyarakat ataupun lingkungan sosialnya.

e. Pemberontakan

Pemberontakan adalah sikap seseorang menolak sarana dan tujuan-tujuan yang disahkan oleh budaya masyarakatnya dan menggantikan dengan cara baru.

Sumber : http://ecole-dragontigre.kazeo.com/ciri-ciri-teks-eksplanasi-a165655892

Mantan Rektor UNS ke-5 Meninggal Dunia

Mantan Rektor UNS ke-5 Meninggal Dunia

Mantan Rektor UNS ke-5 Meninggal Dunia
Mantan Rektor UNS ke-5 Meninggal Dunia

Mantan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Drs. Haris

Mudjiman meninggal dunia, Sabtu (18/11). Haris meninggal sekitar pukul 14.30 WIB setelah sebelumnya dirawat di RSUD dr Moewardi, Solo. Rencananya, jenazah mantan rektor UNS ke-5 itu akan dikebumikan di Dusun Buduran, Gabugan Tanon, Sragen.

Rektor UNS, Ravik Karsidi kepada JawaPos.com, Sabtu (18/11) mengatakan, jika dirinya tidak mengetahui pasti mengenai kondisi Haris sebelumnya, terlebih mengenai sakitnya. “Saya tidak mengetahui kabar mengenai sakitnya pak Haris, tetapi Sabtu pagi keluarga membawanya ke RSUD dr Moewardi,” terang Ravik.

Ravik menambahkan, bahwa dirinya punya banyak kenangan bersama

Haris. Salah satunya saat bersama-sama kuliah difakultas yang sama. Selain itu, dirinya juga pernah sama-sama saat bekerja di Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LPPM).

Salah satu yang paling berkesan adalah dedikasi dan loyalitasnya terhadap almamater. “Beliau adalah sosok yang sederhana. Beliau adalah satu-satunya rektor pertama yang dari UNS. Karena keempat lainnya berasal dari luar UNS,” tambahnya.

Haris Mudjiman menjabat sebagai Rektor UNS selama dua periode. Yakni

mulai tahun 1995-2003. Haris meninggal pada usia 74 tahun. Rencananya jenazah Haris akan diberangkatkan dari rumah duka jalan Untung Suropati nomor 112, Pasarkliwon pada pukul 09.30 WIB. “Semoga almarhum diampuni semua dosanya dan diterima seluruh amal kebaikannya, serta husnul khotimah dan keluarga yg ditinggalkan diberi kesabaran, iklas dan tawakkal,” tandas Ravik.

 

Baca Juga :

Mahasiswa Petra Ciptakan Desain Rak Pameran UKM

Mahasiswa Petra Ciptakan Desain Rak Pameran UKM

Mahasiswa Petra Ciptakan Desain Rak Pameran UKM
Mahasiswa Petra Ciptakan Desain Rak Pameran UKM

Pembelajaran Service Learning terus diterapkan di Universitas Kristen Petra (UK Petra).
Salah satunya, membantu para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam memasarkan produknya.
Yakni, dengan menciptakan desain rak pameran yang efisien dan mudah dibawa.

Hal tersebut merupakan bagian dari proyek mata kuliah Desain Produk Interior III (DPI III). Yakni, mata kuliah pilihan dalam Program Studi Desain Interior UK Petra.

Para mahasiswa melibatkan tiga kampung unggulan Surabaya sebagai pengguna desain. Yaitu kampung kue di Penjaringan, kampung bordir di Kedung Baruk dan kampung kerupuk di Gunung Anyar Tambak.

Salah satu contohnya adalah karya milik Regina Harijono. Dalam tugas makul tersebut, dia mendapat tugas membuat desain rak pameran untuk para pelaku UKM di kampung kerupuk Gunung Anyar Tambak.

Mahasiswi yang akrab disapa Nina itu membuat rak pameran yang mudah dibongkar-pasang. Selain itu rak buatannya lebih ringkas sehingga bisa dibawa dengan motor. ”Karena kebanyakan mereka tidak punya mobil untuk membawa barang pameran ke lokasi acara,” terangnya.

Karena itu, Nina membuat desain rak yang mudah dilepas. Wadah display-nya terbuat dari kain karung goni yang mudah dilipat. Untuk tiang penyangga, dia memanfaatkan besi pipa dan stainless steel. Tak hanya Nina, ada 27 karya lainnya yang ditampilkan dalam kegiatan itu. Meski mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok, mereka tetap diminta membuat desain masing-masing dalam bentuk maket. Hasil yang terbaik direalisasikan dalam ukuran aslinya.

Dosen sekaligus koordinator pameran DPI III Grace Mulyono menuturkan,

dalam makul ini mahasiswa dibimbing tidak hanya untuk memahami desain produk interior dalam ruang komersial saja.

Akan tetapi harus mampu mempraktekkan fungsi dan terapannya dalam masyarakat. ”Jadi mahasiswa
dituntut untuk dapat mendesain stand atau perabot yang dapat digunakan komunitas untuk berjualan
secara temporary,” tuturnya.

Sebelum menghasilkan karya ini, para mahasiswa harus melalui survei dan

evaluasi terlebih dahulu. Awalnya mereka diminta untuk berkunjung ke tiga komunitas tersebut dan memetakan permasalahan yang terjadi. Ternyata para komunitas ini membutuhkan stand yang mudah dibawa-bawa. Kemudian, para mahasiswa diminta membuat stand bazar sesuai kebutuhan pelaku UKM.

Desain produk yang dipamerkan ini sudah melalui proses tahapan evaluasi

baik dari dosen maupun para penggunanya. ”Setelah pameran ini, stand akan benar-benar diberikan kepada pelaku usaha,” ungkapnya. (*)

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003

Bukan Zaman Now, Tamat Sekolah Dulu Baru Jadi Pengusaha

Bukan Zaman Now, Tamat Sekolah Dulu Baru Jadi Pengusaha

Bukan Zaman Now, Tamat Sekolah Dulu Baru Jadi Pengusaha
Bukan Zaman Now, Tamat Sekolah Dulu Baru Jadi Pengusaha

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memberikan petuah bagi anak-anak muda agar tidak menunda untuk menjadi pengusaha. Terutama bagi yang masih berstatus mahasiswa, tidak perlu menunggu hingga lulus terlebih dahulu.

”Nggak usah nunggu tamat (kuliah) untuk jadi pengusaha. Tidak ada teorinya tamat dulu baru jadi pengusaha,” ujarnya pada saat mengisi seminar nasional bertajuk “Success To Be Entrepreneur” di Gedung Ir Soekarno lantai 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (5/12).

Dia mengungkapkan, untuk menjadi pengusaha tidak harus tahu teorinya terlebih dulu, tidak harus tamat kuliah, bahkan tidak harus mempunyai modal. “Syaratnya cuman satu, ya jadi pengusaha itu. Kalau pingin besok jadi pengusaha, ya besok jadi pengusaha,” tegasnya di depan ratusan mahasiswa.
Dahlan Iskan dalam seminar di Gedung Ir Soekarno lantai 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim
KIAT: Dahlan Iskan dalam seminar nasional “Success To Be Entrepreneur” di Gedung Ir Soekarno lantai 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Dahlan mengatakan, ketika ingin menjadi pengusaha, agar mengingat pada saat pertama kali belajar menaiki sepeda. “Pas belajar sepeda, ketika jatuh tidak kapok untuk coba lagi. Meskipun sudah berdarah. Ya begitu kalau jadi pengusaha,” ujar mantan Direktur Utama PLN tersebut.

Dia pun juga senantiasa mengajarkan anak-anak muda untuk menjadi pengusaha. Bahkan, di usianya yang sudah memasuki 66 tahun, Dahlan juga bakal memulai usaha baru yang bisa dibilang belum banyak orang menggelutinya.

“Usaha lama biar diurus yang muda, sehingga bisa munculkan pengusaha

baru. Mau jadi pengusaha baru, bidangnya tidak mau yang orang lain sudah kerjakan. Saya mau menggeluti bidang energy corium,” papar mantan aktivis kampus itu.

Dahlan menuturkan, saat ini tidak sedikit anak muda yang menggeluti usaha lebih dari satu. Akhirnya tidak fokus dan tidak sedikit juga yang gagal. ”Orang boleh gagal, tapi harus tahu kenapa gagal. Salah satunya ya gara-gara tidak fokus,” kata dia.

Menurutnya, menjadi pengusaha itu tidak boleh lari-lari. Artinya, ketika

menggeluti sebuah usaha, kemudian gagal, lalu ganti menggeluti usaha yang lain. ”Harus diatasi. Kenapa kok bisa gagal, harus ada jawabannya,” jelasnya.

Dahlan menambahkan, untuk memulai suatu usaha juga tidak melulu harus

mempunyai modal usaha. ”Banyak yang katakan, kalau tidak ada modal nggak jalan. Yang mengeluh seperti itu, tidak niat jadi pengusaha,” tegasnya.

Bahkan dia mengaku, jika dirinya dulu terjun menjadi pengusaha seperti sekarang ini atas dasar paksaan. Namun, justru karena hal itu, akhirnya menjadi keterusan.

 

Sumber :

https://www.business-advice-guide.com/search-the-best-school-for-your-kids/

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah

Metode Ilmiah
Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah)

yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:

 

Observasi Awal

Mengidentifikasi Masalah
Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
Melakukan Eksperimen
Menyimpulkan Hasil Eksperimen

Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan

langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.

 

Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.

Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.

Mengidentifikasi Masalah

Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?

Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.
Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis

Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.

Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperime.

Melakukan Eksperimen

Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.

Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.

Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.

Menyimpulkan Hasil Eksperimen

Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.

Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:

Jangan ubah hipotesis
Jangan abaikan hasil eksperimen
Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen
Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaia.

Sumber : https://rushor.com/korupsi-dalam-pandangan-islam/

Pra penulisan karya ilmiah

Pra penulisan karya ilmiah

Pra penulisan karya ilmiah
Pra penulisan karya ilmiah

 

Kerangka Penyusunan Karya ilmiah

Kerangka karya ilmiah terdiri dari:

1. Judul
2. Lembar Pengesahan
3. Abstrak/Ringkasan
4. Kata Pengantar
5. Daftar Isi
6. Daftar Tabel
7. Daftar Gambar
8. Daftar Lampiran
9. Daftar Istilah dan atau Daftar Singkatan [kalau ada]
10. BAB I Pendahuluan (latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran)
11. BAB II Tinjauan Pustaka
12. BAB III Bahan dan Metode Penelitian (bentuk penelitian, subjek penelitian, ukuran sampel, definisi operasional, variabel penelitian, prosedur penelitian, cara pemeriksaan/pengukuran, analisis data, tempat dan waktu penelitian, jadwal penelitian, alur penelitian)
13. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
14. BAB V Kesimpulan dan Saran
15. Daftar Pustaka
16. Lampiran.

Teknik Penyusunan Karya ilmiah Kerangka Penyusunan Karya Ilmiah.

Dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap antara lain.

1. Tahap Persiapan

2. Tahap Pengumpulan data.

3. Tahap Pengorganisasian.

4. Tahap Pemeriksaan/ penyunting konsep.

5. Tahap Penyajian.

Tahap Persiapan.

Dalam tahap persiapan dilakukan:

a. Pemilihan masalah atau topik dan mempertimbangkan

i.Topik yang akan di pilih harus yang ada di sekitar penulis.

ii.Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik dari topik yangada.

iii.Pembahasan harus terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas.

iv.Memilki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi.

v.Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun sedikit.

vi.Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang bisa dijadikan referensi.

Pembatasan topik atau penentuan judul

i.Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah dilakukan.

ii.Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisn karya ilmiah atau setelah selesai penulisan karya ilimiah tersebut.

iii.Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari pertanyaan yang mengandungunsure 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who (siapa), where (dimana) dan how (bagaimana).

c.Pembuatan kerangka karangan (outline)

i.Membimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan.

ii.Membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak menjadi tumpang tindih dalam penulisannya.

iii.Pembuatanrencana daftar isi dari karya ilmiah.

Tahap penulisan data

a.Pencarian keterangan dari bhn bacaan atau referensi.

b.Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dijadikan tema dalam karya ilmiah.

c.Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti dan dijadikan tema dari karya ilmiah.

d.Melakukan percobaan dilabolatorium atau pengujian data di lapangan.

3.Tahap Pengorganisasian dan pengkonsepan

a.Pengelompokan bahan untuk mengorganisasikan bagian mana yang akan temasuk dalam karya ilmiah, data yang telah terkumpul diseleksi kembali dan dikelompokan sesuai jenis, sifat dan bentuk data.

b.Pengkonsepan karya ilmiah dilakuakn sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan.

4.Tahap pemeriksaan atau penyuntingan konsep (editing), tahap ini bertujuan untuk :

a.Melengkapi data yang dirasa masih kurang.

b.Membuang dan mengedit data yang dirasa tidak relevan serta tidak cocok dengan pokok bahasan karya ilmiah.

c.Mengedit setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian bahan-bahan secara berulang-ulang atau terjadi tumpang tindih antara tulisan satu dengan tulisan yang lain.

d.Mengedit setiap bahasa yang ada dalam karya ilmiah untuk menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, contoh dalam penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat, penyesuaian paragraph, maupun penerapan kaidah ejaan sesuai EYD

5.Tahap Penyajian

a.Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan memperhatikan :

i.Segi kerapian dan kebersihan.

ii.Tata letak (layout) unsure-unsur dalam format karya ilmiah, misal padahalaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.

iii.Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, missal standar penulisan kutipan, catatan kaki, daftar pustaka dan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD.

 

Disemua uraian penutup yang dimuat dalam makalah ini

terdapat beberapa hal yang harus dicermati. Pertama , sebuah karya ilmiah sebagai mana dalam makalah ini adalah suatu pemikiran yang utuh. Karya tersebut merupakan sebuah gagasan lengkap, yang mungkin sangat rumit atau sederhana saja. Dalam menulis karya ilmiah, seorang penulis diharapkan mampu untuk mengkomunikasikan temuan atau gagasan ilmiahnya secara lengkap dan gambling agar mudah dipahami. Kedua, menulis karya ilmiah berbeda dengan karya imajinatif.

Persiapan yang seksama dan pemikiran yang matang dan runtut perlu diperhatikan. Ketiga, dalam menyampaikan pemikirannya, penulis tidak mungkin mengabaikan perkembangan yang terjadi di sekitarnya, khususnya yang terjadi dalam bidang keilmuannya sendiri. Keempat, sarana utama dalam menyusun dan menyampaikan pemikiran adalah bahasa,. Bahasa sebuah sistem komunikasi memiliki aturan- aturan sendiri sekalipun sistem itu terus berkembang. Terakhir adalah masalah tanggung jawab, sekalipun kata ini tidak banyak muncul dalam buku ini, tulisan-tulisan yang ada mengajak pembaca untuk menyadari bahwa seorang penulis mempunyai berbagai tanggung jawab.

Sumber : https://rushor.com/arti-keikhlasan-dalam-islam/