MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA GLOBAL

MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA GLOBAL

MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA GLOBAL
MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA GLOBAL
kompetisi dan globalisasi menjadi ciri utama, maka tuntutan tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) dengan daya saing tinggi menjadi satu keharusan. Basis keunggulan bersaing telah mengalami perubahan dari pendekatan konvensional ke pendekatan kontemporer, yakni berbasis pengetahuan (knowledge based assets intellectual capital), seperti kreativitas, inovasi, pembelajaran organisasi, dan kapabilitas strategik. Menurut Azhar, Affandi (2009: 1) bahwa pergeseran paradigma tersebut telah melahirkan manajemen pengetahuan (knowledge management) yang dipandang lebih powerfull sebagai sumberdaya penting yang menjadi syarat terciptanya keunggulan bersaing bagi individu, unit, departemen dan organisasi.
Carl Davidson dan Philip Voss dalam Bambang Setiarso (2008:22) menyatakan bahwa mengelola knowledge sebenarnya merupakan cara bagaimana organisasi mengelola karyawan mereka, mengidentifikasi pengetahuan yang dimiliki karyawan, menyimpan dan membagi dalam tim, serta meningkatkan dan mewujudkan inovasi. Menurut Pleffer dalam Azhar Affandi (2009) sumber keunggulan bersaing yang penting bagi setiap organisasi seyogyanya bertumpu pada aspek sumberdaya manusia serta bagaimana mengelolahnya.
Peran sumber daya manusia (SDM) sangat diperlukan untuk mengadopsi segala perubahan yang terjadi. Organisasi berperan penting dan dapat mempengaruhi daya inovasi dan kemampuan organisasi dalam menyerap pengetahuan, organisasi dapat melakukan inovasi dengan lebih baik disebabkan organisasi tersebut memiliki divisi atau lembaga penelitian dan pengembangan yang canggih. Menurut Barney dalam Azhar Affandi (2009:4) yang terpenting dan harus dimiliki organisasi adalah keberhasilan menciptakan inovasi. Organisasi yang mampu bersaing adalah organisasi yang mampu belajar dan kreatif, hal ini hanya mungkin terlaksana apabila interaksi berupa aktivitas berbagai pengetahuan (knowledge sharing) di dalam institusi terlaksana dengan baik.
Internasional Bisnis
Pada masa globalisasi dewasa ini, demi bertahan, perusahaan harus dapat bersaing di pasar internasional. Semakin banyak perusahaan yang memasuki pasar internasional dengan mengekspor produk mereka, membangun fasilitas di negara lain, dan bergabung dengan aliansi perusahaan asing. Maka, bisnis-bisnis ini harus membangun pasar global, tidak ketinggalan dengan persaingan di luar negeri, menyewa tenaga kerja internasional, dan menyiapkan para pekerja untuk mengahadapi tugas skala global.
Negara asing dapat menyediakan pasar baru yang terdiri dari jutaan pelanggan baru bagi sebuah bisnis. Alasan lain yang menyebabkan perusahaan cenderung mendirikan pengoperasiannya di luar negeri adalah karena biaya pekerja dapat ditekan – contohnya, rata-rata gaji bulanan di Cina hampir sama dengan rata-rata gaji harian di Amerika. Kemajuan di bidang IT juga memegang peran dalam kelangsungan bisnis internasional. Kemajuan teknologi dan komunikasi mempermudah perusahaan untuk mendistribusikan pekerjaan secara global. Tim yang beranggotakan pekerja dari zona waktu yang berbeda dapat tetap melangsungkan proyek dengan pembagian menurut daerah atau sesuai dengan bidang keahlian.
Aktivitas global ini didukung dengan perjanjian perdagangan antar-negara. Misalnya, sebagian besar negara di bagian barat Eropa merupakan anggota dari European Union, maka mata uang yang digunakan adalah sama yaitu euro. Kanada, Meksiko dan Amerika mendorong perdagangan di antara mereka dengan NAFTA (North American Free Trade Agreement). Selain itu, WTO (World Trade Organization) memecahkan persengketaan perdagangan di antara lebih dari 100 negara yang berpartisipasi.
Tren dan perjanjian-perjanjian perdagangan tersebut mendukung perdagangan internasional yang otomatis menyebabkan peningkatan dan perubahan dalam tuntutan pengelolaan sumber daya manusia. Organisasi dengan pelanggan dan pemasok di negara lain membutuhkan sumber daya manusia yang memahami para pelanggan dan pemasok tersebut. Organisasi yang beroperasi di negara lain perlu memahami hukum dan peraturan yang berlaku di negara-negara tersebut. Mereka harus dapat menyesuaikan perencanaan sumber daya manusia sedemikian rupa. Perusahaan harus dapat mengkomunikasikan pelaksanaan praktek mereka kepada seluruh tenaga kerja internasional. Berbagai kegiatan internasional menuntut manajer untuk memahami prinsip-prinsip sumber daya manusia serta praktek yang lazim di pasar global.

faktor Mempengaruhi Stress

faktor Mempengaruhi Stress

faktor Mempengaruhi Stress
faktor Mempengaruhi Stress

Kondisi-kondisi yang cenderung menyebabkan stress disebut stressors. Meskipun stress dapat diakibatkan oleh hanya satu stressors, biasanya karyawan mengalami stress karena kombinasi stressors.
Menurut Robbins (2001:565-567) ada tiga sumber utama yang dapat menyebabkan timbulnya stress yaitu :

(1) Faktor Lingkungan
Keadaan lingkungan yang tidak menentu akan dapat menyebabkan pengaruh pembentukan struktur organisasi yang tidak sehat terhadap karyawan.
Dalam faktor lingkungan terdapat tiga hal yang dapat menimbulkan stress bagi karyawan yaitu ekonomi, politik dan teknologi. Perubahan yang sangat cepat karena adanya penyesuaian terhadap ketiga hal tersebut membuat seseorang mengalami ancaman terkena stress. Hal ini dapat terjadi, misalnya perubahan teknologi yang begitu cepat. Perubahan yang baru terhadap teknologi akan membuat keahlian seseorang dan pengalamannya tidak terpakai karena hampir semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan cepat dan dalam waktu yang singkat dengan adanya teknologi yang digunakannya.

(2) Faktor Organisasi
Didalam organisasi terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan stress yaitu role demands, interpersonal demands, organizational structure dan organizational leadership.
Pengertian dari masing-masing faktor organisasi tersebut adalah sebagai berikut :
a. Role Demands
Peraturan dan tuntutan dalam pekerjaan yang tidak jelas dalam suatu organisasi akan mempengaruhi peranan seorang karyawan untuk memberikan hasil akhir yang ingin dicapai bersama dalam suatu organisasi tersebut.
b. Interpersonal Demands
Mendefinisikan tekanan yang diciptakan oleh karyawan lainnya dalam organisasi. Hubungan komunikasi yang tidak jelas antara karyawan satu dengan karyawan lainnya akan dapat menyeba bkan komunikasi yang tidak sehat. Sehingga pemenuhan kebutuhan dalam organisasi terutama yang berkaitan dengan kehidupan sosial akan menghambat perkembangan sikap dan pemikiran antara karyawan yang satu dengan karyawan lainnya.
c. Organizational Structure
Mendefinisikan tingkat perbedaan dalam organisasi dimana keputusan tersebut dibuat dan jika terjadi ketidak jelasan dalam struktur pembuat keputusan atau peraturan maka akan dapat mempengaruhi kinerja seorang karyawan dalam organisasi.
d. Organizational Leadership
Berkaitan dengan peran yang akan dilakukan oleh seorang pimpinan dalam suatu organisasi. Karakteristik pemimpin menurut The Michigan group (Robbins, 2001:316) dibagi dua yaitu karakteristik pemimpin yang lebih mengutamakan atau menekankan pada hubungan yang secara langsung antara pemimpin dengan karyawannya serta karakteristik pemimpin yang hanya mengutamakan atau menekankan pada hal pekerjaan saja.
Empat faktor organisasi di atas juga akan menjadi batasan dalam mengukur tingginya tingkat stress. Pengertian dari tingkat stress itu sendiri adalah muncul dari adanya kondisi-kondisi suatu pekerjaan atau masalah yang timbul yang tidak diinginkan oleh individu dalam mencapai suatu kesempatan, batasan-batasan, atau permintaan-permintaan dimana semuanya itu berhubungan dengan keinginannya dan dimana hasilnya diterima sebagai sesuatu yang tidak pasti tapi penting (Robbins, 2001:563).

(3) Faktor Individu
Pada dasarnya, faktor yang terkait dalam hal ini muncul dari dalam keluarga, masalah ekonomi pribadi dan karakteristik pribadi dari keturunan. Hubungan pribadi antara keluarga yang kurang baik akan menimbulkan akibat pada pekerjaan yang akan dilakukan karena akibat tersebut dapat terbawa dalam pekerjaan seseorang. Sedangkan masalah ekonomi tergantung dari bagaimana seseorang tersebut dapat menghasilkan penghasilan yang cukup bagi kebutuhan keluarga serta dapat menjalankan keuangan tersebut dengan seperlunya.
Karakteristik pribadi dari keturunan bagi tiap individu yang dapat menimbulkan stress terletak pada watak dasar alami yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Sehingga untuk itu, gejala stress yang timbul pada tiap-tiap pekerjaan harus diatur dengan benar dalam kepribadian seseorang.

Sumber : https://usgsprojects.org/

Mengelola SDM dalam Konteks Global

Mengelola SDM dalam Konteks Global

Mengelola SDM dalam Konteks Global
Mengelola SDM dalam Konteks Global

Saat ini dunia sudah menjadi satu kesatuan. Segala kejadian di salah satu bagian dunia dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia yang lain secara cepat. Begitu pula dalam hal bisnis. Saat ini bisnis pun menjadi global. Perusahaan telah melebarkan sales, manufaktur, dan lingkup organisasinya ke seluruh dunia. Begitu pula dengan tenaga kerja. Saat ini mobilitas pekerja telah melewati batas-batas negara, ini akan menjadi tantangan bagi organisasi karena dengan semakin tingginya tingkat globalisasi maka semakin tinggi pula tingkat kompetisi yang akan dihadapi oleh organisasi.
Lima cara meningkatkan penugasan internasional melalui seleksi
Penyusunan staf organisasi global pengusaha adalah inti dari SDM internasional. Proses ini meliputi pengidentifikasian dan penyeleksian orang yang akan mengisi posisi tersebut diluar negeri, dan kemudian menempatkan mereka diposisi itu.
a. Penyusunan staf internasional : dari Negara asal atau lokal
Perusahaan multinasional menggunakan beberapa jenis manajer internasional. lokal adalah warga negara dari negara tempat mereka bekerja. Ekspatriat masih mewakili minoritas dari manajer multinasional. Jadi, sebagian besar posisi manajerial diisi oleh orang lokal daripada ekspatriat baik dalam operasi kantor pusat atau cabang luar negeri.
b. Offshoring / sub kontrak
Menugaskan karyawan lokal luar negeri untuk melakukan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh karyawan domestik karyawannya tumbuh dengan pesatnya. Pekerjaan offshoring sangat kontroversial. Orang-orang yang tidak setuju degan offshoring menkhawatirkan hilangnya pekerjaan ini akan berarti berkurangnya jutaan pekerjaan kerah putih. Pihak yang setuju dengan offshoring percaya bahwa para pengusaha harus mensubkontrakan pekerjaan agar tetap kompetitif secara global dan uang yang dapat dihemat oleh para pengusaha meningkatkan penelitian dan pengembangan, dan akhirnya akan menciptakan lebih banyak pekerjaan domestik bagi para pekerja. Meskipun terdapat pro dan kontra tidak ada keraguan bahwa offshoring adalah masalah yang harus dihadapi oleh para manajer SDM. Satu hal, offshoring cenderung menjadi kegiatan yang tergantung pada SDM secara khusus. Terutama saat perusahaan membuka cabanng diluar negeri sehinnga mereka harus mengembangkan pasar yang baru atau membuka fasilitas manufaktur yang baru untuk melayani pasar lokal.
c. Nilai-nilai dan kebijakan penyusunan staf internasional
Nilai-nilai ini diterjemahkan ketiga kebijakan penyusunan staf internasional yang luas. Dengan kebijakan penyusunan staf yang etnolsentris, perusahaan mengisi pekerjaan manajemen kunci dengan orang yang memiliki kewarganegaraan Negara asal. Perusahaan yang berorientasi polisentris akan menyusun staf cabang luar negerinya dengan orang yang memiliki kewarganegaraan Negara setempatnya dan staf kantor pusatnya dengan orangnya memiliki kewarganegaraan tempat asal. Kebijakan penyusunan staf geosentris “ mencari orang yang terbaik untuk pekerjaan kunci diseluruh organisasi, dengan mengabaikan kewarganegaraannya. Hal ini bisa mengijinkan perusahaan global menggunakan sumber daya manusianya dengan lebih efisien dengan memindahkan orang terbaik ke pekerjaan yang terbuka, dimana pun orang itu berada.
d. Mengapa penugasan internasional gagal ?
Karena penugasan internasional lah adalah inti dari SDM internasional, merupakan hal yang mengecewakan melihat sering kali penugasan ini gagal.hal ini tampak disebabkan oleh lebih banyak usaha yang melakukan langkah untuk mengurangi masalah yang dihadapi oleh para ekspatriat, misalnya dengan meyeleksi ekspatriat dengan lebih hati-hati, membantu para pembantu mereka untuk mendapatkan pekerjaan, dan memberikan lebih banyak dukungan para ekspatriat dan keluaganya. Faktor yang membuat penugasan itu gagal salah satunya adalah kepribadiaan.
e. Melakukan seleksi manajer internasional
Proses yang digunakan perusahaan untuk menyeleksi para manajer bagi operasi mereka baik domestik atau luar negeri jelas memiliki banyak kesamaan. Bagi penugasan mana pun, kandidatnya memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis untuk melakukan pekerjaan dan kecerdasan serta keterampilan orang untuk menjadi seorang manajer yang berhasil.menyeleksi manajer bagi penugasan ini karenanya terkadang berarti menguji mereka terhadap sifat yang memprediksikan keberrhasilan dalam beradaptasi terhadap lingkungan baru. Dapat dilakukan penyaringan kemampuan adaptasi untuk penyaringan ekspatriat sering dilakukan oleh psikolog atau pskiater untuk menilai kemungkinan keberhasilan orang yang ditugaskan.
Bagaimana melatih dan mempertahankan karyawan
Karyawan yang sudah disaring akan membutuhkan pelatihan dari perusahaan cara melatih dan mempertahankan karyawan internasional adalah :
1) Meorientasikan dan melatih karyawan terhadap penugasan internasional.
Sebagai tambahan untuk mengembangkan keterampilan para manajer ini, aktifitas pengembangan manajemen internasional juga dapat memiliki dampak yang lebih terlihat para manajer dan perusahaan mereka. Contohnya, penugasan rotasi dapat membantu para manajer membentuk ikatan dengan para collega diseluruh dunia, dan mereka dapat menggunakan kontrak tersebut untuk membuat keputusan tepat guna.aktifitas seperti seminar dapat menanamkan tentang nilai strategi dan kebijakan perusahaan. Terdapat beberapa trend dalam pelatihan dan pengembangan para ekspatriot. Pertama, tidak hanya memberikan pelatihan lintas budaya melainkan memberikan pelatihan lintas budaya yang berkelanjutan di negeri tujuan pada tahap awal. Kedua, pengusaha menggunakan manajer yang kembali sebagai sumber untuk menuai penetapan pikiran global dari staf mereka di kantor pusat.
2) Kompensasi ekspatriat
a. Pendekatan neraca, pendekatan yang paling umum untuk membuat rumusan pembayaran ekspatriat dengan menyamakan daya beli lintas Negara.
b. Insentif berdasarkan kinerja tetap tidak terlalu banyak digunakan di luar negeri.Premi pelayanan luar negeri, merupakan pembayaran keuangan bagi dan diatas pembayaran pokok. Biaya kesukaran memberikan kompensasi kepada ekspatriat dalam kondisi kehidupan dan pekerjaan yang sukar dilokasi luar negeri tertentu. Premi mobilitas merupakan pembayaran satu kali dalam jumlah besar untuk memberikan penghargaan kepada karyawan karena pindahan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.
3) Penilaian kinerja para manajer internasional.
Ada beberapa hal yang rumit dalam menilai seorang ekspatriat salah satunya siapa yang menilai ekspatriat itu ? tentu saja, manajemen local yang harus mendapatkan input tetapi perbedaan budaya disni dapat membuat penyimpangan penilaian.jadi, para atasan di negera setempat mungkin mengevaluasi seorang manajer ekspatriat dengan agak negative jika mereka merasa bahwa pembuatan keputusan partisipatif yang dibuat manajer itu tidak pantas secara cultural. Disatu sisi manajer di kantor pusat ungkin sangat merasa hal itu diluar jangkauan sehingga mereka tidak dapat memberikan penilaian yang syah, karena mereka tidak sepenuhnya menyadari situasi yang dihadapi manajer secara local.
4) Hubungan pekerja internasional
Perusahaan yang membuat cabang diluar negeri akan menemukan perbedaan yang mencolok dalam praktek hubungan pekerja antar Negara dan antar daerah.
5) Terorisme keamanan dan SDM global
Meningkatnya ancaman terorisme mempengaruhi kegiatan SDM domestik dan luar negeri. Secara domestik. Bukti anekdot menyarankan bahwa hokum dan prosedur federal anti teroris yang baru memengaruhi kemampuan pengusaha untuk mengimport dan mengeksport tenaga kerja. Para pengusaha juga menghadapi resistensi yang lebih besar dari para ekspatriat prospektif. Banyak pengusaha memang butuh pelayanan dari tim krisis lalu mereka dapat meminta bantuan tim manajemen krisis, misalnya ketika mereka menerima peringatan bahwa elemen criminal telah menculik atau telah menyandera salah satu ekspatriat mereka, atau mengancam seseorang dengan sesuatu yang membahayakan. Mempekerjakan para tim krisis dan membayar uang tebusan bisa sangat mahal bagi perusahaan kecuali perusahaan besar, jadi sebagian besar pengusaha dengan banyak karyawannya di luar negeri membeli asuransi dan uang tebusan.
Skema Keunggulan Perusahaan Kelas Dunia Dalam Era Globalisasi
Menurut Poniman dan Hadiyat (2015: 6), dari berbagai literatur ada beberapa kriteria suatu perusahaan dikatakan masuk kategori kelas dunia yaitu perusahaan yang bisa memenuhi daya saing berkelas dunia dalam lima kriteria performance yang disingkat QCDSP yaitu Quality, Cost, Delivery, Safety dan People. Kelima kriteria tersebut dinilai dan dirasakan oleh pengguna seluruh dunia dalam bentuk kualitas produk dan desain, kualitas pelayanan, kecepatan delivery, kemudahan memperoleh, keselamatan para karyawan, serta keramahan dan respon dari para karyawan.
a) Quality. Penilaian terhadap produk yang bebas dari kesalahan produksi dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh Pelanggan (customer). Oleh karena itu organisasi/ perusahaan perlu mengenal konsumen atau pelanggannya dan mengetahui kebutuhan dan keinginannya.
b) Cost. Biaya-biaya yang timbul dalam penanganan masalah Kualitas (Mutu), baik dalam rangka meningkatkan Kualitas maupun biaya yang timbul akibat Kualitas yang buruk (Cost of Poor Quality).
c) Delivery. Ketepatan waktu dalam pengiriman hasil produksi kita. Di Zaman sekarang, kecepatan dalam pengiriman dapat menentukan keberhasilan suatu produk. Kesabaran tunggu pelanggan sangat terbatas, karena produk yang kita hasil belum tentu merupakan satu-satunya di dunia.
d) Safety. Perkembangan perusahaan dan industri mempunyai korelasi dengan pekerja, Banyak Industri yang prosesnya berdampak negatif terhadap keselamatan dan kesehatan pekerjanya seperti industri bahan kimia. Hal tersebut dapat berpengaruh pada meningkatnya biaya pekerja dan berpengaruh pada citra. Sejalan dengan hal ini maka industri-industri yang berdampak bagi pekerjanya harus mengelola lingkungan kerja nya agar dapat menurunkan dampak.
e) People. layanan kita terhadap permintaan-permintaan pelanggan dengan respon yang cepat. Semua orang berharap dilayani dengan cepat agar kebutuhannya dapat dipenuhi dengan segera dan keluhan-keluhannya dapat ditangani dengan segera.
Kelima kriteria tersebut adalah untuk memperoleh keunggulan kompetitif sebagai perusahaan kelas dunia. Semua ditentukan oleh faktor manusia, yaitu oleh orang-orang yang bekerja dan terlibat di perusahaan. Oleh karena itu, untuk meraih keunggulan kompetitif dan menuju perusahaan kelas dunia tidak lain dengan fokus kepada sumber daya manusia dan mengoptimalkan bakat dan kemampuan mereka menghasilkan produk atau layanan terbaik dan penuh tanggung jawab.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

SEEKOR RUBAH DAN BANGAU

SEEKOR RUBAH DAN BANGAU

Pada suatu hari ada seekor rubah tengah jalan-jalan di sekitar hutan. Ia kemudian berfikir bahwa hari ini cuaca cerah dan ia bisa pergi memancing. Kemudian, ia pun mempersiapkan alat untuk memancing dan segera bergegas menuju telaga yang ada di tengah hutan.

Saat tiba di telaga, ia mendapati ada burung bangau di sana sedang seberang. Ia pun menyapa sembari mengeluarkan pancingnya, “Hai bangau, apa yang sedang kau lakukan?” Rubahpun membayangkan bahwa ia akan memperoleh ikan yang banyak untuk makan malamnya.

Bangau pun menjawab, “Aku sedang berenang sambil menikmati air telaha yang sejuk membasahi buluku” Jawab bangau sembari menggepakkan sayapnya.

Rubah pun mulai memancing danj tak lapa kemudian pancingnya bergetar. Ia pun bergegas menarik pancingnya dan menyaksikan seekor ikan di sana. Dengan penuh suka cita ia berkata, “Asyik aku akan pesta besar nanti malam. Bangau, apakah kamu mau makan malam di tempatku?” Tanya rubah sambil membereskan alat memancingnya.

Bangau pun mengiyakan ajakan rubah. Dan tepat di waktu makan malam, bangau datang ke rumah rubah, “Tok…tok…tok!!”

Sembari membuka pintu rumahnya, rubah berkata “Silahkan masuk!”. Mereka pun duduk di meja makan yang sudah tertata rapi. Bangau merasa amat lapar karena aroma masakan yang mengundang selera. “Baunya sangat harum, tentu saja rasanya enak”.

Akhirnya makanan dihidangkan. Tubah memasak sup ikan dan meletakkannya di mangkuk kecil. Menyaksikan hal tersebut, bangau sedih karena paruhnya yang panjang tentu saja ia tidak bisa memakan sup di mangkuk kecil tersebut.

Akhirnya, sang bangau hanya metatap dan berdiam. Melihat hal itu, rubah bertanya, “Bangau kenapa kamu tidak makan? Kamu tidak suka?”

“Paruhku panjang sehingga tidak bisa dipakai untuk memakan sup di mangkuk kecil tersebut” Jawab bangau.

Rubah pun menjawab, “Maafkan aku bangau, namun yang ku punya hanya mangkuk kecil ini. Tapi kamu tidak perlu bersedih karena aku sudah menemukan jalan keluar.”

Akhirnya, rubahpun mengambil sebuah rantang dan mengisinya dengan sup sampai penuh. “Ini bawalah rantangnya pulang dan kamu bisa menikmati makan malam di rumahmu.” Ujar rubah. Kemudian, bangau pun menjawab, “Terima kasih rubah, kamu baik sekali. Besok giliran aku yang akan mengundangmu makan malam di rumah”.

Baca Juga :

Ciri-Ciri Anak Siap Mendapatkan Pendidikan Usia Dini

Ciri-Ciri Anak Siap Mendapatkan Pendidikan Usia Dini

ebelum mulai menyimpulkan apakah anak siap mendapatkan edukasi usia dini, terdapat baiknya Bunda menyimak tanda-tanda dalam diri anak sebagai berikut.

Menunjukkan ketertarikan guna sekolah

Tanda-tanda berikut yang umumnya hadir sebagai kesiapan anak mendapatkan edukasi usia dini. Ini dapat terlihat saat anak mulai tertarik dengan perangkat tulis dan buku. Ia bakal senang saat disodori pensil, spidol dan mulai mencoret-coret tak beraturan di kertas atau dinding. Tanda beda yang dapat Bunda amati ialah saat anak memperhatikan cerita. Jika dia menyerahkan respons dan terlihat tertarik dengan kisah Bunda, dengan kata lain anak mempunyai kesiapan guna mendapatkan edukasi usia dini.

Berani berinteraksi dan komunikasi dengan orang lain

Cara guna meyakinkan firasat ini ialah dengan meneliti apakah anak memahami perintah simpel yang Bunda ucapkan, apakah dia dapat menjawab saat ditanya, apa anak dapat meminta pertolongan orang beda dan berbagai format komunikasi lainnya. Jika anak telah bisa, dengan kata lain ia mempunyai kesiapan guna mendapatkan edukasi usia dini.

Sudah lulus toilet training

Pertimbangan ini lumayan penting sebagai tanda kemandirian si anak. Jika anak telah tidak mengompol dan buang air besar di celana, anak mempunyai kesiapan untuk mendapat pendidikan umur dini sebab lebih gampang untuk mengajari anak andai anak sudah dapat menggunakan toilet sendiri. Namun, bukan berarti andai anak belum dapat ia tidak siap guna bersekolah. Jika anak tetap hendak masuk sekolah namun belum dapat buang air kecil sendiri, ajarkan anak guna memberi tahu gurunya andai ia hendak menggunakan toilet.

Sudah tidak menempel dengan orangtuanya dan mau ditinggal Bunda dalam jangka masa-masa sementara

Jika anak sudah dapat bermain sendiri tanpa mesti didampingi Bunda, dengan kata lain ia mempunyai kemandirian yang menjadikannya siap mendapat pendidikan umur dini. Meski begitu, beberapa anak memang memerlukan waktu guna beradaptasi dengan lingkungan baru. Wajar andai saat masuk ke sekolah baru, anak perlu waktu guna didampingi bundanya dan masih belum inginkan ditinggal oleh pengasuh atau bundanya.

Dengan menyimak kesiapan, anak bakal lebih gampang mengikuti pekerjaan pembelajaran di sekolah. Namun, yang lebih urgen hendaknya Bunda tidak memaksa anak mesti masuk sekolah andai anak melulu menunjukkan segelintir firasat di atas, namun tetap tidak inginkan bersekolah. Bagaimanapun, walau belum mendapatkan edukasi anak umur dini, anak tetap dapat berkembang di lingkungan tinggalnya asalkan Bunda terus menyerahkan stimulasi dengan tepat.

Sumber : http://www.creativecraftsgroup.com/sessions/logout.php?return=https://www.pelajaran.co.id

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Anak

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Anak

Jika sistem pencernaan si kecil terganggu, daya tahan tubuh bakal menurun dan rentan terserang penyakit. Lantas, bagaimana teknik yang tepat untuk mengawal kesehatan sistem pencernaan anak? Berikut ini sejumlah tips yang dapat Anda terapkan.

Menerapkan Jadwal Makan yang Teratur

Salah satu hal pemicu anak merasakan buang air besar yang tidak lancar ialah jadwal santap yang tidak teratur. Oleh sebab itu, Bunda mesti tidak jarang kali meyakinkan jadwal santap si kecil teratur masing-masing saat. Di samping itu, Anda pun harus merealisasikan pola santap sehat dengan menyuguhkan makanan yang berisi gizi tinggi dan sebanding untuk mengawal kesehatan tubuh.

Menghindari Makanan Kaleng

Tahukah Anda? Kondisi sistem pencernaan anak-anak sangat diprovokasi oleh sekian banyak asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Penting untuk Anda untuk memahami apa saja jenis makanan yang usahakan tidak diserahkan pada si kecil demi mengawal kesehatan sistem pencernaannya.

Di samping itu, hindari pun memberikan makanan kaleng yang berisi lemak trans dan sekian banyak bahan pengawet lainnya sebab akan dominan pada kesehatan sang buah hati.

Mencukupi Kebutuhan Mineral

Mencukupi keperluan mineral masing-masing harinya ialah salah satu teknik menjaga kesehatan sistem pencernaan anak yang lumayan sederhana guna dilakukan. Anda tentu sudah paham tentang pentingnya mengonsumsi air mineral untuk kesehatan tubuh.

Jika Anda hendak si kecil tetap sehat dan terhindar dari gangguan sistem pencernaan, pastikan keperluan mineral mereka tidak jarang kali tercukupi masing-masing harinya. Di samping itu, Bunda pun perlu memilih air mineral yang telah melalui sistem penyaringan berbobot | berbobot | berkualitas untuk menghindari bakteri jahat berkembang di dalam usus.

Mengonsumsi Makanan Berserat

Menjaga kesehatan sistem pencernaan anak pun dapat dilaksanakan dengan teknik mengonsumsi makanan berserat. Selain menolong melancarkan sistem pencernaan, makanan yang kaya bakal serat pun dapat menangkal penyakit laksana jantung koroner, diabetes, sampai kanker usus besar. Sumber makanan yang berisi serat tinggi ialah sayur-sayuran, biji-bijian, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Mengonsumsi Probiotik

Tidak melulu makanan berserat, probiotik juga dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai di antara upaya mengawal kesehatan sistem pencernaan anak. Mengonsumsi probiotik diandalkan dapat menggandakan jumlah bakteri baik dalam drainase pencernaan serta menangkal bakteri jahat. Probiotik dapat didapatkan dari yoghurt dan makanan fermentasi, laksana miso dan tempe..

Mengajak Anak Berolahraga

Di samping makanan, kegiatan harian anak juga dominan pada kesehatan sistem pencernaannya. Olahraga serta gerakan aktif lainnya diandalkan membantu isi perut anak berlangsung ke arah yang seharusnya. Di samping itu, berolahraga pun dapat menstimulasi kegiatan saluran cerna yang menciptakan proses pencernaan dan penyerapan gizi dapat bermanfaat secara optimal.

Sumber : http://topdj.ua/away/?uri=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id

Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Terkait Penutupan Akkes Aceh Utara

Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Terkait Penutupan Akkes Aceh Utara

Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Terkait Penutupan Akkes Aceh Utara
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Terkait Penutupan Akkes Aceh Utara

Ratusan mahasiswa menggelar aksi damai di depan halaman gedung DPRA.

Aksi ini bertujuan untuk memprotes keputusan Pemkab Aceh Utara mengalihkan Akademi Kesehatan (AKKES) Aceh Utara menjadi UPTD, Rabu 12 April 2017.
Aksi yang di awali dengan longmarch dari simpang lima Banda Aceh terdiri

dari BEM Akkes Aceh Utara dan Ikatan Lembaga Mahasiwa Keperawatan

Aceh (ILMAKA)
Di gedung DPRA, mahasiswa menyampaikan orasi dengan mendesak DPRA untuk bisa menyelesaikan permasalahan terkait pengalihan kampus menjadi UPTD.
“Kita sudah sampai di gedung DPRA, kita memohon agar pihak DPRA bisa membantu kita dengan membentuk panitia khusus dan menyelesaikan masalah ini” ucap Said Muhammad dengan lantang di depan gedung DPRA.
Mahasiswa juga meminta kepada DPRA untuk mendesak Pemkab Aceh Utara meninjau ulang terkait pengalihan Kampus Akkes menjadi UPTD.

“Kami meminta dorongan pihak DPRA agar keputusan pengalihan Kampus

memjadi UPTD dapat ditinjau ulang,” kata salang seorang orator saat berorasi.
Mereka menilai pengalihan kampus menjadi UPTD bukan solusi dan itu sama dengan menutup kampus tersebut . “Pengalihan kampus menjadi UPTD sama saja dengan menutup kampus itu sendiri,” ucap orator lainnya.
Pihak DPRA menjumpai mahasiswa dan mempersilahkan perwakilan dari mahasiswa untuk membahas lebih lanjut persoalan pengalihan Kampus menjadi UPTD. “Silahkan masuk sembilan orang perwakilan untuk dapat kita bahas di dalam,” sebut Iskandar Daud ketua komisi enam DPRA.
Amatan Klikkabar.com di lapangan, aksi yang dilakukan berlangsung tertib, terlihat penjagaan ketat saat berlangsungnya aksi

 

Baca Juga :

Al-Athiyah Tahfizh Qur’an Wisuda 33 Santri

Al-Athiyah Tahfizh Qur’an Wisuda 33 Santri

Al-Athiyah Tahfizh Qur’an Wisuda 33 Santri
Al-Athiyah Tahfizh Qur’an Wisuda 33 Santri

Dayah Al ‘Athiyah Tahfizh Qur’an mewisudakan 33 santri kelas akhir yang terdiri dari 17 santriwan dan 16 santriwati. Acara tersebut berlangsung di gedung Sultan II Selim Banda Aceh, Sabtu, 22 April 2017.

Ketua panitia, Ustaz Sanusi Madli, mengatakan sebanyak sepuluh santri memperoleh nilai Mumtaz (istimewa) dengan jumlah hafalan 30 Juz. Sedangkan untuk kategori Jayyid Jiddan (baik sekali) berjumlah 15 santri, 2 orang Jayyid (baik), dan 6 lainnya mendapat nilai kategori Maqbul (cukup).

“Dalam momentum wisuda kali ini, ada 3 kegiatan yang akan dilaksanakan,

pertama prosesi wisuda itu sendiri, lounching Forum Alumni, dan Pentas Seni Para santri,” kata Sanusi.

Mudir Dayah ‘Al Athiyah Tahfizh Qur’an Dr. Salman Al Hafizh, MA dalam sambutannya mengatakan wisuda tahun ini jumlah santri yang menyelesaikan 30 Juz mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Ust Salman mengharapkan, semoga tahun depan pada wisuda yang ke 3 lebih meningkat lagi.

Ketua Pembina Yayasan Markaz Dakwah, Ust Raihan Iskandar, Lc dalam sambutannya menyampaikan, mengikuti perkembangan saat ini, persaingan sumber daya manusia sudah sangat luar biasa.

Raihan menambahkan, sejarah mengatakan pemenang dari banyak

pertarungan dimenangkan oleh para penghafal qur’an, hanya orang yang menghafal qur’an yang siap memimpin di depan.

“Maka jangan jauhkan dari al quran, hadirkan energi itu dalam kehidupan, terus berinteraksi dengan al quran, hingga suatu saat nanti berdiri memimpin di depan. Orang orang yang kuat secara fikriyah akan mampu dikalahkan oleh orang orang yang kuat ruhiyah,” pesan Raihan.

“Maka jangan kecewakan kami dan orang tua, pilihlah jurusan apa saja dan

jangan tinggalkan interaksi dengan al quran, semakin kuat berinteraksi dengan al qur’an maka semakin banyak keajaiban keajaiban, kecerdasan cemerlang hadir,” tutup Raihan.(rel)

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/sejarah-masakan-rendang/

Ikuti Lomba Tingkat Nasional, Mahasiswa Unsyiah Kembangkan Sepeda Air

Ikuti Lomba Tingkat Nasional, Mahasiswa Unsyiah Kembangkan Sepeda Air

Ikuti Lomba Tingkat Nasional, Mahasiswa Unsyiah Kembangkan Sepeda Air
Ikuti Lomba Tingkat Nasional, Mahasiswa Unsyiah Kembangkan Sepeda Air

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengembangkan sepeda air (water bike) untuk mengikuti lomba Water Bike Competition tingkat Nasional di Surabaya.

Perlombaan yang diselanggarakan Himpuanan Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknik, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, itu akan berlangsung pada tanggal 28-30 April 2017.

Dosen pembimbing, Akhyar mengatakan bahwa saat ini proses pembuatan sepeda air tersebut sudah masuk ke tahap finishing. Sepeda air tersebut merupakan suatu alat transportasi yang bentuk utama seperti sepeda. Hanya saja, tempat beroperasinya di atas air.

“Sepeda air tersebut yaitu gabungan antara perahu jenis catamaran dan

sepeda. Sehingga mempunyai fungsi yang sama dengan sepeda yaitu pedal, gear, frame, stang, dan lain-lain. Akan tetapi tenaga yang diperoleh dari dayungan pengemudi melalui sebuah pedal ke kincir atau propeller,” kata Akhyar dalam rilisnya, Minggu, 16 April 2017.

Ia mengatakan, water bike ini sebenarnya telah banyak dikembangkan, hanya saja yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh terdiri dari dua kincir atau mereka namai dengan water bike double blade system. Poros dudukan kincir didesain berada di atas permukaan air kira-kira 10 cm di atas permukaan air.

“Hal ini bertujuan, agar poros kincir tidak terganggu oleh sampah yang

berupa tali atau plastik panjang, dimana sampah tersebut jika melilit pada Poros penggerak akan macet atau berhenti. Jika poros berada di dalam air terdapat beberapa kelemahan yaitu porosnya mudah terkorosi (berkarat), susah diberi pelumas, mudah tersangkut sampah, dan susah dibersihkan,” kata Akhyar yang juga akan mendampingi mahasiwa berangkat ke Surabaya akhir April nanti.

Memiliki dua pelampung, tambahnya, membuat sepeda air ini mampu

mengapung di atas air. Pelampung tersebut diciptkan dari bahan stereo foam, kemuudian dilapisi dengan plat tipis dari bahan aluminium.

“Sepeda air yang didesain dan dikembangkan oleh Tim Water Bike, Teknik Mesin Unsyiah tersebut memang untuk persiapan lomba “Water Bike Competition”, di tingkat Nasional,” imbuhnya.

 

Sumber :

http://student.blog.dinus.ac.id/handay/sejarah-demokrasi/

Belajar Pada Air

Belajar Pada Air

Belajar Pada Air
Belajar Pada Air

Belajarlah pada sifat air…
1. Tidak mengalah
2. Tidak mengalahkan
3. Sampai tujuan

Tujuan air adalah laut.. Dari mata air di puncak gunung, air mengalir lewat sungai menuju laut.
Ketika jalannya terhalang oleh batu batu sungai, ia tidak mengalah, tapi ia juga tidak perlu mengalahkan batu itu. Ia lewat disampingnya.
Ketika dibendung oleh manusia dan tak dapat lagi mengalir, ia tidak mengalah. Ia tidak perlu mengalahkan bendungan itu, tapi ia meresap menjadi mata air di tempat yang lain atau menjadi uap air lalu menjadi hujan di tempat yang lain dan menjadi mata air di tempat yang lain.
Yang pasti, ia tetap pada tujuannya yaitu laut, tanpa mengalahkan batu batu sungai, bendungan, dll. Tidak pernah ia menyerah pada apa yang telah menjadi tujuannya yaitu laut. Semua itu dicapainya tanpa mengalah dan mengalahkan perintangnya.
Belajarlah darinya.

Baca Juga :