Mengenal Jenis-Jenis Protista Mirip Jamur

Mengenal Jenis-Jenis Protista Mirip Jamur

Akhirnya hingga terhitung terhadap pembahasan paling akhir kita nih mengenai pengklasifikasian kingdom protista. Jika terhadap pembahasan di awalnya kita udah mengulas mengenai jenis-jenis protista sama hewan dan protista sama tumbuhan, maka terhadap pembahasan kali ini, kita dapat mengulas mengenai subkingdom protista yang paling akhir Squad, yakni protista sama jamur. Hmm, kurang lebih apa saja ya jenis-jenis berasal dari subkingdom protista yang paling akhir ini? Kalau begitu, segera saja yuk kita scroll-scroll artikelnya!

Protista sama jamur merupakan protista heterotrof yang memperoleh makanan berasal dari organisme lain bersama dengan langkah menguraikan atau menelan makanannya. Ingat ya, Squad! Protista sama jamur bukan merupakan jamur sejati karena mempunyai susunan sel, langkah reproduksi, dan siklus hidup yang tidak sama berasal dari jamur. Akan tetapi, group protista jenis ini mempunyai bentuk layaknya jamur sejati yang membentuk sporangia atau membentuk filamen yang menyerupai hifa. Nah, jikalau hifa ini merupakan sel-sel yang memanjang membentuk benang sebagai penyusun tubuh jamur makroskopis. Beberapa berasal dari protista sama jamur berukuran kecil dan hidup di lingkungan yang lembab atau basah, lho.

Selanjutnya, macam-macam jamur protista dikelompokkan dalam 2 filum (kelas), yakni jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota).

a. Myxomycota (Jamur lendir)

Myxomycota disebut bersama dengan jamur lendir karena mempunyai protoplasma tanpa dinding sel. Myxomycota adalah group jenis jamur lendir yang berwarna kuning karena mempunyai pigmen berwarna kuning atau oranye. Myxomycota berupa heterotrof, mempunyai bentuk tubuh layaknya lendir (plasmodium), dan sanggup bergerak-gerak layaknya amoeba.

Habitat
Myxomycota sanggup hidup di daerah yang lembab dan basah layaknya hutan basah atau sampah yang basah. Kelompok ini terhitung sanggup ditemui di batang kayu yang busuk, lho.

Reproduksi
Reproduksi myxomycota sanggup ditunaikan bersama dengan dua cara, yakni secara generatif dan vegetatif. Pada reproduksi secara generatif, dapat melibatkan peleburan sel gamet bersama dengan langkah singami. Sedangkan, terhadap reproduksi secara vegetatif ditunaikan bersama dengan spora yang nantinya dapat membentuk sel gamet. Spora sendiri adalah satu atau sebagian sel yang sanggup berupa sel haploid atau diploid yang dibungkus oleh susunan pelindung.

Contoh myxomycota pada lain Physarum polycephalum dan Dictyostelium discoideum yang keduanya bermanfaat sebagai pengurai sampah organik dan juga pemakan bakteri.

b. Oomycota (Jamur air)

Oomycota mempunyai bentuk yang tidak sama berasal dari jamur lendir karena mempunyai hifa yang tidak bersekat namun mempunyai dinding sel yang terbuat berasal dari selulosa.

Habitat
Habitat oomycota berada di dalam air, baik itu perairan tawar, kolam, danau, dan juga di tempat-tempat yang lembab.

Reproduksi
Reproduksi oomycota sanggup ditunaikan bersama dengan dua langkah Squad, yakni secara aseksual atau seksual. Reproduksi aseksual ditunaikan bersama dengan langkah membentuk spora yang disebut bersama dengan zoospora. Sedangkan, reproduksi seksual ditunaikan bersama dengan langkah pembentukan gamet yang kemudian dapat beralih menjadi zigot. Nantinya, zigot ini dapat membentuk oospora dan dapat berkembang menjadi oomycota dewasa.

Contoh oomycota pada lain Saprolegnia yang berupa saprofit atau menyerap makanan terhadap hewan yang udah mati, Phytophthora infestans yang merupakan parasit terhadap tanaman kentang, dan Phytophthora nicotinae yakni parasit terhadap tanaman tembakau.


Sumber: https://poekickstarter.com/wormax-io-apk/

Definisi Operasional

Definisi Operasional

Definisi Operasional
Definisi Operasional
Untuk menghindari adanya salah pemahaman terhadap makna judul dalam penelitian ini, perlu dijelaskan istilah-istilah sebagai berikut :

a.) Studi

Studi adalah penyelidikan yang kritis, hati-hati dan penuh perhatian (Petter Salim, 1991 : 146). Sedangkan ahli lain berpendapat bahwa studi adalah pelajaran dan penyelidikan terhadap suatu obyek tertentu yang ingin ditinjau (Poerwadarminta, 1994 : 965).
Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan studi adalah penyelidikan terhadap suatu obyek yaitu upaya guru dalam bimbingan dan penyuluhan dalam mengatasi kesulitan belajar pada bidang studi biologi kelas VIII SMPN 1 Kediri Tahun Pelajaran 2008/2009

b.)    Upaya

“Upaya adalah suatu kegiatan untuk menuntut suatu hal” (Sumardi, 1987 : 100). Kemudian dalam kamus bahasa Indonesia upaya berarti kegiatan dengan mengarahkan tenaga, pikiran dan badan untuk mencapai suatu maksud pekerjaan (perbuatan, daya usaha dan ikhtiar), (W.J.S Poerdarminta, 1984 : 1136)
Dari kedua pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan upaya adalah “kegiatan dengan mengarahkan potensi yang ada dalam diri baik yang berupa tenaga, pikiran dan badan untuk mencapai maksud dari pekerjaan tersebut”. Jadi upaya yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru bimbingan dan penyuluhan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa khususnya bidang studi biologi.

c.)    Guru bimbingan dan penyuluhan

Dalam kamus bahasa Indonesia, dinyatakan bahasa “istilah guru diartikan sebagai orang yang kerjanya mengajar”(W.J.S Poerwadarminta, 1984 : 335).
Sedangkan dalam buku organisasi sekolah pengelolaan kelas, menyatakan bahwa guru adalah “orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan membentuk anak untuk mencapai kedewasaan masing-masing”.
Berdasarkan pendapat di atas, maka yang dimaksud dengan guru adalah “orang yang mempunyai profesi sebagai pengajar dan pendidik yang ikut bertanggung jawab dalam bidang masing-masing untuk membantu anak mencapai kedewasaan dan mengatasi kesulitan belajar khususnya bidang studi biologi”.
Bimbingan dan penyuluhan merupakan terjemahan dari istilah “Guidance” yang berarti bimbingan dan “Counseling” yang berarti penyuluhan. (Walgito, 1995 : 1).

d.)    Kesulitan Belajar

Abu Ahmadi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kesulitan belajar adalah kesulitan dalam menangkap apa yang dipelajari dengan semangat kadang-kadang tinggi, tetapi terkadang sulit juga untuk mengadakan konstrasi, dimana anak didik tidak dapat belajar sebagaimana mestinya (Dalyono, 1977 : 229).
Sedangkan Sunarna (1985 : 7) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kesulitan belajar adalah kesulitan yang dialami siswa-siswi dalam kegiatan belajarnya.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat dipahami bahwa kesulitan belajar dalam penelitian ini adalah suatu keadaan dalam proses belajar mengajar dimana anak didik tidak dapat belajar sebagaimana yang diharapkan.

Ramadhan Kareem

Ramadhan Kareem

Ramadhan Kareem
Ramadhan Kareem

After investigation and checking, the office of the Ameer of Hizb ut-Tahrir, Ataa’ bin Khaleel Abu Rushtah, has announced that a valid sighting of the New Moon of Ramadhan has taken place for the year 1433 Hijri according to the Shari’ah requirements.

Based on this good news, the night of Thursday 19th July 2012 is determined as the first night of Ramadhan, and our first fast commences on Friday 20th August 2012.

This is what the Messenger of Allah صلى الله عليه وسلم ordered us when he صلى الله عليه وسلم said:

“Whenever you sight the new moon (of the month of Ramadhan) observe fast, and when you sight it (the new moon of Shawwal) break it, and if the sky is cloudy for you, then observe fast for thirty days.” [Sahih Muslim. HADITH No 2378. Narrated by Abu Hurayrah]

Please remember the ummah in your duas who are suffering under occupation, poverty and oppression throughout the world.

We pray to Allah سبحانه وتعالى that next Ramadhan is performed under the shade of the Khilafah with the Khaleefah of all the Muslims making the moonsighting announcement.

Baca Juga : 

Penerapan Syariah Islam Selamatkan Remaja

Penerapan Syariah Islam Selamatkan Remaja

Penerapan Syariah Islam Selamatkan Remaja
Penerapan Syariah Islam Selamatkan Remaja

[Al Islam 617] Kasus pembunuhan di Bojong Gede, Depok, Jabar pada Rabu (18/7/2012) dini hari terhadap Jordan Raturomon (50) dan anaknya, Edward Raturomon (20) terungkap. Salah satu pelakunya adalah A, seorang remaja berusia 14 th. Kasus ini melengkapi empat kasus pembunuhan lain oleh remaja dalam tiga bulan terakhir.

Kriminalitas oleh Remaja Terus Meningkat

Beberapa tahun terakhir ini, masalah kenakalan dan kriminalitas remaja terus meningkat baik jumlah maupun kualitasnya. Kenakalan remaja saat ini makin mengarah pada tindakan kriminal seperti pencurian, pemerkosaan, penggunaan narkoba, bahkan pembunuhan.

Data Profil Kriminalitas Remaja 2010 oleh BPS mengungkapkan bahwa selama tahun 2007 tercatat sekitar 3.100 orang pelaku remaja berusia 18 tahun atau kurang. Jumlah itu meningkat pada tahun 2008 menjadi 3.300 pelaku dan menjadi 4.200 pelaku pada 2009. Hasil analisis data yang bersumber dari berkas laporan penelitian kemasyarakatan Bapas mengungkapkan bahwa 60,0 % dari mereka adalah remaja putus sekolah; dan 67,5 persen masih berusia 16 dan 17 tahun. Sebesar 81,5 % mereka berasal dari keluarga yang kurang/tidak mampu secara ekonomi. Sejalan dengan kondisi tersebut, tindak pidana yang dilakukan remaja itu umumnya adalah tindak pencurian (60,0 %) dengan alasan faktor ekonomi sebesar 46,0 % remaja (lihat, BPS, Profil Kriminalitas Remaja 2010).

Sementara itu ketua Komisi Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait mengungkapkan, saat ini setidaknya terdapat sekitar 7.000 lebih anak yang mendekam di penjara. Ada empat kasus yang kebanyakan melibatkan mereka, yaitu narkotika, pelecehan seksual, pencurian dan pembunuhan. Untuk kasus pembunuhan sendiri, terdapat 12 kasus sepanjang tahun 2012.

Mengurai Sebab

Menurut para ahli, kenakalan dan kriminalitas remaja bukanlah hasil dari faktor tunggal. Kenakalan dan kriminalitas remaja dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling mempengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal.

Faktor internal yaitu faktor diri remaja itu sendiri, yang terpenting yaitu kontrol diri yang lemah dan kesalahan konsep diri. Kontrol diri yang lemah terjadi karena lemahnya keimanan dan akidah sehingga lebih dikuasai oleh hawa nafsu dan bisikan setan. Disamping juga karena kurangnya pemahaman tentang mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk beserta konsekuensinya di dunia apalagi di akhirat. Atau kalaupun punya pengetahuan tentang baik dan buruk, sekedar pengetahuan tanpa diyakini dan menjadi pemahaman, disamping tidak dibiasakan sejak dini menjadikannya sebagai pedoman.

Sementara konsep diri yang salah muncul karena remaja itu tidak paham jatidirinya, orientasi hidupnya dan tidak punya pandangan hidup yang jelas. Lebih parah lagi jika memang remaja itu memiliki kepribadian yang kacau bahkan rusak.

Dua faktor internal itu sebenarnya adalah hasil bentukan dari faktor eksternal, yakni faktor keluarga terutama orang tua, pendidikan, lingkungan bahkan negara dan penerapan sistem oleh negara.

Faktor keluarga terutama orang tua, sangat mempengaruhi corak perilaku dan kepribadian remaja. Rendahnya pendidikan agama, kosongnya contoh dan teladan di keluarga, pola komunikasi yang lebih diwarnai bentakan dan miskin aspek persuasi pemberian pemahaman dan argumentasi tentang baik-buruk, benar-salah, boleh dan tidak boleh, berpengaruh besar bagi munculnya kenakalan remaja.

Dalam banyak kasus, masalah kemiskinan menjadi salah satu faktor utama. Akibat kemiskinan, perhatian dan waktu orang tua lebih banyak terkuras mencari nafkah. Anak jadi kurang diperhatikan. Karena kemiskinan pula, orang tua tidak mendapatkan pendidikan yang memadai termasuk pendidikan agama, dan pengetahuan tentang anak dan mendidik anak. Akibatnya anak tidak mendapat pendidikan semestinya. Karena kemiskinan pula anak dan remaja tidak bisa mengakses pendidikan. Dari data profil kriminaitas remaja 2010 oleh BPS di atas dan berbagai kasus termasuk kasus yang melibatkan A di Bojonggede itu membuktikan hal itu. Kemiskinan bahkan menjadi semacam simpul bagi problem dan faktor lainnya.

Sementara itu sistem dan gaya hidup kapitalisme membuat orang tua berubah menjadi mesin-mesin produksi kapitalisme. Sebagian besar waktunya, bahkan hampir total, untuk bekerja dan menyelesaikan tuntutan kerja. Anak tidak mendapat perhatian, bimbingan dan kasih sayang dari orang tuanya. Diperparah lagi dengan anggapan bahwa bagi anak sudah cukup jika tercukup segala kebutuhan materinya.

Karena kemiskinan, anak tidak bisa mendapat akses ke pendidikan dan terpaksa putus sekolah. Setelah itu, anak terjun menjadi pekerja informal bahkan anak jalanan yang rawan dengan kenakalan dan kriminalitas. Jika pun bisa mengakses pendidikan, harus diakui bahwa pendidikan yang ada lebih hanya sekedar transfer pengetahuan dan nihil aspek pembentukan kepribadian islami. Kalaupun pendidikan agama diajarkan, toh hanya dua jam/minggu dan hanya berupa transfer pengetahuan, tidak sampai menjadi pemahaman apalagi menjadikannya pedoman sehari-hari.

Lebih buruk lagi jika lingkungan remaja itu tidak kondusif bagi pembentukan perilaku dan kepribadian yang baik baginya. Pengaruh lingkungan dan teman ini sangat besar. Bahkan Rasul saw pernah berpesan bahwa “seseorang itu bersama (dipengaruhi) agama (perilaku dan kebiasaan) temannya“.

Semua faktor itu pada akhirnya sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh negara dan sistem yang diterapkan oleh negara yaitu sistem kapitalisme. Kemiskinan yang ada di tengah masyarakat, lebih merupakan kemiskinan struktural akibat dari penerapan sistem. Sistem kapitalisme gagal mendistribusikan kekayaan negeri ini secara adil dan merata pada semua rakyat. Kekayaan hanya terkonsentrasi pada segelintir orang bahkan mengalir kepada asing. Atas dasar ajaran ideologi kapitalisme pula, negara meminimalkan peran dalam mengurusi kepentingan masyarakat secara langsung dan lebih banyak diserahkan kepada swasta dan mengikuti mekanisme pasar. Pendidikan jadi makin mahal tak terjangkau bagi rakyat miskin. Gaya hidup hedonisme terus dipropagandakan. Konten yang bisa berpengaruh langsung maupun tak langsung pada perilaku buruk seperti tayangan dan konten kekerasan, pergaulan bebas, dsb, atas nama kekebasan tidak boleh dibendung. Walhasil, semua faktor itu berujung pada penerapan sistem kapitalisme dan itulah sesungguhnya faktor mendasar dari berbagai kenakalan dan kriminalitas remaja yang terjadi di negeri ini.

Penerapan Syariah Solusinya

Problem kenakalan dan kriminalitas remaja hanya bisa diatas secara terpadu dari segala aspek. Yang bisa menjamin terwujudnya hal itu hanyalah penerapan syariah Islam secara utuh dan total.

Islam berbeda dengan kapitalisme yang menyerahkan pendistribusian harta kepada mekanisme harga. Islam memberikan semua hukum-hukum ekonomi dalam rangka pendistribusian harta secara adil pada semua rakyat. Harta tidak akan terkonsentrasi pada segelintir orang seperti dalam kapitalisme. Dengan itu kesejahteraan pun bisa dirasakan oleh semua.

Disamping itu, syariah Islam mewajibkan negara untuk memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok individu yaitu pangan, papan dan sandang. Negara memenuhinya melalui mekanisme ekonomi dan non ekonomi seperti yang diatur oleh syariah Islam.

Negara pun wajib memenuhi kebutuhan asasi masyarakat yaitu pendidikan, kesehatan dan keamanan, secara langsung dan bebas biaya. Biaya untuk itu bisa berasal dari harta milik negara dan harta milik umum yang oleh syariah ditetapkan harus dikelola oleh negara, mewakili rakyat, dan semua hasilnya semuanya dikembalikan kepada rakyat.

Pendidikan yang harus disediakan oleh negara untuk seluruh rakyat tanpa kecuali itu dijalankan berdasarkan sistem pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan kepribadian islami dan pemberian bekal untuk mengaruhi kehidupan. Pendidikan itu terbuka untuk orang miskin dan kaya. Pendidikan membentuk kepribadian islami itu bukan hanya dilakukan melalui jenjang sekolah tetapi juga memanfaatkan semua sarana pendidikan yang ada termasuk masjid-masjid yang tersebar di seluruh negeri. Dengan semua itu maka banyak faktor timbulnya kenakalan dan kriminalitas remaja bisa diselesaikan.

Melengkapi hal itu, Islam juga memerintahkan orang tua untuk mendidik anak dan membentenginya dari api neraka. Dan itu artinya membentengi anak dari kenakalan dan kriminalitas remaja. Allah SWT berfirman:

] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا …[

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka … (QS at-Tahrim [66]: 6)

Untuk melaksanakan itu, orang tua bisa mendapatkan bekalnya dari pendidikan formal dan non formal yang aksesnya terbuka luas untuk semua. Orang tua pun sudah terbantu oleh pendidikan anak di jenjang pendidikan yang diberikan oleh negara secara gratis dan berkualitas.

Jika dengan semua itu masih ada kenakalan dan kriminalitas remaja, maka benteng terakhir adalah penerapan sistem sanksi dan pidana (‘uqubat) Islam. Hukum-hukum ‘uqubat Islam selain berfungsi sebagai penebus (jawabir) juga sebagai pencegah (zawajir) yang bisa memberikan efek jera dan cegah yang membuat siapapun berpikir ribuan kali untuk berani melakukan kejahatan.

Wahai Kaum Muslim

Makin meningkatnya kenakalan dan kriminalitas remaja saat ini, semestinya menyadarkan kita bahwa sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini telah gagal. Hal itu makin mengokohkan keyakinan kita bahwa hanya Syariah Islam lah yang bisa mengatasi problem itu. Karena itu saatnya kita gandakan komitmen, usaha dan perjuangan untuk menerapkan Syariah Islam secara utuh dan total dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/

Adab dan Hukum I’tikaf

Adab dan Hukum I’tikaf

Adab dan Hukum I’tikaf
Adab dan Hukum I’tikaf

Apa sebenarnya batasan i’tikaf? Bagaimana hukum i’tikaf; benarkah sunah, atau mubah saja, sebagaimana yang dinyatakan Imam Malik? Di manakah i’tikaf harus dilakukan? Haruskah di masjid atau tempat lain? Lalu bagaimana dengan perempuan yang hendak melakukan i’tikaf?

Jawab:

Secara harfiah, i’tikaf adalah lazima (terikat) dan habasa an-nafsa ‘alayh (menahan diri pada), sebagaimana dinyatakan dalam al-Quran:

هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوفًا أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُ

Merekalah orang-orang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)-nya (QS al-Fath [48]: 25).

Adapun secara syar’i, i’tikaf adalah berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu dengan ciri-ciri tertentu disertai dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kata i’tikaf, jiwar (diam) atau mujawarah (mendiami) masjid mempunyai konotasi yang sama. Dalam hadis riwayat al-Bukhari, Muslim dan Ahmad dari ‘Aisyah ra. berkata:

كَانَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقَُوْلُ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Rasulullah saw melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan.”

Karena itu, tidak tepat jika dibedakan antara i’tikaf dengan jiwar dan mujawarah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dari ‘Atha’ bin Rabbah, bahwa i’tikaf itu dilakukan di dalam masjid, sedangkan jiwar dilakukan di pintu masjid (Hadis No. 8003). Dalam Lisan al-‘Arab, Mukhtar as-Shihhah, dan Qamus al-Muhith dinyatakan, bahwa mujawarah adalah i’tikaf di masjid.

Hukum i’tikaf adalah sunnah berdasarkan sunnah fi’liyyah Nabi saw. yang dituturkan oleh ‘Aisyah ra.:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ الله تَعَالَى، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه

Sesungguhnya Nabi saw. telah melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah SWT mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau pun melakukan i’tikaf sepeninggal beliau (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ahmad)

Perbuatan Nabi saw. ini hukumnya sunnah, karena dalam hadis lain beliau menyatakan:

فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَعْتَكِفَ فَلْيَعْتَكِفْ، فَاعْتَكَفَ النَّاسُ مَعَه

Siapa saja di antara kalian yang ingin melakukan i’tikaf, beri’tikaflah. Lalu orang-orang pun melakukan i’tikaf bersama beliau (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i, Malik dan Ahmad).

Dari sini jelas, bahwa hukum i’tikaf di masjid adalah sunnah. Mengenai pendapat yang dinisbatkan kepada mazhab Maliki, bahwa hukumnya hanya mubah saja, maka pendapat ini ditentang oleh pengikut mazhab Maliki yang lain, bahkan oleh Imam Malik sendiri. Ibn al-‘Arabi menyatakan, bahwa i’tikaf hukumnya sunnah mu’akkadah. Dalam kitab Al-Muwatha’, Imam Malik juga menyatakan, bahwa hukum i’tikaf adalah sunnah. Karena itu, Ibn Hajar menukil pernyataan Imam Ahmad, bahwa “Saya tidak tahu ada seorang ulama yang berbeda mengenai hukum i’tikaf tersebut sunnah.”

Di manakah i’tikaf dilakukan? Nas al-Quran maupun hadis memberikan penjelasan. Allah SWT berfirman:

وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

Janganlah kalian menggauli mereka (para istri), sedangkan kamu beri’tikaf di masjid (QS al-Baqarah [02]: 187)

Dalam kitab Fath al-Bari, Ibn Hajar menyatakan, “Para ulama sepakat tentang masjid dijadikan sebagai syarat untuk melakukan i’tikaf, kecuali Muhammad bin Lubabah, pengikut mazhab Maliki. Dia membolehkan i’tikaf di mana saja. Mazhab Hanafi membolehkan perempuan untuk i’tikaf di masjid rumahnya, yaitu tempat yang digunakan untuk shalat di rumah. Hal yang sama juga dinyatakan dalam Qawl Qadim Imam Syafii. Dalam satu pendapat pengikut mazhab Syafii dan Maliki, pria dan wanita dibolehkan untuk melakukan i’tikaf di rumah, karena ibadah sunnah lebih baik dilakukan di rumah. Adapun Abu Hanifah dan Ahmad menegaskan, bahwa i’tikaf secara khusus harus dilakukan di masjid yang digunakan shalat. Abu Yusuf menyatakan, bahwa itu hanya khusus untuk i’tikaf wajib, sedangkan i’tikaf sunnah bisa di masjid mana saja. Jumhur ulama secara umum menyatakan, i’tikaf bisa dilakukan di setiap masjid, kecuali orang yang wajib melaksanakan shalat Jumat. Imam Syafii menyatakan, bahwa lebih disukai dikerjakan di masjid Jami’. Imam Malik, bahkan menjadikan ini sebagai syarat i’tikaf. Sebab, keduanya menyatakan, bahwa i’tikaf ini dianggap terputus dengan mengerjakan shalat Jumat.”

Yang tepat, i’tikaf harus dilakukan di masjid; masjid manapun, apakah masjid kecil, besar ataupun masjid Jami’. Mengenai kebolehan i’tikaf dikerjakan di mana saja, maka pendapat seperti ini tidak ada nilainya karena tidak didukung dengan satu dalil pun.

Lalu kapan i’tikaf dilakukan? Jawabannya, bisa dilakukan kapan saja. Mengenai i’tikaf Rasulullah saw. yang dilakukan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan tak lain hanya menunjukkan kesunnahan (nadb) atau keutamaan (afdhaliyyah) saja, tidak lebih. Pasalnya, tidak ada satu dalil pun yang bisa digunakan untuk menunjukkan, bahwa i’tikaf harus dilakukan pada waktu tersebut.

Mengenai kapan i’tikaf dimulai? Imam al-Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, al-Laits dan Ahmad berpendapat, bahwa kalau seseorang hendak melakukan i’tikaf, maka dia shalat subuh, kemudian masuk ke tempat i’tikaf-nya. Yyang lain, yaitu Imam Ahmad, menyatakan, jika seseorang ingin melakukan i’tikaf, maka dia harus memasuki tempat i’tikaf-nya sebelum matahari tenggelam. Dari kedua pendapat tersebut yang paling tepat adalah pendapat pertama, karena Nabi saw. melakukan i’tikaf-nya dimulai dengan shalat subuh, lalu memasuki tempat i’tikaf beliau.

Mengenai berapa lama i’tikaf ini layak disebut i’tikaf? Mazhab Hanafi menyatakan, i’tikaf minimal sehari. Mazhab Maliki menyatakan, minimal sehari semalam. Imam Syafii, Ahmad dan Ishaq bin Rahawih menyatakan, bahwa ukuran minimalnya adalah apa saja yang layak disebut berdiam diri (lubts), dan tidak disyaratkan harus duduk. Pendapat yang terakhir inilah yang paling tepat, sedangkan yang lain adalah batasan yang tidak disertai dalil. Dengan demikian, batasan i’tikaf tersebut tetap bersifat mutlak.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh orang yang melakukan i’tikaf? Para ulama’ sepakat, bahwa orang yang melakukan i’tikaf boleh keluar dari masjid untuk memenuhi kebutuhannya yang mendesak seperti kencing, buang air besar, muntah, mandi, wudhu dan sejenisnya. Jika dia melakukan hal-hal ini, maka i’tikaf-nya tidak batal.

Namun, di luar itu, para ulama’ berbeda pendepat. Imam at-Tsauri, as-Syafii dan Ahmad menyatakan, bahwa orang yang ber-i’tikaf boleh keluar untuk menjenguk orang sakit dan shalat jenazah, baik i’tikaf wajib seperti nazar, atau tidak wajib, jika ditetapkan sejak awal sebagai syarat. Ishaq bin Rahawih sepakat dengan mereka dalam konteks i’tikaf sunnah, tetapi tidak dengan i’tikaf wajib. Karena menurut beliau, dalam i’tikaf wajib hal itu bisa membatalkan i’tikaf-nya. Adapun Imam Malik dan al-Auza’i menyatakan, “Di dalam i’tikaf tidak ada syarat.”

Said bin Jubair, al-Hasan, an-Nakha’i dan Ahmad dalam riwayat lain menyatakan, bahwa orang yang ber-i’tikaf boleh menjenguk orang sakit dan mengikuti shalat jenazah, tanpa harus dikaitkan dengan syarat sebelumnya. Hal yang sama telah diriwayatkan dari ‘Ali. Ibn Hazm juga menyatakan, “Tiap perkara yang wajib bagi kaum Muslim, maka i’tikaf tidak bisa menghalanginya, sehingga dia boleh keluar untuk menunaikannya. Itu tidak membahayakan i’tikaf-nya.”

Hal yang sama dinyatakan oleh Ibn Qudamah, “Dia boleh keluar untuk menunaikan apa yang diwajibkan oleh Allah kepada dirinya. Dia boleh keluar (masjid) untuk mencari makan dan minum, jika tidak ada yang menyediakan.”

Abu Hanifah, Malik dan Syafii menyatakan, “Secara mutlak, orang yang ber-i’tikaf tidak boleh keluar (meninggalkan masjid). Jika dia keluar, maka i’tikaf-nya batal, meski hanya sebentar.”

Abu Yusuf dan Muhammad bin al-Hasan, murid Abu Hanifah, menyatakan, “Tidak membatalkan, kecuali jika lebih dari setengah hari, karena (keluar) sebentar itu ditoleransi.”

Mereka juga berbeda pendapat tentang shalat Jumat, jika i’tikaf-nya dilakukan di dalam masjid yang tidak digunakan shalat Jumat. Abu Hanifah, Malik dan Ahmad menyatakan, bahwa keluar untuk melakukan shalat Jumat dibolehkan, dan i’tikaf-nya tidak batal. AdapunImam Syafii mempunyai dua pendapat, yang paling tepat menyatakan, “I’tikaf-nya batal, jika dia keluar untuk shalat Jumat; kecuali jika itu dinyatakan sebagai syarat di awal. Kemudian dia memulai lagi i’tikaf-nya.”

Adapun shalat Jumat di dalam tempat i’tikaf, atau masjid tempatnya ber-i’tikaf, maka semuanya sepakat, bahwa itu tidak membatalkan i’tikaf -nya.

Tentang i’tikaf kaum perempuan, maka hukumnya sama dengan i’tikaf kaum pria. ‘Aisyah ra. menuturkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ تَعَالَى، ثُمَّ اعْتَكِفُ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه

Sesungguhnya Nabi saw. telah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir ulan Ramadhan hingga Allah SWT mewafatkan beliau, kemudian isteri-isteri beliau pun melakukan i’tikaf sepeninggal beliau (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ahmad).

Ini membuktikan, bahwa wanita boleh i’tikaf, tentu dengan tempat yang terpisah dari kaum pria; jika perempuan tersebut melakukan i’tikaf bersama-sama suaminya. Jika tidak, maka dia harus meminta izin suaminya. Suami juga boleh mengizinkan, boleh juga tidak. Karena i’tikaf ini hukumnya sunnah. Kalau saja hukumnya wajib bagi wanita tersebut, maka suaminya tidak boleh melarang dia. [KH. Hafidz Abdurrahman]

Sumber : https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/seva-mobil-bekas/

Proses Pernikahan

Proses Pernikahan

Proses Pernikahan
Proses Pernikahan

Proses ataupun tahapan yang akan dilaksanakan bila ingin berkeluarga pada pria dewasa dinamai “Anak Perana” dan wanita dewasa dinamai “Singuda-nguda”. Ada lima tahapan yang harus dijalankan yaitu :

1. Naki-naki dan Maba Nangkih. Anak Perana yang ingin menikah terlebih dahulu mencari seorang singuda-nguda, yang dianggapnya cocok, tidak sumbang, tetapi harus sesuai dengan adat Karo. Melakukan komunikasi melalui perantaraan, sampai ada kesediaan siwanita menerima kehadirannya.

Jika sudah saling menyukai, diteruskan dengan membawa siwanita “Nangkih” ke rumah anak beru si pria. Sebagi tanda melalui perantara diberikan ‘Penading” kepada orang tua si wanita. Orang tua si wanita seolah-olah kaget menerimanya, seakan mereka tidak tahu dan tidak menyetujuinya, dan seterusnya. Namun demikian dua atau tiga hari kemudian beberapa orang ibu-ibu menemani ibu si wanita menghantarkan nasi/makanan kepada anaknya. Melakukan pembicaraan dengan pihak pria mengenai kelanjutannya, dan seterusnya.

2. Ngembah Belo Selambar. Setelah dilakukan pembicaraan dengan yang baik antara kedua belah pihak, selanjutnya pihak pria mendatangi pihak keluarga si wanita bersama sembuyak, senia dan anak berunya, demikian pula pihak wanita bersama sembutyak, senina dan anak berunya telah bersiap menyambut kedatangan pihak pria. Yang datang terbatas, cukup membawa satu atau dua ekor ayam untuk dugulai dan beras secukupnya. Biasanya malam setelah selesai makan dilaksanakan pembicaraan atapun musyawarah (runggu) isinya hanya satu yaitu meminta kesediaaan dengan senang hati dari orang tua si wanita dalam keinginan anaknya menikah, tentunya ikut juga dukungan dari anak beru, bila sudah bersedia dan dengan senang hati orang tua siwanita (kalimbubu) acar tersebut telah selesai. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, keesokan harinya pihak si pria beserta kedua calon pengantin dapat langsung pulang.

3.  Nganting Manuk. Biasanya acara ini dilaksanakan pada saat pekerjaan tidak begitu sibuk, padi telah dipanen sekali. Pembicaraan ini harus dihadiri lebih lengkap dan lebih penting. Singalo bere-bere harus dipanggil, lengkap sangkep ngeluh. Makanan lebih banyak dibawa (boleh kambing atau babi), tidak lagi hanya ayam. Melihat bentuk pertemuan dan kesanggupan dan kehormatan pihak yang datang. Waktunya boleh malam hari atau pagi menjelang siang hari. Banyaknya yang hadir kira-kira memenuhi rumah adapt ataupun sekitar 2 -3 kaleng beras untuk dimasak. Dalam acara ini yang dibicarakan adalah mengenai pelaksanaan pesta adat, kapan waktunya, berapa yang harus titangngung dan berapa utang adat yang harus dibayarkan.

Tingkatan Pesta ada tiga pilihan yaitu Singuda pesta adatnya dilakukan dirumah saja, Sintengah bila kumpul seluruh sanak family, Sintua, bila ditambah pengantin rose, (berpakaian adat lengkap) ergendang (musik tradisional) dan memotong lembu atau kerbau. Tanggungan pihak pengantin pria, seperti pembayaran utang adapt tentunya disesuaikan dengan tingkatan pestanya adatnya. Dikarenakan telah didapat kesepakatan untuk melaksanakan pesta adat, maka ditanyalah kalimbubu singalo bere-bere, apa yang akan menjadi hadiah perkawinan (luah/pemberian) yang akan diserahkan sebagai tanda restu kepada beberenya yang akan menikah.

Tentunya hal ini akan ditanyakan terlebih dahulu kepada beberenya, apa keinginannya, dan keinginan ini tidak dapat tidak disampaikan/disetujui. Mama si wanita akan memerintahkan kepada turangnya (ibu si wanita) agar menyediakan permintaan tersebut.
Pada Nganting Manuk ini juga ditetapkan belin gantang tumba, banyaknya makanan yang harus dipersiapkan. Biasanya pesta dilaksanakan setelah selesai panen.

4. Kerja Adat Perjabun. Ini adalah tahapan terakhir mensyahkan telah diselesaikan adat pernikahan. Telah syah menjadi satu keluarga yang baru. Semua akan berkumpul pada pesta adat seperti yang telah disepakati bersama. Dahulu tempat pesta tidak ada dirumah pasti tidak muat jadi pesta dilaksanakan di tempat lapang atau dibawah kayu rindang. Bila pada saat pesta panas terik maka anak beru kedua belah pihak akan mendirikan tempat berteduh yang terbuat dari kayu, daun rumbia atau daun/pelepah kelapa. Tikar tempat duduk dan kayu bakar telah dipersiapkan oleh pihak siwanita. Dikarenakan pada saat itu fasilitas apapun tidak ada, maka diminta kepada penduduk desa untuk memasak makanan, masing-masing 2-3 tumba berikut dengan sumpitnya (tempat nasi) dan membawanya ketempat pesta dilaksanakan.

Lauk pauk (daging) langsung dibagi lima, dua bagian untuk pihak pria, dua bagian untuk pihak wanita dan satu bagian untuk singalo bere-bere. Jadi jelaslah bagi kita bahwa ketiga komponen inilah yang berperan penting. Sukut si empo (pihak pria) bersama sangkep nggelunya, begitu juga pihak wanita. Tidak ketinggalan singalo bere-bere bersama sangkep nggeluhnya inilah yang disebut dengan Kalimbubu Si Telu Sedalanen (hal ini akan kita bicarakan dilain waktu)

Masing-masing ketiga kelompok ini membawa anak berunya untuk menyiapkan makanan seperti yang telah dibagikan tadi. Jika kalimbubu si ngalo ulu emas dari pihak pria, boleh tidak hadir disitu, akan didatangi dikemudian hari untuk membayar utang adat. Pada waktu dulu tidak ada pidato-pidato seperti sekarang ini, kalimbubu singalo bere-bere memberikan hadiah dan doa restunya. Untuk mensyahkan pernikahan menurut adat telah selesai, selanjutnya akan dijalankan terlebih dahulu “si arah raja”, ini ditangani oleh Pengulu atau Pemerintah, besarnya Rp. 15,- uang perak, dinamakan si mecur, diberikan kepada seluruh komponen yang berhak menerima, ulu emas, bena emas, perkempun, perbibin, perkemberahen, dan lainya. Setelah itu Rp. 60,- uang perak unjuken untuk pihak si wanita, selebihnya dinamakan tepet-tepet dijalankan oleh anak beru kedua belah pihak saja.

5.  Mukul. Mukul sebagai syarat sahnya suatu perkawinan menurut hukum adat Karo yaitu acara makan-makan di tempat pihak laki-laki yang dihadiri oleh sebagian dari pihak perempuan.

Kelima tahapan tersebut harus dilakukan bila kita ingin perkawinan diakuiberdasarkan adat-istiadat BK. Proses perjabun BK dianggap sah bila dihadiri/disetujui oleh “Sanggep Nggeluh”/Daliken Sitelu yang dikenal dengan istilah: Kalimbubu (kelompok paman), Senina (saudara kandun/sedarah), dan Anak Beru (kelompok perempuan).Elemen yang paling mendasar di dalam masyarakat Karo adalah merga atau marga, yang oleh banyak orang Karo diartikan sebagai sesuatu yang “berharga”.

Dalam kesatuan lima marga itu (Merga Silima), itulah yang disebut orang Karo. Seorang anak laki-laki akan terus mewariskan marga itu dari ayahnya. Seorang perempuan akan menyandang juga marga ayahnya sebagai beru (perempuan), dan akan terus disandang sampai menikah. Di samping identitas marga dan beru, setiap orang Karo juga memiliki bere-bere (marga yang diperoleh dari ibu/beru). Dua orang yang memiliki bere-bere yang sama dipandang sebagai saudara kandung dan juga menjadi senina (saudara kandung dalam jenis kelamin yang sama) atau turang (dalam jenis kelamin yang berbeda).

Yang mempererat masyarakat Karo adalah adat, sebuah relasi tradisional untuk membuat keputusan dan melakukan apa saja. Akan terlihat bahwa adat tidak dapat dibedakan secara jelas dari kepercayaan, agama dan tindakan, kenyataan hidup yang sangat rumit bagi orang-orang Karo yang telah berpikiran modern dalam masyarakat pluralis saat ini. Adat dipandang sebagai sesuatu yang memiliki pengaruh yang supranatural dan memiliki hukum-hukumnya sendiri. Sebagai contoh, seseorang yang telah menikah dan memiliki anak, maka untuk memanggilnya tidak boleh lagi menyebut nama, tetapi nama anaknya disebutkan. Jadi ia akan dipanggil sebagai bapak si “anu”. Ini sebagai sebuah tanda penghargaan, karena seseorang yang sudah memiliki anak telah mendapatkan tuah(berkat). Dengan memanggil seperti itu berarti ia telah dihormati. Banyak lagi panggilan-panggilan yang lain yang dibubuhkan kepada seseorang untuk menggantikan namanya sesuai dengan posisinya dan juga usianya.Nama tidak lagi dipakai, itulah sebagai ungkapan hukum adat yang diberlakukan.

Sumber : http://riskyeka.web.ugm.ac.id/seva-mobil-bekas/

ADAT ISTIADAT SUKU BATAK DAN MELAYU

ADAT ISTIADAT SUKU BATAK DAN MELAYU

ADAT ISTIADAT SUKU BATAK DAN MELAYU
ADAT ISTIADAT SUKU BATAK DAN MELAYU

Hukum adat yang berlaku di setiap daerah berbeda-beda meskipun tak jarang terjadi kemiripan, Seperti yang diketahui, daerah Sumatera Utara di dominasi dengan suku Batak dan Melayu. Dimana suku Batak itu sendiri juga bemacam-macam, antara lain Toba, Karo, Simalungun, Tapanuli, dan Nias. Selain itu juga terdapat suku-suku pendatang yang jumlahnya juga cukup banyak seperti Jawa, Padang, dan lain sebagainya.

Di sini saya mencoba untuk menguraikan hukum adat yang masih berlaku di Sumatera Utara meskipun tidak semuanya dapat saya jelaskan secara detail. Berhubung saya suku Karo maka kemungkinan Hukum yang akan saya jelaskan tentang hukum adat Karo, namun tidak begitu terperinci karena keterbatasan pengetahuan yang saya miliki.

1. PERKAWINAN

Ada lima klen besar (marga) pada masyarakat karo, kelima merga tersebut adalah:

  1. Karo-karo : Barus, Bukit, Gurusinga, Kaban, Kacaribu dll (Jumlah = 18)
  2. Tarigan : Bondong, Ganagana, Gerneng, Purba, Sibero dll (Jumlah = 13)
  3. Ginting: Munthe, Saragih, Suka, Ajartambun, Jadibata dll (Jumlah = 16)
  4. SembiringSembiring si banci man biang (sembiring yang boleh makan anjing): Keloko, Sinulaki, Kembaren, Sinupayung (Jumlah = 4); Sembiring simantangken biang (sembiring yang tidak boleh makan Anjing): Brahmana, Depari, Meliala, Pelawi dll (Jumlah = 15)
  5. Perangin-angin: Bangun, Kacinambun, Perbesi,Sebayang dll (Jumlah = 18).

Total semua submerga adalah = 84

Sifat perkawinan dalam masyarakat Batak karo adalah eksogami artinya harus menikah atau mendapat jodoh diluar marganya (klan). Bentuk perkawinannya adalah jujur yaitu dengan pemberian jujuran (mas kawin) yang bersifat religio magis kepada pihak perempuan menyebabkan perempuan keluar dari klannya dan pindah ke dalam klan suaminya. Perkawinan diantara semarga dilarang dan dianggap sumbang (incest), perkawinan eksogami tidak sepenuhnya berlaku pada masyarakat Karo, khususnya untuk Marga Sembiring dan Perangin-angin. Sebab, walaupun bentuk perkawinannya jujur tapi sistem perkawinannya adalah eleutherogami terbatas yaitu seorang dari marga tertentu pada Marga Sembiring dan Perangin-angin diperbolehkan menikah dengan orang tertentu dari marga yang sama asal klannya berbeda.

Perkawinan semarga yang terjadi dalam klan Sembiring terjadi karena dipengaruhi faktor agama, faktor ekonomi dan faktor budaya. Pelaksanaan perkawinan semarga dinyatakan sah apabila telah melewati tahap Maba Belo Selambar (pelamaran), Nganting Manuk (musyawah untuk membicarakan hal-hal yang mendetil mengenai perkawinan), Kerja Nereh i Empo (pelaksanaan perkawinan), dan Mukul (sebagai syarat sahnya suatu perkawinan menurut hukum adat Karo). Akibat hukum dari perkawinan semarga adalah sama seperti perkawinan pada umumnya apabila telah dilakukan sesuai dengan agama, adat, dan peraturan yang berlaku.

Sumber : https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/seva-mobil-bekas/

Peluang mata uang digital Libra Facebook di pasar Indonesia

Peluang mata uang digital Libra Facebook di pasar Indonesia

Peluang mata uang digital Libra Facebook di pasar Indonesia

Ketua Indonesia Blockchain Society, Ery Punta H, menjelaskan mata uang digital (cryptocurrency) “Libra” besutan Facebook memiliki peluang untuk digunakan dalam transaksi jual-beli di Indonesia.

“Ini masih 50:50. Bisa saja tidak karena BI (Bank Indonesia) tidak

memperbolehkan mata uang lain selain rupiah untuk bertransaksi,” ujar Ery di Jakarta, Jumat.

Namun menurut Ery, Facebook memiliki kesempatan untuk menggunakan mata uang kriptonya sebagai pembayaran jual-beli melalui platformnya.

“Tapi bisa jadi iya, jika Facebook menyediakan exchanger dari mata uang

kripto ke hitungan rupiah,” kata Ery.

Menurut Ery dengan mengubah hitungan mata uang kripto ke dalam Rupiah maka transaksi yang terjadi akan transparan.

Meski demikian ia belum sepenuhnya yakin terhadap perkembangan mata uang kripto yang dikeluarkan Facebook.

“Karena masih dalam tahap pengembangan, otomatis belum jelas juga ya

seperti apa penggunaannya di market,” kata pria yang juga anggota Masyarakat Telekomunikasi (Mastel) Indonesia tersebut.

Sebelumnya, Facebook mengumumkan mata uang kripto Libra miliknya akan diluncurkan pada 2020.

Libra didesain untuk mengonsumsi lebih sedikit energi dalam proses mining dibanding pendahulunya yaitu bitcoin.

 

Baca Juga :

Bincang bersama Brandon Tan, pemain Pokemon nomor satu dunia

Bincang bersama Brandon Tan, pemain Pokemon nomor satu dunia

Bincang bersama Brandon Tan, pemain Pokemon nomor satu dunia

Pemain game Brandon Tan asal Singapura, yang dinobatkan sebagai pemain Pokemon Go yang punya nilai XP (Experience Points) tertinggi di dunia, berbagi cerita pada ANTARA seputar game yang ia geluti selama beberapa tahun belakangan.

Brandon yang jadi bintang tamu turnamen Pokemon Go di Serpong,

Tangerang, Sabtu (22/6), mengungkapkan pengalaman nekat menceburkan diri ke laut untuk menangkap Pokemon, alasannya masih setia bermain hingga perasaannya jadi nomor satu.

Baca juga: Kecanduan game dinyatakan penyakit, ini kata gamer kelas dunia

Kapan mulai main Pokemon Go?

Pokemon Go rilis di Amerika Serikat Juli 2016, di Singapura Agustus 2016. Saya awalnya tidak mau main, tapi temen game dari Clash of Clans yang menantang buat main, mereka terus mendorong saya agar main. Bahkan ada yang bilang, “Memang kamu tidak mau jadi nomor satu di posisi yang belum pernah diraih siapa pun?”.

Saya bilang, kalau saya main Pokemon Go, nanti saya berhenti main game

lain, dan itu memang terjadi. Ya itu awalnya mengapa saya main Pokemon Go, setelah disuruh teman-teman untuk mencobanya.

Mengapa masih setia bermain?

Saat awal bermain, saya memang biasanya langsung larut dan berusaha sekeras mungkin, apalagi di game yang pemainnya harus mendapatkan XP (Experience Point). Di Pokemon Go, katanya sulit sekali mencapai level maksimal, level 40. Banyak yang butuh waktu setahun untuk mencapainya.

Setelah saya hitung-hitung, saya bisa mendapatkan sekitar 300.000 XP

dalam sehari. Kita harus mendapat 20 juta XP untuk mencapai level 40, jadi saya hanya butuh kurang dari 80 hari untuk mencapai itu.

Saya bisa mencapai level 40 dalam kurang dari tiga bulan, kata orang sih itu cepat. Setelah level 40, saya membantu 20 orang untuk menaikkan level mereka dan akhirnya mengembangkan komunitas di Singapura.

 

sumber :

https://merkterbaik.com/seva-mobil-bekas/

10 startup teratas Indonesia: Ruangguru

10 startup teratas Indonesia: Ruangguru

10 startup teratas Indonesia Ruangguru

Ruangguru, salah satu platform belajar daring buatan Indonesia, menyediakan beragam layanan interaktif bagi penggunanya untuk menimba ilmu.

Sasaran Ruangguru adalah siswa dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, termasuk para siswa yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.

Lewat kelas berbayar Ruangguru, pengguna dapat belajar dengan menggunakan video, berlatih mengerjakan soal secara daring, hingga berkonsultasi tentang pekerjaan rumah melalui fitur obrolan.

Salah satu pembeda Ruangguru dengan platform belajar daring lainnya,

mereka memiliki produk Digital Bootcamp berupa sesi belajar dengan grup belajar daring se-Indonesia.

Siswa akan bergabung dengan satu grup untuk satu mata pelajaran yang dipandu oleh tutor.

Untuk menarik minat lebih banyak orang menggunakan layanan dalam aplikasi Ruangguru, perusahaan rintisan tersebut menggaet nama-nama yang populer di kalangan muda-mudi.

Baca juga: Berprestasi di Amerika, Iqbaal “Dilan” ditunjuk jadi duta

Ruangguru

Pada tahun lalu, Ruangguru menggandeng aktor dan musisi Iqbaal Ramadhan yang terkenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan.

Tidak hanya sebagai duta, Iqbaal pernah menjadi mentor dalam salah satu

program yang diadakan oleh Ruangguru.

Ruangguru, menurut data di situs Startup Ranking per 23 Juni 2019, mendapatkan pendanaan seri B pada 2017 lalu dari UOB Venture.

 

sumber :

https://www.sekolahbahasainggris.co.id/seva-mobil-bekas/