Ikpan Uinsa Beri Penyuluhan Tentang Narkoba

Ikpan Uinsa Beri Penyuluhan Tentang Narkoba

Ikpan Uinsa Beri Penyuluhan Tentang Narkoba
Ikpan Uinsa Beri Penyuluhan Tentang Narkoba

Gelaran Uinsa Campus Expo (UCE) 2019 yang digelar dalam rangka

memfasilitasi Tim Asesor dalam Asesmen Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dimeriahkan dengan kegiatan harian di luar asesmen. sedikitnya 20 Sekolah Menengah Akhir (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) se-Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Tuban secara khusus diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Berbagai penampilan dari mahasiswa, turut menyemarakkan UCE 2019. Tarian Hadra Kuntulan, Musik Akustik, Muhasabah Syarhil Quran (MSQ), Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT), Tari Mojang, hingga Vokal Grup pun menghibur para pengunjung UCE 2019 yang memang dibuka untuk umum.
Baca Juga:

MABA IAIN Madura Diminta Junjung Tinggi Akhlakul Karimah

Nilai UTBK Tidak Selalu Jadi Patokan SBMPTN

Tak ketinggalan, salah satu mata rantai acara mengagendakan kegiatan Penyuluhan Anti Narkoba. Penyuluhan ini dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Kader Penyuluh Anti Narkoba (IKPAN) yang dibawakan Ahmad Junianto, Semester 6, Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES).

Dalam kesempatan itu, Junianto, Ketua Umum (Ketum) UKM IKPAN UINSA

2019 menjelaskan mengenai narkoba. Dimana Narkoba yang merupakan kepanjangan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Dijelaskan Junianto, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

“Saya yakin semua teman-teman sudah mengetahui apa itu narkoba. Tinggal langkah kita saja untuk menjaga diri dari narkoba, agar tidak merusak generasi milenial,” tutur Junianto.

 

Sumber :

https://situsiphone.com/

Gempa Berskala 7,2 Guncang Vanuatu

Gempa Berskala 7,2 Guncang Vanuatu

Gempa Berskala 7,2 Guncang Vanuatu
Gempa Berskala 7,2 Guncang Vanuatu

Sebuah gempa berskala 7,2 mengguncang Vanuatu di Pasifik Selatan, Jumat (28/5) dini hari. Gempa tersebut memicu peringatan tsunami yang kemudian dibatalkan.

Menurut Lembaga Surveri Geologi AS (USGS), gempa terjadi pada pukul di 04.14 waktu setempat atau 24.14 WIB di kedalaman 36 kilometer di sekitar 214 kilometer barat laut Luganville, atau 2.070 kilometer di timur laut kota Brisbane, Australia.

Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Pasifik Selatan termasuk Kepulauan Solomon, Vanuatu dan Kaledonia Baru setelah gempa tersebut. Peringatan seperti itu berarti garis pantai di dekat pusat gempa dapat terganggu gelombang pasang dalam beberapa menit. Tapi peringatan itu kemudian dibatalkan.

Sebuah gempa susulan berkekuatan 5,7 skala Richter terjadi sepuluh menit kemudian. Gempa susulan itu berpusat di kedalaman 35 kilometer di bawah dasar laut, 190 kilometer barat laut Luganville, kota terbesar kedua di Vanuatu.

“Pembacaan tingkat permukaan laut tidak menunjukkan sinyal tsunami,” kata Pusat Peringatan Tsunami Pasifik sebagaimana dilansir AFP. “Jika tsunami terjadi, itu tidak menimbulkan ancaman bagi wilayah di luar wilayah episentrum. Peringatan tsunami sekarang dibatalkan untuk semua daerah yang tercakup oleh pusat gempa ini.”

Pusat tsunami di Pasifik itu sebelumnya meminta pihak berwenang di seluruh wilayah itu untuk melakukan tindakan pencegahan, dengan mengatakan, “Sebuah gempa dengan kekuatan ini memiliki potensi untuk menghasilkan tsunami yang merusak yang bisa menyerang garis pantai di wilayah dekat pusat gempa dalam beberapa menit hingga beberapa jam.”

Baca Juga :

Kabut Sedini Mungkin

Kabut Sedini Mungkin

Kabut Sedini Mungkin
Kabut Sedini Mungkin

Garind malah cekikikan. Tapi Fla tetap mengunyah rotinya, dengan pandangan lurus ke depan. Lambung pesawat yang besar ini tiba-tiba seperti mengecil dalam bayangannya. Dari pengeras suara, awak pesawat mengumumkan, sekitar tiga jam lagi pesawat akan tiba di Frankfurt. Airport di kota itu telah menyambut kedatangan mereka dengan iming-iming belanja yang luar biasa mahalnya.

Garind menatap tajam ke arah Fla. Seperti sedang menjajagi ekspresi perasaan wanita muda itu. Lewat pengeras suara, awak pesawat memerintahkan agar penumpang mengenakan kembali seat belt-nya. Pesawat hendak sedikit bergoyang tak lebih dari setengah menit.

Tanpa bisa menyembunyikan kegugupannya, Fla langsung memasukkan kembali kepala sabuknya dengan ujung lubang yang lain. Cukup rapat.
”Sandaran kursinya…” Garind memperingatkan.

Setengah malu, Fla lantas membetulkan letak sandaran kursinya yang masih miring. Pesawat mulai bergoyang. Fla memejamkan mata, kemudian berdoa. Laki – laki di sampingnya melirik nakal. Setengah tersenyum, ia jatuhkan tubuhnya di punggung kursi dalam – dalam.

Ketika pesawat Mega Top ini menjejak landasan, lagi – lagi Fla dibuat kebingungan. Ia sangsi, akankah Stop Over di Frankfurt harus berganti pesawat. Sebelum niat bertanya itu ia lontarkan, Garind langsung nerocos sok pintar:
”Cuma istirahat dua jam. Tinggal saja bawaan beratmu di pesawat. Kalau mau beli cokelat atau apa, bawa tas tanganmu. Jangan lupa paspornya. Kita akan diperiksa lagi sebelum masuk pesawat.”
Rasa jengah itu tidak bisa disembunyikan. Dari wajah Fla yang mulai pucat, nampak rona kemerahan semburat di sana.
”Percaya nggak sama manusia vampir?” Garind bertanya spontan, saat keduanya melewati pintu pemeriksaan transit, dan menukar paspor dengan sebuah tiket plastik.

Sepanjang perjalanan antara ruang transit ke ruang tunggu, tak henti – hentinya lelaki itu mengutuk novelnya Anne Rice. Menurutnya, Interview with the Vampire terlalu melogis – logiskan dongeng.

”Setiba di New York, kita bisa nonton film terbaru Hollywood pasca WTC-Gate. Tapi di Embassy Suites – Broadway, saat ini sedang dipentaskan lagi sebuah teater musikal, Beauty and the Beast. Tak jauh dari sana ada McDonald’s. Kita bisa diskusikan pementasan itu sambil ngemil.”

Fla menghentikan langkahnya. Tepat di depan ”Delikatessen,” sebuah toko cinderamata terlengkap, ia berbelok. Terlihat sekali kalau Garind keteteran membuntutinya.
”Kau mau borong apa, Fla?”

Yang dibuntuti cuma membisu. Namun mulut Garind akhirnya menganga membentuk huruf ”O” begitu mendapati Fla membeli sejumlah boneka dan papan lambang kota Frankfurt.
”Di sini mahal – mahal, Non.”
”Ini perjalanan pertamaku keluar negeri. Sedikit boros tidak mengapa.”

Lelaki itu serasa kalah langkah. Ia cuma manggut – manggut, tanda menyerah. Berikutnya, Garind lebih sering diam ketika dengan lincahnya Fla keluar masuk toko yang berada di kawasan bandara.

Dalam perjalanan kembali menuju ruang transit, keduanya seolah sepasang partner yang tidak canggung lagi. Beberapa kali Garind membantu jinjingan perbelanjaan kawan barunya, sementara Fla tetap saja dingin. Laki – laki berkulit cokelat, dengan bentuk dagu kuat itu pun lebih sering memilih nyengir.

Tapi dalam penerbangan menuju New York, ceriwisnya kambuh lagi. Karena sudah merasa di atas angin, Fla langsung menghardik.

”Maaf deh, sedari tadi omonganmu nggak jelas juntrungnya. Sebenarnya kamu ini siapa, sih?”
Yang ditanya malah linglung. Kepalanya geleng – geleng kecil, lantas menengadahkan wajah ke langit – langit pesawat.
”Kamu ini kayaknya orang yang kerap sekali bepergian ke Amrik?”
Garind menghela nafas pendek. Senyumnya hambar.
”Berapa kali dalam setahun kamu bepergian seperti ini?”

Garind tidak secepatnya menjawab. Dengan demikian Fla semakin yakin, bahwa teman barunya ini jenis orang yang terbiasa hidup di lingkungan atas. Keyakinan itu kian tebal saat Garind mengusap rambutnya. Saat tangan kirinya bergerak ke atas, sekelebatan mata Fla menangkap jam tangan Philippe Charriol yang dikenakannya. Jam tangan buatan Paris yang dikenal mahal, pikirnya.
”Ini yang keempat kalinya sepanjang sepuluh bulan terakhir.”

Sumber : https://dailygram.com/index.php/blog/577453/7-romantic-photo-pose-ideas-on-wedding-day-im-sure-you-dont-want-to-try-it/

Fatwa Kiblat

Fatwa Kiblat

Fatwa Kiblat
Fatwa Kiblat

Pakar Ilmu Falak Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang Ahmad Izzudin menilai fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang penetuan arah kiblat harus mempertimbangkan faktor keilmuan dan teknologi yang berkembang saat ini.

“Majelis Ulama jangan hanya sekadar mengeluarkan fatwa, bahwa penentuan arah kiblat cukup menghadap ke barat,” kata Izzudin dalam diskusi tentang penentuan arah kiblat di Semarang, Kamis.

Menurut dia, penentuan arah kiblat tidak semata menghadap ke barat, namun berdasarkan perhitungan harus sedikit serong ke arah utara.

Pada era kemajuan teknologi seperti saat ini, kata dia, maka fatwa Mejelis Ulama tersebut harus dikaji ulang. “Banyak takmir masjid yang meminta pengukuran ulang arah kiblat. Mereka mengharapkan kemantapan dalam menjalankan ibadah salat,” kata Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia ini.

Isi fatwa Majelis Ulama, lanjut dia, telah menjadi persoalan yang harus diklarifikasi secara tuntas.

Penjelasan mengenai arah kiblat dalam fatwa tersebut, kata dia, bertentangan dengan kajian ilmu falak.

Ia menjelaskan arah kiblat untuk umat Islam di Indonesia menghadap ke barat, serong ke utara sekitar 22 sampai 26 derajat. “Terlalu sederhana jika fatwa ini dianggap sebagai solusi atas keresahan masyarakat selama ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Ali Mustafa Yaqub menuturkan, cukup banyak masyarakat yang terbantu oleh keberadaan fatwa Majelis Ulama.

Justru yang paling utama dari penerbitan fatwa itu, lanjut dia, masyarakaat tidak perlu lagi bimbang dan ragu dalam menjalankan ibadah salat.

“Salat yang dilakukan tetap sah dan masyarakat tidak perlu repot-repot merobohkan masjid untuk memperbaiki arah kiblat,” katanya.

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/WLmz/how-to-low-budget-marriage-invitations

BPF Ajak STIE Malangkucecwara Buka Futures Trading Learning Center

BPF Ajak STIE Malangkucecwara Buka Futures Trading Learning Center

BPF Ajak STIE Malangkucecwara Buka Futures Trading Learning Center
BPF Ajak STIE Malangkucecwara Buka Futures Trading Learning Center

PT Bestprofit Futures (BPF) bersama dengan PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) melakukan peresmian dan penandatanganan Futures Trading Learning Center (FTLC) dengan STIE Malangkucecwara pada Selasa, (18/6/2019).

FTLC adalah pusat kegiatan ilmiah, informasi dan sosialisasi perihal Perdagangan Berjangka Komoditi, sekaligus wadah pembinaan kewirausahaan serta profesionalisme bagi mahasiswa dan pengajar di lingkungan kampus. Program FTLC merupakan salah satu wujud komitmen BBJ dan KBI bersama dengan para pelaku pialang Berjangka untuk melaksanakan edukasi secara konsisten kepada para generasi muda. Saat ini total 24 kampus yang memiliki FTLC dan STIE Malangkucecwara menjadi mitra kedua untuk BPF setelah Universitas Tanjungpura di Pontianak.

Fasilitas Infrastruktur ruang untuk FTLC disediakan oleh Kampus,

sementara perangkat infrastruktur pendukung disediakan oleh BPF. Serta sumbangan literatur berupa buku tentang perdagangan berjangka, ditambah dengan kontribusi edukasi yang melansir sejumlah staf pengajar secara regular untuk menyampaikan trading knowledge, know-how serta best practices dalam industri PBK.

Dalam penandatanganan kerjasama ini, para mahasiswa dan pengajar juga diberikan kuliah umum mengenai industri Perdagangan Berjangka Komoditi. BPF sebagai salah satu pihak yang terlibat memberikan materi tentang produk kontrak berjangka beserta simulasi transaksi melalui akun demo.

“Para mahasiswa adalah future market bagi industri Perdagangan

Berjangka Komoditi. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pemahaman yang benar sejak dini kepada mereka. Selain diharapkan dapat memahami investasi Perdagangan Berjangka komoditi, juga melahirkan minat untuk berkarir sebagai Wakil Pialang Berjangka atau calon investor di masa depan,” kata Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Agung Rihayanto.

Sementara itu, Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Bisnis PT Bursa

Berjangka Jakarta (JFX), Lukas Lauw mengatakan bahwa kerjasama dengan para akademisi bisa membantu terciptanya persepsi yang positif bagi para perusahaan pialang berjangka.

“Dengan pengetahuan yang lebih dalam, para akademisi akan lebih memahami dan bisa memberikan porsinya melalui beragam tulisan, edukasi, dan kontribusi lain untuk kemajuan Industri Perdagangan Berjangka Komoditi,” ujar Lukas Lauw.’

 

Baca Juga :

Audensi Smarthealth UB dan Pemkab Malang, Ini Hasilnya

Audensi Smarthealth UB dan Pemkab Malang, Ini Hasilnya

Audensi Smarthealth UB dan Pemkab Malang, Ini Hasilnya
Audensi Smarthealth UB dan Pemkab Malang, Ini Hasilnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menerima audiensi dari Smarthealth Universitas Brawijaya (UB) di Ruang Kerja Bupati Malang, Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (17/6/2019).

Rombongan Smarthealth dipimpin langsung Direktur Rumah Sakit

Universitas Brawijaya, dr. Sri Andarini, dan bertemu dengan Plt Bupati Malang HM Sanusi.

Dalam pertemuan itu, Sanusi mendukung penuh program yang digagas Universitas Brawijaya (UB) yang bekerjasama dengan George Institute Australia dalam upaya menurunkan angka penderita penyakit hipertensi di Kabupaten Malang.

“Program ini seirama dengan tugas pelayanan dasar Pemerintah Kabupaten Malang di bidang pendidikan dan kesehatan,” kata Sanusi.

Sanusi melanjutkan, jika melihat dari sebuah paparan yang dilakukan oleh

Direktur RSUB, bahwa diketahui program Smarthealth ini sangat urgent sehingga Pemkab harus berusaha turut serta mendukung dalam upaya menekan penurunan angka penderita hipertensi.

”Untuk anggaran coba dikolaborasikan oleh pihak UB dari pendanaan George Institute, semoga agar bisa dimintakan lagi. Nanti kurangnya dari APBD, dan kurangnya lagi dimintakan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena jika dibiarkan bisa resiko terjeleknya penyakit stroke dan syaraf mata,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUB Sri Andirini menyampaikan, program

Smarthealth ini berdasarkan ingin membantu masyarakat khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Malang untuk menyelesaikan masalah terkait penyakit hipertensi.

“Dari hasil penelitian di empat desa di Kabupaten Malang, yaitu Desa Sidorahayu Wagir, Sepanjang Gondanglegi, Karangduren Pakisaji, dan Desa Kepanjen, tercatat penderita hipertensi diantara usia 45-49 tahun,” ungkap Sri Andirini.

 

Sumber :

https://topsitenet.com/profile/danuaji88/26622/

Universitas Jember Paling Aktif Gunakan Pembelajaran Online

Universitas Jember Paling Aktif Gunakan Pembelajaran Online

Universitas Jember Paling Aktif Gunakan Pembelajaran Online
Universitas Jember Paling Aktif Gunakan Pembelajaran Online

Aktivitas Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam laman Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) yang digagas oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tercatat paling tinggi dibandingkan perguruan tinggi lainnya.

Laman SPADA mencatat ada 17.374 pada Rabu (12/6/2019), 17.301 kegiatan pada Kamis (13/6/2019), dan 8.749 aktivitas pada Jumat (14/6/2019). Sementara itu angka aktivitas perguruan tinggi lainnya hanya berkisar di bawah angka seribu kegiatan.
Baca Juga:

Kabar Jadi Pimpinan KPK Diterima Ghufron Bersama ‘Sarjana Kuburan’

Rayakan 10 November dengan Nasi Goreng dari Singkong di Universitas Jember
Inilah 8 Modus Korupsi di Kalangan Mahasiswa versi KPK
Nominator Pimpinan KPK, Ini Sikap Dekan FH Unej Soal Novel Baswedan
Kabupaten Jember Memiliki 86 Destinasi Wisata

SPADA adalah program yang diluncurkan pada Mei 2018 oleh

Kemenristekdikti untuk mendukung pengembangan perkuliahan jarak jauh, sehingga kegiatan belajar mengajar lebih fleksibel. Dengan aplikasi SPADA, dosen dapat memberikan materi kuliah dan konsultasi kepada mahasiswa dengan sistem daring atau online.

Selain itu laman SPADA memberikan akses bagi mahasiswa untuk belajar dari materi kuliah dan mengikuti kuliah yang diberikan oleh dosen dari perguruan tinggi lainnya. Laman SPADA menjadi wahana pertukaran informasi antar akademisi di Indonesia.

Tingginya aktivitas Unej dalam SPADA tak lepas dari persiapan sejak lama

dengan membangun Sistem Informasi Terpadu atau Sister secara bertahap sejak 2013. “Sister ini tulang punggung pembelajaran daring di Unej, sehingga ketika Kemenristekdikti meluncurkan SPADA, maka kami sudah siap,” kata Rektor Universitas Jember Moh. Hasan, sebagaimana dilansir Humas dab Protokoler Unej, Sabtu (15/6/2019).

Dengan Sister, setiap tahapan perkuliahan tercatat dan terekam, bahkan bisa dilihat secara real time. “Ini memudahkan pengawasan dan evaluasinya. Alhamdulillah, segenap dosen dan mahasiswa kita sudah terbiasa dengan pembelajaran daring melalui Sister,” kata Hasan.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518285866042657167

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 2

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 2

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 2
Transmisi Suku Bunga Mekanisme 2

Pada bagan diatas dapat disimpulkan jika tingkat suku bunga pada pasar modal akan mempengaruhi suku bunga pada  mortgages (Hipotek),  yaitu pinjaman dalam jangka panjang dan memiliki asset yang dijadikan jaminan, sehingga setiap penurunan pada tingkat suku bunga maka peusahaan akan menambah pinjaman hipotek sehingga akan mengurangi pada  pendapatan yang siap dibelanjakan,  sebagai contoh pada saat pengkreditan rumah KPR, karena seseorang melakukan modalnya untuk kegiatan pengkreditan maka uang yang digunakan untuk konsumsi akan berkurang ditambah dengan property equity yang digunakan untuk kegiatan properti yang juga akan mengurangi jatah konsumsi.

Untuk pinjaman hipotek baru, ketika suku bunga meningkat maka tingkat permintaan pada kredit rumah KPR akan menurun sehingga masyarakat akan mengalokasikan dana yang diperoleh untuk memperoleh berbagai kegiatan investasi seperti membeli saham dalam bentuk asset financial dengan membeli sekuritas yang berpendapatan tetap, obligasi, menerbitkan wesel,  deposito, membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Apabila tingkat suku bunga hipotek dan pinjaman tinggi maka masyarakat cenderung mencegah pinjaman untuk membiayai konsumsi bahkan untuk mereka yang tidak memiliki hutang, suku bunga yang lebh tinggi dapat memnbuat mereka lebih tertarik untuk menabung di bank. Pada dasarnya kenaikan suku bunga (untuk ekspektasi inflasi yang diberikan) mendorong penudaan konsumsi, dengan meningkatkan jumlah konsumsi masa depan yang dapat dicapai dengan mengorbankan jumlah konsumsi saat ini dengan cara menabungkan ataupun mendepositokan uangnya dengan harapan mandapatkan perolehan bunga yang besar dari modal yang ditabung.

Baca Juga :

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 1

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 1

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 1
Transmisi Suku Bunga Mekanisme 1

Perubahan suku bunga BI Rate mempengaruhi perekonomian makro melalui perubahan harga aset. Kenaikan suku bunga akan menurunkan harga aset seperti saham dan obligasi sehingga mengurangi kekayaan individu dan perusahaan yang pada gilirannya mengurangi kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti konsumsi dan investasi.

Gambar diatas menggambarkan pengaruh tingkat suku bunga terhadap keputusan untuk meminjam, dari sisi individu dan perusahaan.

Dari segi Individu, keputusan untuk meminjam dapat berupa kredit atau loans (hutang jangka panjang). Pinjaman tersebut ,kemudian digunakan masyarakat atau individu sebagai konsumsi. Contohnya konsumsi untuk membeli rumah, tanah, dan mobil.
Dari segi Perusahaan, tingkat suku bunga mempengaruhi keputusan perusahaan untuk membuat pinjaman baru (New Loans), atau menambah pinjaman lama (Existing Loans). Apabila mereka memutuskan untuk membuat pinjaman baru mereka akan menggunakan untuk investasi. Jika memutuskan untuk menambah pinjaman lama , pinjaman tersebut akan digunakan untuk menutup kekurangan biaya, menambah keuntungan dan memberikannya ke pegawai, dan pegawai menggunakan untuk konsumsi.
Perusahaan pada dasarnya memiliki dua pilihan dalam meminjam uang dengan memperhatikan tingkat suku bunga :

Bank
Jika perusahaan meminjam uang ke Bank maka wajib membayar bunga

Pasar Modal
Perusahaan ke pasar modal untuk mencari dan dengan menjual saham & obligasi serta mendapatkan dividen & diskonto.

Sumber : http://pressreleaseping.com/pressrelease/275573.html

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 3

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 3

Transmisi Suku Bunga Mekanisme
Transmisi Suku Bunga Mekanisme

Suku bunga dan nilai mata uang sangat memiliki korelasi yang tinggi. Dengan mengatur suku bunga, bank sentral mencoba mengatur pengaruh dari nilai mata uang, dan perubahan suku bunga akan berimbas pada nilai mata uang.

Suku bunga yang lebih tinggi menawarkan para kreditur dalam ekonomi sebuah imbal hasil yang lebih tinggi relatif terhadap negara lain. Karena itu, suku bunga yang lebih tinggi akan menarik modal asing dan menyebabkan nilai mata uang akan meningkat. Imbas dari suku bunga yang lebih tinggi akan berkurang jika inflasi sebuah negara lebih tinggi dibanding dengan negara lain, atau jika faktor tambahan menarik turun nilai mata uang. Dan begitu juga dalam kondisi sebaliknya, yang karena itu suku bunga lebih rendah cenderung menurunkan nilai mata uang.

Apabila nilai mata uang mengalami peningkatan, maka negara lain akan menurunkan tingkat ekspornya karena harga barang ekspor tersebut menjadi murah di dalam negaranya sendiri, sehingga negara tersebut menurunkan aktivitas impornya. Karena terjadinya penurunan tingkat impor tersebut, maka masyarakat yang berperan sebagai konsumen lebih menginginkan barang impor tersebut karena sudah menjadi barang langka, sehingga tingkat permintaan akan barang impor tersebut mengalami peningkatan.

Meningkatnya nilai mata uang tersebut juga menyebabkan tingkat ekspor naik karena harga jual di negara lain menjadi lebih tinggi dan devisa yang diterima menjadi lebih banyak. Namun lama-kelamaan, negara yang menerima ekspor akan mengalami penurunan nilai mata uangnya sendiri, sehingga tingkat permintaan akan barang ekspor tersebut mengalami penurunan.

Sebaliknya, apabila nilai mata uang mengalami penurunan, maka negara lain akan meningkatkan tingkat ekspornya karena harga barang tersebut cenderung akan menjadi mahal di dalam negaranya sendiri, sehingga negara tersebut meningkatkan aktivitas impornya. Karena terjadinya peningkatan tingkat impor tersebut, maka masyarakat atau konsumen cenderung akan berubah selera ke barang lain,sehingga tingkat permintaan akan barang impor tersebut mengalami penurunan.

Menurunnya nilai mata uang tersebut juga menyebabkan tingkat ekspor turun karena harga jual di negara lain cenderung akan lebih rendah dan devisa yang didapat lebih sedikit atau tidak sama sekali. Akibatnya, negara yang menerima ekspor akan mengalami peningkatan nilai mata uangnya sendiri, sehingga tingkat permintaan akan barang ekspor tersebut mengalami peningkatan.

Sumber : http://theeacher.review-blogger.com/11577770/dosenpendidikan-introduces-high-school-study-materials-on-their-website