Pakar Pendidikan: Akreditasi Pesantren Masih Sedikit

Pakar Pendidikan Akreditasi Pesantren Masih Sedikit

Pakar Pendidikan: Akreditasi Pesantren Masih Sedikit

Pakar Pendidikan Akreditasi Pesantren Masih Sedikit
Pakar Pendidikan Akreditasi Pesantren Masih Sedikit

Menurutnya, masyarakat yang tidak memungkinkan ikut sekolah formal karena berbagai alasan, maka pemerintah membuka peluang agar mereka memperoleh ijazah kesetaraan. Mengapa pada 2018 baru ada 184 satuan pendidikan kesetaraan pesantren

yang diakreditasi. Ia menduga ada beberapa hal yang membuat kecepatan

akreditasi satuan pendidikan kesetaraan pesantren terhambat. “Besar dugaan saya karena persoalan biaya, pemerintah menurunkan Tim BAN PAUD PNF memerlukan biaya,” katanya.

Ia menjelaskan, kurangnya jumlah sumber daya manusia yang menjadi asesor juga bisa menghambat akreditasi satuan pendidikan kesetaraan pesantren. Sebagai contoh, biaya untuk akreditasi ada tapi belum tentu asesornya ada waktu untuk melakukan akreditasi. “Bisa jadi mereka yang siap diakreditasi sudah banyak, tetapi tidak ada dana dan asesor terbatas sehingga tidak segera diakreditasi,” ujarnya.

Selain itu, ia menerangkan, kesiapan lembaga yang akan diakreditasi juga

biasanya menjadi kendala. Oleh karena itu, pesantren harus memperbaiki fasilitas, sumber daya manusia dan kurikulum sesuai standar yang berlaku supaya semakin banyak satuan pendidikan kesetaraan pesantren yang diakreditasi.

Jejen menerangkan, badan akreditasi lembaga formal sudah memikirkan pendirian lembaga akreditasi mandiri agar biaya akreditasi tidak dibebankan ke pemerintah. Jika masalah biaya menghambat satuan pendidikan kesetaraan pesantren diakreditasi, maka solusinya harus dipikirkan pembiayaan akreditasi tidak harus dari pemerintah. ”Misal biayanya dari pesantren, tapi tim penilai harus objektif,” jelasnya.

Sebagai pengamat pendidikan Islam, Jejen percaya BAN PAUD PNF akan

tetap objektif meski pesantren yang mengeluarkan biaya untuk akreditasi satuan pendidikan kesetaraan pesantren. Ia juga menyarankan BAN PAUD PNF memperbanyak sumber daya manusia, mengingat jumlah pesantren di Indonesia sangat banyak.

 

Baca Juga :