Pengertian Reliabilitas

Pengertian Reliabilitas

Pengertian ReliabilitasPengertian Reliabilitas

Kata reliabillitas dalam bahasa Indonesia di ambil dari reliability dalam bahasa inggris, berasal dari kata, reliable yang artinya dapat di percaya. “reliabilitas” merupakan kata benda, sedangkan “reliable” merupakan kata sifat atau keadaan.

Reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel (reliable).Walaupun reliabilitas mempunyai berbagai arti seperti kepercayaan, keterandalan, keajegan, kestabilan dan konsistensi, namun ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya.

Dari beberapa pengertian di atas jadi reliabilitas tes marupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui konsistensi pengukuran tes yang hasilnya menunjukan keajegan.Seorang dikatakan dapat di percaya apabila orang tersebut berbicara ajeg, tidak berubah-ubah pembicaraannya dari waktu ke waktu.Dalam sebuah tes pentingnya diamati keajegan dan kepastian tes tersebut dilihat dari hasil tes yang didapat.

 

  1. Faktor Yang Mempengaruhi Reliabilitas Tes Hasil Belajar Obyektif
  2. Konstruksi item yang tidak tepat, sehingga tidak dapat mempunyai daya pembeda yang kuat.
  3. Panjang/pendeknya suatu instrumen
  4. Evaluasi yang surjektif akan menurunkan reliabilitas
  5. Ketidaktepatan waktu yang diberikan
  6. Kemampuan yang ada dalam kelompok
  7. Luas/tidaknya sampel yang diambil.

 

  1. Teknik Pengujian Reliabilitas Tes Hasil Belajar Bentuk Obyektif
  2. Pengujian Reabilitas Tes Hasil Belajar Bentuk Obyektif dengan Menggunakan Pendekatan Single Test – Single Thrial Method

Dalam rangka menentukan reliabilitas tes hasil belajar bentuk obyektif dengan mennggunakan pendekatan single test-single trial, maka penentuan reliabilitas tes tersebut dilakukan dengan jalan melakukan pengukuran terhadap satu kelompok subyek, di mana pengukuran itu dilakukan dengan hanya mennggunakan satu alat jenis alat pengukuran, dan bahwa pelaksanaan pengukuran hanya dilakukan sebanyak satu kali saja. Dengan kata lain, pendekatan “serba single” atau pendekatan “serba satu”, yaitu : satu kelompok subyek, satu jenis alat pengukur, dan satu kali pengkuran atau satu kelompok testee, satu jenis tes, dan satu kali testing.

Dengan mennggunakan pendekatan single test – single trial, maka tinggi rendahnya reliabilitas tes hasil belajar bentuk obyektif dapat diketahui dengan melihat besar kecilnya koefisien reliabilitas tes, yang seperti halnya pada tes uraian dilambangkan dengan r11 atau rtt (koefisien reliabilitas tes secara total). Adapun untuk mencari atau formula, yaitu : (1) Formula Spearman-Brown,

(2) Formula Flanagan,

(3) Frmula Rulon,

(4) Formula Kuder-Richard-son,

(5) Formula C. Hoyt.

Pendekatan Single Test-Single Trial dengan Menggunakan Formula Spearman-Brown

Penentuan reabilitas tes hasil belajar bentuk obyektif dengan menggunakan formula Spearman-Brown-sebagaimana telah disinggung dalam pembicaraan dimuka dikenal dengan istilah : teknik belah dua (split half technique). Disebut “belah dua” , sebab dalam penentuan reabilitas tes, penganalisisannya dilakukan dengan jalan membelah dua butir-butir soal tes menjadi dua bagian yang sama, sehingga masing-masing testee memiliki dua macam skor. Salah satu skor merupakan bagian pertama atau belahan pertama dari tes, sedangkan skor yang satunya lagi merupakan bagian kedua atau belahan kedua dari tes hasil belajar bentuk obyektif tersebut.

Dengan demikian, penerapan formula Spearman-Brown akan menghasilkan dua buah distribusi skor belahan pertama drngan distribusi skor belahan keduan itu dipandang sebagai reabilitas bagian butir-vutir soal tes hasil belajar bentuk obyektif tersebut


Sumber: https://gurupendidikan.org/