Pengertian Westernisasi

Sementara itu, terjadi penyesuaian relasi antar anggota komunitas. Maklum, setiap pergeseran nilai tersebut terjadi sebagai akibat dari kehidupan kita sebagai bangsa. Tiga kemajuan di bidang komunikasi massa dan teknologi transportasi, diterapkan pada intensitas kontak budaya antar suku dan budaya dari luar. Apalagi dengan terjadinya relasi budaya dengan budaya bukan hanya intensitasnya yang semakin besar, tetapi juga penyebarannya terjadi secara cepat dan luas. Adanya perubahan orientasi budaya yang terkadang diterapkan pada nilai-nilai masyarakat, yang menumbuhkan jati dirinya sebagai sebuah negara.

Arti Westernisasi

Baratisation berasal dari bahasa Inggris yang berarti barat yang berarti Barat. Istilah tersebut sering diartikan sebagai upaya untuk meniru gaya hidup Barat (Eropa Barat atau Amerika Serikat). Meniru model kehidupan berarti meniru secara langsung model pakaian, rambut, pakaian, pola sosial, pesta (seperti perayaan ulang tahun), rekreasi, dan kebiasaan minum.

Sejarah Westernisasi

Menurut Antoni Black West, westernisasi sejati telah menjadi hal baru sejak 1700-an, hubungan baru muncul antara Islam yang dipimpin Ottoman dan Barat. Awal proses baratisasi berjalan lambat, selama abad ke-18 terjadi hubungan antara peradaban Islam dan barat.

terbatas. Di bidang yurisprudensi sepertinya tidak ada perbedaan. Sehingga dapat dipahami dalam politik Ottoman untuk melestarikan filosofi dan adat istiadat tradisional. Hanya segelintir sekretaris birokrasi yang bertanggung jawab atas bidang administrasi mulai terbuka terhadap adat istiadat dan gagasan Barat.

Faktor Penyebab Westernisasi

Westernisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut:

Masyarakat yang mengkonsumsi produk luar negeri
Komunitas kami semakin banyak menggunakan barang yang tersedia di luar negeri, seperti Adidas, Macbeth, Nike, dan produk alas kaki lainnya.

Pengaruh perkembangan teknologi informasi
Di era teknologi media massa saat ini seperti Facebook, Instagram, Youtube dan lainnya, informasi tentang gaya hidup barat sangat gratis. Jadi orang-orang di Indonesia meniru gaya hidup western atau yang kita kenal tentang barat, seperti gaya rambut, gaya pakaian, gaya pergaulan, dan sebagainya.

Entri pekerjaan yang mengandung orang barat
Di Indonesia sendiri, kritik terhadap karya budaya massa sudah ada jauh sebelum orde baru lahir. formulir darurat Ir. Soekarano menahan keinginan itu sampai dia melarang film Hollywod dan semua jenis seni berbau barat.

Kurangnya kesadaran masyarakat tentang westernisasi
Orang perlu pintar untuk berbagi westernisasi صحيح westernisasi dapat memiliki efek positif dan negatif.

Sumber: https://blog.malavida.co.id