Pihak Sekolah Akui Kecerdasan Eswien, Layak Dapatkan Beasiswa

Pihak Sekolah Akui Kecerdasan Eswien, Layak Dapatkan Beasiswa

Pihak Sekolah Akui Kecerdasan Eswien, Layak Dapatkan Beasiswa

Pihak Sekolah Akui Kecerdasan Eswien, Layak Dapatkan Beasiswa
Pihak Sekolah Akui Kecerdasan Eswien, Layak Dapatkan Beasiswa

Seorang siswi di kecamatan Sulang, Rembang terancam tidak dapat

melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas, akibat himpitan kondisi perekonomian keluarga. Padahal, di sekolah ia tercatat sebagai murid yang berprestasi.

Dia adalah Eswien Nafiqoh (13) yang kini tercatat sebagai murid kelas VIII SMP Negeri 1 Sulang. Anak dari pasangan Samat – Siti Kayatun, warga Rt 6 Rw 3 Dukuh Taraban Desa Kunir Kecamatan Sulang, Rembang.

Saat dikonfirmasi, pihak sekolah mengakui kepintaran Eswien yang

membuatnya selalu mendapatkan peringkat pertama di kelasnya. Bahkan, pihak sekolah pun menganggap Eswien layak untuk mendapatkan beasiswa.

Namun sayangnya, Eswien tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang membuatnya kesulitan untuk mendapatkan beasiswa. Diduga, saat pendataan KIP, nama Eswien Nafiqoh terlewati yang membuatnya tidak menerima KIP.

“Kalau melihat nilainya sejak kelas 1 dan 2 ini, di atas rata – rata semua.

Sekolah tidak pernah ngecek kondisi rumah siswa, tapi dasarnya ya kartu jaring pengaman sosial dari pemerintah itu, untuk menunjukkan dari keluarga miskin atau bukan. Saya akui kuota beasiswa dari pemerintah terbatas,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP N I Sulang, Jaka Haryanta.

 

Jaka mengakui, Belum lama ini sekolah sempat mengajukan 7 orang nama pelajar, guna mendapatkan bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP). Namun, yang disetujui ternyata hanya 5 anak.

“Eswien Nafiqoh tidak termasuk dalam daftar 7 nama yang diusulkan. Sehingga juga tidak mungkin mendapatkan,” aku Jaka saat ditemui di kantornya, Jum’at (8/12/17).

Endah Kurniasari, guru bahasa Jawa SMP N 1 Sulang juga mengakui kecerdasan Eswien. Meskipun Eswien sejatinya memiliki karakter yang pendiam, pemalu dan kurang aktif. Namun terbukti dari nilai Eswien yang selalu tertinggi di kelasnya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/pocket-family-dreams/