SMA Dwiwarna Siap Hadapi Era Industri 4.0

SMA Dwiwarna Siap Hadapi Era Industri 4.0

SMA Dwiwarna Siap Hadapi Era Industri 4.0

SMA Dwiwarna Siap Hadapi Era Industri 4.0
SMA Dwiwarna Siap Hadapi Era Industri 4.0

SMA Dwiwarna kembali meluluskan ratusan siswanya. Rencananya hari ini Sabtu (27/4) SMA bertaraf internasional itu bakal melakukan seremonial wisuda di aula Masjid Hikmatul Ilmi, Kampus SMA Dwiwarna, Jalan Raya Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Kepala Sekolah SMA Dwiwarna Nugrahantoro Yudo menjelaskan, wisuda tahun ini mengangkat tema 21st Century Education. Siswa lulusan SMA Dwiwarna dipastikan siap menghadapi era revolusi 4.0, yang menjadi syarat pendidikan di abad 21.

Seremonial wisuda sma Dwiwarna tahun ini pelak­sanaannya dipercepat, siswa yang lulus juga lebih banyak yakni 112 siswa.

“Hampir semua lembaga pen­didikan mencoba untuk menerjemahkan dan me­ne­rapkan maksud dari istilah yang menjadi tren saat ini yaitu era revolusi 4.0,” tuturnya.

Nugrahantoro mem­be­ber­kan, tajuk wisuda Sma Dwiwarna dipilih untuk mewakili abad 21 yang menurutnya merupakan abad pengetahuan. Pada abad ini, kata dia, informasi banyak tersebar dan teknologi se­makin berkembang. Karak­teristiknya, abad 21 ditandai dengan semakin bertautnya dunia ilmu pe­ngetahuan, sehingga sinergi di antaranya menjadi semakin cepat.

Menurutnya, aspek penentu di era ini yaitu ruang dan waktu sebagai

kecepatan dan keberhasilan ilmu pengetahuan umat manusia dalam me­man­faatkan kecepatan in­for­masi teknologi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. SMA Dwiwarna juga menuntut peserta didik untuk terampil dalam berbagai segi. Seperti, kemampuan berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, dan berkomunikasi.

“Tidak hanya itu, ke­mam­puan di bidang teknologi juga sudah ditekankan ke peserta didik. Kemampuan ke­teram­pilan pada media, dan informasi juga keterampilan berkarier,” kata dia.

Pihaknya menyadari masih banyak hal yang harus terus dievaluasi dan diperbaiki menuju kepada kesempurnaan sesuai dengan framework for 21st century education. “Dengan begitu siswa akan menjadi mampu menyelesaikan masalah dengan baik,” ujarnya.

Ia menjabarkan, peserta didik yang telah lulus telah menjalani kegiatan

pembelajaran yang dirancang untuk mewujudkan penerapan melalui pendekatan saintifik, pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis proyek.

“Lulusan Dwiwarna banyak yang telah melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” ucapnya.

Adapun siswa yang diwisuda pada 27 April 2019, sekitar 112 siswa.

Tentunya, lanjut Dedi, tiap siswa tidak lepas dari kemampuan setiap guru dalam memotivasi peserta didik untuk mencapai cita-cita dan kariernya.

“Khususnya, untuk guru bimbingan konseling yang menjadi ujung tombak dalam menganalisis karier yang sesuai dengan minat, ba­kat, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik,” tukasnya.(cr1/c)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/