Terjun dari Puncak Hotel, Satpam Tewas

Terjun dari Puncak Hotel, Satpam Tewas

Terjun dari Puncak Hotel, Satpam Tewas

Terjun dari Puncak Hotel, Satpam Tewas
Terjun dari Puncak Hotel, Satpam Tewas

Seorang wakil kepala satuan pengamanan (satpam) Hotel Manhattan di Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2010), Susanto (33) tewas seketika setelah terjun dari lantai puncak atas penginapan mewah tersebut, antara pukul 07.20-07.30.

Hingga kini, belum jelas sebab-musabab Susanto terjun dari ketinggian paling atas tersebut. “Kami duga (Susanto) bunuh diri. Namun, ini masih dalam proses lidik,” ujar Kepala Polsek Setiabudi Kompol Wayan Gede Ardhana kepada Kompas.com, Selasa (8/6/2010) siang.

Akibat terjun dari ketinggian 36 lantai tersebut, jenazah Susanto, yang berpakaian safari satpam, hancur seketika. “Kepalanya pecah, remuk,” ujar Kompol Ardana.

Dikatakannya, saat ini jenazah Susanto telah dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Kompol Ardana belum mengetahui apakah keluarga Susanto telah mengetahui kejadian naas tersebut. Sementara itu, beberapa anggota satuan pengamanan hotel berjaringan asal Amerika Serikat tersebut enggan memberikan komentar soal keseharian Susanto.

Namun demikian, mereka membenarkan soal kejadian yang diduga bunuh diri tersebut. “Iya benar. Lokasinya di sana,” ujar Abdul Hafid, seorang anggota satpam, sembari menunjukkan jarinya ke arah lobi hotel.

Pantauan Kompas.com, satu unit mobil Reskrim Polsek Setiabudi masih diparkir di sekitar lobi Hotel Manhattan. Namun, tidak ada seorang pun anggota kepolisian yang berada di sekitar tempat kejadian perkara. Ketika ditanya mengenai keberadaan polisi yang bertugas, anggota satpam di sekitar lobi mengaku tidak mengetahuinya. “Tidak tahu. Saya datang, mobil itu sudah diparkir,” ujar seorang satpam di sekitar lobi.

Pada lokasi jatuhnya Susanto tidak terdapat garis polisi. Hasan, seorang petugas parkir di sisi kiri bangunan hotel, mengatakan, peristiwa tersebut sempat menyita perhatian para pejalan kaki, pekerja, tukang ojek, dan pengendara yang kebetulan melintasi daerah tersebut. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak menimbulkan kemacetan. Kini, aktivitas di hotel yang terletak di kawasan segitiga emas Jakarta tersebut telah berjalan normal.

Sumber : https://merpati.co.id/