TIPE SAMBUNGAN PAKU KELING

TIPE SAMBUNGAN PAKU KELING

Berdasarkan Penyambungan Plat

r  Lap joint (Sambungan Berimpit) : sambungan  yang menempatkan pelat yang akan disambung  saling berimpitan dan kedua pelat tersebut  disambung dengan paku keling .

Pemasangan tipe lap joint biasanya digunakan pada plat yang overlaps satu dengan yang lainnya..

r  Butt joint (Sambungan  Bilah): sambungan yang menempatkan kedua ujung pelat yang akan  disambung saling berdekatan, lalu kedua pelat  tersebut ditutup dengan bilah (strap), kemudian masing-masing pelat disambungkan dengan bilah menggunakan paku keling

Digunakan untuk menyambung dua plat utama, dengan menjepit menggunakan 2 plat lain, sebagai penahan (cover), dimana plat penahan ikut dikeling dengan plat utama. Tipe ini meliputi single strap butt joint dan double strap butt joint

  1. Berdasarkan Jumlah Baris

r  Sambungan baris tunggal  (single riveted joint)

Pada sambungan berimpit, sambungan baris tunggal adalah sambungan  yang menggunakan satu baris paku keeling pada sistem sambungan. Sedangkan pada sambungan  bilah, sambungan baris tunggal adalah sambungan  yang menggunakan satu baris paku pada  masing-masing sisi sambungan.

r  Sambungan baris ganda  (double riveted lap joint)

Pada sambungan  berimpit, sambungan baris ganda adalah sambungan  yang menggunakan dua baris paku keling  pada sistem sambungan. Sedangkan pada sambungan  bilah, sambungan baris ganda adalah sambungan  yang menggunakan dua baris paku pada masing-masing  sisi sambungan

  1. Berdasarkan Susunan Paku

r  Sambungan Rantai

r  Sambungan Zig – Zag

1.7  DESAIN TEKNIS KELING

Pitch: Jarak dari pusat satu keling ke pusat keling lainnya yang sejajar, dinotasikan dengan p.

Diagonal Pitch: Jarak antara pusat keling pada baris berikutnya dari sambungan keling zig-zag

Back Pitch: Jarak tegak lurus diantara garis pusat dari baris berikutnya, donotasikan dengan ps.

Margin: Merupakan jarak antara pusat dari lubang keling dengan tepi dari pelat, notasi m.

1.8  PERHITUNGAN DALAM PAKU KELING

v  Perhitungan Kekuatan

–          Area Sobekan per Panjang Pitch

–          Ketahanan sobek per panjang pitch

Dimana :

p = pitch dari keling

d = diameter keling

t = ketebalan plat

ft = tegangan tarik yg diijinkan dari bahan plat

v  Pergeseran Pada Keling

–          Area geser per keling /  Luas Penampang

–          Tegangan Geser

Sehingga

–          Diameter paku Keling

–          Ketahanan geser keling per panjang pitch

v  Patah (Crush) Pada Keling

–          Area patah per rivet

–          Total area patah

–          Ketahanan patah keling per panjang pitch

                                     Dimana :

                                    n : jumlah keling per panjang pitch

                                    fc : tegangan patah yg diijinkan bahan keeling

 

Baca juga: