Transmisi Suku Bunga Mekanisme 2

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 2

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 2

Transmisi Suku Bunga Mekanisme 2
Transmisi Suku Bunga Mekanisme 2

Pada bagan diatas dapat disimpulkan jika tingkat suku bunga pada pasar modal akan mempengaruhi suku bunga pada  mortgages (Hipotek),  yaitu pinjaman dalam jangka panjang dan memiliki asset yang dijadikan jaminan, sehingga setiap penurunan pada tingkat suku bunga maka peusahaan akan menambah pinjaman hipotek sehingga akan mengurangi pada  pendapatan yang siap dibelanjakan,  sebagai contoh pada saat pengkreditan rumah KPR, karena seseorang melakukan modalnya untuk kegiatan pengkreditan maka uang yang digunakan untuk konsumsi akan berkurang ditambah dengan property equity yang digunakan untuk kegiatan properti yang juga akan mengurangi jatah konsumsi.

Untuk pinjaman hipotek baru, ketika suku bunga meningkat maka tingkat permintaan pada kredit rumah KPR akan menurun sehingga masyarakat akan mengalokasikan dana yang diperoleh untuk memperoleh berbagai kegiatan investasi seperti membeli saham dalam bentuk asset financial dengan membeli sekuritas yang berpendapatan tetap, obligasi, menerbitkan wesel,  deposito, membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Apabila tingkat suku bunga hipotek dan pinjaman tinggi maka masyarakat cenderung mencegah pinjaman untuk membiayai konsumsi bahkan untuk mereka yang tidak memiliki hutang, suku bunga yang lebh tinggi dapat memnbuat mereka lebih tertarik untuk menabung di bank. Pada dasarnya kenaikan suku bunga (untuk ekspektasi inflasi yang diberikan) mendorong penudaan konsumsi, dengan meningkatkan jumlah konsumsi masa depan yang dapat dicapai dengan mengorbankan jumlah konsumsi saat ini dengan cara menabungkan ataupun mendepositokan uangnya dengan harapan mandapatkan perolehan bunga yang besar dari modal yang ditabung.

Baca Juga :